Dalam versi sejarah yang selama ini diwariskan, Ken Arok dikenal sebagai pencuri, perampok, dan pembunuh yang merebut kekuasaan dengan tipu daya.
Namun kisah itu hanya separuh kebenaran.
Dalam Ken Arok: Untold Story, Ken Arok bukan penjahat jalanan, melainkan pejuang rakyat yang lahir dari tanah Lodaya—wilayah yang terhimpit kekuasaan Tumapel dan ancaman Kadiri. Ia tidak mencuri demi diri sendiri, melainkan merebut kembali hak rakyat yang dirampas oleh pejabat dan penguasa lalim. Setiap tindakannya adalah perlawanan terhadap sistem yang menindas, bukan kejahatan tanpa tujuan.
Cintanya kepada Ken Dedes juga bukan hasil perebutan atau pengkhianatan. Ken Dedes adalah kekasihnya sejak sebelum kekuasaan ikut campur. Pernikahan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung terjadi bukan karena cinta, melainkan pemaksaan politik demi legitimasi kekuasaan dan hawa nafsu Tunggul Ametung.
Ken Arok tidak merebut perempuan orang—ia menuntut kembali kekasihnya yang dirampas secara paksa, dengan satu keyakinan: cinta tidak pernah bisa dimiliki melalui teror.
Hubungan Ken Arok dengan Mpu Gandring pun bukan kisah pengkhianatan murid terhadap guru. Mpu Gandring adalah pemikir dan pelindung rakyat Lodaya yang melihat ancaman besar: Tumapel dan Kadiri bersiap menyerbu Lodaya dari dua arah sekaligus.
Demi menyelamatkan ribuan nyawa, Mpu Gandring membuat pilihan paling ekstrem—mengorbankan dirinya sendiri. Ia meminta Ken Arok melakukan tindakan yang akan mengubah arah sejarah, agar perang besar teralihkan, dan Lodaya diselamatkan dari pemusnahan.
Dari titik itulah, Ken Arok dipaksa menapaki jalan berdarah—bukan karena ambisi pribadi, tetapi karena tidak ada lagi jalan yang bersih. Setiap kemenangan membawa rasa bersalah, setiap langkah menuju takhta menjauhkan dirinya dari manusia yang dulu ia kenal sebagai dirinya sendiri.
Film ini mempertanyakan ulang satu hal mendasar:
Apakah sejarah mencatat kebenaran—atau hanya versi para pemenang?
Ken Arok: Untold Story adalah kisah tentang seorang lelaki yang tidak ingin menjadi raja, tetapi dipaksa oleh keadaan untuk memikul mahkota—demi rakyat, demi cinta, dan demi menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada yang harus ia korbankan.




Posting Komentar untuk "KEN AROK UNTOLD STORY BY Endik Koeswoyo"
Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...