twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 02 Desember 2016

Ranting Dedanunan



RANTING DEDAUNAN
The Movie

Penulis: Endik Koeswoyo
Draf 2

Premise: Kehidupan Ranting (24 tahun) berubah ketika dia bertemu Darwis (27 tahun) saat melakukan riset untuk skripsinya di sebuah perkampungan nelayan.

SINOPSIS: 
Namanya Ranting, usianya 23 tahun, gadis cantik, manja dan antipati dengan dunia politik. Ranting yang kuliah jurusan Ekonomi, sedang menyelesaikan skripsi dengan judul “Nelayan, Pasar Bebas dan Kebijakan Pemerintah, dengan menggunakan Metodologi Analisis Ekonomi Deskriptif.”
Sebagai anak orang kaya, tidaklah sulit bagi Ranting untuk memilih tempat guna melakukan reisetnya. Melalui pembatu di rumahya, Ranting memutuskan pergi ke sebuah perkampungan Nelayan, dia memutuskan untuk menyelesaikan skipsinya di sana selama 2 bulan walau pada mulanya keinginan Ranting itu ditentang oleh kedua orang tuanya yang mengkhawatirkan kehidupan Ranting anak satu-satunya itu jika jauh dari orang tuanya, “Mama tidak setuju kalau kamu harus hidup di perkampungan Nelayan dan tidak pulang selama 2 bulan!” kata Bu Niar (55 th) Mamanya Ranting. Pak Munar (60 th)Papanya juga tidak sepaham, “Kamu itu manja, apa bisa kamu hidup disana? Lagian di kampung nggak ada perpustakaan, kamu bakal susah cari buku referensi buat skipsi kamu?” Ranting tetap ngotot dan ingin melakukan riset langsung ke lapangan, dia yakin mampu. Akhirnya Ranting berangkat, seorang diri.
Pak Munar yang mengkhawatirkan Ranting akhirnya mengutus Ronald (24 th), anak sahabat Pak Munar yang naksir sama Ranting dan satu kampus dengan Ranting. Ronald berangkat ke perkampungan Nelayan, tanpa sepengatahuan Ranting.
Di perkampungan Nelayan, Ranting kaget ketika bertemu dengan Ronald, “Loh kok kamu bisa ada disini?” tanya Ranting ke Ronald, Ronald hanya bilang dia juga menyelesaikan Skripsi tentang pemerintahan daerah dan kebijakan ekonomi mikro, judulnya hampir sama dan mereka bisa melakukan penelitian bareng, “Jodoh kali ya?” kata Ronald bercanda ke Ranting. Ranting senang, setidaknya dia mempunyai teman di kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota itu. Seiring berjalannya waktu, kedekatan Ranting dan Ronald semakin terasa, Ronald cowok baik dan perhatian, Ranting jadi makin simpati dan akhirnya mulai jatuh cinta dengan Ronald.
Gayung bersambut, Ronald yang telah lama jatuh hati pada Ranting akhirnya mempunyai kesempatan untuk emakin dekat dengan Ranting dan membuktikan cintanya pada Ranting. Banyak hal-hal kecil yang dilakukan Ronald mampu membuat Ranting semakin yakin kalau Ronald adalah cowok baik. Ronald begitu peduli dengan nasip para nelayan, Ronald juga dekat dengan anak-anak kecil di perkampungan itu. Bahkan dengan sabar Ronald memberikan bimbingan belajar pada anak-anak kecil, mengajarkannya banyak hal sebagai modal ketika mereka besar nanti. Bahkan suatu hari Ranting melihat Ronald yang sedang memperbaiki kapal milik nelayan.
Selain aktif dan dekat dengan warga kampung Nelayan, Ronald juga dengan sabar menemani Ranting melakukan riset di perkampungan itu. Bukan itu saja, Ronald sering kali memberikan surprise pada Ranting, mengajak Ranting naik kapal nelayan ke laut, bahkan memberikan kejutan pada Ranting dengan pesta bakar ikan bersama nelayan dtepi pantai. Begitu banyak hal romantis yang dibikin oleh Ronald, special untuk Ranting.
Bersama dengan Ronald, Ranting semakin mengerti tentang kehidupan yang sebenarnya, bagaimana kegelisahan seorang istri nelayan ketika malam hari tidak bisa tidur dan terus berdoa untuk suaminya yang melaut. Bagaimana perjuangan seorang nelayan yang bertaruh nyawa dilautan lepas, bisa saja kapal mereka tersapu badai dan takpernah bisa pulang. Bagaiman anak-anak harus jalan kaki dan naik angkot untuk kesekolah. Semua menyadarkan Ranting bahwa hidupnya selama ini yang penuh kemewahan dan membuatnya manja adalah sebah kesalahan yang harus diluruskan. Apalagi dengan mata kepala sendiri, Ranting melihat kesedihan seorang ibu muda dengan 2 putranya yang masih kecil ketika mendengar kabar suaminya hilang dan jasadnya tidak pernah diketemukan karena badai menenggelamkan perahu kecil miliknya. Ranting benar-benar sadar, hidup tidaklah mudah dan penuh perjuangan.
Suatu hari, Ranting secara tidak sengaja bertemu dengan Darwis, Ranting sepertinya pernah melihat wajah pemuda itu, Ranting baru sadar ketika Darwis menunjuk sebuah baliho kecil di pinggir jalan, ada foto Darwis di sana, rupanya Darwis adalah calon Bupati yang akan maju dalam pemilihan bulan depan. Sontak, Ranting jadi males sama Darwis, yang menurutnya sok kalem, sok baik, sok care dan sok peduli karena memang lagi mencari dukungan masyarakat, “najis” batin Ranting. Ranting langsung menghindar, ogah berteman dengan politikus, Ranting pikirannya negative banget ke Darwis. Tetapi ketika Ranting mencoba menghindari Darwis, dia malah beberapa kali bertemu dengan Darwis di perkampungan nelayan itu. 
Ranting bercerita pada Ronald tentang Darwis, Ranting yang pesimis dan antipati dengan politikus itu curhat banyak hal, menurutya politik itu kotor, disini dengan sabar Ronald memberikan bayak padangan tentang politik, tidak semua politikus kotor, pasti ada orang-orang baik yang tau baik dan benar. Namanya juga Ranting, tidak pernah mau percaya dengan politik karena dia beberapa kali melihat politikus yang memeras Papanya yang pengusaha sukses itu dengan berbacai macam cara.   
Pertemuan selanjutnya di sebuah angkot, Darwis langsung menyapa Ranting, tetapi Ranting malah nyekak Darwis, “emang harus ya calon Bupati naik angkot beginian? Biar rakyat simpati?” Darwis senyum, lalu jawab, ”Sejak SMA dulu, aku naik angkot yang sama, sopirnya juga sama,Pak Albar ini…” Ranting nggak percaya, saat itu Sopir nyeletuk, “Kalo saya jadi Mas Darwis saya juga bakalan naik angkot ini, la wong ndak pernah bayar!?” Darwis tertawa ke Pak Albar, usut punya usut Ranting baru sadar kalau Angkot yang selama ini dia tumpangi itu adalah salah satu usaha Bapaknya Darwis, juragan angkot. Saat itu ada penumpang anak-anak SMP, 3 orang baru saja naik angkot. Mereka langsung curhat ke Darwis, minta dibantuin ngerjain PR, Ranting makin penasaran, karena Darwis yang mau ke kota malah turun di pinggir jalan karena anak-anak itu maksa Darwis buat bantuin ngerjain PR Bahasa Ingris dulu. Darwis turun bareng anak-anak SMP itu. Ranting yang penasaran akhirnya menguntit Darwis.
Di sebuah halaman rumah kecil, Darwis membantu anak-anak mengerjakan PR, kasih penjelasan rumus-rumusnya, anak-anak antusias. Ranting yang membuntuti Darwis tanya ke seorang ibu, “Itu calon Bupati beneran Bu?” sambil nunjuk Darwis yang cukup jauh dari mereka. Ibu itu kasih penjelasan, “Oh… Mas Darwis? Iya, dia calon Bupati, tapi kayaknya ndak serius nyalonnya, ndak pernah kampanye,” Ranting makin penasaran, “Terus ngapain dia kesini kalau ndak kampanye?” Ibu jawab lagi, “Ya, dari dulu dia sering kesini, dia emang deket sama anak-anak kampung sini, bantuin anak-anak kampung, beliin buku, beberapa anak malah dikasih kartu angkot gratis,” kata Ibu itu lagi. “Sejak kapan dia kasih kartu angkot gratis itu?” taya Ranting masih penasaran, “Sejak kapan ya? Saya lupa neng, 5 atau 6 tahun lalu kayaknya, sejak anak saya SD,” Ranting makin heran dan makin penasaran.
Di rumah Kepala Dusun yang dia tinggali, Ranting penasaran dan mencoba mencari tau soal Darwis, Pak Kadus bilang kalau Darwis itu yang nyalonin sebenarnya masyarakat, dulu dia menolak tetapi karena dia dianggap cocok sebagai pemimpin ya kami paksa untuk maju, kata Pak Kadus. Ronald masih nggak yakin dengan Darwis, dia yakin semua orang di kampung ini pasti sudah di suap sama Darwis. Ranting ngajak Ronald ke kampung paling jauh, paling pinggiran di kota itu, sekalian jalan-jalan mereka mencari informasi terhadap darwis, disebuah warung kecil, Ranting heran, ketika ada beberapa orang kampung yang ladi di kampung itu antusias mendengarkan Darwis yang lagi berdialog dengan masyarakat di sebuah radio. Saking penasarannya, Ranting tanya ke penduduk, apa mereka kenal dengan Darwis yang di radio itu? Semua jawab kenal, bahkan dari kecil mereka kenal, Darwis sering main ke kampung ini, dulu Darwis itu anaknya nakal, suka menyelinap di dalam kapal nelayan ikut ke laut, tapi namanya juga anak-anak, biasalah… kata seorang warga. Ronald dan Ranting makin penasaran.
Ronald mulai menangkap gelagat aneh pada Ranting yang malah sibuk mencari informasi tentang Darwis, bukan informasi tentang sikipsinya yang sudah hampir selesai. Naluri Ronald mengatakan kalau Ranting mulai tertarik dengan Darwis. Ronald yang tidak mau kehilangan Ranting segera menyatakan isi hatinya ke Ranting, di tepi pantai pada suatu Sore Ronald meminang Ranting, mengajaknya menikah. Ranting bingung, dia belum siap untuk menikah, tetapi Ranting juga tidak menolak, hanya butuh waktu untuk memberikan sebuah jawaban pada Ronald.
Ronald berusaha menjauhkan Ranting dari Darwis, Ronald selalu mencari cara agar Rantng fokus pada skipsinya. Waktu terus berlalu, hubungan Ranting dan Ronald semakin dekat, mereka sama-sama melakukan penelitian di kampung itu, hingga satu hal mengejutkan mereka temukan, munculnya isu besar tentang rencana penambangan biji pasir besi di sekitar pantai, bahkan sudah muncul beberapa perwakilan perusahaan yang terus meyakikan warga. Warga mulai menolak dengan rencana penambangan biji pasir besi di wilayah mereka karena mereka takut lingkungan pantai tercemar dan mata pencaharian nelayan bisa hilang jika 60% wilayah pantai akan dijadikan area tambang. Ranting yang sudah begitu dekat dengan warga kampung nelayan itu mau tidak mau menjadi tempat keluh kesah karena dianggap orang kota yang punya ilmu dan pendidikan lebih, beberapa Warga meminta bantuan Rating sebagai juru bicara menghadapi utusan dari pihak pengusaha dan perwakilan beberapa pejabat daerah. Melihat kehidupan nelayan yang susah itu, Rating tergerak hatinya.
Ranting akhirnya mencari Darwis, pastilah Darwis bisa mengantarkan Ranting dan Ronald untuk bertemu dengan pejabat-pejabat di kota, sebenarnya Ronald menolak ketika Ranting mengajakkan bertemu dengan Darwis, tetapi Ranting memaksa, Darwis pasti bisa menjadi penghubung mereka dengan orang pemerintahan.
Darwis mengantarkan Ranting ke kota, menemui seorang pejabat di sana,dalam proses memperjuangkan nasib rayta kecil itu, Ranting muliasimpati ke Darwis, bahkan Ranting diam-diam jatuh hati pada Darwis. Bebeberapa hari kemudian, Darwis mempertemukan Ranting dengan pejabat di kota, lalu terjadilah dialog antara Ranting yang mewakili warga dan Sang Pejabat. Ranting gagal memperjuangkan warga desa dan malah dituduh anggota LSM yang sengaja mau mencari uang dengan mengatasnamakan lingkungan dan kemiskinan. Ranting sangat sedih, apalagi mengetahui kalau pejabat yang ditemuinya itu adalah donator utama dari Darwis.  
Ranting semakin membenci Darwis, karena dia merasa Darwis tidak peduli dengan rakyat kecil, Darwis meminta pengertian Ranting perihal permasalahan tersebut, tetapi Ranting sudah kecewa dengan Darwis. Darwis sebenarnya sudah memikirkan mengenai tambang itu sejak lama, dia terus mencari sulusi dengan beberapa temannya, hingga akhirnya Darwis dan beberapa pemuda menemui pejabat itu lagi. Pejabat mengancam Darwis, jika Darwis menentang proyek tambang pasir besi dipesisir pantai, Pejabaat itu tidak akan memberikan dukungan ke Darwis lagi, dukungan suara dari Partai juga dukungan materi yang selama ini dia kucurkan ke Darwis akan dihentikan.
Darwis memutuskan untuk tetap membela warga dan nelayan, alhasil Darwis tidak tidak lagi mendapat dukungan. Darwis berencana mundur dari pencalonan Bupati, dia dan beberapa temennya mulai melepaskan baliho-baliho dan spanduk yang ada.
Suatu hari, di sebuah Radio Ranting mendengar Darwis dengan memberikan keterangan pers soal pengunduran dirinya, karena dia menentang Mega Proyek penambangan pasir besi, mendengar informasi itu, Ranting terhenyak, Ranting, Ronald dan beberapa warga dengan naik angkot ramai-ramai mendatangi tempat Darwis sedang diwawancara, Ranting langsung memberikan dukungan ke Darwis, Darwis harus tetap maju sebagai calon Bupati, karena jika Darwis mundur, dia tidak akan punya kekuatan untuk membela warga nelayan. Ranting dan Warga meyakinakan Darwis, mereka akan mendukung Darwis. Apakah yang akan terjadi selanjutkan? Mampukah Darwis menang dan menjadi Bupati terpilih? Bagaimana dengan Ranting? Akankah dia kembali ke Jakarta setelah skipsinya selasai? Bagaimana dengan Ronald yang melihat kedekatan Ranting dan Darwis? SAKSIKAN dalam film dengan judul RANTING DEDAUAN… 



NOTE:
Sinopsis FILM LAYAR LEBAR ini BELUM diproduksi. Jika anda membutuhkan sinopsis untk film layar lebar atau film televisi silahkan menghubungi saya selaku penulis via email: endikkoeswoyo@gmail.com.

 


Karena Aku Sahabatmu

Karena Aku Sahabatmu
Genre: Roman Komedi
Penulis: Endik Koeswoyo


Sinopsis
Dikisahkan sekelompok cewek-cewek yang baru saja lulus SMA memasuki bangku kuliah mengontrak sebuah rumah. Mereka adalah Septa, Indah, Ranting dan Melda. Ke empat sahabat ini sepakat mengikat janji persahabat untuk tetap jomblo sampai mereka lulus kuliah nanti.
Komitment itu sudah mereka sepakati dengan tujuan agar kuliah mereka cepat selesai dan fokus. Setiap hari mereka punya rutinitas yang selalu dilakukan bersama. Sarapan pagi dan makan malam selalu bersama, hukumnya wajib. Sambil makan biasanya mereka bertukar pikiran soal masalah-masalah yang mereka alami seharian.
Setelah makan biasanya mereka juga membuat acara khusus untuk membuat mereka semakin akrab dan semakin menyatu. Biasanya bermain game atau sekedar tebak-tebakan soal pelajaran di kampus mereka.
Tetapi kehidupan 4 sekawan ini berubah ketika mereka masing-masing jatuh cinta di kampus baru itu. Pertama Septa yang menyembunyikan kekasihnya dari teman-temannya. Dia sering terlambat pulang ke rumah kontrakan mereka, bahkan beberapa event penting di rumah itu dia lupakan. Kemudian Indah juga sering terlambat datang ke acara-acara rutin mereka di rumah, jarang nyalon bareng, jarang shoping bareng dan jarang makan bareng di meja makan.
Ranting pun demikian, dia yang baru jadian dengan Dido sering menghilang dari kampus secara tiba-tiba. Melda yang masih jomblo sering sendiri di rumah. Akhirnya Melda menanyakan kesibukan teman-temannya ketika suatu hari mereka makan bersama. Tetapi tidak ada yang mengakui hal itu. Melda yang tau gelagat teman-temannya akhirnya tidak mau ambil pusing, dia menyibukkan diri dengan mengikuti les piano. Di tempat les musik itu Melda kenal Dido, Dido mendekati Melda, tetapi Melda selalu saja menolak untuk di ajak pacaran oleh Dido. Suatu hari Melda menemukan Ranting sedang menagis di kamar mandi rumah itu. Ternyata Ranting baru saja diputusin Dido kekasihnya. Melda panik. Kemudian Ranting bercerita soal Dido kekasihnya.  Melda juga bercerita kalau di tempat lesnya ada pemuda bernama Dido, dan ternyata mereka adalah pria yang sama.
Melda melabrak Dido yang dianggapnya hidung belang. Dan ternyata Dido memang punya beberapa pacar di kampus itu. Setelaha di damprat Melda, Dido menghilang dari kampus, melarikan diri entah ke mana, tidak bisa mereka temukan. Indah lebih parah lagi, dia sering terlambat pulang, selalu saja pulang malam. Bahkan menjelang pagi. Ketika di tanya selalu saja bilangnya belajar di rumah teman. Melda meminta Indah untuk jujur, tetapi tetap saja dia tidak mau jujur kalau sebenarnya dia sering pergi dengan pacarnya.
Hubungan keempatnya mulai merenggang, mereka menutup diri satu sama lain. Ranting lebih sering menyendiri, Melda memilih fokus kuliah dan les piano. Walau serumah mereka seperti orang lain, tidak saling peduli. Melda beberapa kali melihat Septa di antar pulang pacarnya, Melda bertanya soal hubungan Septa. Septa akhirnya mengakui hubungannya. Melda kecewa karena ternyata Indah juga sudah melanggar komitment untuk menjadi jomblo dan fokus pada kuliah mereka. Suatu malam mereka semua makan dimeja makan, saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Akhirnya mereka memutuskan untuk merubah komitmen mereka, boleh pacaran asal tidak menggangu kuliah. Boleh punya pacar asal tidak mengganggu persahabatan dan harus selalu bisa saling menjaga.

Melda dan Ranting yang Jomblo lebih sering berbagi, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membuka hati. Melda akhirnya jadian dengan Rimba, teman les pianonya. Mereka merasa cocok karena sama-sama menyukai musik. Ranting menerima cinta Danang, teman kuliahnya yang punya usaha sebuah restoran menengah. Diakhir cerita, mereka semua bertemu pada acara ulang Ranting di Restoran Danang. Masing-masing mengenalkan pasangan mereka. Melda dan Rimba yang datang terlambat dihukum untuk mengisi acara dengan duet piano keduanya. Saat itu datang Dido, yang menyatakan penyesalannya meninggalkan Ranting, tetapi Ranting dan teman-temannya tetap menolak Dido karena Dido adalah playboy kampus.

Cintamu Terlambat Datang



Cintamu Terlambat Datang
Genre: Roman Komedi
Penulis: Endik Koeswoyo

Sinopsis

Di sebuah SMU, ada sepasang sahabat, Romi dan Evy, mereka teman satu kelas, rajin dan tergolong anak pandai. Sebenarnya Evy sudah lama naksir Romi, tetapi Romi tidak pernah berani menembak Evy. Evy jadi menebak-menebak, mungkin Romi hanya menganggapnya sebagai sahabat, tidak lebih.
Menjelang kelulusan sekolah, Evy didekati oleh Momo, temen sekolahnya yang beda kelas. Akhirnya Momo dan Evy jadian. Kabar itu akhirnya sampai ke telinga Romi. Disini Romi kaget, dia nggak menyangka Evy bakal jadian dengan Momo tanpa memberitahukan dulu pada Romi sahabatnya. Hubungan Romi dan Evy renggang, mereka tak lagi belajar bersama, tak lagi duduk sebangku, Romi sering menyendiri di perpustakaan sekolah.
Akhirya karena tidak kuat melihat kedekatan Evy dengan Momo, Romi bilang ke Evy kalau sebenarnya Romi mencintai Evy, tetapi Evy mengatakan kalau semua sudah terlambat, dia juga mencintai Romi, sejak pertama mereka kenal, tetapi Romi tidak pernah nembak Evy, dan Evy tidak mungkin memutuskan Momo begitu saja.
Dengan cara konyol khas anak SMU, Romi berusaha meyakinkan Evy kalau dirinya mencintai Evy. Segala macam cara di lakukan Romi, tetapi sekali lagi Evy bilang kalau Romi sudah terlambat, Evy sudah mengikat janji dengan Momo. Momo yang tau kalau Romi berusaha merebut hati Evy, mati-matian mempertahankan cintanya, Momo tidak ingin kehilangan Evy.
Persaingan Momo dan Romi semakin keliatan jelas, tetapi Evy tetap berusaha utuk setia dengan komitmentnya bawa Momo adalah cowok yang sudah di pilihnya.
Akhirnya, Romi dan Momo sepakat menjadikan persaingan itu sebuah persaingan yang sehat, siapa yang memperolah nilai terbaik dalam UAS, dialah yang berhak mendapatkan Evy. Evy menolak dijadikan bahan taruhan, tetapi Momo dan Romi punya penjelasan sendiri,kalau salah satu tidak ada yang mengalah, bisa-bisa Evy sendiri yang akan pusing dibuatnya. Karena hanya itu satu-satunya cara, Evy akhirnya dengan terpaksa menerima kesepakatan, Evy harus mau menerima Romi jika nilai Romi lebih bagus dari Momo, dan begitu sebaliknya, Romi akan mengiklaskan Evy jika Momo nilainya lebih bagus. Momo dan Romi mati-matian belajar, untuk menjadi yang terbaik. Evy bingung, harus membantu siapa, dan akhirnya dia memilh netral saja, belajar sendiri. UAS berlangsung, siapa yang akan mendapatkan cintanya Evy?   


KETERANGAN:
Sinopsis ini BELUM diproduksi. Jika anda membutuhkan sinopsis untk film layar lebar atau film televisi silahkan menghubungi saya selaku penulis via email: endikkoeswoyo@gmail.com.

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN