twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Minggu, 09 Juli 2017

Sinopsis FTV SCTV PANEN CINTA PUTRI RAJA Cerita & Skenario Endik Koeswoyo





Sinopsis FTV SCTV
PANEN CINTA PUTRI RAJA

Cerita & Skenario
Endik Koeswoyo



Gusti sangat prihatin dengan nasib para petani di kampungnya, dia melihat para petani sudah tua-tua semua, termasuk Pak Jono ayahnya yang sudah tua masih harus tetap menggarap lahan pertanian miliknya yang berhektar-hektar. Setelah lulus kuliah Gusti akhirnya memilih meneruskan usaha Ayahnya, menjadi petani, dia tidak setuju ketika Pak Jono menawarkan pada Gusti untuk menjual saja tanah-tanah mereka, harga tanah lagi mahal, banyak di bangun hotel di sekitar Jogja ini. Gusti tidak mau, dia akan melanjutkan karier Ayahnya.
Leny kekasih Gusti tidak terima dengan keputusan Gusti menjadi Petani, nggak keren banget. Leny maksa Gusti kerja lain, kerja di kantor biar keren, pakai jas pakai dasi. Masak lulus S1 malah jadi petani? Gusti tetep ngotot, dia milih jadi petani, nggak ada bos, kerja santai dan suka-suka, plus dia mau nunjukin ke generasi muda kalau menjadi petani juga bisa keren. Karena Gusti ngotot jadi petani, Leny kesel, mutusin Gusti. Gusti sedih, nggak didukung kekasihnya. Tetapi Gusti terpacu, dia akan buktiin ke Leny kalau jadi petani bisa sukses.



Tetapi menjadi petani tidaklah semudah yang dibayangkan Gusti, dia harus mandi keringat menggarap lahan bersama Ayahnya dan beberapa tetangga yang membantunya. Suatu hari, ketika sedang mencangkul di sawah, Gusti menemukan sebuah kotak kayu, ketika di buka isinya satu buah patung dari batu. Gusti membawa patung itu pulang, di jadikan hiasan di kamarnya. Gusti memberi nama patung itu Putri.
Gusti mendatangi Leny, mengajaknya balikan, tetapi Leny bilang dia sudah jadian sama cowok lain, pegawai Bank, gajinya tinggi, mobilnya keren. Gusti putus asa, dia hampir menyerah jadi petani. Dengan malas, keesokan harinya Gusti ke ladang, dia malas-malasan nyangkul tanah, dia kaget, nemu lagi satu kotak, sama dengan yang kemarin dia temukan. Ketika di buka, isinya sebuah buku kuno bertuliskan huruf Jawa kuno, dan sebuah kalung emas. Gusti membawanya pulang. Di rumahnya Kalung emas yang dia temukan itu dikalungkan di patung batu yang ada di mejanya. Buku yang dia temukan itu dia baca sambil tiduran. Selesai baca buku, Gusti keluar kamar, di panggil Ibunya untuk makan malam.
Setelah makan, Gusti kembali ke kamar, dia kaget bukan kepalang, di dalam kamarnya ada seorang Putri yang sedang menangis tersedu. Putri itu ternyata Dewi Roro Watu, patung batu yang ditemukan Gusti adalah wujud kutukan dari Sang Putri. Putri itu menangis karena bahagia bisa kembali menjadi Putri. Gusti panik bukan kepalang. Dia berusaha menyembunyikan Putri dari Ayah dan Ibunya. Putri itu bingung apa yang terjadi? Gusti berusaha jelasin, tetapi Putri Nggak bisa paham. Bahkan Putri mengancam Gusti akan menghukum Gusti karena kurang ajar sama Putri, dia anak Raja, dan Gusti harus patuh pada anak Raja. Gusti nggak bisa jelasin. Putri malah marah-marah, dia ngotot keluar kamarnya, dengan baju gemerlap. Ibu dan Ayah Gusti yang melihat seorang putri keluar sambil marah-marah malah jatuh pingsan, dikira hantu. Gusti makin panik, karena Putri Roro malah jalan seenaknya keluar rumah.
Dalam kepanikan nya, Gusti terus mengejar Putri mengingatkan Putri agar tidak keluyuran, jaman sekarang sudah beda. Putri nggak percaya, dia terus jalan. Di jalan depan rumah Gusti, beberapa pemuda tertawa ngakak melihat dandanan Putri, bahkan salah satu pemuda teman Gusti mengatakan kalau ada perempuan Gila. Gusti jelasin, dia bilang gadis ini sepupunya, lagi belajar Acting, mau bikin film di Jogja. Putri jalan terus, nggak peduli sama Gusti. Putri itu heran dengan perubahan yang terjadi. Putri heran melihat lampu jalan, melihat motor, mobil dan lain-lain. Dia jadi semakin bingung. Gusti terus meyakinkan Putri untuk kembali ke rumahnya. Putri akhirnya menyerah setelah dia merasa asing di tempat Jaman modern itu.
Gusti panik, Putri menangis sesenggukan di rumahnya, dia ingin pulang ke keraton. Gusti tanya di mana sebenarnya keraton itu berada? Putri bilang keraton nya bernama Keputren Ratu Boko. Gusti bilang tempat itu sudah tidak ada. Dari cerita Putri Roro, Gusti menduga kalau Putri Roro berasal dari jaman Rakai Panangkaran tahun 750-an. Sudah  1300 tahun yang lalu. Keputren Ratu Boko sudah hancur. Putri Roro sangat tidak percaya dengan cerita Gusti. Gusti meminta putri istirahat di kamarnya, besok pagi dia akan mengajak Putri ke sana, tetapi putri harus ganti pakaian.


Pagi harinya, Gusti membelikan baju untuk Putri. Gusti jelasin ke Ayah dan Ibunya siapa gadis muda yang ada di rumah mereka itu. Walau tidak percaya Ayah dan Ibu Gusti terpaksa harus percaya dan menurut saja pada Gusti. Mereka harus menghormati Sang Putri, patuh dan tunduk. Putri memang menjadi sosok yang terlihat sangat manja, semua minta dilayani. Ibu dan Ayah Gusti melayani semua kebutuhan Putri. Setelah sarapan dan makan bersama Ayah dan Ibu Gusti, Gusti membawa Putri ke situs Ratu Boko dengan naik motor milik Gusti, Putri minta naik kereta Kuda, Gusti harus jelasin kereta kuda sudah tidak ada.
Di situs Ratu Boko, Putri hanya bisa menangis. Dia sedih, benar kata Gusti, semua sudah berubah. Gusti menemani Putri keliling Situs Ratu Boko, di sini Putri cerita tentang kutukan yang menimpanya. Saat itu dia hendak di nikahi oleh seorang Pangeran, tetapi Putri Roro menolak, sehingga di kutuk dan menjadi Batu. Gusti mastiin, apakah putri ini Roro Jongrang? Dia bilang bukan, namanya adalah Dewi Putri Roro Pembayun. Gusti mencoba menangkan Putri, dia mengajak Putri pulang kerumahnya. Mereka akan mencari informasi tentang bagaimana cara Putri kembali.
Di rumahnya, Gusti membaca-baca buku Kuno yang dia temukan, dia juga mencari informasi di internet, tetapi dia tidak menemukan nama Dewi Putri Roro Pembayun. Dia kaget mendengar Putri dan Ayahnya bercanda di ruang tamu. Gusti mengintip, Putri terlihat akrab dengan Ayah dan Ibunya Gusti.
Keesokan harinya, Gusti membawa Putri keliling Jogja, dia mendatangi museum, atau lokasi lain yang dianggap bisa menemukan informasi mengenai Putri. Tetapi hasilnya Nihil, mereka tidak menemukan cara bagaimana Putri bisa kembali ke asalnya. Putri sangat sedih, dia tidak punya siapa-siapa. Gusti menguatkan Putri, dia masih punya keluarga di sini, ada Gusti dan orang tuanya yang menerima Putri dan melindungi Putri. Putri sedikit lega, dia bilang ke Gusti jika dia tidak bisa kembali ke kerajaannya, maukan Gusti menikahinya? Gusti jadi bingung sendiri. Dia belum bisa memberikan jawaban, Gusti takut kenapa-napa. Bahkan ketika Gusti cerita itu ke Ayah dan Ibunya, Ayah dan Ibu Gusti tidak setuju, jangan-jangan Putri itu makhluk halus atau bangsa Jin. Bisa-bisa Gusti jadi tumbal. Gusti makin bingung.
Sore harinya, Gusti gelisah di teras rumahnya, saat itu muncul Leny, Leny meminta maaf sama Gusti, ngajak balikan lagi. Dia nyesel mutusin Gusti, dan pegawai Bank yang di harapkan akan menikahi Leny ternyata udah beristri. Leny nyesel banget. Dia mohon sama Gusti, dia mau jadi istri Gusti. Gusti jadi makin bimbang. Tanpa sengaja, ternyata kejadian itu di lihat Putri dari jendela rumah. Putri jadi sedih, ternyata Gusti punya calon istri. Putri menangis, dia takut, tidak punya siapa-siapa di dunia ini, dan hanya Gusti saja yang percaya padanya.
Gusti semakin gelisah, beberapa hari ini Leny selalu datang menemuinya. Bahkan Leny mulai memusuhi Putri yang tidak jelas asal usulnya. Leny benar-benar nggak mau kehilangan Gusti. Melihat dirinya menjadi penghalang dalam hubungan Leny dan Gusti, Putri memilih meninggalkan rumah Gusti tanpa sepengetahuan Gusti. Gusti yang mengetahui Putri menghilang jadi bingung. Dia cari kemana-mana, nggak ketemu. Akhirnya Gusti menebak, jangan-jangan Putri ke Ratu Boko. Dan benar saja, ternyata Putri memang kembali ke Ratu Boko. Dia menangis sendiri di salah satu sudut candi. Gusti meminta maaf, dia jelasin siapa Leny dan hubungan mereka sudah berakhir. Gusti janji dia akan menikahi Putri, jadi Putri nggak usah khawatir, nggak usah takut. Putri masih tidak mau, dia tidak mau merusak hubungan Leny dan Gusti. Gusti jadi bingung sendiri, karena Putri tidak mau diajak pulang. Gusti mutusin buat menemani Putri, kalau Putri nggak mau pulang, Gusti juga nggak mau pulang. Karena kasian sama Gusti, Putri akhirnya mau diajak pulang oleh Gusti.
Sesampainya di rumah, Gusti kaget, sudah ada Leny yang menunggu. Putri semakin sedih, apalagi Leny begitu tidak suka padanya. Putri langsung masuk rumah, sementara Gusti bicara dengan Leny di halaman. Gusti meminta pada Leny untuk tidak lagi mengusiknya, semua sudah berakhir. Gusti sudah menghapus semua mimpi indahnya bersama Leny, karena Leny yang meninggalkan Gusti saat dia butuh penyemangat hidup. Leny kesal, dia pergi dari rumah Gusti dan akan melupakan Gusti selamanya.
Di dalam rumah, Putri hanya menangis sedih, Pak Jono dan Bu Jono menghibur Putri. Gusti yang bimbang hanya bisa melihat dari ambang pintu.
Hari-hari berlalu, Putri terlihat selalu murung. Di kebunnya Gusti juga terlihat tidak semangat bekerja. Gusti benar-benar bingung dengan semua yang menimpanya. Dia masih tidak percaya dengan Putri yang berasal dari patung batu itu.
Suatu hari, Gusti mengajak Putri ke kebunnya, dia membawa kota kayu yang dia temukan, Gusti cerita di tempat itulah dia menemukan patung batu dan buku serta kalung emas. 2 buah kotak kayu, sebuah kalung dan sebuah buku kuno dibawa. Saat itu Putri melepas kalungnya, dan dia langsung berubah jadi patung batu kecil. JRENG. Gusti panik. Dia mikir, jangan-jangan kalung ini yang membuat Putri jadi manusia? Gusti penasaran, dia pasangin kalung ke patung batu, dan benar saja, beberapa saat kemudian patung itu berubah menjadi Putri.
Malam harinya, Putri muncul dari kamar, dia melihat Gusti tidur di ruang tamu. Putri pamit sama Gusti, dia sudah tau jalan pulang, dengan melepas kalung yang dia pakai, Putri akan menjadi batu, dan ketika dia menjadi batu, Putri kembali ke alam asalnya. Gusti sedih, dia tidak mau kehilangan Putri. Tetapi Putri sudah memutuskan, dia akan pergi. Dia meminta Gusti untuk mengubur kembali patung, buku dan kalung itu di tempat semula. Dan Putri sangat berharap Gusti tidak memasangkan kalung itu pada patung Putri. Hanya itu permintaan Putri. Gusti dengan sedih menyanggupi permintaan Putri. Malam itu, Putri kembali menjadi batu, Gusti memasukkan kalung dan buku dalam satu kotak, dia juga memasukkan patung batu pada kotak yang lain. Besok pagi, dia akan mengubur semuanya di tempat dia temukan.
Sambil sedih dan berlinang air mata, Gusti mengubur semuanya di tempat semula. Gusti tidak rela, tetapi dia harus mau mengembalikan Putri ke asalnya. Gusti berusaha melupakan semuanya. Dia kemudian kembali bekerja, sebagai petani seperti cita-citanya.
Beberapa hari berlalu, Gusti di rundung pilu, makan tak enak, tidur tak nyenyak. Gusti memutuskan untuk mengambil kotak itu kembali, tetapi saat di gali, kotak-kotak itu tidak ada, sudah hilang tanpa bekas. Gusti sangat-sangat sedih dan menyesal, dia benar-benar kehilangan Putri. Gusti benar-benar kecewa dan sedih dengan hidupnya. Dia termenung di tepi kebun, di bawah semua pohon yang cukup rindang. Saat itu datang seorang perempuan, dari Kota. Gusti menoleh, kaget. PUTRI? Ternyata bukan Putri, gadis itu bernama Caroline, cantik, pakai kacamata hitam dan sepatu hak tinggi, dia adalah anak pengusaha perhotelan yang hendak membeli tanah milik Gusti. Tapi wajah Caroline sangat mirip dengan Putri. Caroline bilang dia baru pertama ini ke Jogja, selama ini dia hidup di Singapura sama Ibunya. Keluarganya punya usaha perhotelan, dan wilayah Jawa tengah diwariskan ke Caroline, dia menemui Gusti karena menurut Pak Jono, Gusti yang punya keputusan buat ngejual tanah ini. Gusti bilang dia nggak akan jual tanah miliknya, dia mau jadi petani, generasi petani sudah habis, kalau dia jual makin habis. Caroline jadi salut sama Gusti. Dia ajakin makan malam, Gusti nggak mau, dia nggak bisa di lobby, sekali tidak tetap tidak. Caroline makin tertantang, dia bilang dia tidak akan meloby Gusti, dia hanya ingin makan malam. Caroline memberikan kartu nama pada Gusti. Gusti bahkan nggak mau menerimanya. Caroline selipkan kartu nama di kantong baju Gusti. Dia akan menunggu Gusti di restoran salah satu hotel miliknya. Gusti nggak mau dateng. Caroline pergi.
Malam harinya, Gusti benar-benar gelisah, dia memikirkan kenapa wajah Caroline sangat mirip dengan Putri? Akhirnya Gusti mendatangi Caroline di restoran hotel. Di restoran itu sangat sepi, ternyata semua ruangan sudah di booking khusus untuk menyambut Gusti. Di sebuah panggung kecil, tampak seorang perempuan menari, di iringi Gamelan yang mengalun lembut. Gusti di sambut pelan, dipersilahkan duduk. Saat itu penari berbalik, dan Gusti syok, penari itu sangat mirip dengan Putri. Gusti mendekati penari itu. Ternyata dia adalah CAROLINE, bukan putri seperti yang dipikirkan Gusti.
Caroline yang masih berbusana penari duduk berhadapan dengan Gusti. Gusti memastikan soal tanah, Caroline hanya senyum saja, ini diluar jam kerja, tidak ada bahasan soal tanah. Caroline hanya ingin makan dan dia mau kasih hadiah pada Gusti. Gusti heran, hadiah apa? Dia nggak mau kalau disuap dengan hadiah biar mau jual tanah. Sekali lagi Caroline tegesin, dia nggak lagi minat sama tanahnya Gusti, bahkan Caroline janji bakal membeli dan memasarkan produk pertanian Gusti ke luar negeri, beras dan cabe dari Indonesia sangat laku di Timur Tengah. Seorang pelayan datang, membawa sebuah kotak kayu, di tutup kain kuning. Hadiah itu diletakkan di atas meja oleh pelayan. Caroline bilang, itu hadiah untuk Gusti. Isinya sebuah buku kuno dengan tulisan bahasa Jawa, kalau Gusti bisa membacanya, apapun yang diminta Gusti akan dia kasih. Gusti tertawa, ngaco aja nih cewek kota. Gusti penasaran dia membuka penutup hadiah yang berupa kain kuning, ketika di buka, Gusti kaget, itu dalam kotak kuno yang dia temukan tempo hari. Gusti buru-buru membukanya. Di dalamnya ada buku kuno yang di temukan Gusti. Gusti tidak habis pikir, kenapa bisa ada pada Caroline? Caroline bilang, kotak dan buku itu adalah warisan dari neneknya, konon kata Nenek Caroline, Caroline akan bisa hidup bahagia ketika menemukan cowok, masih muda, pekerjaanya petani dan bisa membawa buku itu sampai selesai. Kriteria itu pada Gusti, muda, petani, dan tinggal satu lagi, bisa atau tidak baca buku itu? karena menggunakan tulisan huruf jawa kuno.
Dengan rasa tidak percaya, Gusti akhirnya membaca buku itu. dan dia bisa membacanya. Caroline takjub, dia bilang ke Gusti, Gusti harus segera menikahinya. Gusti tidak mau, kenal aja baru tadi masak diajak nikah? Dan Gusti nggak suka dengan Caroline, nggak cinta… Gusti mau pergi, tetapi di tangkap 2 bodyguard  Caroline. Caroline tertawa, bilang kalau Gusti nggak akan bisa kabur. Gusti berontak minta dilepasin. Caroline lalu deketin Gusti, dia membuka selendang yang melilit di lehernya, tampak sebuah kalung melingkar. Kamu beneran nggak mau menikah sama saya? Gusti kaget, senang bahagia. Putri? Kamu Putri? Caroline tersenyum, hanya suamiku yang boleh memanggil Putri. Gusti mau, dia mau menikah, sekarang juga ayuk. Caroline bales nggak mau, tidak mau, tadi aja nolak. Gusti mohon, kalau Caroline adalah Putri Roro Pembayun, dia sangat mau… Putri tersenyum… mengalunkan selendang tarinya ke leher Gusti. Besok kita ke penghulu…


-   SEKIAN -

SINOPSIS FTV SCTV REBUTAN CINTA PENJUAL GUDEG Cerita & Skenario: Endik Koeswoyo






SINOPSIS FTV SCTV
REBUTAN CINTA PENJUAL GUDEG

Cerita & Skenario:
Endik Koeswoyo




Danang (25 tahun) sebenarnya menolak untuk ditugaskan ke Yogyakarta. Akan tetapi perusahaan portal berita tempat Danang bekerja memaksa Danang berangkat ke Jogja untuk membuka situs baru tentang kuliner dan pariwisata yang berbasis di Jogja. Yang membuat Danang malas berangkat adalah biaya yang minim dan gaji kecil, bahkan Danang hanya dikasih fasilitas sebuah kamar kost di Yogyakarta.



Setibanya di Jogja, Danang langsung menuju ke kos-kosan yang sudah disiapkan oleh perusahaannya. Danang makin kesel, karena di kos-kosan itu dia harus tinggal satu rumah dengan pemilik rumah, di rumah utama. Saat tiba di rumah kos tersebut, Danang disambut oleh Rasti (22 tahun) anak tunggal pemilik kos-kosan. Rasti menjelaskan peraturan yang menurut Danang tidak masuk akal. Dilarang pulang terlalu malam, maksimal jam 10, lewat jam 10 pintu rumah akan dikunci. Dilarang membawa tamu ke dalam rumah, dilarang ini itu banyak banget, termasuk larangan ke wilayah belakang rumah. Area Danang hanya teras, ruang tamu dan kamar Danang yang ada paling depan. Danang tidak boleh meng-akses ruang keluarga sampai ke dapur. Danang kesel dengan banyaknya aturan, tetapi karena sudah dibayar oleh perusahaan selama 3 bulan, maka Danang tidak punya pilihan lain, dia terpaksa tinggal disitu.


Danang merasa hari itu adalah hari paling apes dalam hidupnya, baru mau keluar rumah, dia sudah ancam oleh Gatot (27 tahun), salah satu anak kos yang tinggal di samping rumah utama milik keluarga Rasti. Gatot mengingatkan pada Danang agar tidak macam-macam dengan Rasti, calon kekasihnya. Danang bilang, Rasti bukan levelnya, Rasti bukan tipenya. Bahkan Gagtot meminta Danang buat tukeran kamar. Danang pindah ke kamar Gatot yang ada di rumah kos samping, sementara Gagot akan pindah ke kamar kos Danang yang ada di rumah utama. Danang malah senang dengan permintaan Gatot, tetapi waktu mereka minta ijin ke Bu Brorto, Danang malah di omelin, Danang itu sudah di titipan sama Bu Broto oleh Pak Komar, bos Danang di Jakarta. Danang nggak boleh macem-macem selama di Jogja, makanya ditempatkan di kamar kos yang ada di rumah utama.
Danang makin kesel ketika dia menata bajunya di kamar, tiba-tiba asap dari dapur melesat masuk ke kamar Danang. Danang memeriksanya ke dapur, ternyata asap itu dari perapian kayu bakar. Danang sempat hendak protes, tetapi dia malah kagum dan tertarik dengan cara mengolah gudeg yang menurut dia tradisional. Danang segera mengambil cameranya, hendak memfoto kegiatan di dapur, tetapi Danang malah disemprot sama Rasti, peraturan sudah jelas, Danang dilarang masuk ke wilayah dapur, malah mau foto-foto tanpa ijin. Danag tidak menyangka kalau ternyata Pak Broto dan Bu Broto orang tuanya Rasti adalah pengusaha gudeg dan dirumah itulah mereka mengolah semua bahan makanannya. Mereka jualan dari malam sampai subuh di warung mereka yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Warung gudeg di pinggir jalan.
Masalah kos-kosan belum rampung, malam itu Pak Broto malah meminta Danang membantunya mengangkat dagangan ke tempat jualan karena Supali, yang biasa membantu mereka jualan Gudeg sedang mudik ke kampungnya. Danang makin kesel nggak ketulungan. Dia baru saja hendak istirahat setelah liputan siang, sudah dimintai bantuan angkat-angkat barang dagangan.
Di tempat jualan, malam itu Danang bener-bener kesel, dia harus pasang tenda dan menyiapkan semuanya bersama Pak Broto dan Rasti. Danang yang udah kesel sejak dari Jakarta, rasanya ingin marah-marah saja. Tetapi dia sungkan dengan Pak Broto orang tua Rasti. Tetapi emosi Bgara mereda ketika dia beberapa kali tanpa sengaja bersinggungan dengan Rasti. Saat nyiapin piring, DANANG dan Rasti sama-sama mau mengambil. Saat mau menggelar tikar, kepala mereka terbentur saat sama-sama nunduk mengambil tikar yang sama. Banyak kejadian sweet romantis yang tidak sengaja terjadi antara Rasti dan DANANG. Bahkan Danang sempat melihat Rasti memberikan nasi gudeg pada seorang pemulung yang sedang lewat. Gatot mulai Kagum dengan Rasti. Bahkan gatot sempat memfoto Rasti tanpa diketahui oleh Rasti.


Malam itu, Gatot yang jualan sate Klatak di dekat warung gudegnya Rasti, melihat Danang membantu Rasti dan memfoto-foto Rasti, jadilah dia semakin sebel ke Danang. Setelah selesai membantu di tempat jualan Gudeg, Danang pamit pulang. Di tengah jalan, Danang malah dihadang Gatot penjual sate Klatak yang biasa jualan di dekat gudegnya RASTI. Gatot mengancam Danang agar tidak mendekati RASTI. Gatot ternyata naksir Rasti sudah lama. Gatot tidak mau pedekatenya ke Rasti berantakan karena Danang yang dianggap Gatot lebih ganteng. Danang makin kesel.
Pagi harinya, masih pagi banget, bahkan matahari belum terbit, DANANG terpaksa bangun karena dia mendengar suara berisik. Danang keluar kamar, ternyata di Ruang Tamu ada Rasti dan Ibunya yang baru saja pulang jualan. Danang sangat terganggu, saat Bu Broto ke dapur, Danang langsung ngomel ke Rasti, protes istirahatnya terganggu. Bu Broto muncul, dan tanya ada apa ribut-ribut antara Rasti dan Danang. Bu Broto yang galak langsung ngomelin DANANG. Danang itu setatusnya numpang, kalau nggak betah boleh pindah. DANANG langsung buru-buru masuk kamar, nggak mau ribut.
Di kamar Danang telpon Bosnya di Jakarta, minta pindah kos. Tetapi nggak di ACC. Danang mau tidur lagi, tetapi Pintu kamar di ketuk. Pas di buka, Rasti senyum kesel di depan kamar Danang sambil nyodorin satu piring gudeg. Danang kesel, nggak mau makan gudeg itu. Danang nggak mau disuap. RASTI nyelonong masuk ke dalam kamar, taruh gudeg di meja kerja Danang di kamar itu. Ini sudah perjanjian, nge kos disini selama 3 bulan, bonus nasi gudeg 3 kali sehari… JRENG… DANANG makin pusing 7 keliling, bisa muntah dia makan gudeg tiap hari.. DANANG protes, harusnya menu fariatif, jangan gudeg terus. Rasti nggak peduli, karena dia jualan gudeg, ya yang disajikan gudeg. Rasti juga marah-marah, kamar berantakan, baju di sana sini, Rasti bilang nggak boleh berantakan harus tetap bersih. Setelah Rasti keluar kamar, Danang penasaran, cobain gudeg, ternyata enak. Di habisin sama dia.
Siang harinya Danang liputan, cari berita ke beberapa tempat. Danang ke beberapa tempat wisata, mengambil gambar dengan cameranya. Apesnya, ketika Danang ke sebauh restoran, dia bertemu dengan Bu Broto dan Rasti. Apesnya lagi, Bu Broto meminta Danang pulang sama Rasti naik motor, karena Bu Broto sedang ada pertemuan dengan pengsaha makanan se Jogja. Danang igin menolak, tetapi takut sama Bu Broto yang galak. Danang semakin membenci Rating dan keluarganya, betapa tidak siang itu dia harus naik motor, membonceng Rasti plus beberapa kardus makanan yang cukup banyak, sampai Danang kesulitan bawa motor. Bukannya langsung pulang, Rasti malah meminta Danang mengantarkannya ke sebuah tempat. Masuk-masuk gang sempit dan jalanan sulit, wilayah kali code.
Rasa benci Danang ke Rasti mendadak luntur ketika mereka sampai disebuah panti asuhan, di sini Rasti terlihat begitu sayang dan juga di sayang sama anak-anak. Rasti ternyata setiap hari mengantarkan makanan untuk anak-anak panti asuhan itu. Danang seperti terbuka hatinya. Apalagi anak-anak itu begitu baik kepada Rasti.
Singkat cerita, Danang penasaran dengan kehidupan Rasti. Malam harinya, Danang menyusul Rasti ke tempat jualan gudeg. Di sana Danang semakin paham, Rasti adalah sosok yang baik. Rasti memberikan makan gratis pada perempuan tua. Danang terus memperhatikan kegiatan Rasti malam itu. Akan tetapi lagi-lagi GATOT mengingatkan Danang agar tidak merebut calon kekasihnya. Danang yang merasa dituduh jadi emosi, dia bilang kalau DANANG itu punya banyak pacar di Jakarta, perempuan nggak cuman Rasti. Rantng itu ngeselin, bla.. bla.. DANANG itu kalau mau pacaran tinggal pilih, bahkan Danang bilang dia punya 3 pacar di Jakarta. Gatot nggak perduli, dia tetap kekeh DANANG tidak boleh mendekati Rasti. Karena kesel, Danang malah sesumbar, dia bisa dengan mudah menaklukkan Rasti, bahkan nggak butuh waktu seminggu, Rasti bakal bertekuk lutut di kakinya. Karena sebelum janur kuning melengkung, Rasti masih milik umum. Gatot dengan ragu-ragu karena merasa kalah ganteng akhirnya mengiyakan saja tantangan Danang. Kalau seminggu Rasti tidak jatuh cinta, Danang harus pindah kos, dan nggak boleh menemui Rasti. Mereka sepakat. Alhasil, sejak Malam itu, Danang mulai mendekati Rasti.
Dengan berbagai cara, Danang mencoba mendekati Rasti. Sering membantu Rasti jualan, sering membantu Rasti apa saja. Danang berusaha mati-matian membuat Rasti nyaman saat bersamanya. Pucuk dicinta Ulam tiba. Rasti ternyata menerima cintanya Danang. Gatot yang penjual sate klatak jelas mencak-mencak, dia beusaha mengangganggu hubungan Danang dan Rasti. Bahkan Gatot mengatakan kalau Danang tidak mencintai Rasti. Danang punya pacar di Jakarta. Gatot menunjukkan rekaman video di hapenya, DANANG sesumbar punya 3 pacar di Jakarta. Danang hanya butuh waktu semunggu bikin penjual gudeg itu kleek-klepek di kakinya. Melihat itu semua, Rasti mencak-mecak. Dia marah ke Danang, bahkan mengusir Danang dari rumahnya. Danang berusaha menyakinkan Rasti, tetapi Rasti merasa dihiati, cintanya yang suci hanya dijadikan mainan.
Danang sedih, dia terpaksa pergi dari rumah Rasti. Gatot merasa di atas angin. Akan tetapi di luar dugaan Rasti dan Gatot, ternyata Danang datang lagi. Dia berkali-kali datang ke warung gudeg, walau dicuekin oleh Rasti, Danang tetap di warung itu dari buka sampai tutup. Danang juga mendekati Pak Broto dan Bu Borto, Danang mengatakan dirinya benar-benar jatuh cinta dengan Rasti. Lama kelamaan Pak Broto dan Bu Broto mulai luluh hatinya. Tetapi Rasti belum mau memaafkan Danang. Danang tidak menyerah, dia terus berusaha meyakinkan RASTI kalau dia tidak punya pacar di Jakarta, dan apa yang dikatakannya waktu itu semuanya tidak benar. DANANG benar-benar mencintai Rasti, Danang benar-benar jatuh cinta dengan Rasti. Karena kegigihan DANANG, dan dorongan dari kedua orang tuanya, akhirnya Rasti mau memaafkan Danang. Dengan syarat, DANANG mau membantu Rasti jualan gudeg. Danang makin bahagia, dia bisa menikmati Gudeg buatan Rasti setiap hari…

-SEKIAN-

SINOPSIS FTV SCTV DARI HATI NONA GERABAH Cerita & Skenario: Endik Koeswoyo




SINOPSIS FTV SCTV

DARI HATI NONA GERABAH

Cerita & Skenario:
 Endik Koeswoyo

    


     DIMAS (24 tahun) adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universtas di Jakarta yang sedang melakukan penelitian untuk skripsinya yang mengambil tema Bisnis Gerabah dan Keramik di Kasongan Bantul Yogyakarta. DIMAS berangkat ke Jogja bersama dua temannya, HANA (23 tahun) dan JANE (23 tahun). Saat ikut menggali tanah yang akan dijadikan gerabah, tanpa sengaja DIMAS menemukan sebuah patung dari tanah liat yang terlihat tua, namun anehnya patung itu tanpa kepala, hanya bagian leher ke bawah saja. DIMAS yang penggemar barang antik sangat-sangat tertarik dengan patung yang ukurannya cukup besar itu. Atas saran HANA dan JANE teman penelitiannya, DIMAS berniat mencari informasi mengenai patung batu yang mereka temukan itu. Menurut informasi dari warga sekitar, di wilayah Kasongan tersebut ada Ibu MALINDA, seniman sangat memahami bentuk patung dan ahli membuat patung dari tanah liat, lulusan Kriya Seni. DIMAS berencana membawa patung tanpa kepala itu ke tempat Ibu Malinda yang konon katanya Ahli dalam membuat Patung. Dimas ingin membuatkan kepala patung itu sebagai oleh-oleh untuk ayahnya yang memang seoran kolektor barang antik di Jakarta.


      DIMAS akhirnya menemukan tempat pembuat patung yang di maksud oleh warga sekitar. Ternyata tempatnya dekat dengan hotel mereka tinggal, di tempat itu DIMAS bertemu dengan MALIKA (24 tahun) seniman yang meneruskan usaha orang tuanya. Dimas sempat mengira kalau MALIKA itu sudah tua, ternyata masih muda. DIMAS meminta MALIKA membuat kepala patung itu. Di luar dugaan MALIKA malah mencurigai DIMAS sebagai sindikat pencurian patung-patung peninggalan sejarah, Karena setelah diperiksa Patung Tanah Liat yang ditemukan DIMAS berasal dari tahun 1812 pada masa kepemimpinan Hamengkubuwono II. M0dus pencurian patung selalu seperti ini, kepala patung dibuang dan dibuatkan duplikatnya. DIMAS marah besar dituduh seperti itu, dia menemukan patung ini, dia tidak tidak mencurinya. Tetapi MALIKA tetap tidak mau membuatkan kepala patung yang diinginkan DIMAS. DIMAS kesal, balik menuduh MALIKA sombong dan tidak mau membantunya. DIMAS akan cari ahli patung lain. Di temani oleh Jane dan Hana, Dimas mencari pematung lain.


           

        Tetapi rata-rata pematung di sekitar tempat itu memang tidak mau dan bilang tidak bisa membuat kepala patung, yang bisa hanya MALIKA karena dia kuliah kriya seni. Jadi hanya MALIKA yang paham soal patung itu. Mau tidak mau, DIMAS harus kembali ke MALIKA, karena menurut informasi patung itu sangat berharga untuk digali informasinya jika DIMAS bisa menemukan bentuk kepalanya. Dengan menahan egonya, DIMAS memohon sama MALIKA untuk mau membuat kepala patung itu, berapapun akan dia bayar. MALIKA tidak mau, dia bahkan mengancam DIMAS dan mau melaporkan DIMAS ke dinas cagar budaya. DIMAS jadi sedih banget dituduh sindikat pencuri benda purbakala oleh MALIKA. MALIKA menantang DIMAS untuk membuktikan dia tidak bukan sindikat pencuri benda sejarah, maka Malika mengajak Dimas ke dinas purbakala. DIMAS dan MALIKA ke dinas kepurbakalaan, patung itu malah disita karena dianggap benda sejarah. DIMAS makin sedih dan makin kesal. Padahal dia sangat ingin meneliti tentang patung yang dia temukan. Bahkan DIMAS marah ke Malika, dia jalan pulang dari dinas kebudayaan jalan kaki, nggak mau naik mobil tuanya MALIKA. MALIKA jadi merasa sangat bersalah, apalagi DIMAS menuduh MALIKA sengaja menjebaknya dengan mengantarkan patung itu ke dinas kepurbakalaan. DIMAS hanya mahsiswa yang sedang melakukan penelitian, bukan seperti yang dia tuduhkan selama ini.
     Malam harinya, MALIKA mendatangi DIMAS di hotel tempat DIMAS menginap. DIMAS nggak mau menemui MALIKA walau JANE merayunya. DIMAS kekeh, gara-gara MALIKA semuanya jadi berantakan. Tetapi ternyata malam itu MALIKA bilang, dia bisa membuat patung yang sama persis dengan yang dibawa DIMAS, asalkan DIMAS punya fotonya. DIMAS punya fotonya, dia sempat beberapa kali selfie sama patung itu. Foto-foto selfienya lucu, lucu, DIMAS pegang patung tanpa kepala, dan seolah kepalanya adalah kepala DIMAS. MALIKA meminta foto itu, dia janji akan buatin patung itu sebagai permintaan maafnya. DIMAS ragu, tetapi JANE meyakinkan DIMAS. HANA teman mereka juga bilang tidak ada salahnya mencoba.

LIHAT VIDEO LENGKAPNYA DISINI
     

     
     MALIKA di tempatnya mulai membuat patung, dia mencari tanah yang pas, dia mengolah tanah liat menjadi bubur tanah, dan mulai membuat patung dari tanah liat. Tetapi ternyata MALIKA gagal ketika membuat kepala patung, yang muncul disana adalah wajah lelaki mirip DIMAS, padahal jelas-jelas patung itu adalah patung perempuan. DIMAS yang melihat itu jadi ketawa sendiri. DIMAS dan MALIKA jadi semakin dekat dan akrab, mereka mencoba membuat sketsa patung lewat gambar dulu, lagi-lagi yang muncul wajah DIMAS, akhirnya MALIKA mencetak foto patung dan membuang bagian wajah DIMAS.
     MALIKA juga mengajak DIMAS ke beberapa situs dekat Kasongan, mereka mencari referensi patung-patung yang dirasa mirip dari koleksi buku-buku milik MALIKA. MALIKA dan DIMAS akhirnya menemukan referensi patung yang sesuai. Dengan kemapuan MALIKA membuat patung selama ini, mereka berhasil menyelesaikan desain patung batu itu. Sangat mirip dengan yang dibawa DIMAS dulu. DIMAS senang sekali, MALIKA mulai membuat berdasar data-data yang berhasil mereka kumpulkan.
Akan tetapi masalah muncul ketika HANA ternyata tidak menyukai MALIKA, HANA mencoba mengacaukan hubungan MALIKA dan DIMAS. HANA selama ini cemburu melihat kedekatan DIMAS dan MALIKA. HANA menyembunyikan desain yang sudah dibuat DIMAS dan MALIKA. DIMAS dan MALIKA jadi bingung, gambar desain mereka menghilang entah kemana, padahal MALIKA belum selesai membuat patung itu.
HANA ternyata membawa desain patung ke pemahat lain, dia memesan desain patung seperti hasil gambar MALIKA dan DIMAS. HANA ingin membuat kejutan pada DIMAS. Sementara itu dengan hilangnya gambar itu, MALIKA dan DIMAS bukannya semakin renggang hubungannya, mereka semakin dekat, DIMAS dan MALIKA membuat gambar baru, karena waktu mepet, DIMAS di temani JANE sampai harus menginap di tempat atau studio milik MALIKA. JANE dan DIMAS juga harus tetap melakukan penelitain tentang bisnis keramik. Bahkan Dimas memaksa MALIKA menjadi salah satu nara sumbernya. MALIKA membuat patung, DIMAS sibuk wawancara MALIKA. MALIKA juga sempat mengantarkan JANE dan DIMAS ke beberapa pengrajin senior untuk wawancara, tetapi HANA belakangan ini jarang mau ikut mereka. MALIKA mengerjakan patung itu siang malam, tetapi dia merasa gagal. Patung itu tidak bisa dia selesaikan. DIMAS berterimakasih pada MALIKA, setidaknya dia sudah bersusaha. Sebelum pulang ke Jakarta, Dimas meminta MALIKA mengajarinya membuat guci, atau vas bunga, konon itu yang paling mudah dipelajari. MALIKA dan DIMAS membuat sebuah vas bunga, dengan cara tradisonal, dari tanah liat terbentuklan sebuah vas bunga.
Ke esokan harinya, DIMAS, JANE dan HANA sudah siap-siap hendak pulang ke Jakarta, tetapi entah kenapa, hari itu DIMAS membatalkan penerbangannya. Dia masih ingin di Jogja, dia merasa dirinya jatuh hati sama MALIKA. Melihat DIMAS membatalkan penerbangan ke JOGJA, HANA semakin menyadari kalau DIMAS sudah jatuh hati sama MALIKA. Walaupun DIMAS bilang dia masih ingin menyelesaikan penelitiannya, masih banyak data yang kurang karena selama di Jogja, Dimas bukannya fokus pada bisnis keramik dan gerabah, dia malah sibuk ngurusi patung. HANA memaksa DIMAS kembali ke JAKARTA, dia tau kalau DIMAS tidak pulang karena dia ingin patungnya selesai, bahkan HANA memberikan surprise ke DIMAS dengan menunjukkan patung yang sudah selesai, patung itu sangat mirip. DIMAS senang patung yang diberikan HANA, tetapi DIMAS sudah tau kalau HANA curang, PAK MAMAT yang membuat patung itu ternyata semalam sudah mengatarkan ke MALIKA gambar aslinya. HANA jadi malu banget, tetapi DIMAS tidak marah, bahkan Dimas memaafkan HANA hanya saja rasa kecewanya pada HANA tidak akan bisa berubah menjadi cinta. JANE menyarankan HANA untuk pulang sendiri saja. JANE malah mau ikutan DIMAS, menambah waktu di JOGJA sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan, JANE mau belajar membuat keramik dari tanah sama MALIKA. HANA kesal, dia akhirnya pulang sendiri ke Jakarta hari itu.
DIMAS dan JANE langsung pergi ke studio milik MALIKA. MALIKA tampak sedih, sambil membuat gerabah, MALIKA galau, dia pikir DIMAS sudah pulang ke jakarta. Siang itu, MALIKA kaget saat DIMAS dan JANE datang. Pahadal MALIKA mau mengirimkan patung itu ke Jakarta, sudah disiapkan paking rapi mau diantar ke kantor pos, tinggal nunggu patungnya yang sedang di bakar. DIMAS dan JANE senang patung itu sudah jadi, tetapi JANE bilang, ini bukan masalah patung, ini masalah cinta. Patung bisa dikirim ke Jakarta, masalah cinta tidak bisa main kirim. DIMAS malu-malu karena JANE ngomong kalau DIMAS sudah jatuh hati sama MALIKA. MALIKA kaget, tetapi dia senang. MALIKA malu-malu ketika DIMAS  membuka kotak kayu yang disiapkan MALIKA untuk mengirim patung. Di dalam kotak kayu itu, ada tulisan DIMAS I LOVE YOU… yang ditulis di balik kertas gambar patung. DIMAS langsung cari spidol besar, dia menulis sebuah kalimat, SENIMAN CANTIK I LOVE YOU… MALIKA senang sekali… DIMAS juga senang… tetapi tiba-tiba MALIKA memekik kaget. PATUNGNYA!?? Mereka buru-buru ke belakang, di tempat pembakaran gerabah. Api sudah padam, tinggal baranya, tetapi patung itu malah GOSONG. Hitam legam. Semua tertawa, bahagia.



-   SEKIAN -














Sinopsis FTV THE SPARKLING LOVE IN MY 27th Cerita & Skenario Endik Koeswoyo

Sinopsis FTV 

THE SPARKLING LOVE
IN MY 27th

(Kisah Cinta Pada Usia 27 Tahun)

Cerita & Skenario
Endik Koeswoyo


     Laras, Alina dan Malik adalah 3 orang sahabat yang sudah lama saling mengenal satu sama lain bahkan mereka punya usaha bersama, sebuah toko kue di Jakarta yang diberi nama “Toko 27 Cake and Bakrey”. Hanya saja di toko itu sering terjadi selisih paham antara Malik dan Laras, Malik terlalu sering memprotes hasil kue yang dibikin Laras, menurut Malik, kue yang di buat Laras rasanya terlalu biasa, dan bentuknya juga biasa saja. Malik selalu ingin Laras lebih inovatif. Laras dan Malik lebih sering cec-cok soal kue, sehingga Alina harus turun tangan mendamaikan.
Masalah semakin rumit ketika, sebulan lagi usia mereka akan menginjak 27 tahun, walau berbeda tanggal, tetapi Malik, Alina dan Laras sama-sama lahir di bulan Agustus. Persahabatan mereka terancam bubar ketika Laras mendapat tekanan dari keluarganya untuk segera menikah. Malik dan Alina, tidak setuju kalau Laras menikah lebih dulu. Usaha yang baru mereka rintis baru sedang berkembang dan mereka harus fokus. Akan tetapi Bu Aminah ibunya Laras memaksa Laras, kalau Laras tidak segera membawa pulang calon suami, Laras akan dijodohkan dengan Sobar anak sahabatnya Bu Aminah. Laras semakin galau, apalagi sebagai orang Indonesia obrolan tetangga kanan kiri soal Laras yang diangap sebagai prawan tua, semakin santer berhembus.
     Yang bikin pusing, Laras itu tipe cewek setia tetapi egois, cinta sejatinya Laras sebenarnya adalah Handika, mantan kekasih Laras selama ini. Handika sebenarnya beberapa kali datang ke Laras meminta balikan. Tetapi Laras selalu menolak untuk balikan dengan Handika. Setiap ketemu mereka selalu ribut. Laras tidak mau balikan sama Handika dengan berbagai alasan.
Alina sebagai sahabat terdekat Laras juga tidak setuju kalau Laras balikan sama Handika, begitu juga Malik, dia tidak setuju kalau Laras memaksakan diri menikah dengan Handika. Handika selama ini hanyalah cowok playboy yang suka gonta-ganti pacar. Laras semakin dilema ketika Sobar ternyata cowok yang baik dan ganteng, plus pinter ngaji. Laras mencoba membuka hatinya pada Sobar tetapi ternyata tidak mudah untuk jatuh cinta apalagi Handika terus-terusan mengejar Laras. Handika menyatakan rasa cintanya pada Laras dengan berbagai cara romantis. Laras semakin dilema, antara kembali kepada Handika atau memilih untuk membuka hatinya pada lelaki baru bernama Sobar.
Bu Aminah tentu saja mendukung Laras dengan Sobar tetapi Laras masih memiliki banyak keraguan terhadap sobar. Walaupun sudah beberapa kali disakiti oleh Handika, Laras tetap tidak bisa menghapus cintanya. Pertimbangan demi pertimbangan membuat Laras semakingalau. Apalagi Malik dan Alina juga tidak setuju jika Laras menikah dalam waktu dekat. Malik dan Alina bahkan sudah sepakat mereka baru akan mencari pacar tahun depan, ketika usaha toko kue mereka dirasa sudah aman dan mereka sudah memiliki karyawan. Selama ini toko kue itu mereka kelola sendiri.
Malik dan Alina sangat yakin kalau Laras akan menikah dengan Handika, apalagi Handika memang benar-benar berubah dan dia sangat-sangat serius ingin menikah dengan Laras. Handika membuktikan semua ucapannya, Handika bahkan sudah menghadirkan kedua orang tuanya dari Surabaya ke Jakarta untuk melamar Laras. Akan tetapi ternyata Laras tidak mau menikah dengan Handika. Laras meminta bantuan Malik dan Alina untuk bisa menghidari Handika dan keluarganya yang akan datang melamar. Semuanya di luar dugaan Alina dan Malik.
Demi membahagiakan Bu Aminah ibunya Laras yang sudah tua, Laras akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Sobar, pria baik pilihan ibunya. Keputusan Laras membuat Malik dan Alina kebakaran jenggot. Malik dan Alina sampai menekan Laras, Laras diminta memilih menikah dengan Sobar atau meneruskan usaha toko kue mereka. Jika laras memilih untuk menikah, maka Laras tidak akan lagi menjadi pemilik toko kue itu. Malik dan Alina akan mengembalikan modal yang ditanam Laras. Karena tekanan Bu Aminah, dengan berat hati Laras melepas toko kue-nya. Laras memutuskan untuk tetap menikah, ibunya lebih penting.
Laras dan Sobar mencoba untuk saling memahami satu sama lain sebelum mereka menentukan tanggal lamaran. Ternyata tetap saja tidak mudah bagi Laras untuk bisa mencintai Sobar pemuda yang baru dikenalnya beberapa minggu ini. Laras akhirnya curhat ke Alina. Laras gamang, Alina juga tidak begitu peduli dengan Laras. Alina ternyata masih marah ke Laras karena Laras dianggap egois, toko kue yang mereka rintis selama ini diambang kehancuran karena Laras yang paling ahli membuat kue mundur dari usaha toko kue. Alina dan Malik bahkan berencana menjual toko kue itu. Laras menjadi merasa bersalah, apa yang dia lakukan selama ini ternyata imbasnya cukup besar pada Malik dan Alina.
Keputusan Laras untuk segera menikah hanya karena terdesak oleh usia membuat hidupnya tidak bahagia. Laras justru mengacaukan persahabatan dan usaha kue yang mereka rintis bersama sejak jaman kuliah. Malik bahkan tidak pernah lagi datang ke toko kue mereka.
Tanpa sepengatahuan Laras ternyata ada rahasia besar kenapa Alina dan Malik selama ini tidak setuju kalau Laras menikah dengan Sobar atapun Handika. Ternyata Malik selama menyimpan perasaan cinta terpendam kepada Laras, dan hanya Alina yang mengetahui hal itu. Malik sering cerita ke Alina kalau dia sangat mencintai Laras. Alina sebagai sahabat Malik dan juga sahabat Alina memberikan dukungan kepada Malik, akan tetapi belum sempat Malik menyatakan cintanya, Laras sudah memutuskan menikah dengan Sobar.
Malik benar-benar galau akut, dia tidak mungkin menyatakan cintanya pada Laras yang sudah memutuskan menikah dengan Sobar walau Alina terus mendukung Malik, selama janur kuning belum melengkung, Malik masih bisa mendapatkan Laras. Alina tidak ingin Malik semakin menyesal ketika memilih tetap memendang perasaan cintanya. Apapun yang terjadi, Malik harus mengungkapkan isi hatinya pada Laras, setidaknya Laras mengetahui kalau selama ini Malik mencintainya.
Dengan penuh keragu-raguan, Malik akhirnya memberanikan diri, mengatakan isi hatinya kepada Laras. Laras benar-benar kaget dan tidak percaya, Malik yang selama ini terkesan ketus sama Laras ternyata memendam rasa cinta. Laras semakin bimbang ketika keluarga Sobar hendak datang melamar. Laras meminta dukungan Alina, siapa yang harus dipilih Laras saat ini? Alina kasih saran, Laras masih mungkin membatalkan rencana menikah dengan Sobar. Laras takut Sobar akan marah, tetapi Laras juga takut kalau seumur hidupnya kelak, dia menikah dan bersama dengan Sobar lelaki yang belum mampu membuat hatinya luluh dan jatuh cinta.
Bu Aminah merasa kasian kepada Laras yang galau, Bu Aminah menyarankan Laras untuk memilih yang terbaik, siapa saya yang akan menikah dengan Laras bu Aminah setuju, yang jelas pada usia 27 tahun, Laras sudah harus menikah. Dengan memberanikan diri, Laras akhirnya mengatakan ke Sobar kalau dia belum bisa jatuh cinta sama Sobar. Setelah diberikan penjelasan, Sobar akhirnya mau mengalah, dia juga tidak bisa memakasakan cintanya.
Laras akhirnya bahagia, dia memutuskan untuk menikah dengan Malik, Laras yakin persahabatan Malik dan Laras selama ini bisa menjadi berubah menjadi cinta. Tetapi sebelum Laras dan Malik menikah, Alina meminta bantuan Malik dan Laras, Alina ingin menikah dengan Handika. Walau terkenal badboy, Alina sangat suka dengan gaya Handika selama ini. Handika adalah type cowok idaman Alina.
Dengan batuan Laras dan Malik, akhirnya Handika dan Alina jadian, tepat saat Alina merayakan ulang tahun yang ke 27. Saat perayaan ulang tahun ke 3 sahabat itu di toko Kue, Handika menyatakan cintanya pada Alina. 3 sahabat itu bahagia, diusia mereka yang ke 27 tahun, Alina, Malik dan Laras menemukan pasangan yang tepat. Mereka semakin yakin, cinta itu di bangun, bukan jatuh begitu saja. Cinta juga harus diperjuangkan, agar bisa mengetahui cinta sejati ada dimana. Mereka meyakini, cinta sejati itu tidak pernah jauh dari lingkungan mereka sendiri.


-- SEKIAN --    


Sinpsis FTV BAHAGIA BERSAMA Cerita & Skenario Endik Koeswoyo

Sinpsis FTV

BAHAGIA BERSAMA

Cerita & Skenario
Endik Koeswoyo


     Roy adalah anak manja, badboy, playboy dan egois. Hal itu dikarenakan Roy adalah anak tunggal, pewaris tunggal perusahaan keluarga. Usia Roy saat ini sudah 27 tahun, bukannya serius menata kehidupan Roy semakin menjadi-jadi. Bu Ani merasa anaknya semakin hari semakin tidak bisa diatur. Hampir setiap hari, datang gadis-gadis yang mengaku pacarnya Roy, dari anak SMA sampai nenek juga ada yang mengaku pacarnya Roy. Bu Ani semakin pusing.
     Suatu hari, Roy pulang tengah malam, karena sudah mengantuk Roy nabrak seorang nenek tua yang nyebrang jalan didekat komplek perumahannya yang mewah. Roy panik bukan kepalang, dia buru-buru hendak kabur, tetapi muncul Sinta, seorang gadis cantik yang memaksa Roy bertanggung jawab. Roy akhirnya membantu nenek tua itu, untung nenek tua itu tidak apa-apa. Akan tetapi nenek tua itu mengutuk Roy, kalau dalam 27 hari kedepan Roy membuat orang lain bersedih, Roy akan mati. Roy jelas saja tidak percaya, mana ada kutukan dijaman digital begini? Nenek tua mengatakan ke Roy, Roy boleh pecaya, boleh juga tidak, coba saja bikin orang lain bersedih, maka dikulit Roy akan muncul bercak hitam sebesar telapak tangan, saat semua tubuh Roy berubah menjadi hitam, saat itulah Roy akan mati. Roy tetap tidak percaya bahkan dia menertawakan nenek tua itu. Tetapi aneh, nenek tua itu menghilang tanpa jejak. Sinta yang menjadi saksi kejadian itu mengingatkan Roy, siapa tau kutukan itu benar. Roy marah-marah ke Sinta, kenal aja enggak sok nasehatin. Roy juga nuduh Sinta kalau Sinta itu cewek nggak bener, tengah malam keluyuran dari mana aja? Karena dituduh Roy macam-macam, Sinta jadi sedih, Sinta pergi dengan beruarai air mata.
     Di rumahnya Sinta sedih banget, dia merasa hidupnya selama ini selalu dirundung duka, sore hari dia dipecat dari tempat kerjanya, malah harinya di tuduh cewek nggak bener, Sinta benar-benar sedih. Rama sahabat Sinta mencoba menenangkan Sinta, apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya. Sinta harus tabah.  
     Sementara itu, keesekoan harinya, di kamar Mandinya, Roy memekik keras, dia sangat kaget dan takut, di lengan kirinya ada bercak hitam sebesar telapak tangan. Roy langsung cerita ke Bu Ani tentang nenek tua dan kutukan si Nenek. Bu Ani panik banget, dia meminta Roy buat nyari Si Nenek itu. Roy bingung harus cari kemana? Bu Ani akhirnya punya ide, Roy harus mencari gadis saksi mata itu. Roy setuju, gadis itu pastilah bisa membantu Roy.
     Pagi itu juga, Roy keliling komplek perumahan mencari SINTA, tetapi SINTA tidak dia temukan. Roy akhirnya ke kampung dekat situ, akhirnya Roy menemukan Sinta yang ternyata adalah gadis miskin yang hidup di rumah petakan. Roy sebenarnya merasa iba meliat Sinta yang hidup sudah, tapi dasar Roy dia malah terkesan sombong dan angkuh. Roy meminta bantuan Sinta untuk menemukan nenek misterius yang mengutuknya, kalau ketemu akan di bayar Mahal.  Sinta merasa diredahkan Roy, ketika Sinta hendak nangis karena merasa ditekan dan direndahkan Roy, Roy langsung ingat kutukan itu, Roy tidak boleh membuat Sinta sedih. Roy langsung menghibur dan meminta maaf sama Sinta. Sinta tidak tau dan tidak mengenal nenek itu, semalam Sinta pulang kerja, kebetulan dia melihat Roy menabrak si Nenek. Roy makin bingung dan makin takut, bagaimana cara menemukan Nenek tua misterius itu?
     Roy pulang ke rumah, di rumah Roy cerita ke Bu Ani ibunya kalau dia tidak bisa menemukan si Nenek misterius, Bu Ani yang panik dan takut akan kutukan itu, malah nangis sedih banget, takut Roy akan mati. Roy jadi panik, dia bilang ibunya nggak boleh sedih, kalau Roy bikin ibunya sedih, Roy akan semakin cepat mati. Roy hari itu jadi takut pergi keluar, dia memilih mengurung diri di kamarnya. Di kamarnya Roy tidur siang, pas bangun tidur Roy makin panik, muncul lagi tanda hitam di lengan kirinya. Ada 2 tanda hitam di lengan kiri Roy, Roy jadi mikir semalam dia membuat sedih Sinta, siang ini dia membuat ibunya menangis, lalu muncul 2 tanda hitam. Roy semakin panik, dia semakin yakin, kutukan nenek tua itu benar.
     Roy mengajak Bu Ani untuk menemui Sinta lagi, hanya Sinta yang tau wajah nenek tua itu, hanya Sinta yang bisa membantu Roy. Roy sangat berharap Sinta mau membantunya mencari nenek misterius itu, apapaun akan Roy lakukan. Bu Ani juga memohon pada Sinta, hanya Sinta yang bisa membantu Roy. Bu Ani bahkan memberikan Sinta pekerjaan di rumahnya, Sinta akan dibayar mahal jika mau membantu Roy. Sinta akhirnya mau membantu, tetapi dia tidak mau dibayar mahal. Mulai hari itu juga Sinta pindah ke rumah Roy yang mewah.
     Roy dan Sinta mencari nenek misterius itu ke berbagai tempat, tetapi tidak kunjung di temukan. Beberapa kali sikap Roy yang egois hampir saja membuat Sinta bersedih. Masalah semakin rumit ketika beberapa perempuan yang pernah disakiti Roy datang ke rumah Roy. Sinta yang jadi tameng, karena Roy tidak berani menemui perempuan-perempuan yang pernah dia sakiti itu. Roy takut kalau dia membuat sedih perempuan, Roy akan segera mati. Salah satu yang sering datang ke rumah Roy adalah Mila, kekasih Roy yang baru saja Roy putusin seminggu lalu. Mila ternyata tidak terima diputusin begitu saja. Mila berusaha keras agar dia bisa menjalin kisah cinta dengan Roy.
     Mila yang melihat kedekatan Roy dengan Sinta jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Roy sekarang berubah drastis, dan siapa sebenarnya Sinta? Melalui Bi Asih pembantu Roy, akhirnya Mila berhasil mengorek semuanya, Bi Asih dengan lugu dan polos bercerita ke Mila kalau Roy sedang mendapat kutukan. Mila memanfaatkan hal itu untuk bisa dekat-dekat dengan Roy.
     Kedekatan Roy dan Sinta selama mencari nenek misterius itu menumbuhkan rasa cinta keduanya. Sinta yang selama ini begitu menurut dengan Roy membuat Roy jatuh cinta, apalagi Sinta adalah type perempuan lugu yang begitu tulus membantu Roy. Bahkan Sinta juga menolak diberikan uang banyak, Sinta hanya menuntut gaji sepantasnya saja, tidak berlebihan. Roy makin kagum sama Sinta.
     Roy akhirnya memberanikan diri nembak Sinta. Sinta menolak, apalagi mereka berbeda derajad dan ekonomi. Sinta anak orang miskin. Roy ngotot dan terus memohon, kalaupun dia harus mati beberapa hari kedepan, setidaknya Roy pernah jatuh cinta pada perempuan yang tepat. Sinta tentu saja tidak begitu saja menerima Roy, apalagi banyak sekali perempuan yang datang dan selalu mengaktu sebagai mantan kekasihnya Roy. Apalagi sebelum mengenal Roy, Sinta cukup dekat dengan Rama, tetangganya. Rama adalah sosok pemuda baik yang selama ini sering membantu Sinta kalau Sinta sedang kesusahan. Roy merasa cemburu ketika beberapa kali dia melihat Rama menemui Sinta.
Rama juga kurang setuju kalau Sinta pacaran dengan Roy, Rama takut Sinta hanya akan jadi bahan mainan Roy. Sinta makin bingung, apalagi dia tau banget kalau Roy adalah playboy. Tetapi ketulusan Roy akhirnya membuat Sinta luluh juga, Sinta mau menerima Roy sebagai kekasihnya. Roy yang benar-benar mencintai Sinta melakukan apa saja, agar Shinta tidak pernah bersedih, bukan karena Roy takut mati, tetapi karena memang cinta Roy pada Sinta teramat sangat tulus.
     Kebahagian Sinta terus diusik oleh Mila, Mila semakin gencar mengganggu hubungan Roy dan Sinta, Mila tidak mau kehilangan Roy. Apalagi tau kalau Roy akan mati jika membuat orang lain bersedih, hal itu dimanfaatkan oleh Mila, Mila semakin gencar mengajak Roy menikah. Mila bahkan sampai nangis-nangis didepan Roy ketika Roy menolah ajakan Mila menikah. Roy tertu saja panik, dia tidak ingin membuat Mila bersedih. Mila bahkan menemui Rama, dan mengatakan pada Rama kalau Sinta hanya dijadikan mainan. Rama semakin kasian pada Sinta, Rama berusaha membantu Sinta keluar dari kehidupan Roy yang semakin hari semakin kacau.
     Masalah semakin rumit ketika Mila mengancam Roy, kalau Roy tidak mau menikah dengan Mila, Mila akan mengundang semua mantan Roy untuk datang ke rumah Roy, bahkan Mila sudah mendaftar nama-nama perempuan yang pernah dikibulin Roy selama ini, ada 27 perempuan yang akan dihadirkan Mila jika Roy tidak mau menikah dengannya. Kesedihan 27 mantan Roy itu akan membuat Roy semakin cepat mati. Roy tidak bisa berbuat apa-apa. Dia menyerah, dia janji akan menikah dengan Mila. Melihat kenyataan itu Sinta jadi sedih. Roy makin bingung, setiap hari bercak hitam di tubuhnya semakin banyak, dari lengan sampai ke perut, sampai ke pergelangan tangan dan bagian tubuh yang lain. Roy jadi lebih sering memakai kemeja panjang untuk menutupi semua bercak hitam itu.
     Sinta yang tidak sanggup lagi melihat keadaan Roy memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Apalagi Rama terus-terusan mengatakan kalau Sinta hanya sebagai bahan mainan Roy. Roy berusaha menahan sinta, tetapi Sinta tidak mau dekat-dekat dengan Roy, semakin Sinta dekat dengan Roy, semakin sering Sinta akan bersedih, dan itu artinya bercak hitam Roy akan semakin banyak. Mila merasa senang dan menang dengan kepergian Sinta dari rumah dan kehidupan Roy.
     Roy putus asa hidupnya akan segera berakhir, Roy juga putus asa karena ditinggalin Sinta, Roy akhirnya menyerah. Akan tetapi keajaiban tiba, ketika Roy sedang menyendiri disebuah tempat yang indah, datang Nenek tua misterius yang mengutuk Roy malam itu. Nenek tua itu datang bersama Sinta. Sinta berhasil menemukan nenek tua yang mengutuk Roy. Setelah mengantarkan nenek tua pada Roy, Sinta buru-buru pergi. Nenek tua itu kemudian mengatakan pada Roy kalau kutukan itu akan hilang, asalkan Roy bisa membahagiakan Sinta selama 27 hari. Roy janji, dia akan membahagiakan Sinta. Roy langsung mengejar Sinta yang sudah pergi.
     Sinta tidak percaya dengan apa yang dikatakan Roy, tetapi Roy ngotot, dia harus membahagikan Sinta. Apapun akan dia lakukan agar Sinta bahagia. Dengan berbagai cara yang konyol dan lucu, Roy berusaha membuat Sinta bahagia setia harinya. Bahkan Roy bersedia menyerahkan semua harta kekayaannya pada Rama asalkan Rama memberikan dukungan hubungan Sinta dan Roy. Rama mencoba ketulusan hati Roy. Dan benar saja, Rioy bersedia bertukar dengan Rama di kampung. Rama dan Sinta jadi terharu, apa yang dilakukan Roy ternyata memang tulus.
Hari demi hari dilalui Roy dengan tindakan romantis, tindakan lucu dan konyol agar Sinta bahagia. Lambat laun, berkat perjuangan Roy, bercak hitam di tubuh Roy mengilang. 
     Selama 27 hari, Roy berhasil membuat Sinta bahagia. Semua bercak hitam itu menghilang. Roy sangat senang, tetapi Mila membuat onar, dia mengundang mantan-mantan Roy ke rumah Roy, Roy panik bukan kepalang, tetapi walaupun Mila dan para mantan Roy nangis-nangis sedih, tidak ada bercak hitam yang muncul. Kutukan itu ternyata sudah hilang. Roy bernafas lega, dia memberikan penguman pada para mantannya, Roy sudah tobat dan ingin menikah dengan Sinta, perempuan yang tulus mencintainya. Roy juga menjodohkan Mila dengan Rama, Rama yang akan meneruskan usaha keluarganya. Roy mau hidup di kampung saja, dia mau bertobat dan mau belajar menjadi orang baik. Bu Ani senang, anaknya kini sudah berubah, Bu Ani juga tidak mempermasalahkan ketika Roy meminta Rama yang memimpin perusahan asalkan Roy tetap yang bertanggung jawab atas perusahaan keluarga. Bu Ani di dalam rumah mengucapkan terimakasih pada Nenek tua yang selama ini membantunya, Nenek tua, Bu Ani dan Bi Asih senang, usaha mereka membuat Roy tobat berhasil. Ternyata semua yang terjadi adalah rencana Bu Ani untuk membuat anaknya tobat.
Roy dan Sinta bahagia, Roy bisa membuktikan kalau dirinya telah berubah. Roy janji, dia akan membahagian Sinta, tidak hanya 27 hari, tetapi 27 tahun kedepan Roy akan selalu membuat Sinta bahagia. Roy, Rama, Sinta dan Mila hari itu akan piknik, mereka akan berlibur ke sebuah tempat, berlibur bersama. Rama yang nyetir mobil, karena nyetir sambil bercanda dengan Mila, Rama malah nabrak orang. CITTT! Brak! Ternyata nenek tua misterius yang di tabrak Rama. Semua panik... nenek itu mengutuk Roy, Rama, Sinta dan Mila... semua mohon-mohon jangan di kutuk, tetapi kutukan nenek itu berbeda, kalian akan bahagia selamanya... semua bernafas lega.


-- SEKIAN --

Kamis, 08 Juni 2017

Workshop Creative GRATIS dan terbuka untuk UMUM - YOGYAKARTA

Workshop Creative bersama Endik Koeswoyo & Dita Faisal

GRATIS dan terbuka untuk UMUM - YOGYAKARTA 12 Juni 2017 - Jam 9 Pagi di UIN KALIJAGA - Jam 3 Sore di AKINDO YOGYAKARTA.




Selasa, 16 Mei 2017

Heboh! Bakso Gratis Selamanya Buat Yang lagi Hamil



Heboh! Bakso Gratis Selamanya Buat Yang lagi Hamil


               Ngomongin soal bakso, rasa-rasanya bakalan nggak ada habisnya, soal rasa itu soal selera, masing-masing lidah pasti punya penilaian yang berbeda-beda. Menurut saya enak, belum tentu menurut anda. Minggu 14 Mei 2017, saya berkesempatan berkumpul dengan beberapa blogger, uniknya kali ini kami berkesempatan mampir ke Bakso Bom Mas Erwin cabang Kelapa Gading. Lokasinya sangat strategis, gampang dicari, patokannya adalah Apartemen Wisam Gading, nah Bakso Bom Mas Erwin ada diseberang apartemen GWP. Tergolong baru, karena baru dibuka seminggu yang lalu.  Menempati ruko 3 lantai yang berada di Jl. Boulevard Raya Blok TT 2 No.22 Kelapa Gading ini tentunya sangat mudah ditemukan. 

               Yang menarik bagi saya adalah strategi promosi dari Bakso Bom yang satu ini, mereka jelas-jelas memasang sebuah poster besar bertuliskan “Ibu Hamil Makan Gratis Disini Selamanya” setelah saya telusuri, memang benar gartis, tetapi ada syaratnya. Ibu-ibu hamil akan diberikan bakso gratis jika makan di Bakso Bom tetapi mereka harus mengunggah foto saat makan bakso di akun sosial media yang dimiliki. Strategi yang luar biasa, bayangkan berapa banyak Ibu Hamil yang makan bakso? Berapa banyak yang memilik sosial media? Wajar jika dalam sehari ratusan orang ngantri di Bakso Bom, sekali lagi masalah rasa masalah selera. Bagaimana cara mempromosikan Bakso Bom inilah yang menjadi daya tarik saya untuk singgah ke Bakso Bom cabang kelapa gading. Bayangin guys, kalau mereka mengendors pemilik sosmed, harganya bisa ratusan ribu sampai jutaan hanya untuk sekali posting. Oh ya sekedar info, berapa sih tarif endors itu sebenarnya? Saya tidak tau pastinya, tetapi saya pernah diendors sebuah perusahaan untuk 2 kali posting saya dibayar 8.000.000,- inget ya, nol nya ada 6 biji, hanya untuk 2 kali posting di Instagram dan Twitter. 8 juta dibagi 4 nilainya perpostingnya adalah 2 juta. Gitu aja simpelnya.  Promosi yang dibikin soal ibu hamil ini sempat bikin heboh, sampai pada kepo, kenapa ibu hamil? Kenapa begini? Kenapa begitu? Ya namanya promosi, apa saja boleh… makin heboh makin berhasil….



               Pemilik Bakso Bom menurut saya salah satu pebisnis yang memiliki kejelian khusus, dengan memanfaatkan media sosial. Bukan hanya Ibu Hamil, bahkan mereka mengundang para blogger untuk menikmati bakso mereka secara gratis, lagi-lagi syaratnya sederhana cukup memposting di sosial media saat berada di outlet Bakso Bom, kemudian menulis sebuah review, bebas mau menulis apa, mengkritik, kasih masukan juga boleh. Okelah, buat kamu-kamu yang punya keinginan berbisnis atau memilik usaha, statergi promosi Bakso Bom yang satu ini boleh kita pelajari. Saya paribadi me-labeli Bakso Bom sebagai Bakso Kekinian, heheheh… promosinya unik, menunya juga unik (ada bakso beranak) terus mangkuknya juga unik (mangkuknya miring) harus lihat sendiri ke lokasi biar paham apa itu mangkuk miring. Hehehe makin penasaran kan? Harganya juga murah, paling mahal 35.000,- per porsi.
Selidik punya sedilik ternyata owner Bakso Bom ini masih muda, namanya Jansen, cowok ganteng kelahiran 1993. WOW… masih muda banget ya? Makanya, nggak harus nunggu tua buat jadi pengusaha. Hehehe… Menurut sumber yang kredibel, omset atau pendapatan Bakso Bom Mas Erwin cabang kelapa gading ini perharinya bisa mencapai, 6.000.000,- sekali lagi ini bukan salah ketik, nolnya tetep aja 6 biji… sehari loh ya sehari, bukan sebulan. Pengen? Langsung akan hubungi Bakso Bom kalau mau buka cabang, karena Bakso Bom Mas Erwine ini ternyata sudah di franchise-kan loh... keren kan?!


Okelah, bagaimana dengan rasanya? Bukan sombong loh guys, sebagai salah satu “pakar perbaksoan” wakakak….  (saya pernah jadi karawayan, berjualan bakso selama 4 tahun saat sekolah SMA, dari pengalaman 4 tahun jualan bakso, saya yakin saya pahamm soal bakso). Pertama, rasa baksonya menurut saya biasa saja, rasanya kayak daging sapi heheh… ya iyalah namanya bakso sapi, masak iya rasa kambing. Rasa daging sapi yang khas, dengan kekenyalan yang pas dan tentu saja dengan bumbu yang pas membuat bakso ini begitu nikmat di lidah. Buat anda penggemar Bakso berkuah gurih, sebaiknya mengurungkan niat mampir ke Bakso Bom, kuahnya tidak begitu gurih, tetapi justru itulah keunikannya, kuah Bakso Bom tidak menggunakan penyedap rasa. Gurihnya beda guys, gurih kuah bakso bom itu unik banget loh, saya yakin gurih kuahnya berasal dari tulang belulang dan lemak daging yang direndam didalam kuah…. Hehehe… 



Salah satu kekurangannya cuman dikit sih menurut saya, di lokasi outletnya, agak gerah walau sudah ada kipas angin AC-nya. Mungkin dikarenakan ruangan yang cukup sempit dan memasak baksonya juga di dalam ruangan tersebut... atau barang kali pagi itu AC-nya belum dinyalakan, karena saya datang saat outlet baru saja di buka. Hehhe… Ya… silahkan datang dan cobain sendiri ya guys… sekali lagi soal rasa itu soal selera, tetapi lidah saya mengatakan bakso ini enak, dan tidak mengandung penyedap rasa dan formalin atau bahan pengawet, itu yang terpenting. Penasaran? Silahkan mengunjungi langsung Bakso Bom Mas Erwin Cabang Kelapa Gading buka mulai jam 10 pagi hinggal 10 malam setiap harinya.



Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN