SINOPSIS FTV PLAY BOY ASLI BUKAN KALENG KALENG - ENDIK KOESWOYO

Breaking

IKLAN

Rabu, 07 Agustus 2019

SINOPSIS FTV PLAY BOY ASLI BUKAN KALENG KALENG

SINOPSIS FTV REGULER
“PLAYBOY ASLI
BUKAN KALENG-KALENG”

Ide Cerita & Skenario
 Puspa Dharma Argini
Endik Koeswoyo




Melati (21 tahun)  lemas berjalan di trotoar karena hari itu belum mendapatkan pekerjaan. Padahal ia sudah ditagih uang kos oleh ibu kosnya. Melati hanya diberi waktu 1 minggu untuk melunasi tunggakan biaya kos-kosannya. Saat Melati berjalan ia melihat Dara (22 tahun)  turun dari mobil dan menangis. Melati berhenti berjalan dan melihat dengan saksama. Mobil yang habis Dara tumpangi itu langsung berjalan kembali, tetapi Dara masih memohon kepada si pengemudi untuk membukakan pintunya sambil menggedor bagian samping mobil.
Melati yang melihat kejadian itu pun langsung berlari dan menghentikan mobil itu. Rasya (23 tahun)  terpaksa menghentikan mobil yang ia kendarai karena Melati menghentikan mobilnya tepat di depan mobil. Rasya pun langsung mematikan mesin dan turun. Bukannya Rasya yang marah-marah kepada Melati ini justru sebaliknya. Melati marah kepada Rasya karena menurutnya yang dilakukan Rasya menurunkan cewek di tengah jalan itu salah dan dinilai tak punya hati. Rasya dan Melati pun berdebat di tengah jalan. Rasya pun mengatakan jika Rasya dan Dara sudah putus sesaat sebelum Dara turun dari mobil, jadi menurut Rasya Dara bukan tanggung jawabnya lagi. Melati pun heran dan tambah protes pada Rasya, namun Rasya tak menggubris dan pergi begitu saja.
Melati menghampiri Dara yang masih menangis, ia menenangkan Dara. Bukannya Dara tenang malah Dara semakin menjadi-jadi nangisnya. Akhirnya Melati memutuskan untuk mengehentikan mobil yang sedang lewat di jalan itu, lalu ia meminta tolong untuk mengantar Dara pulang. Reno (23 tahun) menghentikan mobilnya saat Melati memberikan kode kepadanya. Reno pun keluar dan menanyakan apa yang terjadi, Melati bercerita dan meminta tolong kepada Reno untuk mengantar Dara pulang. Ternyata Dara dan Reno sudah saling kenal. Melati pun lega mendengarnya, dan Reno pun mengantar Dara untuk pulang.
Keesokan harinya Melati kembali mencari pekerjaan dan akhirnya ia diterima sebagai pelayan di salah satu restoran. Melati pun bekerja dengan sangat semangat, saat ia akan mengantarkan pesanan pelanggan tiba-tiba Melati menabrak Rasya, cowok yang kemarin kena omelannya di tengah jalan. Baju Rasya pun kotor dan basah semua. Rasya pun tidak terima, awalnya Melati tidak tahu jika itu Rasya. Ia meminta maaf dan berjanji akan membersihkan pakaian Rasya, tetapi saat ia tahu ia malah kembali berdebat dengan Rasya. Rasya datang bersama Sara (22 tahun)  kekasih barunya. Itu juga hal yang menambah Melati kesal, Melati pun mengingatkan pada Sara jika ia harus berhati-hati jangan sampai ia diturunkan di tengah jalan seperti kekasih Rasya sebelumnya. Rasya pun marah dan meminta pemilik restoran memecat Melati.
Inah (37 tahun) pembantu Rasya bingung karena Widya (45 tahun)  tidak mau makan dan hanya menangis saja seharian. Mama Rasya lumpuh dan sedikit depresi setelah kejadian kecelakaan sesaat setelah mengetahui jika Papa Rasya selingkuh dengan wanita muda. Playboy Rasya dimulai sejak sakit hati Mamanya muncul karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Papa Rasya. Ia sering bergonta-ganti pacar karena menurutnya ini salah satu cara untuk membalaskan dendam Mamanya. Rasya pun menyuruh Inah untuk mencari pembantu baru khusus untuk mengurus Mamanya. Karena ia sendiri pun masih banyak memiliki pekerjaan di kantor.
Setelah kejadian tadi di restoran, Melati pun kembali bingung harus mencari pekerjaan dimana lagi. Ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke kos terlebih dahulu. Saat di jalan menuju kosnya, Melati melihat tulisan disebuah rumah gedong bahwa rumah itu sedang mencari pembantu. Iklan itu dipasang oleh Inah pembantu Rasya. Melati pun akhirnya memutuskan untuk mendaftar. Inah senang sudah langsung ada yang mendaftar, tapi Inah menceritakan kepada Melati jika ia harus mengurus Widya yang lumpuh. Melati pun menyanggupi. Rasya yang mendapat kabar dari Inah pun langsung setuju dengan adanya pembantu baru itu.
Dengan penuh kelembutan Melati mengurus majikannya yang lumpuh itu. Widya pun baru mengenal Melati namun sudah merasa nyaman. Melati berhasil membujuk Widya untuk makan di taman belakang rumah Rasya. Inah yang melihat kejadian itu pun terharu, karena ia sendiri yang sudah lama bekerja dengan Widya tak mampu membujuk Widya secepat itu. Selesai makan dan minum obat Widya dan Melati ngobrol di taman. Meski lumpuh dan hanya bisa duduk di kursi roda Widya masih tetap bisa bicara. Widya menceritakan jika ia memiliki satu anak laki-laki yang sangat menyayanginya. Melati pun terharu dengan cerita Widya. Inah menelpon Rasya dan memberitahu jika Widya sudah mau makan karena dibujuk oleh pembantu baru itu, Rasya pun lega dan senang mendengarnya.
Hari kedua Melati kerja, Inah menelpon Melati dengan nada panik. Widya kembali tidak mau makan, menangis, dan berteriak-teriak. Melati pun bergegas berangkat ke rumah Rasya. Rasya yang sudah berangkat ke kantor pun langsung berputar arah untuk kembali ke rumah. Di jalan Rasya hampir saja menabrak Melati yang sedang terburu-buru. Rasya pun langsung turun dari mobil dan memarahi Melati yang tidak hati-hati di jalan. Awalnya Melati pun emosi karena Rasya kasar dan membentak Melati, tetapi Melati teringat Widya dan ia langsung meninggalkan Rasya. Saat Rasya kembali ke mobil dan menyalakan mesinnya, ternyata mobilnya mogok dan ia harus menunggu montir langganannya datang.
Melati sampai di rumah Rasya dan langsung disambut oleh Inah. Melati dan Inah pun langsung masuk ke kamar Widya. Melati membuka pintu dan langsung berlari memeluk Widya supaya bisa memberi sedikit ketenangan untuk Widya. Widya dan Melati menangis sambil berpelukan. Melati menasehati Widya jika ia tak boleh terus-menerus seperti ini karena kasihan anak semata wayangnya pasti akan sedih sekali. Widya pun kembali tenang dan berhenti menangis. Melati mengajak Widya ke taman untuk sarapan dan berbincang-bincang. Inah pun merasa salut dengan Melati, Inah berharap Melati bisa menjadi menantu Widya. Inah langsung menelpon Rasya jika Widya sudah baik-baik saja dan Rasya pun tak perlu kembali ke rumah.
Setelah Widya tidur, Inah dan Melati ngobrol di depan rumah. Inah bercerita jika Widya menjadi seperti sekarang ini karena kecelakaan yang dialaminya dan perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Padahal Widya sudah memberikan segalanya untuk suaminya itu, tetapi justu penghianatan yang berbalik kepadanya. Papa Rasya dulu selingkuh dengan gadis seumuran Melati. Melati pun merenungi omongan Inah tadi, hal yang terjadi pada Widya sama dengan yang terjadi oleh Ibunya. Bedanya ibunya kini sudah mengikhlaskan sedangkan Widya masih menyimpan traumanya.
Melati mendengar Widya memanggil namanya, ia pun bergegas berdiri dari tempat duduknya dan membuang sisa minuman yang tadi Melati bawa. Tetapi tak disangka minuman itu menyiram Rasya yang ternyata sudah ada di depannya bersama dengan Dara. Rasya pun kesal dan menanyakan mengapa Melati ada di rumahnya, Melati menjelaskan jika ia bekerja di rumah Rasya. Melati juga bertanya kepada Rasya mengapa ia datang ke rumah Widya dengan membawa Dara yang sudah tidak ada hubungan lagi. Rasya pun mengatakan jika ini rumahnya. Rasya dan Melati sama-sama kaget dengan jawaban masing-masing. Saat Widya memanggil nama Melati sekali lagi Melati dan Rasya pun lari bersamaan meninggalkan Dara. Dara pun merasa kesal terutama kepada Melati, Dara mulai cemburu kepada Melati karena Melati bisa tinggal di rumah Rasya.
Widya memperkenalkan Rasya kepada Melati, begitupun sebaliknya. Rasya senang melihat Widya sudah sedikit bisa tersenyum, meskipun itu semua karena keberadaan Melati. Widya bercerita jika selama ini Melati sangat baik dan penyayang, Mamanya sangat suka dengan Melati. Setelah perkenalan Melati dan Rasya tudak sengaja bertemu di dapur. Melati menyindir jika anak laki-laki yang di ceritakan oleh Widya sangat berbeda dengan Rasya yang kasar dan playboy. Rasya pun heran kepada Melati mengapa bisa Mamanya mengagumi gadis segalak Melati. Mereka pun akhirnya berdebat kembali. Melati juga mengatakan jika semua yang dilakukan Rasya adalah salah, tak seharusnya Rasya membalaskan dendam Mamanya dengan cara menyakiti perasaan perempuan. Rasya pun sedikit terketuk hatinya oleh ucapan Melati.
Sudah satu minggu lebih Melati bekerja di rumah Rasya. Banyak perubahan baik dari Widya akibat keberadaan Melati. Rasya pun hatinya mulai terketuk dengan semua ketulusan hati Melati. Rasya merasa jika dirinya mukai jatuh Cinta kepada Melati karena hanya Melati gadis yang bisa memperlakukan Mamanya dengan penuh kasih sayang. Rasya pun merasa jika balas dendamnya sudah cukup dan jika ia teruskan hanya akan menyakiti banyak wanita. Keberadaan Melati membuat Rasya dan Widya banyak berubah.
Rasya pergi ke rumah Reno untuk sekedar bercerita kepada sahabatnya itu jika ia ingin menyudahi menjadi seorang playboy. Reno pun mendukung keputusan Rasya untuk menyudahi semua balas dendamnya yang tak berujung. Rasya memutuskan hubungan dengan Sara dan juga Dara. Tetapi Sara dan Dara tak terima di putuskan begitu saja. Mereka berdua berpikir jika ini semua pasti karena kehadiran Melati. Sara dan Dara akhirnya memutuskan untuk kerja sama agar hisa mengusir Melati dari kehidupan Rasya.
Melati pulang ke kos-kosannya, tetapi semua barang-barangnya sudah ada di luar. Ibu kos Melati sudah mengusir Melatih dari kos karena Melati belum bisa melunasi tunggakannya. Melati pun keluar dari kos sambil membawa barang-barangnya. Reno yang tak sengaja lewat pun akhirnya menghampiri Melati dan menawarkan untuk Melati tinggal di rumahnya. Awalnya Melati menolak tetapi Reno meyakinkan Melati jika dia cowok baik-baik, buktinya waktu itu ia mau berhenti saat Melati menghentikan mobilnya dan mengantar Dara pulang. Melati pun akhirnya bertambah yakin untuk menerima tawaran tinggal di rumah Reno.
Setelah beberapa hari memutuskan hubungan dengan Dara dan Sara Rasya berniat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Melati. Rasya pun menceritakan niatnya kepada Widya. Widya sangat senang dan mendukung keputusan Rasya. Setelah selesai bekerja Rasya mengajak Melati ke taman di dekat rumah Rasya. Rasya membawa bunga dan menyatakan perasaannya kepada Melati. Melati pun ternyata sama menyimpan rasa kepada Rasya. Akhirnya mereka berdua pun pacaran.
Kabar Rasya dan Melati pacaran sudah sampai ke telinga Dara dan Sara. Mereka pun bergegas mencari cara untuk memisahkan Rasya dan Melati. Di sisi lain Reno pun mulai menyimpan perasaan kepada Melati. Menurut Reno Melati adalah gadis cantik, baik, dan penyayang seperti yang ia cari selama ini. Reno berencana untuk menyatakan perasaannya kepada Melati secepatnya.
Dara dan Sara mengajak Melati bertemu, awalnya Melati menolak tetapi Dara dan Sara sangat memaksa dan akhirnya membuat Melati menyetujui pertemuan mereka. Dara dan Sara bercerita tentang hubungannya dengan Rasya dan mengatakan jika Melati hanya dimanfaatkan oleh Rasya. Rasya seorang pengusaha muda, ganteng, tajir, dan lulusan Sarjana luar negeri tidak mungkin jatuh Cinta kepada gadis kampung dan seorang pembantu seorti Melati. Melati pun merasa sangat down. Ia juga sadar kepada keadaannya sekarang dan merasa minder kepada Rasya.
Sara dan Dara melakukan niat liciknya yang kedua. Mereka mengajak Rasya bertemu, mereka bilang mereka hanya ingin minta maaf. Rasya pun akhirnya menyetujui, Rasya menghampiri Dara yang sudah menunggu di restoran. Dara menangis dan memaksa untuk memeluk Rasya, karena merasa kasihan Rasya pun akhirnya memberikan pelukkannya kepada Dara. Sementara itu Sara membawa Melati ke restoran yang sama. Melati melihat jika Dara dan Rasya sedang berpelukan. Melati pergi meninggalkan restoran itu dan ia mempercayai omongan Dara dan Sara jika Reno hanya memanfaatkan Melati. Melati akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dari rumah Rasya. Widya dan Inah pun merasa kehilangan. Begitu juga dengan Rasya, ia sangat kehilangan gadis yang ia cintai. Untuk pertama kalinya Rasya menangisi seorang gadis di depan Mamanya. Rasya mengatakan jika ia ia benar-benar jatuh Cinta kepada Melati.
Widya dan Inah meminta tolong kepada Reno sebagai sahabat Rasya karena selama beberapa hari terakhir ini Rasya selalu murunng dan tak pernah keluar dari kamarnya. Sesekali ia menangis sambil melihat foto Melati. Awalnya Reno kaget karena Melati yang dimaksud oelah Widya dan Inah adalah Melati yang ia suka. Tetapi demi sahabatnya Reno mengikhlaskan jika Melati bersama dengan Rasya.
Reno bertemu dengan Melati yang tidak lagi tinggal di rumahnya semenjak putus dengan Rasya. Reno menceritakan jika sebenarnya ia dan Rasya bersahabat. Ia juga menyatakan perasaannya kepada Melati, tetapi Reno tak meminta balasan. Reno hanya meminta jika Melati kembali ke rumah Rasya karena Rasya merasa sangat terpuruk karena ditinggal oleh Melati. Melati pun akhirnya mau bertemu kembali dengan Rasya dan percaya dengan semua omongan Reno. Melati memberi pelukan tanda persahabatan dan rasa terima kasih. Namun Rasya melihat mereka berdua berpelukan dan salah paham.
Reno dan Melati mengejar Rasya yang membawa mobil terlalu ngebut. Melati sangat khawatir dengan Rasya. Di dalam mobil saat mengejar Rasya pun Melati menangis. Tangis Melati pecah saat lihat mobil yang dikendarai oleh Rasya menabrak trotoar. Melati dan Reno pun berlari menghampiri Rasya dan bergegas membawa ke rumah sakit.
Widya, Inah, dan Melati sangat mengkhawatirkan keadaan Rasya. Saat Rasya sadar, Rasya tidak mau bertemu dan bicara dengan Reno dan Melati karena merasa dikhianati. Rasya berpikir jika Melati meninggalkan Rasya karena ingin bersama dengan Reno. Setelah lama Widya membujuk Rasya akhirnya Rasya mau mendengar penjelasan dari Reno dan Melati. Melati menjelaskan jika ia pergi dari rumah Rasya karena melihat Rasya kembali bertemu dengan Dara dan berpelukan mesra. Melati juga mengatakan jika ia terpengaruh omongan Dara dan Sara jika Rasya hanya memanfaatkan Melati.
Reno, Inah, dan Widya meninggalkan Rasya dan Melati berdua di ruangan. Melati mengatakan jika ia sudah terlalu sayang dengan Widya. Melati tulus dan senang bisa merawat Widya. Akhirnya Rasya pun bergantian menjelaskan semua yang terjadi saat pertemuan dengan Dara. Salah paham diantara mereka pun akhirnya berakhir dan mereka berdua memutuskan untuk kembali pacaran.
-   SEKIAN -

KARAKTERISASI PEMAIN:
1. Rasya
Playboy, ganteng, kaya, sayang banget sama mamanya.
2. Melati
Pekerja keras, baik hati, penyayang, tulus.
3. Dara
Mantan pacar Rasya, cantik, matre.
4. Reno
Sahabat Rasya, baik, ganteng.
5. Inah
Pembantu Rasya, baik, polos, panikan.
6. Widya
Mama Rasya, cantik, sedang sakit, sulit melupakan sakit hati, trauma.
7. Sara
Mantan pacar Rasya, cantik, matre, licik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...