twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Rabu, 10 Februari 2010

Road Show DEBT Malang









MALANG MENONTON

Pukul 11.00 Wib, tim Road Show film DEBT meninggalkan kota Purwokerto dan mobil APV hitam itu meluncur menuju kota Malang. Singgah sejenak di Tambak, bertemu dengan dengan rombongan dari Faqih Muktafa Line Produser sembari ¬¬menikmati sate Bebek. Setelah makan, rombongan melanjutkan kembali perjalanannya. Pukul 7 pagi, rombongan berhenti sejenak di Lembah Siyem sudut kota Ponorogo untuk menikmati kabut pagi dan matahari pagi yang lebih mirip rembulan purnama karena tertutup kabut.
Pukul 9 pagi rombongan berhenti sejenak di Kanigoro, Blitar untuk sarapan pagi. Perjalanan dilanjutkan kembali, tepat pukul 11 siang, rombongan sampai di Aula Skodam malang, istirahat, ngopi dan mandi. Sembari menunggu waktu pemutaran, pukul 16.00 WIB Endik Koeswoyo sudah naik panggung terlebih dahulu dalam acara Bincang Bisnis “Rahasia Sukses Pengusaha Malang” bersama Bapak Hariyanto, owner Utero Advertising Group. Obrolan yang begitu menarik itu berlangsung selama 2 jam. Setelah bincang bisnis, tersebut Tim Road Show langsung melakukan persiapan dan cek sound. Sambutan warga malang serta teman-teman pecinta film indie Malang jauh diluar dugaan.
Pukul 19.10 WIB kursi-kursi yang disediakan panitia sudah terisi. Beberapa pengunjung tampak berdiri di belakang deretan kursi-kursi itu. Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Executive Produser yang di wakili Oleh Bapak Heri Purwanto selaku Direktur SDM dari PT WIN WIN LINK BOWO JENGGOT. Setelah sambutan selama 8 menit, pemutaran film DEBT dimulai. Penonton tampak antusias menyaksi film pendek karya Khusnul Khitam tersebut.
Setelah pemutaran, diskusipun dilakukan. Endik koeswoyo selaku produser film DEBT menjelaskan tentang impian dari Lookout Picture Indonesia dimana mereka punya impian untuk membuat film yang bisa di nikmati banyak orang. Dan salah satu cara untuk mendistribusikan film indie adalah dengan Road Show. “Membuat film apalagi kemudian melakukan Road Show tidaklah murah, dan kita mau tidak mau harus melibatkan banyak pihak untuk bisa mewujudkan impian itu dan Muhammad Sulaeman Wibowo adalah orang yang mau membiayai semua proses. Banyak kok perusahaan yang peduli dengan generasi muda yang punya semangat yang kuat dan punya tekat untuk mewujudkan impian,” imbuhnya dalam membuka diskusi tersebut.
Acara di akhiri dengan pemutaran profile Executive Produser dan membagikan buku gratis dengan judul EVERY BODY CAN BE RICH karya Muhammad Sulaeman Wibowo. Antusias begitu membara, hingga acara selesai Khusnus Khitam masih mendapat banyak pertanyaan dari teman-teman pecinta film indie Surabaya. “Alhamdulilah, Road Show ke dua di kota Malang ini berjalan sukses,” ucap Ismail selalu coordinator Road Show, “ tidak lupa kami ucapkan untuk Syakaa Organizer yang telah menyediakan tempat untuk kami.” Tambahnya sembari berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke kota Solo.
“Saya mendapatkan dua hal setelah meilah DEBT, punya semangat dan sedikit inisitif untuk membantu orang lain dan punya spirit untuk membantu ekonomi keluarga. Saya tidak pernah melihat film pendek dan film ini masuk ke hati ke saya, dan saya merasa Sugeng jauh lebih sengsara dari saya. Dan saya jadi mengerti untuk berbagi tidak harus menjadi kaya, kalau menunggu kaya kita nggak bakalan bisa membantu orang lain. Dan setelah menonton film ini saya ingin bisa menjadi lebih dari Mas Sugeng (Tokoh utama DEBT. Red)” ucap seorang ibu diakhir acara pemutaran sembari matanya berkaca-kaca.
“Manusia pada intinya butuh saling membantu. Komunitas film Indie di Malang juga sudahh mulai berkembang. Saya nitip pesen saja untuk Film Mayor, jangan bikin film sex dan horror tapi bikinlah film yang positif.” Ujar Dani, mahasiswa UNIV Brawibajaya jurusan Sosiologi.
“Filmnya bikin saya merinding, sedih banget dan memang benar kalau kita memang harus saling membantu,” kata Ayu dari Syakaa Organizer.
Alhamdulilah, setelah Purwokerto, Malang kini tim Road Show dari Kembang Pro, Greget Pariwara, Bowo Jenggot Gatway dan Lookout Picture Indonesia sudah berada di kota Solo untuk melanjutkan Road Show di kota ke tiga. Malam ini, pukul 19.00 WIB di Gedung F Prodi TV STSI Surakarta. Mohon doa restu dari teman-teman pecinta film semua. Maju terus perfilman Indonesia.

Salam Budaya:
Endik Koeswoyo
Jl. Swadaya 604 Yogyakarta.
email: endik_penulis@yahoo.com
Phone: 0817 323 345

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya


Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=6018

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN