twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Senin, 01 Maret 2010

Kedaulatan Rakyat: PESAN TERSIRAT FILM DEBT ; Hikmah Memanusiakan Orang Lain

PESAN TERSIRAT FILM DEBT ; Hikmah Memanusiakan Orang Lain

08/02/2010 08:31:40

SAAT memudahkan jalan orang lain. Maka, jalan kita, juga akan terasa lebih mudah. Selain itu, rasa saling memahami dan menghargai orang lain, tetap perlu dilakukan untuk mendapatkan ketenangan hidup. Meskipun begitu, rasa putus asa juga mampu menghancurkan mimpi dan kebahagiaan.

Itulah sekelumit makna, dari beberapa penggalan dialog dalam film indie Debt yang diputar di Ruang Seminar, Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (6/2). Film ini hasil produksi Lookout Picture Indonesia, besutan sutradara muda Khusnul Khitam.
Produser Pelaksana Endik Koeswoyo mengungkapkan, secara keseluruhan produksi film indie ini memakan waktu hampir 2 minggu. Syuting perdana pada 14 Januari lalu, dengan mengambil lokasi di Yogyakarta.
"Persoalan yang saya angkat, berkaitan dengan kecenderungan masyarakat saat ini yang mengumbar konsumerisme, tanpa menimbang kemampuan pendapatan ekonomi mereka. Masyarakat begitu mudah tergiur iming-iming iklan, sehingga mereka kemudian ingin mendapatkan semua produk itu dengan cara kredit. Ternyata keputusan itu bukan menjadi solusi atas masalah hidupnya. Namun justru menjadi sumber masalah baru," jelas Khusnul Khitam yang juga penulis skenario ini.
Film ini, lanjutnya, dilakukan berdasarkan riset selama beberapa bulan. Mampu menjadi sebuah pesan tentang mentalitas masyarakat yang cenderung menjadi korban zaman. Di tengah kian terbukanya pasar bebas, tentu kondisi masyarakat ini, nantinya, akan menjadi masalah besar.
"Bisa saja ketika pasar bebas dijalankan, masyarakat kita hanya akan menjadi objek bagi produk luar yang masuk ke Indonesia. Namun, dengan semua masalah tersebut, sebagai makhluk sosial, mampukah kita berbagi dengan orang lain?" ungkapnya.
Film indie Debt ini, tambah Khusnul, mengisahkan nasib seorang debtcollector bernama Sugeng. Uniknya dia juga terjerat pada masalah yang sama. Ada dilematis yang selalu dialami Sugeng sebagai tukang tagih. (*-3) -g

Sumber: http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=208617&actmenu=40

Salam Budaya:
Endik Koeswoyo
Jl. Swadaya 604 Yogyakarta.
email: endik_penulis@yahoo.com
Phone: 0817 323 345

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya


Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN