twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Senin, 01 Maret 2010

Kedaulatan Rakyat: Debt Collector Bisa Terlilit Utang

Debt Collector Bisa Terlilit Utang
Senin, 08 Pebruari 2010 00:03:00






Cuplikan Film Debt (Foto:Fira Nurfiani)

YOGYA (KRjogja.com) - Debt collector atau penagih utang piutang menjadi sosok menakutkan bagi masyarakat saat ini. Tampang seram dan terkadang mengeluarkan sumpah serapah bagi orang yang terbelit utang menambah keangkeran profesi satu ini.

Namun, tidak dalam film pendek Debt yang dirilis Lookout Picture Indonesia. Betapa tidak, sang debt collector pun terkena masalah serupa. Rencananya, film berdurasi 20 menit akan diputar di beberada tempat di Yogya. Selain itu di Semarang, Surabaya dan Malang. Film ini bercerita tentang seorang debtkolektor, Sugeng, yang baru saja menikah. Pekerjaan hariannya menarik cicilan dari tiga orang yang menunggak bayar cicilan, yaitu, Pak Narko, Pak Darmo dan Bu Jamilah. Sedang, Sugeng sendiri memiliki hutang dengan sahabatnya, Boim, karena biaya untuk pernikahannya.

Produser film Debt, Endik Koeswoyopada mengatakan film ini berdasarkan penelitian dan pengalaman pribadi ketika membeli satu unit laptop di salah satu lembaga pembiayaan. “Sebelum membuat film ini, saya melakukan penelitian dulu tentang debt collector. Saya sengaja membeli laptop dengan cara mengkredit, dan memang setiap bulan para debt collector ini rajin menagih,” cerita Endik.

Ternyata, kata Endik, menemukan hal yang menarik dari para debtcollector ini. Debt collector bukan berarti orang yang selalu menarik utang dari para pengkredit, mereka juga memiliki masalah yang sama. “Itu yang saya gambarkan pada tokoh Sugeng, sang debtcollektor. Sugeng sendiri juga punya utang dengan temannya,” kata Endik.

Lebih lanjut Dia menjelaskan pemutaran film ini bermaksud merangkul semua komunitas film, baiK, indie ataupun production house lain “Dengan merangkul lebih banyak komunitas film dan bisa membuat film yang lebih kompleks yang tidak hanya bercerta tentang masalah sosial saja,” ungkapnya. (Fir)




Salam Budaya:
Endik Koeswoyo
Jl. Swadaya 604 Yogyakarta.
email: endik_penulis@yahoo.com
Phone: 0817 323 345

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya


Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN