twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 09 Mei 2008

Ayat Ayat Cinta dan Laskar Pelangi

Begitu banyak file Ayat Ayat Cinta dan Laskar Pelangi tersebar di Internet. Itu membuktikan kedua novel itu masih di gemari. Lalu sampai kapan?

Dua karya besar tahun ini, Kedua Novel dengan Judul Ayat Ayat Cinta dan Laskar Pelangi menjadi novel paling laris dalam sejarah dunia kepenulisan Indonesia. Bahkan di Malaysia, Ayat Cinta dan Laskar Pelangi menjadi novel yang paling di cari dan mengalahkan kepopuleran novel lokal negeri Jiran tersebut.

Ayat Ayat Cinta memicu munculnya novel sejenis, dan saat ini novel dengan tema Islami merajai toko Buku. Tapi novel sejenis Laskar Pelangi bisa di bilang belum ada. Yang jadi masalah, akankah novel Islami sejenis Ayat Ayat Cinta akan segera mati di pasaran seperti kasus Teenlet dan Ciklit beberapa tahun lalu?

2 Tahun lalu teenlet merajai pasaran, bahkan saya juga menulis novel pertama dengan tema Tennlet, Judulnya Cowok Yang Terobsesi Melati terbitan Diva Press walau sebelumnya saya sudah menandatangi kontrak Novel dengan judul Untuk Dinda -yang sedikit nyastra-. Apakah novel Islami akan tenggelam seperti tenggelamnya Teenlit?

Siapa yang disalahkan ketika genre novel tertentu atau buku tertentu tidak di gemari lagi? Tidak ada pihak yang salah. Jika penerbit berlomba-lomba menerbitkan Teenlit (tanpa memperhitungkan kulitas) itu adalah wajar karena teenlet memang laku keras saat itu. Jika penerbit memburu naskah Islami saat ini (tanpa mementingkan kualitas) itu juga wajar karena novel yang setema dengan ayat-ayat cinta banyak yang berlabel Bestseller.

Jika banyak penerbit ramai-ramai menerbitkan buku sospol dengan cover merah dan hitam, itu juga wajar. Tapi pembaca punya pilihan dan pembaca Indonesia semakin cerdas dalam memilih bacaannya.

Jika penulis berubah haluan itu juga wajar karena jika tidak mengikuti tema, maka tidak akan ada karya yang di terbitkan. Fenomena Laskar Pelangi dan Ayat Ayat Cinta akan menjadi sebuah batu pijakan untuk munculnya tema baru. Bagi penulis, siapkan karya baru karena tema sejenis dengan AAC dan LP tidak akan selamanya di gemari. Lalu tema apa yang akan muncul setelah tema 2 novel fenomenal tersebut?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN