SINOPSIS FTV KUE THOK CINTA DP 0 RUPIAH - ENDIK KOESWOYO

Breaking

IKLAN

Rabu, 07 Agustus 2019

SINOPSIS FTV KUE THOK CINTA DP 0 RUPIAH

SINOPSIS REGULER
“KUE THOK CINTA DP 0 RUPIAH”
Ide Cerita & Skenario
 Firda Shiewa
Endik Koeswoyo


PRITA (22 Th) terpaksa jualan kue thok (kue ku merah) keliling demi mendapatkan kepercayaan pelanggan kembali di tokonya, tetapi VINA (38 Th) bibinya tak merestui keinginan Prita. Selain itu, Vina berniat ingin menjual perkebunan daun pandan agar masalah kerugian di tokonya segera teratasi. Ketika Prita sedang berjualan, Vina diam-diam menyebarkan brosur ke jalanan agar perkebunan cepat terjual. Namun, Prita memergoki Vina sehingga Prita tidak fokus mengendarai sepeda dagangannya, menabrak RIZAL (25 Th) pengusaha shampo rambut ternama yang sedang mengadakan bazar murah. Semua dagangan keduanya berantakan, Vina melihat Prita sedang ribut dengan Rizal, memilih kabur. Ketika Rizal menarik paksa HP milik Prita, kesempatan Prita buat neriaki Rizal copet. Tak sengaja Prita lihat ANTO (25 Th) pacarnya di pinggir jalan sedang bermesraan dengan DEA (27 Th) dokter kecantikan yang sedang naik daun. Prita langsung labrak mereka. Sesaat kemudian, Anto menjelaskan ke Prita kalau Dea itu adik sepupunya. Prita kembali percaya lagi pada Anto, tetapi Anto berusaha kembali membohongi Prita untuk mengejar Dea yang pamit pergi dengan cara Anto memberikan alasan jika bosnya telah memanggilnya kembali bekerja di perusahaan. Tentu saja, Prita mengizinkan karena itu hal positif.
Beberapa menit kemudian, Prita lihat Anto sedang mbermesraan kembali dengan Dea. Prita hendak melempar cetakan kue thok, Rizal menahan dan mengambilnya. Rizal mengancam kalau Prita gak mau ganti rugi, Rizal bakalan bawa masalah ini ke jalur hukum. Kini Prita mengajak damai dan meminta maaf, Prita bilang kalau bayarnya nyicil. Rizal malah kasih syarat ke Prita kalau Prita berhasil bawa Rizal ke alamat yang ada di brosur, Rizal bakalan bebasin Prita ganti rugi. Ketika Prita baca dengan baik, Prita terkejut, langsung geram, ninggalin Rizal. Keduanya sepanjang jalan ribut terus-menerus sampai-samapai orang di jalan ngira keduanya sebagai pasangan muda yang dilema karena belum punya momongan. Sontak, keduanya langsung mengelak gengsi.
Kebetulan Vina sedang berjalan menuju area perdebatan mereka. Vina gak tahu kalau ada Prita di situ. Tertangkaplah Vina oleh Prita. Wajar Prita marah-marah ke Vina karena Vina mau jual perkebunan daun pandan warisan milik nyokapnya. Vina bilang kalau Vina gak mau lihat Prita jualan keliling kue thok. Jadinya, Vina memilih untuk menjual perkebunan daun pandan agar Prita berhenti. Rizal kasih harga tinggi ke Vina, lantaran Rizal ingin membelinya untuk racikan-racikan shampo rambut yang di produksi di perusahaan Rizal. Saat hendak Vina kasih harga, Prita langsung bilang kalau gak jadi di jual sambil menyeret Vina pulang. Rizal membuntuti Prita dan Vina, ngotot membujuk Prita untuk menjualnya. Sayang, Prita tetap keras kepala, tak mau menjual dan menyuruh Rizal cari yang lain. Rizal kini memelas ke Prita agar mau menjual perkebunan daun pandan itu. Rizal sangat membutuhkan karena jika Rizal gagal membuat produk baru yang dari bahan racikan daun pandan,  terancam perusahaan Rizal akan diambil alih oleh sepupunya. Lalu Rizal menegaskan kepada Prita tentang alasan kuatnya jika Rizal gak mau itu terjadi. Prita tetap keras kepala menolak permintaan Rizal. Sesaat, Rizal menawarkan solusi lainnya ke Prita, kalau Rizal bisa kasih pinjam uang ke Prita tapi Prita sebagai gantinya harus kasih daun pandan yang dari perkebunan itu ke Rizal selama sebulan. Akhirnya, kesepakatan itu deal.
Keesokan harinya, Prita sudah siap berjualan kue ku merah keliling dengan sepeda dagangannya. Prita hendak marah ke Anto karena lihat Anto jalan sama Dea. Saking cintanya ke Anto, Prita masih aja percaya sama bulsitan Anto. Kekepoan Prita membuat Anto jengkel hingga Anto minta putus ke Prita, tetapi Prita merengek kalau gak mau putus sama Anto, padahal tahu jika diselingkuhi. Sayang, Anto ninggalin Prita demi Dea. Rizal kebetulan lihat, terkagum dengan ketulusan hati Prita demi mendapatkan cinta. Prita nangis di pundak Rizal sambil reflek peluk tubuh Rizal erat-erat. Rizal merasa baper dan bawa Prita pergi dari tempat itu agar Prita bisa lebih tenang. Hubungan keduanya makin intens.
Beberapa karyawan perusahaan menertawakan sikap konyol Rizal yang mengira salah satu karyawan cowok itu Prita, lantaran Rizal mengelus-elus tangannya yang di kira tangan Prita. Tiba-tiba WIJAYA (45 Th) papanya memergoki Rizal. Semua karyawan yang hadir di ruang rapat berhenti tertawa. Wijaya menyiram Rizal dengan air mineral, barulah Rizal tersadar dari lamunannya. Wijaya marah-marah ke Rizal karena bikin malu. Rizal minta maaf dan kasih laporan keuangan serta uji kelayakan produk barunya menggunakan racikan bahan daun pandan. Ternyata berhasil mengalahkan klinik kecantikan Dea yang kebetulan juga Dea meracik krim kecantikan dengan daun pandan. Wijaya bangga dengan Rizal, memberikan kepercayaan Rizal untuk tetap mengelola perusahaan. Di sisi lain, Dea merasa sangat jengkel karena produk kecantikannya dikalahkan oleh produk shampo baru dari perusahaan Rizal. Ternyata, daun pandan yang di pakai Rizal lebih berkhasiat sehingga membuat produk shampo itu booming. Dea mendatangi Rizal di perusahaannya. Gak nyangka, Dea dan Rizal dulunya pernah pacaran. Jadi, Dea minta balikan sama Rizal. Tepat, Prita lihat Dea dan Rizal pegangan tangan di depan perusahaan. Prita mengira kalau Rizal itu sama dengan Anto. Prita langsung samperin mereka, Prita bilang ke Rizal kalau Prita gak suka sama cowok jahat, yang sok baik di depan Prita sambil lempar boneka beruang merah, padahal niat Prita mau bilang terima kasih. Prita pergi tanpa mau mendengarkan penjelasan Rizal. Hubungan keduanya menjadi renggang.
Wijaya ternyata bekerjasama dengan mendiang nyokap Dea. Saat itu perusahaan Wijaya sedang mengalami kesusahan perekonomian, tetapi mendiang nyokap Dea membantunya hingga perusahaan kembali maju. Di balik kerjasama tersebut, Wijaya sepakat untuk menjodohkan Dea dengan Rizal. Mengetahui kebenaran itu, Rizal menolak tegas, mengatakan kalau Rizal sama sekali tidak mau menjual cintanya untuk balas budi dengan cara Rizal harus menikah dengan Dea. Rasa kesal di hati Dea makin menjadi kepada Prita. Dea merasa jika Rizal tak mengenal Prita pasti Rizal mau menerima perjodohan itu. Akhirnya, Wijaya dan Rizal ribut. Dea mencoba melerai, menenangkan Wijaya agar penyakit lemah jantung Wijaya gak kambuh lagi.
Gak sengaja Dea melihat nyokap angkatnya si Bu Vina sedang di ancam oleh rentenir melalui telepon. Setelah percakapan selesai, Dea menawarkan bantuan kalau Dea bisa bantu lunasi hutang tersebut. Ternyata, Dea sudah tahu kalau Dea sepupuan sama Prita dan Vina diam-diam menggadaikan rumahnya demi masa depan Prita. Rasa bersalah Vina itulah yang membuat Vina berani mengorbankan apapun untuk Prita karena Vina gak sengaja membuat nyokapnya Prita tewas, jatuh ke jurang gegara rebutan cetakan kue ku merah. Makanya, Vina bersikukuh ingin menjual perkebunan daun pandan. Namun, Vina menolak tawaran kerjasama Dea yang bertentangan dengan hati nuraninya.
Keesokan harinya, Prita sedang bersiap berjualan kue ku keliling. Prita merasa ada yang ketinggalan di dalam rumah, masuk, dan mengambilnya. Vina baru saja keluar dari perkebunan membawa daun pandan yang sudah disiapkan untuk Prita antar ke perusahaan Rizal. Tiba-tiba Vina dapat telepon ancaman kembali dari renternir. Vina pergi meninggalkan daun pandan tersebut, dan bersembunyi agar Prita gak dengar. Sesaat kemudian, Prita datang, pergi berjualan sambil mengantarkan daun pandan tersebut. Sekitar 15 menit, Dea datang menemui Vina untuk memberikan uangnya. Sebelumnya, Vina sudah memberikan racun ke daun pandan tersebut sesuai permintaan Dea. Vina lakukan itu karena takut kalau Dea membeberkan rahasianya ke Prita sehingga Prita akan jadi benci. Terpaksa Vina kerjasama kotor dengan Dea si anak durhaka.
Setibanya di perusahaan, Dea merasa senang melihat Rizal marah besar ke Prita karena Rizal mendapati botol racun yang terselip di daun pandan yang Prita kasih. Rizal mengira Prita ingin balas dendam rasa kecewanya dengan cara licik seperti itu. Prita hendak menjelaskan, tapi Rizal menuduh Prita sangat keterlaluan hingga Anto yang tak sengaja lewat, mendengar, membela Prita. Hubungan Prita dan Rizal kembali hancur. Wijaya merasa menang kalau argumennya benar jika Prita bukan cewek baik. Terpaksa Rizal menyetujui perjodohan tersebut. Prita pergi setelah mendengar perkataan Rizal yang tak lagi memperjuangkan cintanya ke Prita. Rizal akhirnya galau, teringat kenangan bersama Prita.
Hari itu juga, Anto memberikan bukti kebenaran tentang Dea yang telah menyuap Vina dengan cara menunjukkan bukti pembelian racun yang atas nama Dea beserta rekaman voice ke Anto dan Wijaya. Wajar, jika Anto berhasil mendapatkan rekaman voice tersebut karena Anto memasang mikrofon konektor diam-diam pada HP Dea yang bisa didengarkan pada HP-nya Anto. Wijaya menyesal telah mudah percaya, kemudian merestui Rizal untuk mengejar cintanya. Rizal pamit ke Wijaya.
Ketika Prita sampai di perkebunan daun pandan habis terbakar karena renternir itu mengamuk. Rumah juga di sita oleh rentenir. Ternyata jumlah uang yang dibayarkan tidaklah sesuai. Vina merasa ditipu oleh Dea. Akhirnya, Vina mengakui semua kesalahannya di depan Prita. Kini Prita jadi tahu kalau Vina penyebab nyokapnya tewas. Namun, Prita justru merasa bersyukur masih memiliki Vina dan tak menyimpan dendam. Prita dan Vina hendak pergi. Rizal datang, bilang kalau Rizal minta maaf karena sudah menuduh Prita. Rizal bilang kalau semua itu ulah Dea yang sengaja menyabotase, ingin merusak hubungan mereka. Sayangnya, Prita gak mau balikan sama Rizal karena Prita masih belum bisa percaya lagi. Prita mengajak Vina pergi.
Beberapa menit kemudian, Wijaya datang, terkejut melihat Vina masih hidup. Vina baru bilang kalau Vina selamat sedangkan nyokapnya Prita yang tewas. Ternyata Vina ialah nyokap kandung Dea bukan nyokap angkatnya Dea. Lalu, Vina meluruskan kalau yang dijodohkan sama Rizal itu Prita tapi sudah menolak. Singkat cerita, Rizal dan Prita terkejut mendenga berita itu. Dea datang sambil marah-marah, tak terima kalau bukan dirinya yang mendapatkan cinta Rizal. Kemudian Dea bilang ke Vina kalau sampai kapanpun Dea gak mau ngakui Vina sebagai nyokap kandungnya karena Vina sudah bikin Dea menderita, padahal Dea gengsi punya nyokap tukang jualan kue thok sejak perusahaan bangkrut, inginnya Dea itu nyokapnya kerja di perusahaan lagi. Vina cuma bisa doain Dea agar cepat sadar dan Prita hendak menolak tetapi Vina menjelaskan kalau cinta tak bisa ditukar. Wijaya akhirnya merestui hubungan Prita dan Rizal. Di depan Dea, Rizal resmi melamar Prita dengan kue thok. Dea pergi dengan kesal, Rizal dan Prita bersatu.

-   SEKIAN-

KARAKTERISASI PEMAIN:
1.     PRITA 22 tahun, keras kepala, polos, penjual kue ku merah keliling, polos, dan baik.
2.     VINA 38 tahun, bibinya Prita, nyokapnya Dea, rempong, diam-diam melangkah, dan tegas.
3.     ANTO 25 tahun, playboy, pintar sandiwara, gak modal, pintar ngerayu, dan romantis.
4.     RIZAL 25 tahun, tegas, baik, jujur, pejuang cinta, pengusaha shampo ternama, dan bos.
5.     DEA 27 tahun,  dokter kecantikan, jahat, licik, suka sama Rizal, dan perusak hubungan orang.
6.     WIJAYA 45 tahun, papanya Rizal, mudah percaya, bijaksana, tegas, dan berwibawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...