twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 02 Desember 2016

SINOPSIS FTV UJANG PANTRI MANTAN SANTRI



SINOPSIS FTV
UJANG PANTRI MANTAN SANTRI
Penulis Skenario : Endik Koeswoyo


     Naila (25 tahun) mendapat tugas dari Babe Udin bapaknya untuk melanjutkan ngurusin perusahaan Bajaj milik keluarga mereka. Naila menolak, dia baru saja lulus kuliah, mau ngedemin otak dulu setahun baru deh kerja. Lagian Naila itu lagi galau akut garda-gara diputusin Roby mantan pacarnya yang super duper pemalas. Babe Udin nggak mau tau, pokoknya mulai besok, Babe Udin kagak mau masuk kantor, kalau Naila nggak mau jadi bos di sana, semua usaha yang udah diwariskan turun temurun ini bakal hancur lebur. Aduh, Naila udah pusing 7 keliling. Gimana ya rasanya kerja sama orang-orang tua yang pastinya bikin Bete banget.
Akhirnya Naila dengan terpaksa masuk kantor menggantikan Babe Udin. Kantornya cukup bersih, ada beberapa ruangan di sana, ruang direktur, ruang keuangan dan ruang meeting dan satu lagi, ada pantri. Naila ini di kawal Mang Mamat, sopir kesayangan Babe Udin, Mang Mamat ini orangnya lugu banget, saking lungunya Mang Mamat ini terkesan jadi bloon. Tapi inget, Mang Mamat adalah sopir pribadi pengusaha Bajaj, tentu saja dia ke mana-mana pakai Bajaj, nggak pakai mobil. Jangankan mobil, keluarga Babe Udin yang kaya raya ini, sepeda motor aja nggak punya. Adanya Bajaj dan bajaj.
Di kantor Naila murung, nggak punya temen ngobrol, habisnya yang kerja tua-tua semua. Nila lalu telpon ke Pantri minta dibuatin burger buat makan siang. Eh telpon nggak diangkat-angkat. Naila sebel, dengan jutek dia ke pantri. Mau labrak OB yang entah ke mana. Di depan Pantri Naila bengong, ada cowok ganteng banget, lagi sholat Dhuzur. Deg, Naila terkesiap. Pakai baju Koko, pakai peci Item, ruh gantengnya, batin Naila. Semua amarah Naila luntur oleh cowok itu. Selesai Sholat, Ujang (26 tahun) cowok itu kaget, ada Naila. Ujang buru-buru lepas baju Koko dan sarungnya. Naila tutup mata, dipikirnya Ujang mau mesum main lepas sarung aja. Setelah lepas sarung, Naila baru tau kalau Cook ganteng itu OB di kantornya. Ujang.
Naila langsung rekues ke Ujang buat dibikinin Burger, Uajng bingung, bikin burger gimana? Naila yang biasa manja googling, lalu tunjukin nih burger, roti bulet bulet kasih daging. Ya udah gue tunggu di ruangan gue. Kata Naila sambil berlalu. Ujang bingung, dia belum pernah bikin burger. Lalu Ujang ke warung cari roti bulet bulet sama Daging. DI pantri Ujang membuat burger, asal roti yang bentuknya bulet, dan dikasih daging goreng kasih sayuran. Jadilah Burger ala ujang.
Nila kaget, burger apaan ini? Ujang jelisin sesuai pesenam Neng Naila. Aduuhh... Naila memekik sebel, masak roti ginian? Ini daging sapi beneran? Astajiiim!!! Naila dibuat strees hari itu. Lo lulusan mana sih nggak tau burger? Ujang dengan polos jawab Ujang lulusan pesantren.
Di rumahnya Naila curhat ke Babe Udin, Babe Udin bilang Ujang itu OB kesayangan Babe, masakannya enak. Masak apa? Tanya Naila penasaran. Nasi rebus kata Babe Udin. Naila jadi penasaran, apaan tuh nasi rebus? Esok harinya, Naila langsung panggil ujang ke ruangannya, naila minta nasi rebus. Ujang segera siapin. Rupanya nasi rebus itu Mia rebus, dikasih nasi, campur tempe goreng, campur apa aja yang ada didapur, jadi porsinya semangkuk gede. Naila mau makan bingung, apaan ini? Naila nggak mungkin habis, Naila nyuruh ujang ambil mangkuk satu lagi, bagi dua, lagian ini pasti nngak enak. Naila dan Ujang makan berdua, Ujang malu-malu, makan agak jauh dari Naila. Eh ternyata enak banget. Ujang bilang itu resep anak pondok, cukup beli Mie instan, lalu Campur sama nasi, hehhehe...
Sejak itu, Naila dan Ujang jadi deket. Naila sering ke Pantri, Naila juga suka meminta diantar ujang pulang, karena ujang punya motor butut, setidaknya tidak berisik kayak Bajaj Mang Mamat. Ujang menunjukkan sikap aslinya yang baik, tidak pernah telat sholat. Ujang sering mampir masjid saat anterin Naila pulang. Lambat laun, Naila yang semula nggak pernah sholat jadi ikutan sholat Magrib di masjid sama Ujang.
Masalah muncul ketika Roby mantan pacar Naila datang lagi. Roby langsung tau kedekatan Naila dan Ujang Pantri. Roby langsung musuhin Ujang. Bahkan Roby berniat mukulin Ujang, tetapi Ujang yang mantan sari itu ternyata bisa ilmu silat. Mang Ujang yang mau melerai Ujang dan Roby yang berantem malah kearsipan menonton keduanya berantem. Naila yang datang melerai jadi marah-marah ke Ujang dan Ke Roby. Tetapi Mang Ujang bilang, Roby yang nantangin.
Singkat cerita, Naila udah nggak mau balikan sama Roby. Dan Naila malah ngajakin Ujang pacaran. Ujang menolak, ujang nggak boleh pacaran sama Emaknya. Pacaran itu dosa. Naila bilang, pura-pura pacaran aja biar ga dosa, lagian Naila demang butuh cowok biar ga digangguin Roby. Ujuang akhirnya setuju, apalagi kalau nggak mau jadi pacarnya Naila, Ujang bakal dipecat.
Roby nggak mau mengalah, dia terus memaksa Naila buat balikan. Dan terus-terusan memaksa Roby buat ngejauhin Naila. Dari Mang Mamat, Babe Udin tau kalau Naila lagi dekat sama Ujang. Apalagi Ujang juga udah menghasut Babe Udin, katanya Ujang itu memanfaatkan Naila biar dapat posisi bagus di kantor Babe Udin. Saking liciknya Roby, Roby taruh uang 10 juta di dalam tas Ujang. Uang itu diambil dari ruangan Naila. Naila nggak nyangka Ujang ternyata jahat. Ujang di pecat. Ujang sedih nggak bisa jelasin dan barang bukti ada padanya.
Mang Mamat yang jelasin ke Naila dan Babe Udin kalau Ujang nggak mencuri, yang mencuri itu Roby. Mang Mamaf punya fotonya saat Roby ambil uang di meja Naila. Mang amat kan gaul, hapenya iphone 5 walau bajajakan. Hehhehe... Mang Mamat lalu panggil Roby dan Ujang ke rumah Babe Udin. Keduanya disidang. Roby nggak agak ngaku, Ujang juga tidak menuntut. Oke, sebagai pembuktian cinta kalian berdua, silahkan baca ini, kata Babe Udin sambil sodorin Alquran. Ujang baca dua ayat, merdu benar suaranya. Giliran Roby suruh baca, dia alasan mules. Roby mau kabur, tetapi di hadang sama Mang Mamat. Di halaman, Mang Mamat panik, maunya ngidupin motor malah matiin motor buat ngejar Roby. Tapi dasar Mang Mamat pinter ngeles, saat di tanya, kok malah di matiin Mang? Lah motor aja saja matiin, apalagi cuma Roby!? Hahaha... semua ketawa. Naila dan Ujang saling pandang, Naila bilang dia mau jadi pacarnya Ujang. Ujang nolak. Naila jadi sedih. Tetapi disini Ujang Bilang, dia maunya jadi suami, kalau di ijinin sama Babe sih... Babe mah terserah Naila. Semua bahagia...

-SEKIAN-









0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN