twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 02 Desember 2016

Contoh Sinopsis Sinetron - RINDU IBU


RINDU IBU
The Series

Sinopsis Global
(Draf 2 : 12-04-2015)

Cerita dan Skenario
Endik Koeswoyo

SINOPSIS GLOBAL RINDU IBU

Pertanyaannya sederhana saja, siapa diantara kita yang lahir bukan dari rahim seorang ibu? Dan kenapa Surga ada ditelapak kaki ibu?

Dari pertanyaan itulah cerita ini dimulai. Di kota Jakarta, hiduplah 4 sekawan pengamen cilik, dari latar belakang yang berbeda, Alvin 11 tahun, sebenarnya dia anak orang kaya, tetapi kabur dari rumah karena ibu dan bapaknya selalu ribut dan bikin Alvin nggak betah di rumah. Joko masih 10 tahun, naik kereta dari Jawa Timur, sampailah dia ke Jakarta, tanpa tau siapa orang tuanya dan hanya menyimpan satu foto milik ibunya di dompet. Alan 12 tahun mengamen karena kebutuhan hidup, ibunya yang sudah tua dan tinggal di kampung kumuh membuat Alan harus cari biaya sekolah sendiri. Sementara itu, Dodo, si gendut dan lucu itu adalah anak pemilik Warung makan, tempat Alvin CS biasa kumpul, ngamen dan makan, Dodo akhirnya ikut-ikutan ngamen karena merasa hidupnya membosankan karena harus sekolah tiap pagi, belajar dan membantu orang tuanya. Mereka dipertemukan oleh waktu.

Cerita dimulai dari kehidupan Alvin dan keluarganya, soal ibunya dan bagaimana dia bisa pergi dari rumah. Ternyata Alvin punya saudara tiri, kakak perempuan yang sudah kuliah bernama Silvia. Silvia inilah yang sering menjadi pemicu keributan ibu Amanda dan Rudi ayahnya Alvin yang pengusaha kaya raya itu. RUDI dan MANDA belakangan sering bertengkar karena RUDI beberapa kali berniat mencari IDA mantan istrinya dan RAHMAD anaknya. Sebelum menikah dengan MANDA, RUDI pernah mempunyai cinta sejati, bernama IDA dan memiliki 2 orang anak, RAHMAD dan SILVI. Namun hubungan beda kasta antara RUDI dan IDA membuat cinta mereka harus kandas oleh kedua orang tua RUDI sendiri. IDA dan RAHMAD kala itu memilih pulang kampung dan tidak pernah kembali ke JAKARTA. RUDI membawa SILVI anak kedua mereka, sedangkan IDA membawa RAHMAD anak pertama mereka yang hanya berad 2 tahun. Saat mereka berpisah RAHMAD berusia 4 tahun, dan SILVI berusia 2 tahun. Setelah 20 tahun, RUDI tidak juga bisa melupakan IDA cita sejatinya, itu yang membuat MANDA suka cemburu dan uring-uringan. SILVI juga tidak suka dengan MANDA karena SILVI merasa kalau MANDA sama dengan ibu tiri yang lain, walau sebenarnya SILVI sudah memberikan kasih sayang yang sama ke SILVI dan ALVIN. Tapi SILVI selalu merasa di bedakan karena dia anak tiri. Akhirnya SILVI menjadi tidak suka dengan MANDA dan ALVIN. Alvin yang yang mulai tau kalau dia adalah adik tirinya SILVI merasa selalu saja di jadikan kambing hitam oleh Silvi dan Rudi. Hingga akhirnya Alvin kabur dari rumah, tanpa membawa apa-apa. Heboh BU Manda mencari-cari, tetapi tidak memukan Alvin. MANDA menyalahkan RUDI dan SILVI atas perginya ALVIN, masalah keluarga semakin pelik dengan hilangnya ALVIN.

Alvin lalu menjadi pengamen jalanan untuk menyambung hidup, dia hidup dikerasnya Jakarta mulailah dia berteman dengan teman-temannya di jalanan. Tanpa pendidikan yang layak anak-anak ini hidup di jalanan, mengamen dari satu tempat ke tempat yang lain. Suatu hari Alvin ngamen di Monas, lalu muncul satpol PP yang hendak melakukan pembersihan, disini Alvin kabur, ngumpet dan ketemu sama JOKO ditempat persembunyian itu. Saat itu muncul Bu Aliyah, pedagang kopi keliling yang juga lari-lari dikejar satpol PP. Bu Aliyah yang sudah tua hampir ketahuan Sat POL PP, lalu Alvin dan Joko nolongin ibu Aliyah, Joko bantuin bawa kotak dagangan milik Bu Aliyah, mereka kabur dan ngumpet lagi di deket Masjid Istiqlal. Dari kejadian itulah, Alvin mengenal Joko dan Bu Aliyah.  Disini Bu Aliyah cerita tentang anaknya, cewek yang sudah sekolah SMK, Bu Aliyah ke Jakarta jualan kopi demi biaya sekolah anaknya. Alvin cerita tentang keluarganya, Joko bingung, dia nggak punya cerita, karena dia nggak tau siapa keluarganya. Bu Aliyah bilang ke Joko, kamu boleh anggep Ibu ini ibu kamu. Joko cuek, ga mau ah... Sama-sama miskin. Joko niat pergi, tapi Bu Aliyah ngajak sholat dulu di masjid. Alvin ikut ke Masjid, Joko nggak mau. Mau ngamen lagi di tempat lain.

Alvin dan Bu Aliyah di Masjid, Alvin minta diajari ngaji karena Bu Aliyah bagus banget baca Alqurannya. Bu Aliyah ngajarin Alvin, Alvin sudah bisa ngaji, tapi masih mengeja.  Rupanya Joko ngintip Alvin dan Bu Alyah, Joko merasa sedih, kenapa Alvin bisa akrab sama ibu Aliyah? Joko lalu pergi ke rumah singgahnya, Markas Joko dan kawan-kawannya anak jalanan juga. Di rumah kecil itu, mereka di tampung oleh MAMAT, anak Bu Ida, tapi BU IDA ini sosok galak dan terkenal super pelit, beda dengan MAMAT yang punya niat tulus. Anak-anak disuruh tinggal di sana karena rumah itu sebenarnya rumah dalam sengketa, Bu Ida memanfaatkan anak-anak untuk melindungi rumahnya yang masih dalam masa persidangan panjang.

Joko bete karena mau tidur malah disuruh Bu Ida bersih-bersih halaman rumah. Enak aja kamu pulang-pulang tidur, sana bersih-bersih kata BU IDA. Joko dengan males keluar kamar lagi, menuju halaman. Di halaman Joko bersih-bersih sambil nyanyi, lalu Dewi anak kost yang tinggal di sebelah rumah Bu Ida nyeletuk, rekues lagu. Joko mau nanyi asal di bayar, Dewi setuju. Ntar diajak makan juga sorean. Joko nyanyiin lagu buat Dewi, lagu sedih soal patah hati, Dewi nangis, curhat ke Joko kalau dia baru putus. Joko ngakak, makanya jangan pacaran Mbak biar ga putus, DEWI manyun. Saat itu muncul MAMAT, baru pulang dari kampus, MAMAT tanya ke DEWI kenap nggak ngampus? Banyak tugas nih. DEWI malah minta pinjem catetan MAMAT. Disini MAMAT bilang dia pengen bikin sekolah, home scoolling di rumahnya. DEWI tampak males, orang baru putus jangan diajak mikir berat-berat dulu BANG, kata JOKO. JOKO juga tanya apa itu home scooling? MAMAT kasih penjesan singkat, JOKO dan teman-temannya bisa sekolah dari rumah. Tapi nanti, ya harus di urus dulu semuanya. JOKO masih belum ngerti, nyanyi-nyanyi lagi. Sekolah aku gagal, bercinta kutinggalkan, pacaran kutinggalkan JENG JENG... JOKO masih nyanyi lagu pengamen jalanan.

Malam di kamar BU IDA, BU IDA lagi nangis,liatin foto keluarga jaman dulu, ketika dia masih muda. MAMAT muncul, nengokin ibunya. MAMAT tanya ke IDA soal RUDI bapaknya, kenapa IBU nggak pernah mau cerita soal BAPAK? Dan SISIL adihnya? Kenapa IBU nggak pernah nengokin SISIL? Apa nggak kangen? BU IDA makin nangis sedih. Masa lalu itu sangat berat, nggak mudah untuk ketemu dengan RUDI dan SISIL. IDA juga bilang kalau RUDI sudah pindah rumah, dia nggak tau lagi di mana rumah barunya RUDI. Mungkin sekarang RUDI dan SISIL sudah hidup bahagia. MAMAT tidak ingin tanya-tanya lagi soal masa lalu ibunya, karena itu akan membuat BU IDA selalu sedih. MAMAT hanya minta sama ibunya untuk lebih sabar, termasuk sabar menghadapi anak-anak yang tinggal di rumah mereka. 
  
Malem, Joko mau berangkat ngamen, ke warung makan di dekat situ, warung makannya rame kalau malem, jualan nasi goreng dan mie goreng, Warung Haji Sabar. Joko ngamen, habis ngamen duduk di depan, di parkiran motor. Muncul Alan, temen Joko yang sering ngamen di situ juga. Alan malah curhat, ibunya sakit. Disini Joko kasih uang hasil ngamennya ke Alan buat bantuin ALAN, tapi Alan nolak, saat itu muncul Dodo, anak Pak Haji Sobar. Dodo nyeletuk, pengen main ke rumah Alan, mau bawain nasi goreng buat ibunya ALAN. Joko juga mau jenguk ibunya Alan. Akhirnya mereka semua ke rumah Alan.

Di rumah Alan, Bu Romlah terbaring sakit. Dodo kasih nasi goreng yang dia bawa. Joko ngajakin Alan ngamen bareng besok di Monas, malam minggu banyak orang pacaran. Alan setuju, Dodo malah mau ikutan, bosen di rumah terus. Alan melarang Dodo ikut, takut di Marahin Pak Haji, Dodo bilang, ga papa, kan sekali-kali ikut kalian ngamen seru. Mereka akhirnya sepakat, ngamen bareng besoknya.

Keesokan harinya, Dodo, Alan dan Joko ngamen di Monas. Mereka dapat banyak uang, semua dikasih ke Alan, buat biaya ke puskesmas ibunya Alan. Saat mereka sedang istirahat, tampak beberapa preman sedang minta uang ke Bu Aliyah yang jualan kopi. Joko ngajak temen-temennya pergi, tapi Dodo penasaran pengen liat, saat itu Bu Aliyah nangis uangnya diminta preman. Tiba-tiba muncul Alvin, yang berusaha bantuin Bu Aliyah, Alvin mau melawan preman, tapi malah diketawain dan di dorong sampai jatuh. Preman pergi, Bu Aliyah nangis peluk Alvin. Joko lalu menghampiri Bu Aliyah dan Alvin, Dodo dan Alan ikut.

Disini Alvin kasih uangnya ke Bu Aliyah, Bu Aliyah menolak, sudah biasa. Alvin bilang Bu Aliyah lebih butuh duit ketimbang dia. Bu Aliyah haru, nerima uang itu dengan beruarai air mata. Alan Joko dan Dodo jadi ikut haru. Mereka kenalan sama Alvin dan Bu Aliyah. Disini Joko mengajak Alvin pulang ke rumah singgahnya. Alvin yang tidak punya tempat tinggal akhirnya ikut Joko. Mereka semua pulang, tapi mampir ke rumah Alan dulu.

Singkat cerita, jadilah mereka sahabat. Malam harinya Dodo di marahi sama Hajah Ami Ibunya karena pulang kemaleman, Joko dan Alvin buru-buru kabur. Di depan rumah singgah Joko dan Alvin ketemu Dewi yang lagi berantem sama Edo, pacarnya Dewi. Dewi nangis-nangis. Joko nyidir sambil nyanyi-nyanyi, Edo marah ke Joko, Joko dan Alvin ketawa sambil lari masuk rumah, meledek Edo.

Di dalam rumah, Joko memintakan ijin Alvin buat tinggal di situ, semula Bu Ida menolak karena 3 kamar di rumah itu sudah penu anak-anak jalanan, tapi MAMAT, anak Bu Ida mengijinkan, nggak ada salahnya kalau Alvin mau tinggal sama Joko. Disini MAMAT tampak perhatian sama anak-anak. Dia pemuda yang baik, MAMAT pula yang sering nolongin anak-anak jalanan dan dibawanya pulang. Dia selalu mencari solusi terbaik buat anak-anak. Mereka tidak bisa dipaksa berhenti, tapi setidaknya diajarkan soal Agama dan pengertian soal pentingnya pendidikan. Tapi niat tulus MAMAT dimanfaatkan oleh ibunya sendiri, demi kepentingannya sendiri.

Singkat cerita BU IDA melihat penguman di koran soal anak hilang, fotonya persis banget sama ALVIN. Barang siapa menemukan anak ini akan di berikan hadiah besar dan harap segera menghubungi keluarga besar RUDI KELOLA, JRENG. BU IDA kaget, RUDI KELOLA adalah antan suaminya. Jadi ALVIN adalah anaknya RUDI? IDA sangat penasaran, tetapi dia berusaha menahan diri. Dia harus bisa menggali informasi soal RUDI KELOLA dan ALVIN. IDA menyembunyikan koran itu. Di sini BU IDA punya rencana besar untuk memanfaatkan Alvin, anak RUDI KELOLA, agar IDA bisa menemukan SISIL anaknya. Masalah makin rumit ketika tiba-tiba saja BU IDA sangat baik dan sangat sayang sama ALVIN. ALVIN menjadi anak emas di rumah singgah itu. BU IDA dengan sabar menggali informasi keluarga ALVIN, dengan peuh kasih sayang layaknya seorang anak. ALVI merasa menemukan kehidupan baru bersama MAMAT, JOKO dan BU IDA yang sangat menyayanginya.

Sementara itu MAMAT dan DEWI akhirnya berhasil mengurus perijinan untuk membuat home scolling di rumah MAMAT. Dengan bantuan SILVI temannya DEWI. MAMAT akhirnya dikenalkan sama SILVI, orang yang sudah membantu menguruskan ijin untuk sekolah jalanan. SILVI adalah anak pengusaha kaya, sahabatnya DEWI. MAMAT tidak pernah tau kalau SILVI adalah adik kandungnya, begitu juga sebaliknya SILVI tidak pernah tau kalau MAMAT adalah kakak kandungnya. Niat SILVI tulus, hanya membantu anak-anak. MAMAT juga bilang kalau niatnya hanya ingin membantu anak-anak. SILVI malah menjadikan akan mengurus semua kebutuhan anak-anak, termasuk alat tulis, dan kebutuhan lain. Dari situlah SILVI mulai mengagumi MAMAT, pemuda kampung yang baik hati, SILVI mulai jatuh hati dengan MAMAT. Tapi menyimpannya dalam-dalam. MAMAT pernah mengajak SILVI ke rumahya, untuk melihat lokasi yang akan dijadikan sekolah untuk anak-anak jalanan. SILVI datang ke rumah MAMAT, di sana dia juga ketemu dengan IDA, Ibu Kandungnya, tetapi karena tidak lama, IDA dan SILVI tidak ngobrol lama, hanya saja ketika ketemu SILVI IDA merasakan hal aneh, dia merasa mengenal SILVI tapi kapan? Di mana?

DEWI dan RAHMAT, mereka berdua mengajar, di bantu oleh SANNA, mahasiswi berjilbab, sholehah dan sangat peduli sosial, teman MAMAT dan juga teman DEWI di kampus. Kedekatan MAMAT, DEWI dan SANNA di rumah singgah menimbulkan konflik cinta segitiga berbalut persahabatan. ALVIN, ALAN, JOKO dan DODO juga masih asik dengan kehidupan mereka di jalanan dan semakin dekat dengan BU ALIYAH yang tulus menjaga dan melindungi anak-anak itu.

Suatu hari, datang sekelompok orang mengatasnamakan PT MEGAH KELOLA, yang mengatakan kalau rumah BU IDA akan segera digusur karena surat-surat dan perijinan sudah selesai, dan tanah itu resmi milik PT MEGAH KELOLA sejak dulu. MAMAT dan BU IDA ngotot, tanah itu milik mereka. Saat itu BU IDA di suruh menanda tangani surat pengajuan tuntutan jika memang tanah itu benar miliknya, dan dia harus menyelesaikan masalah ini di pengadilan, duduk bersama kuasa hukum yang di tunjuk oleh RUDI KELOLA sebagai pimpinan PT MEGAH KELOLA. JRENG. RAHMAD dan BU IDA syok karena mereka baru sadar kalau PT MEGAH kelola adalah milik mantan suaminya. RAHMAD dan IDA mengusir orang-orang perusahaan itu. RAHMAD akhirnya mengajak IDA untuk datang ke kantor PT MEGAH KELOLA, untuk memastikan apa benar RUDI KELOLA itu adalah ayahnya? Mantan suami ibunya? Disini IDA sebenarnya menolak, tetapi demi tanah dan rumah miliknya mereka berdua berangkat ke kantor PT MEGAH KELOLA. Dengan perjuangan keras, RAMHAT dan BU IDA bisa menemui RUDI KELOLA. Dan benar, RUDI KELOLA adalah mantan suaminya, ayahnya MAMAT.

Bagaimanakah kisah selanjutnya, apakah ALVIN akan kembali pulang ke rumahya yang megah? Ataukan JOKO akan menemukan IBU-nya yang sudah lama hijrah ke JAKARTA sejak dia masih bayi? Bagaimana dengan BU ALIYAH yang terus berjuang untuk anaknya? Atau bagaimana dengan kisah cinta segitiga MAMAT, DEWI dan SANNA? Siapakah yang akan di pilih MAMAT? Apa yang dilakukan BU IDA untuk menyelamatkan tanah dan rumahnya dari pengusaha yang juga mantan suaminya RUDI KOLELA? Bagaimana dengan nasib ALAN dan IBU-nya yang sakitnya semakin parah? Apa jadinya ketika tau kalau MAMAT adalah saudara kandungnya dan IDA adalah ibuya? Siapa yang akan di bantu SILVI? RUDI ayahnya ataukah BU IDA ibunya? Bagaimana dengan MANDA jika dia tau kalau SILVI sudah menemukan IBU kandungya? Masih banyak pertanyaan lain yang belum bisa temukan jawabnya. Yang jelas, ketika jauh dari sosok Ibu, adakah kerinduan mereka untuk IBU? Saksikan Sinetron RINDU IBU di televisi kesayangan anda.















KARAKTERISASI:


1. ALVIN (11 tahun)

Warga pendatang, anak pengusah kaya raya. Anak baik, pinter main musik. Jiwa sosialnya tinggi, memutuskan kabur dari rumah karena tekanan masalah keluarga. Anak RUDI KELOLA dan BU MANDA. Punya kakak tiri bernama SILVI.

2. JOKO (10 tahun)

Menjadi pengamen sejak kecil, hijrah ke JAKARTA mencari ibunya, dengan modal sebuah foto, itupun foto masa muda ibunya yang cantik. Baik hati, suka iseng tapi jujur. Nggak bisa bohong, selalu apa adanya tapi suka ngecengin orang kalau lagi ngamen dan ga dikasih duit.  


3. ALAN (11 Tahun)

Asli JAKARTA, ASLI betawi yang terpinggirkan oleh pembangunan. Masih sekolah dasar, Ibunya ROMLAH sakit, Bapaknya ALAN sudah meninggal lama. ALAN berjuang untuk bisa cari makan danlanjutin sekolah dengan mengamen. Sangay sayang sama ibunya.

4. DODO (10 tahun)

Anak HAJI SABAR dan HAJAH AMI. Anak pintar, gendut dan lucu. Masih sekolah SD. Jiwa sosialnya tinggi, suka ikut-ikutan ALAN CS ngamen waau dia hidup cukup dan bahagia dengan keluarganya.

5. MAMAT (20 tahun)

Nama aslinya RAHMAT, pemilik rumah singgah yang menampung JOKO dan ALVIN. Baik hati, rajin ibadah. Penyanyang dan penuh perhatian, sosok pejuang muda yang gigih dan pantang menyerah. Santun, dan pandai ilmu silat gaya Betawi walau sebenarnya bukan orang Betawi. Anak kandung RUDI KELOLA dan saudara kandung SILVI, tetapi sejak kecil tidak pernah bertemu dengan AYAH dan Adiknya.

6. DEWI (20 Tahun)

Anak kampus temanya MAMAT. Kost di dekat rumah MAMAT, pendatang dari kalimantan, keluarga kaya tapi penampilannya sederhana. Putih, cantik sedikit manja. Suka sama MAMAT.


7. SANNA (21 tahun)

Gadis muslimah yang baik hati dan tidak sombong, dari jawa timur, pernah di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang. Pandai mengaji dansangat menjaga perilakunya sebagai wanita modern yang tetap berpegang pada ajaran Islam. Suka sama MAMAT.

8. BU IDA (50 Tahun)

Pemilik Rumah Singgah, Janda, ibunya MAMAT, mantan istri RUDI KELOLA. Suka memanfaatkan anak-anak untuk kepentingan pribadinya menyelamatkan rumah miliknya yang mau di gusur oleh pengusaha kaya yang juga mantan suami sendiri RUDI KELOLA. Judes, galak, suka panik dan mudah marah tetapi pada dasarnya adalah orang baik.

9. SILVI (18 tahun)

Cantik, manja, dan suka mengadu. Tidak mau bekerja keras, dan benci sama ALVIN karena adik tiri. Tidak begitu deket dengan Ibu MANDA, ibu tirinya juga. SILVI selalu membanggakan ibunya yang selalu dia rindukan. Suka memanfaatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, BU MANDA dan RUDI KELOLA. Tapi pada dasarnya SILVI anak yang baik.

10. RUDI KOLELA (60 tahun)

Bapaknya ALVIN, RAHMAT dan SILVI. Pengusaha kaya bergerak di bidang properti, suka menyuap pejabat untuk kepentingan usahanya. Licik suka memanfaatkan segala sesuatu untuk mendapatkan keuntungan besar. Mantan suami IDA, menikah lagi dengan MANDA atas paksaan kedua orang tuanya.

11. BU MANDA (50 tahun)

Ibu-nya Alvin. Baik, tetapi tertekan oleh kehidupan keluarganya yang hanya fokus mencari uang. Berusaha untuk selalu sabar, menghadapi SILVI yang manja dan makin nakal saja. Sangat sedih ketika mengetaui ALVIN hilang dan kabur dari rumah. Jiwanya makin tertekan.

12. EDO (21 tahun)

Teman kuliah MAMAT, pacarnya DEWI, putus nyambung nggak jelas karena EDO termasuk cowok protekstif dan temperament. Sangat tidak suka ketika DEWI dekat dengan MAMAT di rumah singgah, walau EDO dan DEWI sudah putus, dia terus menggangu DEWI dan mengajaknya untuk balikan, tapi DEWI nggak pernah mau lagi.

13. BU ALIYAH (50 tahun)

Penjual kopi keliling, sangat miskin, berjuang untuk anaknya yang masih sekolah SMK di kampung. Sangat perhatian dan tulus menyayangi anak-anak jalanan. Tidur dari masjid ke masjid sambil terus jualan kopi.

14. HAJI SABAR

Pemilik waring nasi goreng dan mie goreng SABAR MENANTI. Penyabar dan sangat sayang sama DODO anaknya. Tetapi juga protektif terhadap pergaulan DODO, anak semata wayang dari keluarga itu.

15. HAJAH AMI

Ibunya DODO, istri HAJO SOBAR. Sangat sayang sama DODO, suka memanjakan DODO tepai juga tegas demi kebaikan DODO. Tidak pernah kasih ijin DODO jika ketahuan DODO main sama anak-anak jalanan akan langsung di marahi.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN