twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Selasa, 22 November 2016

SINOPSIS FTV - FEROMON


FEROMON
Penulis: Endik Koeswoyo


Ferona 17 tahun, adalah anak baik-baik, anak pengusaha kaya raya yang penurut. Berbeda dengan Monic dan Rossa, Monic lebih suka bermimpi mendapatkan cowok ganteng, kaya raya biar dia bisa kuliah maklum, Monic lahir darikeluarga kelas bawah. Di sekolah itu yang diincer Monic adalah Mako, paling sempurna sesuai dengan mimpinya.
Rossa butuh cowok yang setia, dia tidak ingin sisa hidupnya menjadi seperti ibunya, sedih ditinggal menikah lagi oleh Papanya. Di sekolah itu tidak ada, pemuda yang diimpikan Rossa. Ferona? Baginya belajar adalah nomer satu, cita-cita dulu, soal cinta itu masalah nanti. Ferona tidak pernah mau pacaran, dia udah janji sama Mama dan Papanya, Ferona boleh pacaran setelah dia lulus kuliah, cumlaude pula. Ferona memegang janji itu.
Ferona,  gadis cantik ini baru saja merayakan ulang tahun yang ke 17. Dia mendapat hadiah sempurna sepanjang hidupnya, sebuah rumah mungil di dekat sekolahnya. Terlalu mewah? Enggak juga, karena jarak rumah Ferona dan sekolahnya selama ini sangat jauh, harus berangkat pagi-pagi buta dengan sopir dan kalau kesiangan sedikit udah kejebak macet, hal itulah yang membuat Papa dan Mama Ferona memberikan hadiah rumah itu. Apalagi keluarga Ferona adalah pengusaha property, tidak sulit mencarikan sebuah rumah untuk anak mereka.
Ferona memberikan kabar bahagia itu ke 2 sahabatnya, Monic dan Rossa, mereka heboh banget, dan memutuskan untuk tinggal bertiga, maklum sejak kelas satu SMA, mereka sudah satu genk. FEROMON adalah nama genk mereka, diambil dari nama Ferona, Rossa dan Monic, begitulah mereka namai genk itu, FEROMON, aroma penuh cinta tanpa cinta, namanya juga anak-anak.
Rossa dan Monic ingin tinggal barengan Ferona, di rumah itu hanya ada sopir yang sekaligus jadi satpam dan sesekali jadi juru masak. Monic dan Rossa beranggapan kalau mereka akan lebih bebas keluar masuk tanpa harus mikirin ijin dari orang tua mereka. Monic dan Rossa siap hidup “bebas” untuk mengejar cinta dan impian mereka.
Hari minggu, mereka heboh pindahan tapi ketika di rumah baru itu, Monic dan Rossa sedikit kecewa. Dia melihat beberapa CCTV di sudut rumah, semua kegiatan mereka terpantau oleh Papa dan Mama Ferona, jamam udah canggih. Ferona yang memang sudah terbiasa menjadi anak yang dibawah pengawasan orang tua tidak mempermasalahkan hal itu, toh CCTV-nya ada di luar rumah semua, tidak ada ruang privasi yang disentuh CCTV. Tetapi siapa saja yang keluar masuk rumah ini pasti akan ketahuan. Ferona menjelaskan, aturan sederhana, tinggal di rumah itu, tidak boleh menerima tamu cowok atau lawan jenis siang, malam, pagi, atau sore, tidak boleh pulang lebih dari jam 8 malam. Dengan malas Monic dan Rossa yang udah terlanjur bawa barang akhirnya nurut.
Sebenarnya Ferona, sejak awal udah didekatin sama Mako, cowok ganteng idaman di sekolah itu, tapi sayang Mako ini terkenal suka gonta-ganti pacar. Namanya Ferona, tidak pernah mau pacaran, Monic yang sebenarnya terobsesi oleh Mako, ganteng, kaya, impian dia bangetlah. Mako jadi sebel banget nggak pernah bisa mendapatkan Ferona. Mako akhirnya mendekati Monic, agar bisa deketin Ferona tujuannya. Monic jadi kegeeran karena perilaku Mako yang makin hari makin perhatian sama Monic.
Masalah makin rumit ketika Monic jadi jarang pulang, dia ikut ke dunia Mako, menemani Makomain-main, futsal, atau sekedar nongkrong dengan anak-anak klub mobilnya. Makin hari, hubungan Monic, Rossa dan Ferona semakin berantakan. Mako bener-bener membutakan Monic, nilai sekolah Monic hancur. Ferona dan Rossa mencoba menyadarkan Monic, tetapi Monic tetep memilih Mako, Bahkan Monic tidak lagi tinggal sama Rossa dan Ferona. Rossa dan Ferona hanya bisa menangis perih ketika sahabat mereka jelas-jelas di ujung tanduk. Waki kelas sudah beberapa kali menegur Monic karena sering telat dan tidak bisa mengerjakan tugas-tugas sekolah. Ferona dan Rossa terus mencoba menyadarkan Monic. Tetapi Monic sudah buta oleh cinta palsunya Mako.
Suatu ketika, Monic hanya bisa menangis sedih ketika Mako tiba-tiba saja memutuskan Monic. Mako tidak pernah mencintai Monic karena sebenarnya Mako itu maunya sama Ferona. Monic syok dan sangat malu. Monic yang kalap karena dipermalukan Mako di halaman sekolah, melempar Mako dengan sepatunya tepat di wajah Mako. Mako yang emosi bersaha membalas mereka adu mulut untuk ada temen-temen yang melerai. Kepala sekolah dan satpam juga ikut melerai. Monic akan di skors akibat perbuatannya sudah memukul Mako. Mako malah meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan Monic. Monic benar-benar putus asa dan malu. Mako terus menuntut saat itu, melempar muka teman sekolah dengan sepatu adalah tindakan kriminal dan harus dikeluarkan dari sekolah. Kepala sekolah setuju, kepala sekolah tidak akan memaafkan tindakan kriminal di sekolah. Mako tertawa senang, tetapi PLAK! Tiba-tiba saja Rossa melempar muka Mako dengan sepatunya. Kepala sekolah dan Mako kaget. Rossa bilang, dia juga harus dikeluarkan dari sekolah ini karena melempar Mako. Kepala sekolah semakin geram, Monic dan Rossa akan di keluarkan dari sekolah. Ferona menangis, dia mencoba membujuk kepala sekolah, tetapi kepala sekolah tidak peduli. Siapapun yang melakukan tindakan criminal harus di keluarkan. Rossa bahagia, dia bilang setidaknya dia tidak satu sekolah dengan cowok nggak punya hari kayak Mako, semua cewek pernah dipacarin, dikibulin dan dibikin patah hati, Rossa lebih bangga bisa lempar sepatu ke muka Mako dari pada sekolah di tempat ini. Kata-kata Rossa yang sederhana tapi dari hati itu memunculkan solodaritas, Plak, Plak, puluhan sepatu melayang ke arah Mako. Satu persatu gadis-gadis sma itu mamu ke depan, berdiri di samping Monic dan Rossa. Mako tidak bisaberbuat banyak selain pasrah. Dia tidak mungkin melawan, karena semua cowok sudah lepas sepatunya siap di lempar ke Mako. Kepala sekolah Syok. Ferona bilang ke kepala sekolah, apa perlu Ferona juga lepas sepatu? Kepala sekolah geleng kepala, cukup, masalah ini urusan guru kesiwaan, bukan urusan dia selalu kepala sekolah. Kepala sekolah akhirnya menyerahkan masalah ini ke guru Bidang ke Siswaan untuk di selesaikan. Ferona, Rossa dan Monic tersenyum haru, mereka pelukan.  Monic janji, dia akan percaya pada apa yang dikatakan kedua sahabatnya. -SEKIAN- 


KETERANGAN
Sinopsis FTV ini belum diproduksi. Jika anda membutuhkan sinopsis untk film layar lebar atau film televisi silahkan menghubungi saya selaku penulis via email: endikkoeswoyo@gmail.com.

   

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN