twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Kamis, 25 Februari 2016

SINOPSIS "Pacar Itu Sementara"


SINOPSIS


Judul: Pacar Itu Sementara
Penulis: Endik Koeswoyo
Genre: Roman Komedi

Sinopsis

Sepasang sahabat, Aldi dan Manar hidupnya tiba-tiba berubah ketika keduanya diputusin oleh pacar mereka masing-masing di hari yang sama.

Aldi dan Manar adalah anak orang kaya, keduanya tinggal di sebuah Apartemen mewah di Jakarta yang sebenarnya Apartemen itu milik Manar. Aldi yang sering malas pulang akhirnya lebih sering tinggal di Apartemen Manar.

Kemanapun mereka selalu bersama, ke kampus, joging, renang, bahkan sampai ke salon-pun mereka ini selalu bersama. Keduanya sudah seperti saudara kandung, maklum keduanya sama-sama anak tunggal.

Aldi punya pacar teman kampusnya, namanya Elly, gadis shopaholic yang sedikit matre. Tapi Aldi selalu bisa memenuhi permintaan Elly yang terkadang nggak penting banget. Aldi selalu yakin pada pendiriannya, suatau saat Elly pasti akan berubah tidak boros lagi.

Suatu hari Aldi menolak membelikan gadget baru karena baru seminggu Elly mendapat hadiah ulang tahun handphone dari Aldi. Elly marah-marah dan mengatakan kalau Aldi nggak pengertian jadi cowok. Akhirnya mereka putus.

Di hari yang sama, Manar ketiduran di mobil tepat di depan salon tempat Alni kekasihnya yang lagi creambath. Karena kecapean habis futsal Manar ketiduran, dan lupa ngasih kabar ke Alni kalau dia sudah menunggu di tempat parkir depan salon. Saat di hubungi Alni, Manar tidak dengar karena handphonenya ada di dalam tas, dan tas itu ada di bagasi belakang mobil. Alni marah-marah, pulang naik taksi dan memutuskan Manar begitu saja, karena menurut Alni, Manar tidak perhatian dan suka ingkar janji.

Manar dan Aldi  tampak menikmati sore di tepi kolam renang, tampang mereka murung. Entah siapa yang memulai keduanya saling cerita kalau habis putus. Bukannya sedih, tapi malah mereka kedua tertawa ngakak, menurut mereka lucu aja bisa diputusin di hari yang sama. Untuk meyakinkan Aldi, Manar mengatakan "Pacar itu sementara" dan Aldi menjawab "Mantan itu Selamanya" kemudian hening.

Perdebatan soal kalimat "Pacar itu Sementara, Mantan itu Selamanya" terbawa hingga malam harinya. Bahkan sampai keesokan harinya di kampus, keduanya masih membahas hal yang sama.

Obrolan itu merembet hingga ke dalam kelas, bahkan anak-anak dikantinpun ikut membicarakan soal statement Manar dan Aldi. Terjadi pro dan kontra.

Hari besoknya, mendengar Manar dan Aldi Jomblo, Rani dan Fiera mendekati kedua cowok itu. Tetapi Manar dan Aldi enggan memberikan respon karena kedua gadis cantik itu terkenal suka gonta-ganti pacar.

Ada hal yang membuat Manar dan Aldi kecewa, ternyata dalam hitungan hari Alni dan Elly sudah punya cowok baru dan dengan pedenya di kenalkan ke Manar dan Aldi. Saking sebelnya, Aldi dan Manar berpura-pura mendekati Alni dan Elly lagi, ngajakin balikan. Alhasil Elly mau balikan lagi sama Aldi, tetapi belum lama balikan Aldi mutusin Alni karena dia dapat cewek baru namanya Santi.

Kasus makin rumit, Elly tidak terima dimainin sama Aldi. Santi kena getahnya, di damprat Elly. Aldi jadi bingung, dia yang semula hanya ingin bales dendam sama Elly malah kena batunya. Santi yang benar-benar jatuh cinta pada Aldi tidak bisa terima begitu saja.

Manar sebagai sahabat Aldi dan juga cukup dekat sebagai sahabat Santi mencoba mencari jalan tengah. Elly tetep nggak terima, mantan pacar Elly juga ikutan mendamprat Aldi yang dianggap mempermainkan Elly yang dicintainya. Masalah makin rumit.

Akhirnya dengan susah payah, Manar berhasil mendamaikan ketiganya. Elly kembali ke Joe pacarnya, Santi akhirnya mau menerima permintaan maaf dari Aldi dan mereka akhirnya menjalin kisah asmara yang serius. Hanya Manar yang masih sendiri, dia masih belum bisa melupakan Alni kakasihnya.

Karena merasa berhutang budi pada Manar, Sinta dan Aldi beberapa kali mengenalkan gadis-gadis cantik pada Manar, tetapi Manar tetap menolak. Baginya Alni adalah gadis yang paling mengerti tentang dia.

Suatu hari Manar bertemu dengan Alni di taman kampus. Manar mengungkapkan isi hatinya "pacar itu sementara, mantan itu selamanya. Bagi Manar, mantan adalah kenangan dan kenangan tak kan pernah hilang... biarkan itu wajar adanya saja. Manar juga sudah merelakan Alni dengan pacar barunya, tetapi bagi manar merelakan bukan berarti bisa melupakan.

Alni terharu oleh kata-kata Manar, Alni meminta maaf. Dan saat itu pula Alni ingin kembali kepada Manar karena kalimat-kalimat ungkapan Manar sungguh membuat hatinya tersentuh. Tetapi lagi-lagi Manar memberikan penjelasan, kalau Alni lebih cocok tetap menjadi mantan, karena mantan akan selalu menjadi mantan, abadi selamanya sebagai mantan.

Manar ingin orang yang baru, orang yang tidak akan meninggalkannya dan dengan orang yang tidak mudah pindah ke lain hati. Alni menyesal meninggalkan Manar.

Akhirnya Manar bertemu dengan Salsa owner disebuah cafe. Salsa adalah gadis baik, cantik dan cerdas, tetapi dia agak pemalu. Salsa masih kuliah, sesekali saja dia ke cafee miliknya untuk mengisi waktu luang. Rupanya perkenalan Manar dan Salsa sudah diatur oleh Aldi dan Santi. Akhir cerita, pada sebuah acara kecil di cafe itu, Aldi mengatakan pada Manar dan Sinta kalau pacar itu sementara, karena dia bisa menjadi mantan atau menjadi istri, tergantung perjuangan perjuangan keduanya. Tergantung niat yang menjalinya. Cinta akan tetap mistis, tanpa bisa ditebak akhir ceritanya.


KETERANGAN
Sinopsis FTV ini belum diproduksi. Jika anda membutuhkan sinopsis untk film layar lebar atau film televisi silahkan menghubungi saya selaku penulis via email: endikkoeswoyo@gmail.com.

SINOPSIS "Terlambat Datang"




SINOPSIS
Judul: Terlambat Datang
Genre: Roman Komedi
Penulis: Endik Koeswoyo

Dikisahkan sekelompok cewek-cewek yang baru saja lulus SMA memasuki bangku kuliah. Mereka adalah Septa, Indah, Ranting dan Melda. Ke empat sahabat ini memilih untuk tetap jomblo sampai mereka lulus kuliah nanti.

Komitment itu sudah mereka sepakati dengan tujuan agar kuliah mereka cepat selesai dan fokus. Setiap hari mereka punya rutinitas yang selalu dilakukan bersama. Sarapan pagi dan makan malam selalu bersama, hukumnya wajib. Sambil makan biasanya mereka bertukar pikiran soal masalah-masalah yang mereka alami seharian.

Setelah makan biasanya mereka juga membuat acara khusus untuk membuat mereka semakin akrab dan semakin menyatu. Biasanya bermain game atau sekedar tebak-tebakan soal pelajaran di kampus mereka.

Jika ada waktu luang mereka juga sering jalan ke mall untuk hunting barang-barang diskon, atau sekedar nonton film dibioskop.

Tetapi kehidupan 4 sekawan ini berubah ketika mereka masing-masing jatuh cinta di kampus baru itu. Pertama Septa yang menyembunyikan kekasihnya dari teman-temannya. Dia sering terlambat pulang ke rumah kontrakan mereka, bahkan beberapa event penting di rumah itu dia lupakan.

Kemudian Indah juga sering terlambat datang ke acara-acara mereka, jarang nyalon bareng, jarang shoping bareng dan jarang makan bareng di meja makan.

Ranting pun demikian, dia yang baru jadian dengan Dido sering menghilang dari kampus tiba-tiba. Melda yang masih jomblo sering sendiri di rumah. Akhirnya Melda menanyakan kesibukan teman-temannya ketika suatu hari mereka makan bersama.

Tetapi tidak ada yang mengakui hal itu. Melda yang tau gelagat teman-temannya akhirnya tidak mau ambil pusing, dia menyibukkan diri dengan mengikuti les piano. Di tempat les musik itu Melda kenal Dido, Dido mendekati Melda, tetapi Melda selalu saja menolak untuk di ajak pacaran oleh Dido.

Suatu hari Melda menemukan Ranting sedang menagis di kamar mandi rumah itu. Ternyata Ranting baru saja diputusin Dido kekasihnya. Melda panik. Kemudian Ranting bercerita soal Dido kekasihnya.  Melda juga bercerita kalau di tempat lesnya ada pemuda bernama Dido, dan ternyata mereka adalah pria yang sama.

Melda melabrak Dido yang dianggapnya hidung belang. Dan ternyata Dido memang punya beberapa pacar di kampus itu. Setelaha di damprat Melda, Dido menghilang dari kampus, melarikan diri entah ke mana, tidak bisa mereka temukan.

Indah lebih parah lagi, dia sering terlambat pulang, selalu saja pulang malam. Bahkan menjelang pagi. Ketika di tanya selalu saja bilangnya belajar di rumah teman. Melda meminta Indah untuk jujur, tetapi tetap saja dia tidak mau jujur kalau sebenarnya dia sering pergi dengan pacarnya.

Hubungan keempatnya mulai merenggang, mereka menutup diri satu sama lain. Ranting lebih sering menyendiri, Melda memilih fokus kuliah dan les piano. Walau serumah mereka seperti orang lain, tidak saling peduli.

Melda beberapa kali melihat Septa di antar pulang pacarnya, Melda bertanya soal hubungan Septa. Septa akhirnya mengakui hubungannya. Melda kecewa karena ternyata Indah juga sudah melanggar komitment untuk menjadi jomblo dan fokus pada kuliah mereka.

Suatu malam mereka semua makan dimeja makan, saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Akhirnya mereka memutuskan untuk merubah komitmen mereka, boleh pacaran asal tidak menggangu kuliah. Boleh punya pacar asal tidak mengganggu persahabatan dan harus selalu bisa saling menjaga.

Melda dan Ranting yang Jomblo lebih sering berbagi, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membuka hati.

Melda akhirnya jadian dengan Rimba, teman les pianonya. Mereka merasa cocok karena sama-sama menyukai musik.

Ranting menerima cinta Danang, teman kuliahnya yang punya usaha sebuah restoran menengah. Diakhir cerita, mereka semua bertemu pada acara ulang Ranting di Restoran Danang. Masing-masing mengenalkan pasangan mereka. Melda dan Rimba yang datang terlambat dihukum untuk mengisi acara dengan duet piano keduanya.

Saat itu datang Dido, yang menyatakan penyesalannya meninggalkan Ranting, tetapi Ranting dan teman-temannya tetap menolak Dido karena Dido adalah play kampus. Bagaimana kisah selanjutnya? Selamat menunggu... 


KETERANGAN
Sinopsis FTV ini belum diproduksi. Jika anda membutuhkan sinopsis untk film layar lebar atau film televisi silahkan menghubungi saya selaku penulis via email: endikkoeswoyo@gmail.com.

Aku Kamu dan Dia


Aku Kamu dan Dia
Oleh: Endik Koeswoyo

Ya…aku sadar diriku memang tidak yang seperti engkau inginkan. Tapi ketahauilah bahwa aku juga masih punya perasaan. Aku juga sama dengan lelaki lainnya, ingin di hargai, ingin di sayang walau aku aku terkadang belum bisa mencurahkan kasih sayang, atau karena rasa sayang yang aku berikan tidak kau rasakan dengan tulus?
Dalam diri manusia ternyata tersimpan dua kekuatan besar! Kekuatan itu berupa pikiran positive dan pikiran negative. Pikiran positive adalah kekuatan yang mengarahkan kita kepada hal-hal positive, kita akan berprasangka baik, berbuat baik dan menjadi lebih baik lagi. Sementara pikiran negative akan mengarahkan kita kepada tindakan-tindakan negative, berpikiran negative, perilaku negative dan tentunya menjadi negative. Sebenarnya kita bisa menentukan pikiran mana yang akan menjadi kekuatan terkuat dalam otak kita!
Dan…
Sejak aku membaca sms itu, pikiran negative menjalar tanpa henti di otakku, terus merajuk, menusuk hingga ketulang sumsumku yang paling kecil.
“Sejak pertemuan kita yang pertama dulu, mas sudah mearsakan ada getar-getar yang tidak bisa mas sembunyikan…” (Ah itu rayuan gombal semasa aku masi duduk di bangku kelas 5 SD)
“Mas ingin Tyas menjadi istri mas…..”
“Kita bukan Mukrim, kita masih boleh menikah secara agama…” (Tolol sekali! Dia itu adik tirimu! Jangan gunakan agama demi kepentingan nafsumu Bung!) gumanku dalam hati.
“Mungkin Allah telah memberikan jawaban atas doa-doa Mas selama ini dengan mengirimkan kamu….” (Seharusnya kamu berdoa dan mengoreksi diri kenapa istrimu meninggalkanmu dan anakmu yang masih kecil itu! Bukan berpikir untuk menikahi gadis yang adalah adikmu)
“Ini tentang masa depan…sebaiknya kamu bicarakan dengan Ibu…” (Goblok! Ibu mana yang mengijinkan anak gadisnya di persunting kakak tiri yang statusnya masih punya istri dan punya anak?)
Sederet rayuan itu membuat jiwaku berontak! Apalagi semenjak beberapa bulan lalu, ketika ibumu menikah lagi, aku tidak pernah di ijinkan untuk datang krumahmu! Aku tidak lagi dianggap dan aku dianggap tidak tidak ada! Dan aku bersabar, berusaha mengerti semua keadaan yang terkadi. Muntab –Kata orang jawa-. Aku benar-benar tidak bisa menerima. Pikiran negative benar-benar merasuk. Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak bisa mengubah paradigma negative itu untuk menjadi positif sedikitpun. Belum lagi pikiranku tentang pekerjaan membuat aku menjadi begitu limbung! Dan aku melupakan semua, karena aku tidak ingin di kuasi pikiran negative itu. Kuhapus pelan-pelan, detik demi detik, menit demi menit dan pudar sudah pikiran itu sebelum seminggu. Ok. Mungkin dia adalah pria normal sepertiku, walau seharusnya, sebagai seorang Dosen cara pandang dan pemikirannya akan jauh berbeda dengan seniman sepertiku. Ok! Ok! Hapus! Hapus! Hapus! Pikiran negative itu aku hapus.
Hari minggu, pikiranku gelisah! Aku tau kamu sekaang sedang berbincang dengannya di ruang tamu, di dapur atau di teras seperti apa yang dulu sering kita lakukan ketika aku berada di rumahmu. Aku tau kamu membuatkan dia secangkir kopi! Anjing! Aku di sini menunggu dengan gelisah!
Pukul 4 Sore, masih di hari Minggu yang sama aku mandi, bersiap menjemputmu seprti biasa di halte Trans Jogja. 5:30 kamu belum muncul, 18:00 belum ada kabar, HP mati tidak bisa di hubungi.
“Kenapa kamu ndak pinjang HP orang yang duduk di bangku sebelahmu? Bangku belakang? Depan? Samping? Masak satu Bus ga ada yang punya HP?” gumanku gelisah saat itu.
Pukul 19:00 tidak ada jawaban ketika aku telpon ke Ibu di Kebumen. Tidak di angkat! Aku sms tidak di bales! Kulanjutkan menunggu untuk kesekian lamanya, di antara gerimis dan gelisah yang semakin menjadi-jadi. 20:12 panggilan masuk.
“Pi Jemput di apotek!” hanya kata itu yang aku ingat.
Darahku mendidih! Perih! Mengalir kesegala penjuru nadi-nadi ini. Kupacu motor tua kesayanganku dengan kecepatan tinggi walau mesin-mesinnnya sudah merintih menahan panas yang menjalar hingga ke ubun-ubunku juga. Aku diam, penantianku berjam-jam dalam kcemasan itu kamu baar dengan senyum manismu di balik baju terusan seksi tanpa lengan berwarna pink yang kau beli bersamaku dulu.
Aku diam tidak bicara!
“Pi…nanti aku certain!” kamu berucap tanpa ada rasa bersalah.
“Naik!” hardiku ketus.
Tidak ada pembicaraan. Aku marah sekali. Sesaat kemudian kita sudah sampai di depan kost. Setelah kamu turun aku langsung pergi. Tanpa pamit!
“Papi maaf! Kamu marah ya?” sebaik kalimat itu aku baca dengan penuh emosi.
“Kamu dengan pakain seksi serperti berdua satu mobil dengan Mas Edi?” balasku singkat.
“Maaf, Maaf, Maaf, Maaf!” entah berapa kali kata itu terucap. Tapi aku mengatakan TIDAK!
“Kalau semua demi Ibumu kenapa kamu tidak turun di tengah jalan lalu naik bus saja?”
Dia pria yang katanya sudah 2 tahun di tinggal istrinya, dia punya nafsu? Dia manusia biasa! Kalau setan menutup hatinya? Dia memperkosamu? Dia merabamu? Ah…lagi-lagi pikiran negative itu menjadi raja dalam otakku. Betapa tidak, jarak tempuh 3 jam bukanlah waktu yang singkat. Kalin bicara apa saja di dalam mobil? Kalian ngapain aja? Rayuannya pastilah mampu meluluhkan hatimu.
Berhari hari aku tidak menyapamu! Tidak brbicara denganmu! Aku kecewa setengah matai bahkan kcewaku sudah pada level 97 3 point lagi game over. Beberapa hari kemudian, aku berusaha membuang semua itu, karena aku sayang sama kamu.
Tapi kamu berubah! Sifatmu, perilakumu, dan cara bicaramu ke aku semua berubah! Kasih sayangmu, senyummu! Semua berubah. Sayang aku tau itu. Hampir setiap saat kamu sms-an sama dia. Aku tau. Aku diam bukan berarti aku buta. Aku tau. Hingga pada satu titik aku mengirim pesan; “aku tidak suka kamu sms-an sama Edi” tidak ada respon, karena kamu sedang berdua denganya? Tumben kamu pulang terus beberapa hari ini? Ada apa?
Tidak ada yang aneh! Aku menjadi labil dan sering kali hanya mampu menatapmu dengan pandangan kosong. Aku semakin kecewa. Kubuka ponsel kecil milikmu, aku membaca semua sms yang ada.
Nera: “Love You To… besok libur kie, piy jeng?”
Nera1: “Kok udah of? Mas juga udah of neh…met bobok ya.”
Aku diam.
Beberapa hari kemudian.
Kembali aku baca sms- di ponselmu.
Rika: “Kabar baik, kamu lagi di mana?”
Rika1: “Kabar Mas Baik. Lagi sama Bapak sama Ibu. Tyas sudah makan?”
Anjing! Anjing! Anjing! Tega nian kau membodohiku? Tega nian kau membohongiku? Aku sepeti menjadi orang paling goblok di dunia ini. Dan terimakasih kamu tidak sms-an sama Mas Edi lagi, terimkasih sekali sayang! Walau kamu menipuku dngan cara tolol! Mengganti namanya bgitu saja? Hahahhahaha….Jika cinta sudah tidak bisa di bina! Sabaiknya di-binasakan saja! Kenapa kamu repot-repot harus berdusta? Dan menjadikan aku sebagai pria yang tolol seperti itu?
Tadi malam…
“Pi beliin baju Melati Untuk Marvel!”
AKu diam, memandangmu dengan senyum kecut. Dan hatiku berkata, maaf ya sayang aku tidak punya uang saat ini. Aku tulus mengatakan itu, tapi dalam hati.
Sesaat kemudian, “Pi Harga laptop berapa ya?”
Lagi-lagi aku hanya menunduk lesu, aku belum bisa membelikan itu sayang, kamu sabar ya. Aku tidak menyesal dan tidak pernah menyesal kenapa aku harus terlahir miskin! Allah Maha Adil. Selalu ada hikmah di balik sebuah kisah kehidupan.
Sesaat kemudian, “Aku mau belajar nyetir mobil ah!”
“Memang punya mobil?” tanyaku singkat.
“Enggak!” kamu menjawab tanpa menatapku.
Aku tau sayang, yang punya Mobil Mas Edy, kakak tirimu yang mengajakmu menikah seminggu yang lalu. Kalau kamu minta dia mengajarimu nyetir mobil pasti dengan senang hati dia akan mengajarimu. Silahkan! Tapi ‘kok yo kebangeten’! Aku juga masih punya perasaan sama seperti dirimu……..(Aku hanya bisa melantunkan bait singkat lagunya Hamdan ATT)…Hari ini kamu pulang, dan lagi kamu akan bertemu dengannya. Dan lagi kamu akan berndandan paling cantik dan membuatkannya kopi dan lagi kamu akan berbicara dengannya di teras, meja makan dapur ruang tengah dan ruang tamu. Besok pagi, aku yakin kamu akan pagi-pagi di ajak Sholat berjamaah dan sebelumnya kamu telah menyeduhkan kopi untuknya. Aku? Sudah lebih setahun tidak pernah kau buatkan secangkir kopi di pagi hari….Tapi selalu ingat ucapanku ‘Jika engkau ingin aku mencintaimu, cintailah aku! Jika kamu ingin aku menyayangimu sayangilah aku! Jika engkau menyakitiku maka aku …
Catatan: Cerpen ini hanyalah kisah fistif belaka, jika ada nama, tempat dan kejadian yang kebetulan sama itu hanya sebuah kebetulan belaka.

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN