twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Kamis, 19 Maret 2015

Press Release Film Gelas-Gelas Kaca

Press Release Film Gelas-Gelas Kaca




Satu gebrakan untuk film Indonesia dimana masa kejayaan film-film drama mulai sepi dengan munculnya film-film penjual mimpi dan ketakutan belaka. Serta di mana film bertemakan anak-anak mulai jarang beredar. Untuk itulah Bintang Sinema Indonesia mengangkat sebuah film bertajuk GELAS-GELAS KACA yang transpirasi oleh lagu dengan judul yang sama ciptaan Alm. Rinto Harahap yang dinyanyikan oleh Nia Daniati.

“Kami mencoba memberikan warna baru dalam dunia perfilman Indonesia, dengan menggandeng sutradara muda Ben Nugraha serta penulis skenario Endik Koeswoyo, harapannya sederhana, biar template film Indonesia punya warna baru di tangan anak-anak muda, mereka harus kita berikan kepercayaan untuk membuat sebuah film,” ujar Doddy Suhendar selaku produser film Gelas-Gelas Kaca.

Menurut Endik Koeswoyo, selama proses penulisan skenario, dia berusaha menerjemahkan lagu yang dinyanyikan Nia Daniati itu dalam dimensi anak-anak Indonesia agar bisa tertanam nilai kebaikan yang bisa diambil setelah menontonnya. “Gelas-Gelas Kaca mengisahkan sosok Amelia yang sejak usia 6 tahun sudah dipaksa tinggal dipanti asuhan, karena Ayah dan Bundanya meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan, Amelia memiliki harapan untuk mendapatkan orang tua asuh, tetapi karena kakinya cacat, Amelia tidak pernah mendapatkan orang tua asuh, sampai dia besar, kuliah dan lulus Fakultas Kedokteran,” sambung Endik Koeswoyo yang sudah menulis 4 skenario Film Layar lebar dan puluhan judul FTV ini.

Nia Daniati menambahkan, “Pada intinya, film Gelas-gelas kaca ini adalah representasi kerinduan seorang anak yang jauh dari kasih sayang orangtuanya. Tentang harapan serta bagaimana perjuangan anak meraih harapannya itu. Dan pastinya untuk mengawali proses produksinya kita juga sudah minta izin kepada pihak keluarga almarhum dan sudah melakukan ziarah ke makam Bang Rinto dan meminta izin beliau agar semuanya bisa berjalan lancar.” Nia Daniati akan ikut bermain dalam film ini, dia memerankan sosok wanita pemilik panti asuhan putri itu. Selain Nia Daniati, ada juga Cindy Claudia Harahap yang juga akan bermain dalam film ini.

Cindy Claudia Harahap mewakili pihak keluarga almarhum Rinto Harahap mengaku sangat terharu saat karya yang dihasilkan sang ayah bisa diangkat dalam sebuah layar bioskop. Cindy juga menjelaskan bahwa ide pembuatan film ini sebenarnya juga jadi cita-cita sang ayah selama beliau masih hidup, namun sebelum semuanya bisa teralisasi sang ayah telah dipanggil menghadap Tuhan. “Jujur saya sebagai anak almarhum sangat terharu akhirnya cita-cita beliau untuk bikin film dari karya beliau bisa terwujud meski ayah kini sudah enggak ada. Yang bikin kami sekeluarga bangga adalah film ini ternyata akan bercerita tentang kondisi perjuangan anak yatim piatu yang mencoba mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang yang hanya bisa mereka lihat dari balik kaca saja. Kami bersyukur film ini berusaha menanamkan nilai positif bagi perkembangan anak di Indonesia. Semoga ke depan semua dilancarkan,” kata Cindy Claudia Harahap.

Sementara itu, Pak Ong Wee selaku produser eksekutif film Gelas-Gelas Kaca mengatakan kalau dia sudah lama ingin membuat film ini karena anaknya yang masih usia 8 tahun sangat menyukai lagu ini. Selain Nia Daniati, Cindy Claudia Harahap, Non Dhera Idol, dan beberapa artis papan atas lainnya, film ini juga dibintangi oleh para pendatang baru dari kota Bandung.


SINOPSIS FILM GELAS-GELAS KACA

Sejak kecil, ketika usianya 6 tahun Amelia sudah tinggal di panti asuhan. Paman dan Bibinya tidak mau rawat Amelia yang cacat. Amelia sebenarnya terlahir cantik sempurna, tetapi karena kakinya yang cacat, dia tidak pernah mendapatkan orang tua asuh. Semua calon orang tua asuh pasti langsung jatuh hati melihat kecantikan dan kepintaran Amelia waktu kecil, tetapi ketika melihat Amelia kakinya pincang, semua pati tidak jadi mengadopsinya.

Kini Amelia sudah berusaia 26 tahun, dia sudah lulus kuliah dan sudah menjadi sarjana kedokteran. Amelia masih tetap tinggal di panti asuhan, dia menjadi inspirasi bagi adik-adiknya di panti asuhan, Amelia adalah anak yatim piatu yang berjuang keras untuk kuliah dan menjadi dokter. Amelia kecil pernah punya harapan besar untuk mendapatkan orang tua asuh, tetapi harapan itu sirna seiring berjalannya waktu, setelah harapan mendapatkan orang tua asuh sirna, muncul harapan baru, yaitu menjadi dokter agar bisa menyembuhkan orang, terutama yang cacat seperti dirinya. Menurut Amelia, “Keluarga adalah cinta sebenarnya,” bagaimanakah kisah selanjutnya? Saksikan dalam film Gelas-Gelas Kaca di Bioskop kesayangan anda.

Lampiran Foto:

















Minggu, 08 Maret 2015

Kisah Tukang Becak Dari Kota Malang

Pagi ini saya mendapat kiriman dari seorang teman tentang kisah nyata sorang tukang becak dari Dinoyo Malang. Entah siapa yang menulis kisah ini pertama kali, karena cerita ini sudah beberapa kali saya terima. Sungguh kisah yang luar biasa inspiratif.... saya posting di Blog ini agar bisa dibaca dan mudah-mudahan menginspirasi. Untuk penulis kisahnya, tulisan anda ini telah menjadi amal yang tidak pernah terputuskan karena sudah menyebar di medi sosial dan media internet. Akan terus menjadi amal "anda" selama-lamanya, yang telah membuat tulisan ini untuk pertama kalinya.... 


Begini Kisahnya......


::reshare::
KISAH NYATA :



Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim). Setiap hari Jum'at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh. Suatu kali, pada hari Jum'at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya. Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang : "Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki.." "(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..)."

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih. Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum'at lalu. Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum'at lalu, untuk tarif becaknya. Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang "Insyaallah.. Kulo ikhlas pak..Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang." "(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak.. Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..)." Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali "Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!" Tukang becak itu pun menjawab "Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum'at kula shodaqoh ngeten niki.." "(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum'at saya bershodaqoh dengan cara ini..)" "Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum'at saja..!?" Tanya si penumpang memastikan. "Nggeh, Pak" "Rumah bapak dimana?" Tanya penumpang penasaran.. "Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank.." "(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)"

Hari pun berlalu, dan di hari Jum'at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu. Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya. Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena. Hatinya tergetar...batinnya menangis.. Betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya. Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan.. Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian. "Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum'at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?" "(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum'at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?) "Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya. Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu.."


==============
Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang  membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.
==============
Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini
SEMOGA BERMANFA'AT

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN