twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 20 Februari 2015

Lirik Lagu - Lambaran Tresno

Sumilire angin nglangut ing wayah wengi,
Nyuwun tulung bisikono kekasih sing tak sayangi..
Aku ning kene kangen lan sepi setyo ngenteni..

Suminare lintang lintang lan bulan dadari,
Padhangno angen-angene supoyo eling aku..
Kukuh pengertenmu tansah setyo ngugemi janji..

reff:
Senadyan ra kumpul atiku tetep tresno,
Wektu lan kahanan dudu’ alangan tresno..
Pisah sing dilakoni kabeh mung kanggo tresno,
Lungamu ninggal aku lambaran roso tresno..

Ora ono panyuwunku marang gusti,
Kejobo sliramu enggalo bali..

Suminare lintang lintang lan bulan dadari,
Padhangno angen-angene supoyo eling aku..
Kukuh pengertenmu tansah setyo ngugemi janji..

reff:
Senadyan ra kumpul atiku tetep tresno,
Wektu lan kahanan dudu’ alangan tresno..
Pisah sing dilakoni kabeh mung kanggo tresno,
Lungamu ninggal aku lambaran roso tresno..

Ora ono panyuwunku marang gusti,

Kejobo sliramu enggalo bali..

Kamis, 19 Februari 2015

Lirik Lagu Lintang Nduwur Kutho - Eny Sagita


Koyo lagi wingi, Bebarengan nrabas wengi,
Seperti baru kemarin, bersama nenembus malam

Gandhengan tanganmu, Esemu nggeter ati..
Kupegang tanganmu, senyummu menggetarkan hati

Naliko sirahku, Sumendhe ono bahumu,
Ketika kepalaku, menyandar di bahumu

Wangine tresnamu, Ora kroso nggubet ati..
Harumnya cintamu, tidak terasa melilit hati

Wong ayu atiku ketarik, Lintange melu lirak lirik,
Orang cantik, hatiku tertarik, bintangnya ikut melirik

Wong ayu ojo njiwat njiwit, Lintange melu mobat mabit..
Orang cantik, jangan cubat-cubit, bintanya ikut gerak-gerak tak tentu arah

Nadyan mung sak ketip, Atiku mbok olak alik,
Walau hanya satu kedipan, hatiku kau bolak-balik

Lan kenangan kuwi, Soyo pengen tak baleni..
Dan kenangan itu, semakin ingin aku ulangi

Lintang nduwur kutho, Gencar gencar nggugah crito,
Bintang di atas kota, berpicar indah mengingatkan kisah

Sliramu ning kono, Opo kangen iki kroso..
Dirimu yang di sana, apa kangenku ini kamu rasa

Lintang pating glebyar, Dadaku soyo gumeser,
Bintang berpijar indah, dadaku semakin bergetar

Drijiku drijimu, ngenem crito..
Jariku jarimu, menyimpan kisah

Umpomo sliramu, Saiki ono sandhingku
Seandainya dirimu, sekarang ada di sampingku

Tak elus pipimu, tak enggo sangu ngimpi..
Ku usap pipimu, buat belak nanti di dala mimpi

Jumat, 13 Februari 2015

Sahabat 7 Manusia Harimau


Salam Dekke Aum.. Aum....

Saya adalah salah satu penggemar Sinetron 7 Manusia Harimau.....
Mari kita berdikusi disini, silahkan memberikan ide, masukan, kritikan, saran atau apapun namanya.
Silahkan tuliskan saja di komentar.

Genre :       Drama, Legenda, Laga
Pembuat :   SinemArt
Penulis :     Imam Tantowi, dilanjutkan oleh Yanti Puspitasari

Sutradara : Karsono Hadi
Durasi:      105 Menit
NOTE: Saya hanya penggemar, tida mewakili instansi manapun atau pihak manapun. 

Disini kita hanya seru-seruan, biar saling kenal satu sama lain, biar bisa memberikan masukan terbaik untuk para Sahabat 7 Manusia Harimau yang menyukai tayangan ini.

Salam Dekke Aum Aum...
7 Manusia Harimau adalah sinetron produksi SinemArt yang ditayangkan RCTI. Sinetron ini diangkat dari serial novel Tujuh Manusia Harimau karya Motinggo Boesje. Pada tahun 1986, jilid pertama dari novel tersebut telah diadaptasi menjadi film 7 Manusia Harimau.
Sinetron ini ditayangkan RCTI setiap hari pukul 21:00 - 22:45 WIB.

PemeranPeran
Samuel ZylgwynGumara Peto Alam
Ochi RosdianaPitaloka
Syahnaz SadiqahKarina
Boy HamzahHumbalang
Ammar ZoniRajo Langit
Adjie PangestuLebai Karat
Willy DozanHarimau Tunggal
Sigit HardadiPutih Kelabu
Juan ChristianLimbubu
Amoroso KatamsiJamhur (kepala sekolah)
Ranty MariaRatna
Leon DozanArsya
Ichal MuhammadRifai Paliki
Alifian PutraMedi
Aura Nabilla IzzathiFarah
Wina ZulfianaPuyang Tunggal
Shaheila GianettiLolita
Meriam BellinaRatu Hangcinda
Aldisar SyafarYunus
Ratu Dewi ImasyRatih
Connie SutedjaNeneknya Gumara
Chandra SundawaBadrul
Cut MeyriskaPutri Semidang Rindu
Wike AfiyantiTudung Merah
Mayang WulandariFina
Vera DettyIbunya Medi
Joseph HuganKi Rotan


Berikut ini beberapa perbedaannya dengan novel Tujuh Manusia Harimau dan film 7 Manusia Harimau:
  • Latar yang digunakan dalam cerita sinetron ini adalah Bengkulu.
  • Ada beberapa tokoh utama yang namanya diubah untuk penyesuaian yang bertujuan untuk unsur estetika, misalnya Harwati diganti dengan Karina, Lading Ganda diubah menjadi Rajo Langit, dan beberapa penamaan tokoh lainnya.
  • Istilah dan bahasa yang digunakan di sinetron diselipkan kosakata dan dialek dari bahasa daerah yang lazim digunakan di daerah-daerah Bengkulu seperti yang biasa digunakan penutur bahasa Melayu Tengah dan bahasa Rejang.
  • Inyik dijadikan istilah untuk menyebutkan harimau jadi-jadian. Istilah ini tidak ditemukan pada versi novel dan film.
  • Kitab Tujuh menggunakan aksara Kaganga yang merupakan aksara khas suku Rejang.
  • Kisah dalam versi sinetron memiliki kesamaan dengan legenda tentang suku Rejang yang memang dilegendakan bahwa leluhurnya adalah kaum harimau jadi-jadian. Kisah yang disuguhkan juga memiliki kesamaan dengan sejarah konflik suku Rejang dengan suku-suku bangsa terdekat lainnya. Legenda ini masih dipercaya dan nyata sesuai dengan sejarah yang ada di kalangan suku Rejang dan suku Serawai.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/7_Manusia_Harimau_(sinetron)

Selasa, 10 Februari 2015

Mengenal Rajo Langit dalam Sinetron 7 Manusia Harimau


Mengenal Rajo Langit dalam Sinetron 7 Manusia Harimau




Rajo Langit, umurnya 25 tahun lahir pada tanggal 7 Bulan 7 tahun 1990 di kaki Gunung Kerinci, Ayahnya bernama Datuk Talenggang Langit, ibunya masih misterius sampai pada episo 113 karena ternyata Uni Saidah yang diangganya selama ini adaah ibunya ternyata bukan, Uni Saidah adalah ibu tirinya, istri ke dua dari Datuk Talenggang Langit.  Dalam kitab Tunggal dituliskan silsilah kelurga 7 manusia harimau, tetapi dalam silsilah Rajo Langit, nama ibunya di kosongi. Ada apa sebenarnya? Hanya pembuat ceritalah yang tau mengenai apa dan siapa sebenarnya Ibunya Rajo Langit ini.  Tetapi nama sebenarnya Ibu Rajo Langit adalah... Aum Aum.. kita tunggu episide selanjutnya saja...
Rajo Langit dalam novel sebenarnya bernama Lading Ganda.  Rajo Langit atau Lading Ganda adalah seorang pria keturunan Minang dia tidak lahir di Kumayan, hanya saja ayahnya orang Kumayan asli yang menikah dengan dengan salah satu anak pembesar di Muara Labuh Solok. . Adapun karakter yang dimilikinya sangat sombong, angkuh, pemarah, labil, suka mengirimkan teluh, sembrono, tidak sabaran, sangat percaya diri, dan tamak akan harta. Namun di balik semua sifat buruknya itu ia memiki rasa kasih sayang yang sangat besar kepada orang-orang yang dicintainya terutama kepada Pina adiknya, dan Ratna gadis yang pernah mau diperkosanya. Ketika suatu hari dia hendak menodai Ratna dia malah jatuh cinta dengan gadis ayu itu.
Pada awal cerita, sama seperti halnya Humbalang, Raja Langit telah mengetahui maksud kedatangan Gumara ke Desa Kumayan. Berkali-kali ia berusaha membujuk Gumara untuk bergabung dengan perguruan silatnya. Bahkan Rajo Langit sengaja membuat Gumara terjebak dalam sebuah kasus pembunuhan salah seorang warga sehingga Gumara dijebloskan ke dalam penjara. Lantas setelah itu Rajo Langit hadir ke hadapan Gumara bak seorang pahlawan yang membebaskannya dari penjara dengan tujuan agar Gumara bersedia menjadi muridnya. Namun Gumara menolaknya secara halus. Akan tetapi Raja Langit merasa sakit hati atas penolakan itu. Di saat Datuk Lebai Karat secara resmi menyatakan bahwa Gumara adalah keturunannya yang juga harimau ketujuh yang telah lama mereka nantikan, Rajo Langit sengaja menyebarkan isu bahwa Gumara adalah anak haram hasil pemerkosaan yang dilakukan Gumilang (Datuk Lebai Karat) terhadap Ratih. Alhasil Gumara merasa sakit hati kepada Datuk Lebai Karat dan menjadi sering berburuk sangka kepadanya.
Perubahan sikap Rajo Langit dari jahat menjadi baik karena perseteruannya dengan Gumara, Gumara yang selalu dituduh dan disalahkan Rajo Langit malah berbuat sebaiknya. Gumara tak pernah menaruh dendam pada Rajo Langit bahkan Gumara menjadi sahabat terbaik Rajo Langit. Suatu ketika Rajo Langit pernah mendapatkan ilmu 6 inyit sekaligus yang masuk ke dalam tubuhnya karena ketidak sabaran Lebai Karat dan Limbubu. Kisah ini bermula ketika Lebai Karat meminjamkan ilmu inyitnya pada Rajo Langit demi menyelamatkan Karina putrinya. Tetapi karena Bulan Purnama belum muncul, dan Lebai Karat memaksa meminta ilmu inyitnya, satu keanehan terjadi, semua ilmu inyit masuk ke Tubuh Rajo Langit kecuali Gumara. Sejak itulah persahabatan Rajo Langit dan Gumara semakin dekat. Bahkan Rajo dan Gumara pergi ke Jakarta berdua untuk menjemput Ratna dan Pitaloka.
Rajo Langit, walau temperament dia mempunya jiwa humur yang tinggi dan sangat mencintai Ratna, bahkan untuk menyentuh Ratnapun dia tak berani. Semua emosinya mereda ketika Ratna bicara padanya. Tetapi sayang,  Andung Baya neneknya Ratna tak pernah merestui Hubungan Ratna dan Rajo Langit, alasannya ada beberapa hal, pertama karena Rajo Langit adalah dukum hitam yang jahat, kedua karena Rajo Langit pernah mau memperkosa Ratna dan yang ketika ada sebuah Alasan besar yang berhubungan dengan Ratna dan Datuk Mariba Baya Bapak dan Masna Ibunya Ratna. Hal ini tak pernah di ungkap Andung Baya, Andung Baya sangat membenci Rajo Langit, karena pada dasarnya Rajo Langitlah yang membuat Andung Baya sengsara dan hidup miskin di Kumayan. Apakah Rahasia itu? Saksikan terus kisah 7 Manusia Harimau.


CERPEN Endik Koeswoyo "Bukan Siti Tapi Nurbaya"


CERPEN
          
Bukan Siti Tapi Nurbaya 

Oleh: Endik Koeswoyo 




       Namanya Nurbaya, tetapi lebih sering dipanggil Siti. Ya, Nurbaya itu gadis cantik dengan kulit putih kekuningan, pas tidak terlalu putih, tidak juga terlalu coklat sawo busuk.

      Nurbaya masih duduk di bangku kelas 3 sma, dibilang paling cantik juga enggak, wajahnya pas-pasan, not perfect but limited. Gimana ga limited orang kesukaannya melamun dibawah pohon sawo belakang sekolah, rambutnya yang ngombak bako, panjang tergerai hingga bawah bahunya. Kalau Nurbaya lagi galau, dia suka menyendiri dibawah pohon sawo, rambutnya dibiarkan tergerai. Alamak, lebih mirip kuntilanak ketimbang gadis sma.

        Nurbaya anak biasa, tetapi dia naksir cowok super kece, cowok paling diidolakan satu kecamatan, 7 kelurahan 165 RT, si cowok ini bernama Samsul. Cowok ganteng, tajir, baik, sholeh, ngajinya bagus, kalau baca Alquran,  Ustad Yusuf Mansur saja kalah bagus tartilnya sama Si Samsul. Namanya Samsul ini nggak pernah ketinggalan sholat, bukan cuman 5 waktu, bagi Samsul sholat wajib itu ada 7 waktu, kok bisa? Jangan-jangan aliran sesat? Enggak kok, dia Islam beneran, Isya' Dzuhur, Ashar, Magrib, Subuh, tambah 2 lagi, tahajud dan Duha. Tuhkan? Jadilah 7 waktu.

        Kalau ada cowok ganteng, tajir, baik, pinter, dan sholatnya 7 waktu, wanita manapun pasti termehek-mehek, jangankan Nurbaya, kalau saja Bu Ani lihat Samsul, pastilah Pak Beye bakal digugay cerai.

           Pokoknya dari abege paling bahenol, anak sd, smp, sampe Mbah Mijah penjual jamu gendong, semua naksir sama Samsul. Gimana nggak naksir Samsul ini prinsipnya satu, 'dahulukan kepentingan orang lain' cowok idaman banget. Dia rela jalan kaki saat mobil BMW jemputannya penuh sesak oleh temen-temen sekolahnya yang mau nebeng pulang. Gimana ga baik ketika uang jajannya ludes oleh temen-temennya yang minta traktir dan alhasil Samsul sendiri nggak jadi jajan di kantin.

        Pun demikian dengan Nurbaya, udah sejak kelas satu dulu dia naksir berat, lebih berat dari Bu Minuk, guru Fisikanya yang kena obesitas itu, pokoknya naksir auper beratlah Nurbaya sama Samsul.

       Nurbaya sudah sering mengirimkan  surat cinta untuk Samsul, menurut catatan di buku harian milik Nurbaya, Nurbaya sudah kirim sebanyak 753 kali, mungkin dia sudah masuk rekor muri kalau sampai ketahuan Pak Jayasuprana.  Rekor seorang gadis yang mengirimkan surat terbanyak pada seorang cowok. Tapi sayang, tak satupun suratnya terbalas.

        Selidik punya selidik, kenapa 753 surat Nurbaya tidak terbalas itu karena semua surat itu tidak dikasih nama pengirimnya alis surat bodong tanpa nama dan tanpa alamat pengirim. Kemana Samsul akan mebalasa kalau begitu?

        Tapi begitulah cinta, ketika rasa cinta sudah bersemayam dihati, yang ada adalah rasa takut dan rasa malu untuk bicara. Dan hari ini, dibawah pohon sawo dibelakang sekolah, Nurbaya menulia suratnya yang ke 754 buat samsul. Kali ini Nurbaya menuliskan namanya di bawah surat itu. Begini bunyi surat Nurbaya.

      "Dear Samsul... Adakah setitik tempat dihatimu untuk aku? Untuk aku bertemu denganmu lewat mimpi-mimpiku, setitik saja aku minta tempat, takperlu kau ukir namaku di hatimu, cukup kau ingat saja bahwa aku ada dan aku pernah ada... Wahai Samsul yang tercipta terlanjur sempurna, aku nurbaya bukan Siti, akulah yang mencintaimu jauh sebelum aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu dari kisah tetangga tentang kamu... Injinkan hari ini aku mengatakan, akulah orang yang selalu mengirimkan surat untukmu...  Wassalam -- dari aku yang ingin menjadi halal buatmu -- Nurbaya.


        Nurbaya menatap suratnya yang sudah selesai 7 jam yang lalu dia tulis. Tetapi Nurbaya belum berani memberikannya ke Samsul. Saat itu Nurbaya hanya melamun. Menimang suratnya, dia masih sangat ragu. "apa mungkin akan dibalas? Sudah hampir 3 tahun aku melihatnya, menjadi teman sekolahnya, tapi sekalipun aku belum pernah berani menyapanya... Ya Allah, berilah aku petunjukMu..."

        Nurbaya menyeka air matanya, Nurbaya menunduk perih dan pedih jiwa dan raganya. Galau akut.

         "Nur... Kamu ngapain situ?"
     Nurbaya kaget, ada suara menyapanya, Nurbaya menoleh. Kaki dan tangannya langsung gemetar, keringat dingin membasahi keteknya, lehernya, keningnya, dan hampir semua tubuhnya berkeringat. Pekat dan tercekat lidah Nurbaya, matanya tak berkedip menatap pada satu arah, Samsul. Ya, Samsul berdiri tak jauh dari Nurbaya, senyum manis.
 

       Samsul terdiam, mentap Nurbaya yang tiba-tiba saja sudah berlari mengambil langkah seribu sembari menyaka air matanya.

         "Nur? Nurbaya?"

       Teriakan Samsul takterdengar oleh Nurbaya. Nurbaya sudah berlari, jauh-sejauhnya membawa semua rasa yang hanya dia sendiri yang merasakannya. Nurbaya sudah menghilang, di ujung gang sekolah. Surat cintanya dipegang erat. Samsul menghela nafas panjang.

        "Kenapa Nurbaya takpernah mau menemuiku? Apa aku punya salah?"

       Samsul balik badan, melangkah menuju ke dalam kelasnya. Hari sudah hampir siang, matahari terik sudah tak lagi hangat seperti pelukan sepasang kekasih dimalam hari.

        Samsul menebar senyum, lebih tepatnya membalas semua senyuman yang ditujukan padanya. Bahkan Pak Satpam juga tersenyum, pada Samsul. Samsul memang tampan, memang idola. Semua orang suka padanya.

      Langkah Samsul kali ini gontai, wajahnya menuduk, ditekuk tidak cerah seperti biasanya. Ada apa dengan Samsul? Bisa jadi dia lagi jatuh cinta, tapi gadis manakah gerangan yang beruntung mendapatkan cinta pertama Samsul? Hanya Samsul yang tau. Bahkan aku yang menuliskan kisah inipun tak pernah tau Samsul jatuh hati pada siapa sebenarnya.

     Kepada Nurbaya kini kita menuju, Nurbaya sekali lagi kaku, beku pada sudut pandangannya yang takpernah ada ujungnya. Nurbaya menepikan tubuhnya, menyatukannya pada sisi dinding pagar, ndepis kata kata orang Jawa, ngumpet, sembunyi dari kenyataan bahwa dia jatuh cinta.

     Nurbaya takberani masuk ke dalam kelasnya, dia malu pada dirinya sendiri. Surat cintanya masih dipegang, dia remas lalu dilemparkan begitu saja, hanyut oleh selokan yang airnya tak begitu deras.

        "Siti..."
      Suara pangilan itu sontak membuat Nurbaya hampir kehilangan jantungnya. Perih sekali Nurbaya, jantung hati tak dapat, jantungnya yang sebiji hampir lepas. Dosa apa Nurbaya? Begitu pekat siksa dia rasakan siksa yang menyengat.

       "Saya bukan Siti Pak, tapi Nurbaya,"

       Kata Nurbaya pada Pak Satpam sekolahnya yang memanggilnya.

     "Sini kau, kau dapat surat ini dari pemuda gagah nan tampan, idola yang sudah diciptakan Tuhan,"

     Nurbaya menelan ludah, sekali, dua kali, dan ketiga kalinya dia baru bisa bernafas, "dari mana gerangan su-suratnya Pak?"

       "Baca kau sendiri,"

     Nurbaya langsung mengambil selembar kertas itu, surat cinta warna ungu, berbungkus kertas coklat dan sejuta rasa penasaran. Nurbaya membukanya pelan, lalu membacanya; "pada titik peluh dan rasa kantuk, berteman dzikir yang terdengar nyinyir dari toa Mushola sebelah rumah, aku beranikan menulis surat ini, untukmu Nurbaya, untukmu yang cantikmu biasa saja, untukmu yang kulitmu biasa saja, untukmu yang kesempurnaan jauh dari kenyataan, tapi semua itu membuat aku sadar, kamu lengkap, kamu layak untuk didampingin mendapat bahagia..."

     "Eh Siti, masuk kau ke dalam kelas," belum selesai Nurbaya membaca suratnya, Pak Satpam menegur Nurbaya.

     "Ah Pak Satpam, saya bukan Siti tapi Nurbaya," dengan terpaksa Nurabaya melipat surat dengan tergesa, kemudian dia berlalu.

--BERSAMBUNG--

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN