twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Sabtu, 31 Januari 2015

Hasil sebuah kesetian terhadap sebuah perkerjaan.



Setia itu penting, setia terhadap apa saja sih... Setia terhadap pasangan, setia terhadap pilihan hidup, setia pada pekerjaan juga. Nah, saya punya cerita sedikit. Begini ceritanya, pada suatu hari, dalam sebuah acara rutin dua mingguan 'sebutlah sebuah pengajian tertutup', hari itu alhamdulillah saya bisa hadir untuk pertama kalinya, dan acara ini tidak bisa sembaang orang masuk atau datang, karena "tertutup" itu tadi, hanya untuk orang tertentu yang di undang saja. Sebagai penceramah hari itu adalah KH. Alifudin Al Islami. Dengan pedenya saya masuk ke dalam rumah pemilik hajad, eng ing eng... rumah yang saya masuki itu adalah milik Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, pada taukan Bang Din Samsudin ini siapa? hehehhe..... Sebagai gerenasi muda, saya pun datang agak terlambat, maklumlah dari Pondok Indah ke Rumah Bang Din ini menggunakan GPS dan harus nyetir sendiri, terlambat 15 menit gitulah kira-kira. Saya langsung membaur, duduk paling depan, tanpa memperhatikan kanan dan kiri, dengan pendenya, apalagi udah pakai peci item andalan... eaaak... dengan pedenya saya duduk memperhatikan KH Alifudin yang ceramah mengenai perihal Hidayah, lalu saya melihat di deretan sebelah kiri adak depan saya ada Bang Din Samsudin, saya melempar senyum, tanpa berani menyapa karena acara sudah mulai. Di sampingnya tampak Pria Gagah, saya perhatikan, wajahnya sepertinya tidak asing, eh ternyata benar, beliau adalah Mayjen ASB suaminya Bella Sapira yang Jenderal TNI berbintang 2 itulah... keren hehhee.... saya mencoba melirik ke kiri saya persis, tak kalah gagah, dan tak kalah asing, TARZAN.... Auuuwoooo... eh bukan Tarzan itu, tapi beliau yang di sebelah kiri saya persis adalah dedengkotnya Srimulat, Pak Tarzan. Saya mencoba menengok ke kanan, di barisan kanan saya ada Pak Parwez pemilik PH Star Vision, ada juga Dwiki Dharmawan pemusik Jazz yang fenomenal, suaminya Mbak Ita Purnamasari, lalu ada juga Sandiaga Uno pengusaha muda yang tak kalah keren, dan sederet nama-nama beken lainnya ada dalam satu ruangan, duduk sama rendah bersama saya hehehhe... Jauh di belakang, di barisan para ibu-ibu saya sempat melihat ada nama-nama keren seperti Mely Guslow, Eries K Rien, Bella Safira, Cici Tegal, dan masih banyak lagi nama lainnya yang biasanya cuman bisa lihat di tipi, tapi hari itu setelah pengajian bisa menyapa mereka atu persatu. Juga ada reporter dan presenter beberapa TV Nasiobal plus para petingginya juga ada disitu, pejabat juga banyak hadir, saya sempat melihat ada Deputi Menteri juga datang. Subhanallah... siapa menyangka, saya yang cuman orang desa, yang di masa kecilnya cuman pencari rumput untuk makan sapi orang, siapa sangka yang masa kecilnya hanya pencari kayu bakar di hutan lereng gunung Anjasmara ini bisa bertemu dan bicara dengan mereka? Siapa yang menyangka saya yang masa sma "terpaksa" harus kerja jadi penjual bakso selama 3 tahun ini bisa berbicang hangat dengan mereka setelah pengajian dan makan-makan  

Hanya satu yang saya pikirkan selama perjalan pulang, ini adalah hasil dari kesetian saya, setia terhadap apa? Setia terhadap apa yang saya yakini sebagai sebuah pilihan yang benar, menjadi PENULIS walau penulis belum di akui di KTP hehhehe... tapi saya sangat yakin Allah itu maha membolak-balikkan hati, Maha Segalan-NYA... Kun Fa Ya Kun... semuanya akan terjadi dengan begitu mudah tanpa kita sadari. Saya bertahun-tahun konsisten menulis dan terus menulis tanpa memikirkan endingnya nanti seperti apa, jalan hidup kita adalah kita sendiri yang menentukan "sekenarionya", saya setia dengan pekerjaan itu walau harus puasa Senin Kemis hehhe... Saya mencintai pekerjaan itu dan dengan Lapang Dada selalu menerima kritikan dan saran walaupun kadang pedes. Saya menikmatinya, sebagai sebuah pekerjaan yang saya cintai... Dan apa yang terjadi dan apa yang saya alami malam itu adalah sebuah "hasil besar" dari kesetian yang saya bangun selama 10 tahun belakangan ini... Begitulah curhat kecil ini, saya akhiri... sambil melihat bukti bukti tranfer untuk Umroh tahun depan... Alhamdulillah dari menulis saya bisa membayar kuliah dengan lancar, bisa juga untuk Umroh...

So? Cintailah dan setialah terhadap pekerjaan kita, apa yang telah kita pilih harus kita yakini sebagai sebuah pilihan yang terbaik, setia dan cintailah pilihan itu.... konsisten dan nikmatilah dengan IKLAS... I-K-L-A-S. Sesuatu yang kita "setiai" akan selalu membawa hasil jauh lebih dari apa yang pernah kita pikirkan... Salam, semoga bisa menjadi motivasi dan bisa menjadi renungan bersama... Semoga Bahagia dan sehat selalu dalam lindunganNYA....

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN