twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Kamis, 19 November 2015

JAKA TARUB UNTOLD by Endik Koswoyo

THE REAL STPRY OF JAKA TARUB

The Jaka Tarub Untold, atau The Real Story of Jaka Tarub atau Perjuangan Jaka Tarub atau apalah judulnya adalah kisah yang Legenda Rakyat yang sudah ada sejak jaman dulu, tapi Almarhum Mak Tua (Nenek saya) menceritakan dalam versi yang berbeda, konon Jaka Tarub tidaklah mencuri Selendang itu, Jaka Tarub bukan pencuri tetapi dia adalah pemuda baik yang berjuang membantu Nawangwulan mendapatkan selendangnya yang hilang (hanyut di Sungai) 

Lalu kenapa cerita Jaka Tarub yang beredar sejak dulu kala, sebuah legenda yang pastinya di ketahui oleh anak-anak Indonesia ini tidak sama dengan yang diceritakan nenek saya? Begitu saya dewasa sama mencoba menelusuri, dari mana sebenarnya kisah Legenda Jaka Tarub ini berasal? Jaka Tarub berasal dari Lenda asal muasal kerajaan Mataram, nantinya Jaka Tarub atau Ki Ageng Tarub dan Nawangwulan punya keturunan hingga melahirkan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanah pendiri dinasti Mataram. Rupanya kisah Jaka Tarub ini berasal dari buku Babad Tanah Jawa, yang di tulis sekitar tahun 1722 oleh Pangeran Adilangu II dan ada juga Babad Tanah Jawa versi Carik Braga pada kisaran tahun 1788. Dari kedua sumber tersebut, kemudian perlu kita ketahui, bahwa Buku Babad Tanah Jawa yang selama ini banyak beredar ditengah masyarakat adalah “buah karya” dari  terjemahan dari Punika Serat Babad Tanah Jawi Wiwit Saking Nabi Adam Doemoegiing Taoen 1647 yang disusun oleh W. L. Olthof di Leiden, Belanda, pada tahun 1941 Masehi. Sebelumnya Versi Meinsma sudah duluan beredar pada tahun 1874 M. Versi Babad Tanah Jawi sendiri sebenarnya banyak namun sekalipun banyak versi perbedaannya tidak terlalu jauh.

Jika melihat dari sejarah yang ada, pihak Belanda pada masa itu yang sudah menjajah Indonesia sengaja merubah beberapa legenda, cerita, mitos, mitologi, komologi dan dongen pada naslah Babad Tanah Jawa sudah mendapat "campu tangan" pihak Belanda. Saya meyakini kalau Jaka Tarub versi "NYOLONG SELENDANG" adalah kisah inpiratif yang di acak-acak pihak Belanda agar moral bangsa kita, anak-anak kita rusak secara perlahan dan sejak dini. Bagaimana tidak rusak jika yang di baca anak anak sebelum tidur adalah JAKA TARUB NYOLONG (Mencuri) SELENDANG kemudian mendapat istri Bidadari yang cantik dan sakti, maka POLA PIKIR, sekali LAGI POLA PIKIR anak-anak secara langsung dan tidak langsung yang tertanam adalah MENCURI ITU BOLEH, dengan pembelaan sederhana, JAKA TARUB saja mencuri selendang dapat bidadari!??

Bayangkan, jika realitasnya seperti ini, seorang ibu menasehati anaknya, "Anakku, janganlah kamu mencuri, mencuri itu dosa, tidak baik, bla bla..." terus  karena anak kita pernah membaca Jaka Tarub, dia bilang begini, "Kok tidak boleh mencuri Ma?? Kok Dosa Ma?? Mam, Mama, Mama, kenapa Jaka Tarub mencuri boleh? Kenpa Jaka Taruh Mencuri tidak di hukum?? Kenapa Jaka Taruf mencuri malah dapat bidadari?? Kenapa Jaka Tarub mencuri malah bisa hidup Bahagia??" Apa jawaban kita??? Mari kita pikrikan bersama... jika kita sependapat (tidak sependapat juga boleh, hehehhe) maka jangan heran jika saat ini banyak Korupsi, banyak KKN, karena sejak kecil kita di cekoki oleh dongen-dongen yang mohon maaf, dari judulnya sudah tidak mendiri... juga dari segi ceritanya... dan dongen yang kurang mendidik itu adalah campur tangan pihak BELANDA yang sengaja merusak dongen anak-anak agar moral bangsa ini jeblok sejak dini... (pertanyaan ini perlu kajian lebih jauh lagi, ini adalah praduga tak bersalah). Apa saja cerita atau dongeng yang kita ketahui??

LEGENDA SANGKURIANG --- Pahami baik baik, dalam cerita Sangkuriang, seolah-olah di SAH-kan hubungan manusia dengan (maaf) Anjing. Sangkurian jatu cinda dengan ibunya, Ibunya sangkurian suaminya Anjing.

KANCIL NYOLONG TIMUN --- Lagi lagi kancil "mencuri timun", dari judulnya saja sudah nggak seru, "Mencuri..."


Okelah, kembali pada JAKA TARUB, menurut versi nenek saya, begini ceritanya....

Di desa Widodaren, hiduplah seorang pemuda gagah bernama Jaka Tarub (25 tahun) Jaka Tarub tinggal bersama ibunya Nyi Sekar (60 Tahun), Nyi Sekar adalah seorang penjual tempe di pasar Desa Widodaren. Kehidupan keluarga itu sangat sederhana. Setiap pagi, ketika orang lain masih tidur, Jaka Tarup sudah mengantarkan ibunya ke pasar membawa dagangan.
Di pasar Desa, setelah mengantarkan Nyi Sekar, biasanya Jaka Tarub berkumpul dengan beberapa temannya di depan pasar, di sebuah warung kopi kecil, bukan sekedar nongkrong tetapi Jaka Tarub menunggu rezeki, siapa tau ada orang yang membutuhkan jasanya, ya, Jaka Tarub nyambi sebagai kuli serabutan sambil menunggu ibunya dagang. Jaka Tarub yang tergolong pemuda miskin ini sebenarnya jatuh hati dengan Nilam, putri Pak Lurah yang cantik jelita, tetapi ibarat punguk merindukan Bulan, Jaka Tarub hanya bisa berhayal untuk meminang Nilam. Apalagi Nilam sebagai kembang desa Widodaren, pastilah banyak yang Naksir. Tak Jarang, di pasar desa itu Jaka Tarub terlibat perkelahian dengan preman-preman pasar yang suka mengganggu para pedagang yang rata-rata sudah tua.
Sutau hari, di rumahnya yang sederhana, Nyi Sekar panik, tempe buatannya belum jadi. Sementara hari sudah pagi, Jaka Tarub juga panik, kalau tempe belum jadi, bagaimana di jual? Akhirnya dengan penuh harap, Nyi Sekar dan Jaka Tarub tetap berangkat, sepanjang jalan, mereka berdua berharap sampai di pasar tempe sudah jadi. Akan tetapi, sampai di pasar, tempe belum juga jadi. Nyi Sekar tetap menunggu pembeli, walau beberapa pelanggannya tidak jadi membeli tempe karena belum jadi. Sampai hampir tengah hari tempe juga belum jadi, Jaka Tarub kasian pada ibunya, dia mengajak ibunya pulang walau tak ada sepotong tempe pun yang laku, Nyi Sekar dan Jaka Tarub tampak sedih, hari ini mereka tak dapat uang. Pasar sudah sepi, semua sudah pulang, tetapi ketika Jaka Tarub hendak mengangkat dagangan itu, dantang Nilam, anak pak Lurah itu mencari tempe, Nyi Sekar meminta maaf, tempenya belum jadi, mungkin nanti malam atau besok pagi baru jadi, Nilam malah seneng banget, justru itu yang dia cari, tempe belum jadi karena mau di bawa ke kota besok pada sama ayahnya, buat oleh-oleh kunjungan ke rumah Adipati. Tempe itu di borong semua oleh Nilam, disini Jaka tarub menawarkan diri mengantarkan tempenya sampai ke rumah Pak Lurah. Nilam langsung pulang bersama Jaka Tarub membawa tempa itu. Nyi Sekar bilang, inilah takdir, ternyata Tuhan punya rencana lain terhadap tempenya yang belum jadi itu. Di sepanjang jalan, Jaka Tarub yang mengantarkan Nilam di ejek beberapa temannya, seperti majikan dan pembantu, Jaka Tarub menyadari itu, dia semakin minder dan berusaha membuang perasaan sukanya pada Nilam Si kembang desa.
Jika sore hari, sepulang dari pasar Desa, Jaka Tarub biasanya pergi ke hutan mencari kayu dan dedaunan untuk bahan membuat tempe ibunya. Suatu hari, ketika di hutan bersama beberapa temannya, Jaka Tarub kaget mendengar suara-suara gaduh dari arah sungai. Dengan hati-hati Jaka Tarub menuju ke sungai itu, teman-teman Jaka Tarub ikut mendekat. Alanglah tekejutnya mereka semua ketika dia melihat 7 bidadari cantik baru saja mandi di sungai, dan salah satu Bidadari itu menangis, Jaka Tarub melarang teman-temannya mendekat, mereka melihat kejadian itu dari tempat bersembunyi. Nawangwulan, bidadari yang menangis itu ternyata kehilangan selendangnya. Jaka Tarub terus memperhatikan, Nawangwulan tidak bisa kembali ke Khayangan karena selendangnya hilang. Nawangwulan yang sudah putus asa akhirnya membuat sayembara, barang siapa yang bisa menemukan selendangnya, kalau perempuan akan dijadikan saudara, kalau lelaki akan di jadikan suami. Jaka Tarub kemudian memberanikan diri, dia muncul mendekati para bidadari. Jaka Tarub ingin mengikuti sayembara itu, teman-temannya juga ikut semua. Disini Jaka Tarub menanyakan di mana terakhir kali selendang itu berada? Nawang Wulan dan bidadari lainnya menunjukkan tempat mereka menaruh pakaian dan selendang. Jaka Tarub sangat yakin kalau selendang itu hanyut di sungai. Jaka Tarub langsung melesat, menelusuri sungai. Tetapi teman-teman Jaka Tarib malah sibuk mencari disekitar tempat itu. Nawangwulan sedih, dia berharap selendangnya bisa ketemu. Para Bidadari menunggu situ, tetapi mereka takut, sebentar lagi malam, para bidadari harus segera kembali ke kayangan.
        Jaka Tarub terus menelusuri sungai, dengan keyakinannya dia terus menelusuri sungai. Tidak mudah bagi Jaka Tarub untuk menemukan selendang itu, beberapa kali dia mendapat halangan dan rintangan. Mampukah Jaka Tarub mendapatkan selendang Nawangwulan? Lalu bagaimana kisah selanjutnya? 


-----


Minggu, 15 November 2015

Pre Order Kaos #7MH Lover Triple Seven


NOTE: Berikut Update pemesan kaos #7MHLover...  PENDAFTARAN SUDAH DI TUTUP, silahkan cek ukuran dan jenis kaos... hingga jam 7 Malam ini... Tanks..



Memenui permintaan FANS 7 Manusia Harimau, maka kaos ini akan mulai di produksi pada Hari Rabu, 18 Nov. 2015, Upadate nama pemesan dan ukuran serta jenis, harga dan biaya kirim silahkan di cek di bawah ini....

Pembayaran di lakukan melalui Transfer ke
BCA - No. Rekening. 0700195031 a/n Endik Kuswoyo
MANDIRI - No. Rekening 9000004428802 a/n Endik Kuswoyo
Transfer paling lambat tanggal 27 November

Proses produksi diperkirakan sekitar 2 Minggu, di karenakan kaos 7MH Lover akan di mintakan tanda tangan para pemain jika memungkinkan...

Bukti Trafer di email ke triplesevenindonesia@gmail.com atau via BBM Triple Seven Indonesia 



NOTE: Warna Hijau sudah Transfer











Rabu, 28 Oktober 2015

Kenapa saya jadi penulis?

Kenapa saya jadi penulis?
Tidak akan ada Harry Potter tanpa J.K. Rowling
Tidak akan ada 7 Manusia Harimau tanpa Motinggo Busye
Tidak akan ada Romeo and Juliet tanpa William Shakespeare
Tidak akan ada Siti Nurbaya tanpa Marah Roesli
Tidak akan ada Zainuddin dan Hayati tanpa Hamka


www.endikkoeswoyo.com

Sabtu, 03 Oktober 2015

Lirik Lagu :: Ding Kedinding Ngambin Umbut -- LAGU DAERAH SUMATRA

Ding Kedinding Ngambin Umbut
Singgah Ketalang Ngabik Pisang
Jangan diseding ayam luput
Tabangan niat sigat pulang

Jangan di seding ayam luput
Tambangan abat nian, tambangan sighat pulang
Jangan di seding ayam luput
Tambangan abat nian, tambangan sighat pulang

Ding Kedinding Ngambin Umbut
Singgah ketalang ngetam padi
Jangan diseding ayam luput
Jangan diaghab baik lagi

Ding Kedinding Ngambin Umbut
Singgah ketalag minta api
Jangan diseding ayam luput
Lemak kite bedalak lagi




Kamis, 23 Juli 2015

Pemuda Wangi dan Anak Tukang Sate


Pemuda Wangi dan Anak Tukang Sate


Cerpen By Endik Koeswoyo



     “Menikah?” Sambil tersenyum pemuda lusuh, lelah dan kucel itu mencoba tersenyum, mengulang lagi pertanyaan yang diajukannya padanya. Tampak ada kantung mata dimatanya yang memerah karena lelah dan kantuk yang sudah merajalela.

     “Berani?” tanya pemuda gagah, wangi, tampan, sepatunya mengkilap, sambil membetulkan letak jam tangan model Aquanet bermerk Patek Philippe di lengan kirinya itu.

     Pemuda lusuh itu tersenyum, mengangguk, “InsyaAllah, semoga disegerakan...”

     Pemuda wangi menatap anak tukang sate, sahabatnya sejak dari  masa kecil dulu. Lebih tepatnya anak tukang sate yang menumpang jualan sate didepan trotoar rumah mewah milik pemuda wangi. Di lahan milik keluarga pemuda wangi itulah, anak tukang sate tumbuh dan dewasa membantu ayahnya sejak jaman kanak-kanak hingga kuliahnya hampir lulus sekarang ini. Oh ya pemuda wangi itu bukan orang sembarangan, lihat saja, beberapa meter dari tempat mereka berdua duduk itu, tampak gapura rumah megah, rumah mewah 3 lantai, mobilnya ada 5 buah dari Mercedes Benz 250 S model 1966, yang konon katanya di beli dari mantan pemain bass Rolling Stones, Bill Wyman seharga lebih dari 25 pounterling sampai BMW seri 7 terbaru. Lebih jauh lagi, pemuda wangi adalah putra tunggal seorang pengacara kelas wahid di negeri ini.

     Begitulah mereka, sesekali waktu dalam beberapa bulan, pemuda wangi memang menyempatkan diri singgah di warung sate trotoar jalan, di ponjokan paling ujung pagar rumahnya. Seperti malam ini, pemuda wangi menyempatkan diri singgah di warung sate yang sudah sepi pembeli, maklum waktu sudah menunjukkan pukul 03.22 waktu Indonesia bagian barat. Sebagaimana mestinya, orang sudah istirahat, anak penjual sate masih menunggui sisa dagangannya yang masih 3 porsi lagi, berharap ada pembeli. Berbeda dengan pemuda wangi, dia baru saja pulang kelayapan, nongkrong di cafe dan kongkow-kongkow menghabiskan uang jajannya yang tak habis-habis. Pemuda wangi beranjak, meninggalkan anak tukang sate. Langkahnya gontai, entah ngantuk entah mabuk. Dia masuk ke dalam pagar yang seperti otomatis terbuka oleh satpam rumah yang sedari tadi sudah standby menunggu di depan pagar.

Anak tukang sate mencoba berkemas, sepertinya pembeli tak akan datang. Dia membuka kotak laci penyimpanan uang. Tangannya lincah menghitung uang yang sudah tertata rapi. Sekilas, uang di tangannya dibagi menjadi dua bagian, hasil jualannya tidaklah sedikit, omsetnya mencapai satu juta lebih 700 ribu. Jika dikalkukasi, dia bekerja bersama orang tuanya tanpa karyawan, tidak membutuhkan pengeluaran gaji, tiap hari dia mendapatkan untung  700 ribu dari jualan, karena modal untuk daging, bumbu dan nasi serta minuman yang dia jual di warung gerobak itu rata-rata 1 juta. Artinya pemuda lusuh, kucel dan mengantuk itu bisa mendapatkan penghasilan sebulan sekitar 15 juta, hampir sama dengan gaji seorang manager bank yang dandanannya mentereng. Mungkin begitu. Pagi itu, dia memutuskan pulang setelah melipat tenda, dan membereskan semuanya.

Ini adalah cerpen, jadi harus pendek ceritanya. Singkat cerita, beberapa tahun kemudian, pemuda wangi dan Anak tukang sate bertemu disebuah rumah sederhana, kaya tidak, miskin juga tidak. Mereka duduk bersebelahan, di depannya ada sepasang suami istri yang sudah paruh baya, sekitar 57 tahun usia mereka. Sang Bapak bertanya, “kalian berdua sama-sama ingin menikahi anak saya? Anak saya hanya satu, sedangkan kalian berdua, saya jadi bingung harus memilih yang mana... silahkan besok datang ke sini lagi... akan kami berikan jawabannya...” pemuda wangi dan anak tukang sate pamit undur diri.

Di ruang tamu, sang Ibu berbisik pada suaminya, pilih saja pemuda yang wangi itu Pak, dia kan anak pengacara kondang, hartanya tak habis 7 turunan,” bisik sang istri. Sang Suami menatap keluar pintu, di luar pintu, di pinggir jalan yang tidak begitu luas tampak pemuda wangi naik mombil mewahnya yang sudah lengkap dengan sopirnya. Anak tukang sate tampak masih berdiri, menunggu angkot yang lewat.

Dari balik tirai jendela kamar, tampak tirai dibuka sedikit, sosok gadis ayu rupanya juga mengintip dari sana. Dia menatap kepergian pemuda wangi, kemudian pandangannya kini tertuju pada anak tukang sate yang menghentikan angkot kemudian dia naik ke angkot. Gadis ayu itu tersenyum. “Keduanya tidaklah berbeda... yang membuat berbeda adalah yang kelak menjadi suamiku... tapi siapakah yang dipilih Ibu dan Bapak?” Gadis ayu menarik nafas panjang, dia tersenyum lalu menutup tirai jendela kamarnya...

Di ruang tamu, Gadis ayu muncul mendekati bapak dan ibunya. Dia bertanya, “maaf bapak, dan ibu, siapakah gerangan yang ibu dan bapak terima lamarannya?” Sang ibu tersenyum. “pastilah pemuda wangi itu sayang, dia akan membuatmu bahagia, 7 turunan kau tak akan kesusahan..” Sang Bapak tersenyum. Sang anak mengangguk, “jika memang itu yang bapak dan ibu pilihkan, saya sebagai seorang putri akan menuruti saja,” kata gadis ayu sambil menunduk, menjaga sopan dan santunnya.

Sang Bapak duduk di kursi, “Aku lebih memilih anak tukang sate,” seperti dalam adegan sebuah sinetron, anak dan ibu menatap Sang Bapak... “Apa?? Bapak memilih pemuda itu?? Masadepan anak bapak ini, bapak pertaruhkan?? Mau ditaruh mana Pak Muka ibu?? Kalau punya menantu hanya anak tukang sate?? Bau apek, kucel bau asep?? Bapak tega melihat anak kita menderita jualan sate? Mendorong gerobak setiap hari jualan di trotoar jalan??” Sang Ibu tampak melakukan demo besar-besaran dengan perkataan sang Bapak.

Sang Bapak tersenyum, “aku tak ingin anak kita memilih suami yang salah, apa ibu lupa siapa aku dulu? Aku adalah anak Jendral, anak orang kaya yang hartanya juga tak akan habis 7 turunan. Karena itukan ibu mau menikah dengan aku saat itu? Karena harta orang tuaku tidak akan habis 7 turunan?? Tapi kenyataan apa sekarang? Setelah ayahku jatuh sakit, harta yang konon katanya tidak habis 7 turunan itu habis hanya dalam waktu 7 minggu untuk biaya pengobatan. Dan kita? Apa hidup kita bergelimang harta sekarang?? Tidak! Kenapa tidak? Karena aku dibekali warisan harta, bukan warisan ilmu... ibu lihatlah, anak tukang sate itu, dia dibali ilmu dagang, dia tau cara memuat sate yang enak, dan dia juga tau cara berjualan... harta pemuda wangi itu tidak akan habis untuk 7 turunan, tapi aku yakin anak tukang sate itu bisa menghidupi keluarganya kelak sampai 77 turunan, karena apa? Karena yang dia wariskan pada anak cucunya adalah cara untuk menjadi penjual sate yang baik dan benar, bukan cara untuk menghabiskan uang selama 7 turunan...” Sang Bapak menatap istri dan anaknya bergatian, sepertinya dia baru saja pidato panjang lebar. “Putriku, pilihan ada di tanganmu sendiri, kau pilih pemuda wangi atau anak tukang sate? Apapun pilihanmu akan ayah dukung....”

Sang anak menatap ibunya... “tidak ada sehelai daun yang jatuh tanpa kehendak Allah... Bismillah, saya sependapat dengan Bapak...” kata gadis ayu dengan yakin.

JRENG JRENG! Sang ibu terbelalak... kaget mendengar keputusan putri tunggalnya, dan BRUK.. Sang Ibu jatuh pingsan. 
Beberapa tahun kemudian, di sebuah warung sate sederhana, yang tidak begitu besar tetapi sangat ramai pengunjung, bukan lagi di trotoar jalan, anak tukang sate duduk di meja kasir. Saat itu dari arah luar warung muncul gadis ayu, dia sedang menggendong putra pertamanya, yang masih bayi. "Sayang... sudah waktunya pulang, ini anaknya udah kangen..." gadis ayu menyodorkan bayinya pada anak tukang sate yang sekarang sudah menjadi bos 7 warung sate sederhana, anak tukang sate langsung menyambut buah hatinya, dia pamit pada anak buahnya, "Mas Har, tolong nanti kalau sudah habis langsung tutup saja, saya pulang dulu... jangan lupa anak-anak yang lain dikasih uang makan... " sambil bicara, anak tukang sate mendongak-dongak bahagia, karena tangan si kecil, si buah hati menarik-narik janggut si anak tukang sate. "Say, coba lihat deh..." kata gadis ayu sembari mengambil koran yang sudah di potong-potong untuk bungkus sate. Di koran bekas itu, ada gambar sebuah rumah, dengan tulisan -DISITA NEGARA - sebuah head line berita terlihat jelas, pengacara kondang tertangkap tangan menyuap jaksa... anak penjual sate matanya berkaca-kaca... dia begitu hafal rumah yang ada di koran itu...
-- SEKIAN --

    


Jumat, 17 Juli 2015

Kamis, 25 Juni 2015

Hamari Adhuri Kahani Lirik dan terjemahannya....

Akhir bulan Mei kemarin saya nonton film India judulnya  Hamari Adhuri Kahani
Filmnya keren lah, drama banget.. terus lagunya bikin nyesek... nah ini salah satu lagunya...


Hamari Adhuri Kahani
Lirik dan terjemahannya....


Paas aaye..
Datanglah kemari

Dooriyaan phir bhi kam na hui
Meskipun jarak masih ada diantara kita

Ek adhuri si hamari kahani rahi
Satu kisah kita yang tidak pernah lengkap

Aasmaan ko zameen yeh zaroori nahin
Seperti langit ini seakan tidak membutuhkan bumi lagi

Jaanle ...Jaanle
Akan kau temukan ,akan kau temukan

Ishq saccha wahi Jisko milti nahin
Cinta sejati adalah cinta yang tidak memenuhi dasar tujuan

Manzilein.. manzilein
Tujuan tujuan

Rang tha noor tha Jab kareeb tu tha
Ada warna ,ada cahaya ketika kau dekat denganku

Ek jannat sa tha yeh jahaan
Dunia ini seperti surga

Waqt ki ret pe kucch mere naam sa
Sesuatu seperti namaku diatas pasir waktu itu

Likh ke chhod gaya tu kahan
Dimana bahwa kau telah menulis dan pergi meninggalkannya

Hamari Adhoori Kahani-4x
Kisah kita yang tidak pernah lengkap

Khushbuon se teri yun hi takra gaye
Aku bertemu didalam keharuman dirimu dan saling beradu

Chalte chalte dekho na hum kahaan aa gaye
Lihatlah dimana bahwa kita telah datang berjalan bersama

Jannatein agar yahin tu dikhe yon nahin
Jika ini adalah surga lalu kenapa aku tak meihatmu

Chaand suraj sabhi hai yahaan
Bulan dan matahari semua ada disini

Intezaar tera sadiyon se kar raha
Aku tlah menunggumu selama ratusan tahun

Pyaasi baithi hai kab se yahaan
Hingga aku kehausan duduk disini sejak begitu lama

Hamari Adhoiri Kahani
Kisah kita yang tidak lengkap

Pyaas kaa ye safar khatam ho jaayega
Kehausan dalam perjalanan ini akan berakhir

Kucch adhoora sa jo tha poora ho jaayega
Sesuatu yang belum lengkap akan ku sempurnakan

Jhuk Gaya Aasmaan, mill gaye do jahaan
Langit telah tertunduk , kedua duniapun telah bertemu

Haar taraf ha milan ka samaan
Setiap sisi dimanapun akan ada pertemuan

Doliyan Hain Saji, Khushbuein Har Kahin
Tandu dihiasi, keharuman tersebar di mana-mana

Padhne aaya khuda khud yahaan
Bahkan tuhan sendiri telah datang disini untuk membaca

Hamari Adhoori Kahani -4x

Kisah kita yang tidak pernah lengkap

Rabu, 22 April 2015

Berdirilah di sampingku




Kekasihku sayang
Berdirilah di belakangku ketika kita sholat saja
Karena selebihnya kamu harus berada disampingku
Sebagai pendamping hidupku

Karena kamu adalah yang menjagaku
Karena kamu yang akan selalu mendoakan aku
Karena kamu adalah belahan jiwaku

Karena kita adalah sama, sama-sama membutuhkan
Karena kita adalah sama, sama-sama saling melengkapi

Aku mencintaimu
Dari kamu beraroma parfume
Hingga nanti aku aku cium adalah aroma keringatku
Hingga nanti sampai pada masanya yang aku cium
Tinggallah bau tanah


@endikkoeswoyo

Kamis, 19 Maret 2015

Press Release Film Gelas-Gelas Kaca

Press Release Film Gelas-Gelas Kaca




Satu gebrakan untuk film Indonesia dimana masa kejayaan film-film drama mulai sepi dengan munculnya film-film penjual mimpi dan ketakutan belaka. Serta di mana film bertemakan anak-anak mulai jarang beredar. Untuk itulah Bintang Sinema Indonesia mengangkat sebuah film bertajuk GELAS-GELAS KACA yang transpirasi oleh lagu dengan judul yang sama ciptaan Alm. Rinto Harahap yang dinyanyikan oleh Nia Daniati.

“Kami mencoba memberikan warna baru dalam dunia perfilman Indonesia, dengan menggandeng sutradara muda Ben Nugraha serta penulis skenario Endik Koeswoyo, harapannya sederhana, biar template film Indonesia punya warna baru di tangan anak-anak muda, mereka harus kita berikan kepercayaan untuk membuat sebuah film,” ujar Doddy Suhendar selaku produser film Gelas-Gelas Kaca.

Menurut Endik Koeswoyo, selama proses penulisan skenario, dia berusaha menerjemahkan lagu yang dinyanyikan Nia Daniati itu dalam dimensi anak-anak Indonesia agar bisa tertanam nilai kebaikan yang bisa diambil setelah menontonnya. “Gelas-Gelas Kaca mengisahkan sosok Amelia yang sejak usia 6 tahun sudah dipaksa tinggal dipanti asuhan, karena Ayah dan Bundanya meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan, Amelia memiliki harapan untuk mendapatkan orang tua asuh, tetapi karena kakinya cacat, Amelia tidak pernah mendapatkan orang tua asuh, sampai dia besar, kuliah dan lulus Fakultas Kedokteran,” sambung Endik Koeswoyo yang sudah menulis 4 skenario Film Layar lebar dan puluhan judul FTV ini.

Nia Daniati menambahkan, “Pada intinya, film Gelas-gelas kaca ini adalah representasi kerinduan seorang anak yang jauh dari kasih sayang orangtuanya. Tentang harapan serta bagaimana perjuangan anak meraih harapannya itu. Dan pastinya untuk mengawali proses produksinya kita juga sudah minta izin kepada pihak keluarga almarhum dan sudah melakukan ziarah ke makam Bang Rinto dan meminta izin beliau agar semuanya bisa berjalan lancar.” Nia Daniati akan ikut bermain dalam film ini, dia memerankan sosok wanita pemilik panti asuhan putri itu. Selain Nia Daniati, ada juga Cindy Claudia Harahap yang juga akan bermain dalam film ini.

Cindy Claudia Harahap mewakili pihak keluarga almarhum Rinto Harahap mengaku sangat terharu saat karya yang dihasilkan sang ayah bisa diangkat dalam sebuah layar bioskop. Cindy juga menjelaskan bahwa ide pembuatan film ini sebenarnya juga jadi cita-cita sang ayah selama beliau masih hidup, namun sebelum semuanya bisa teralisasi sang ayah telah dipanggil menghadap Tuhan. “Jujur saya sebagai anak almarhum sangat terharu akhirnya cita-cita beliau untuk bikin film dari karya beliau bisa terwujud meski ayah kini sudah enggak ada. Yang bikin kami sekeluarga bangga adalah film ini ternyata akan bercerita tentang kondisi perjuangan anak yatim piatu yang mencoba mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang yang hanya bisa mereka lihat dari balik kaca saja. Kami bersyukur film ini berusaha menanamkan nilai positif bagi perkembangan anak di Indonesia. Semoga ke depan semua dilancarkan,” kata Cindy Claudia Harahap.

Sementara itu, Pak Ong Wee selaku produser eksekutif film Gelas-Gelas Kaca mengatakan kalau dia sudah lama ingin membuat film ini karena anaknya yang masih usia 8 tahun sangat menyukai lagu ini. Selain Nia Daniati, Cindy Claudia Harahap, Non Dhera Idol, dan beberapa artis papan atas lainnya, film ini juga dibintangi oleh para pendatang baru dari kota Bandung.


SINOPSIS FILM GELAS-GELAS KACA

Sejak kecil, ketika usianya 6 tahun Amelia sudah tinggal di panti asuhan. Paman dan Bibinya tidak mau rawat Amelia yang cacat. Amelia sebenarnya terlahir cantik sempurna, tetapi karena kakinya yang cacat, dia tidak pernah mendapatkan orang tua asuh. Semua calon orang tua asuh pasti langsung jatuh hati melihat kecantikan dan kepintaran Amelia waktu kecil, tetapi ketika melihat Amelia kakinya pincang, semua pati tidak jadi mengadopsinya.

Kini Amelia sudah berusaia 26 tahun, dia sudah lulus kuliah dan sudah menjadi sarjana kedokteran. Amelia masih tetap tinggal di panti asuhan, dia menjadi inspirasi bagi adik-adiknya di panti asuhan, Amelia adalah anak yatim piatu yang berjuang keras untuk kuliah dan menjadi dokter. Amelia kecil pernah punya harapan besar untuk mendapatkan orang tua asuh, tetapi harapan itu sirna seiring berjalannya waktu, setelah harapan mendapatkan orang tua asuh sirna, muncul harapan baru, yaitu menjadi dokter agar bisa menyembuhkan orang, terutama yang cacat seperti dirinya. Menurut Amelia, “Keluarga adalah cinta sebenarnya,” bagaimanakah kisah selanjutnya? Saksikan dalam film Gelas-Gelas Kaca di Bioskop kesayangan anda.

Lampiran Foto:

















KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN