twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Selasa, 14 Oktober 2014

Siopsis FTV Anak-Anak Ibu Kota Penulis : Endik Koeswoyo



Siopsis FTV
 
Anak-Anak Ibu Kota

Penulis : Endik Koeswoyo

Cerita ini tentang seorang anak kecil berusia 10 tahun, Firman namanya. Dia tiggal di sebuah perkampungan kumuh bersama neneknya. Firman setelah pulang sekolah menjadi pengantar kue bikinan neneknya ke warung-warung yang ada di sekitar kampung itu. Begitulan rutinitas Firman setiap harinya. Selesai mengantar kue, Firman biasanya bermain dengan teman-temannya.
Firman punya hobi sederhana, bermain bulu tangkir di gang kampung bersama Nilam dan Ridwan, tetangga dan juga teman sekolahnya itu. Firman punya impian besar, dia ingin mengalahkan legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Walau Firman tidak pernah tau siapa Susi Susanti, yang dia tau, Pak Imam, guru mereka di sekolah sering bercerita tentang pebulu tangkis itu.
Suatu hari, Firman mendapat kejutan dari Pak Imam, Firman akan di kirim menwakili sekolah dalam kejuaraan bulu tangkis antar sekolah SD di Jakarta. Friman ragu karena dia bukanlah pemain bulu tangkis, hanya hoby saja. Lagian raket yang dia miliki bukanlah raket yang bagus.
Firman cerita ke Neneknya soal hal itu. Sang Nenek lalu melatih Firman, tanpa diduga, Neneknya Firman ini jago banget main bula tangkis. Setiap hari keduanya berlatih, di perkampungan kumuh, di berbgai tempat yang sempit, dan Firman selalu ditemani oleh Nilam dan Ridwan.
Dengan perjuangan keras, akhirnya, pertandingan demi pertandingan di menangkan Firman. Dalan pertandingan semifinal, Firman menghadapi lawan-lawan tangguh. Tetapi dukungan Neneknya, Nilam, Ridwan, Pak Imam serta teman-temannya sekolah membuat Firman terus berjuang. Dia harus menang. Firman memenangkan pertandingan, dan sisa satu pertandingan lagi, Grand Final, seminggu lagi. Masalahnya, dalam pertandingan semifinal Firman mengalami cidera lutut. Jangankan untuk bertanding, berjalan saja Firman sangat sulit.
Segala cara dilakukan untuk menyembuhkan cidera Firman, tetapi hasilnya nihil. Firman menyerah sebelum pertandingan, dia tidak kuat menahan rasa sakitnya. Nenek Firman tidak memaksa Firman, tetapi malah mengajaknya jalan-jalan sehari sebelum pertandingan. Firman sangat terkejut ketika Firman di ajak ke sebuah rumah, rumah Susi Susanti. Firman juga tidak menyangka kalau Neneknya kenal baik sama Susi Susanti. Bahkan Susi Susani memberikan raket yang pernah digunakan dalam Sea Game pada Firman, Firman sangat senang. Akankah Firman melanjutkan pertandingan Grand Final? Bagaimana dengan cidera lututnya?





KETERANGAN
Sinopsis FTV ini belum diproduksi. Jika anda membutuhkan sinopsis untk film layar lebar atau film televisi silahkan menghubungi saya selaku penulis via email: endikkoeswoyo@gmail.com.




 


DAPATKAN PENAWARAN HOTEL-HOTEL TERBAIK INDONESIA DI SINI

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN