twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Minggu, 16 Februari 2014

Kesurupan Setan

Kesurupan Setan




Produser: Mashal Kishore
Sutradara: Subakti IS
Penulis : Endik Koeswoyo
Pemeran : Cicio Manassero, Ola Rosa, Dera Siagian, Karina Christy, Violeta Mongi, Jeremia Christian, Maria Eva, Dolly Martin, Kiki Fatmala, Donny Kusuma.
Tanggal edar:  Kamis, 17 April 2014
Warna: Warna

Sinopsis

Olla (Ola Rossa) mengidap penyakit tidur berjalan. Malam itu, Olla hampir saja tewas tertabrak mobil ketika dia tidur berjalan ke jalan raya. Ayahnya Handoko (Donny Kesuma) dan ibunya Nining (Kiki Fatmala) memutuskan untuk membeli sebuah rumah yang jauh dari jalan raya.

Pak Handoko dan isterinya berniat mau membersihkan rumah itu dari gangguan roh jahat, tapi Olla dan kawan kawannya mengira, Handoko ingin membersihkan rumah itu secara lahiriah sebelum memasuki rumah.

Olla bersama teman temannya, Dera, Karin, Jerry, Cio, dan adiknya Nina yang masih berusia 8 tahun pergi ke rumah itu tanpa setahu Handoko yang saat itu bersama isterinya sedang mendatangi seorang ahli metafisika yang mampu membersihkan rumah itu dari gangguan roh jahat.

Olla dan kawan-kawan di rumah itu mendapat teror dari penghuni rumah itu. Hampir saja nyawa Jerry melayang. Handoko dan isterinya tahu dari ahli metafisika itu kalau rumah itu angker dan anak anaknya berada di sana dalam keadaan ketakutan. Mau tak mau Handoko dan isterinya bersama ahli metafisika itu mendatangi rumah itu.

Mereka mendapat perlawanan dari roh jahat rumah itu. Hampir saja nyawa Nining, ibu Olla melayang. Untung ahli metafisika berhasil mengusir roh jahat yang masuk ke tubuh Nining.
Pemeran

    Cicio Manassero ... Cio
    Ola Rosa ... Olla
    Kiki Fatmala ... Nining, ibu Olla
    Doni Kusuma ... Handoko
    Dera ... Dera
    Karina Christy ... Karin
    Jeremia Christian ... Jerry
    Violeta Mongi
    Maria Eva
    Dolly Martin
    Chandra Wahyu
    Silvia Angelina

Kru
Departemen Produksi

    Subakti IS ... Sutradara
    Endik Koeswoyo ... Penata skrip
    Jay Halim ... Line Producer
    Dheeraj Kishore ... Manajer Produksi
    Mashal Kishore ... Produser

Departemen Kamera

    Dion S ... Penata Kamera

Departemen Artistik

    Andi Marlan ... Penata Rias
    Rini Octaviani ... Penata Busana

Departemen Suara dan Musik

    Djunaedi ... Perekam Suara
    Areng Widodo ... Penata Musik

Produksi

    Ganesa Perkasa Films ...  



Salam Budaya: @endikkoeswoyo Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Selasa, 11 Februari 2014

Lukisan Merah

Berikut ini adalah Sinopsis

BIOSKOP Indonesia TRANS TV

RAPI FILM
LUKISAN MERAH
Penulis: Endik Koeswoyo

Note: Tim Bioskop Indonesia

Sekelompok anak muda, Koko, Jay, Mirna dan Lusi sepakat mengisi liburan mereka ke sebuah Villa di puncak. Mereka dengan semangat berangkt ke Puncak dengan menggunakan mobilnya Jay, mereka sudah booking sebuah Vila. Saat booking Vila itu di jelaskan sama penunggu Vila, Pak Rahmad kalau penyewa di Vila itu harus yang sudah menikah, resmi. Jay bohong, dia bilang kalau dia dan teman-temannya mau ke puncak untuk bulan madu, sudah resmi menikah.
Sesampainya di Villa itu, Jay CS bohong lagi sama Pak Rahmad, saat mereka dimintai KPT masih Mahasiswa/i statusnya, Pak Rahmad menolak mereka, tetapi mereka bilang kalau mereka emang baru menikah. Pak Rahmad menegaskan sekali lagi, kalau mereka nekat menyewa Vila itu resiko di tanggung sendiri, Pak Rahmad pergi.
Di teras Vila, Mirna terlihat sangat senang, Mirna curhat sama Jay dia ingin tinggal di Vila itu saja nggak pulang ke Jakarta yang bising dan berisik. Tiba-tiba Mirna dan Jay yang lagi santai di teras di kejutkan oleh munculnya seorang wanita cantik, mengaku bernama Dewi. Dewi bilang dia pemilik Vila Merah, dan dia mengijinkan Mirna tinggal disitu, bahkan selamanya juga boleh. Mirna sangat senang walau ragu, tetapi Dewi punya syarat, Mirna dan Jay harus tanda tangan di sebuah lukisan agar bisa tinggal di Vila itu selamanya. Mirna setuju, Dewi mengajak Mirna dan Jay kesebuah kamar di Vila itu. Di dalamkamar ada lukisin besar, lukisan perempuan cantik, lukisan Dewi sendiri, tetapi di situ ada tahunnya, 1899. Di dalam lukisan itu Dewi mengenakan gaun merah. Anehnya,Dewi meminta Mirna dan Jay tanda tangan dengan cap jempol darah. JRENG. Mirna agak ragu, tetapi Jay meyakinkan Mirna, mungkin ini semacam perkumpulan pecinta Vila. Akhirnya Mirna dna jay mau menusuk jempol mereka dan membubuhkan cap jempol di lukisan itu. Dan JRENG. Saat tu juga Dewi menghilang dari padangan mereka, lalu Jay dan Mirna kaget, lukisan itu berubah, di dalam lukisan itu ada banyak cap jempol darah, tadinya nggak ada. Mereka jadi panic sendiri.
Di ruang tamu Koko dan Lusi asik berncanda, tetapi mereka dikejutkan teriakan Mirna dan Jay dari dalam kamar. Jay dan Mirna muncul mereka langsung cerita soal Dewi dan Lukisan Merah di dalam kamar, ketika di lihat didalam kamar, lukisan itu ternyata tidak ada. Kejadian misterius lalu muncul, mereka mendengar suara-suara Dewi yang menggangu. Akhirnya Koko menyadari kalau mereka melakukan sebuah kesalahan, mereka belum menikah dan pasti Vila ini punya misteri. [t1] Mereka memutuskan untuk pulang, tetapi saat itu juga semua pintu rumah itu terkunci sendiri, tidak ada jalan keluar. Muncul Dewi secara misterius, mengatakan soal perjanjian mereka, yang bisa pulang hanya Koko dan Lusi. Koko CS di terror ketakutan atas kesalahan mereka sendiri. Hingga pagi tiba, mereka tidak bisa tidur.
Baru paginya Pak Rahmad muncul. Pak Rahmad membuka pintu, anak-anak langsung menghambur minta tolong sama Pak Rahmad. Mereka semua pulang ke rumah pagi itu.[t2] 
Di rumahnya Mirna masih sangat ketakutan. Malam dia gelisah tidak bisa tidur. Baru tertidur sejenak, tiba-tiba tubuh Mirna terhempas di kasur, BRUK. Dan di sampingnya juga ada Jay, keduanya panic, mereka malam itu rupanya dipindahkan ke Kamar Vila. Mereka menjerit histeris. Memita tolong. Tetapi tidak ada seorangpun di sana. Pagi harinya Pak Rahmad muncul. Malam itu juga, mereka minta Koko dan Lusi menjemput Mirna dan Jaya di Vila. Di Jakarta, Koko dan Lusi ribut sendiri, Koko tidak mau menjemput Jay dan Lusi, tetapi Mirna ngotot, semua ini tanggung jawab mereka berdua. Mereka sepakat menjempu pagi saja.
Pagi harinya, di temani Pak Rahmad, [t3] Jay dan Mirna disuruh mandi berendam di sangai yang dingin. Lalu Pak Rahmad meminta mereka semua berjanji untuk tidak berbohong lagi, apalagi soal status pernikahan. Anak-anak itu sepakat.Koko CS pulang dengan nafas lega.
Setibanya di rumah Mirna. Koko, Lusi dan Jay dikejutkan oleh Mirna dan menjerit ketakutan ketika baru saja masuk kamar dan di dalam kamarnya. Semua masuk kamar Mirna, Jreng ada lukisan merah dan ada suara Dewi, “Kalau kamu tidak tinggal di Vila itu Selamanya, aku yang akan selamanya tinggal di rumahmu,”.
[t4] 




EK


 [t1]Sebelum masuk kesadaran ini, mungkin beberapa kali mereka sudah terganggu.. mereka ingat kata-kata pak rahmat “tanggung sendiri akibatnya”

 [t2]Tolong dijelaskan maksudnya rumah siapa?? Apakah dalam villa?? Kalau bisa alur cerita linear saja..

 [t3]Mungkin lbh bagus kalau awalnya pak rahmat dibuat misterius (berkesan jahat) hingga di ending ternyata pak Rahmat baik…

 [t4]Endingnya harus bahagia.. 

Dan inilah hasilnya:


 PEMAIN:

Jessica Mila, Adam Zidni, Rangga Boiver, Fuad Idris, Maharani Asmara Dewi

TAYANG:

2 Januari 2012



Salam Budaya: @endikkoeswoyo Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Tak Terjawab Bioskop



RAPI FILM
 Bioskop Indonesia Premiere Trans TV
PANGGILAN TAK TERJAWAB
Horor Movie
Penulis: Endik Koeswoyo


Lokasi:
1. Jalanan
2. Rumah sakit
3. Kosan
4. Kampus
5. Counter HP

Pemain:
1. Dinda (20 Tahun)
2. Alma (20 Tahun)
3. Teddy (21 Tahun)
4. Gerry (22 Tahun)- Ganti nama jadi Miko
5. Wulan (22 Tahun)
6. Suster (25 Tahun)






Sinopsis…
Draf 2 (Note: Tim BI Trans TV-Ending)

Siapa di Indonesia yang tidak punya handphone?
Cerita ini di awali dengan menunjukkan kejadian sehari-sehari hubungan manusia dengan handphonennya, semua orang sibuk dengan handphonenya. Sambil makan mainan handphone, sambil belajar mainan handphone, sambil nyetir mainan handphone, sambil sholat bahkan masih sempet liat handphone. Jika kita amati sekarang ini, manusia seolah sudah menjadikan Handphone sebagai bahan kebutuhan pokok “paling primere” dalam dalam hidupnya, lebih baik nggak makan ketimbang nggak pegang handphone, lebih baik telat sholat karena lebih asik mainan handphone, lebih baik telat kuliah buat ngambil handphone yang ketinggalan dan seabrek hal lainnya yang membuat handphone lebih penting dari segala hal.

Sore di dalam sebuah mobil ada Dinda (20 tahun), Alma (20 tahun), Teddy (21 tahun) dan Gerry (22 tahun) semua lagi asyik main HP, termasuk Gerry yang nyetir. Mereka baru saja pulang kuliah. Tetapi tiba-tiba mereka dikagetkan dengan suara BRAK! Mobil langsung ngerem mendadat CIIIIT! Kejadian sangat cepat, mereka semua kaget, mereka tidak sadar kalau mereka menabrak seorang penyebrang jalan, Wulan (22 tahun). Sore itu, tanpa sadari mereka nabrak Wulan, Wulan terlempar masuk ke ke selokan tanpa seorangpun tau. Gerry CS keluar, panik mencar-cari seseorang yang mereka tabrak. Tidak ada apa-apa disana, hanya sebuah HP yang ada di kap mobil itu. Saat itu gelap dan mau hujan, mereka tidak meneukan ada orang bahkan disekitar mereka juga sepi. Mereka hanya nemuin HP. Mereka jadi bingung. “Kayaknya kita nabrak orang deh? Kata Gerry panik, tetapi karena tidak ada orang disana, mereka akhirnya ngambil HP itu. Dengan rasa penasaran mereka lalu pergi. Saat itu langsung Hujan deras. Tanpa mereka tahu, ada sebuah tangan muncul dari selokan dan berusaha naik. Sosok itu, Wulan, naik ke atas dengan luka dan kotor, minta tolong, “Tolong… Tooo…long…. Mana hapeku? Balikin hapeku….” terus langsung gelap.
Sesampainya di rumah kontarakan, Mereka berempat masih bingung dengan handphone yang mereka temukan tadi, nomernya nomer inject  dan baru, jadi mereka nggak tau itu hp milik siapa. Bahkan di phonebook juga nggak ada nama-nama atau nomer yang bisa dihubungi.

Hape itu akhirnya dibawa sama Dinda. Malam di kamar Dinda, tiba-tiba di layar hape itu terihat satu panggilan tak terjawab. Dinda lalu melakukan panggilan balik, siapa tau itu dari pemilik hape. Tetapi ketika dipanggil, tidak ada suara yang menjawab, “Halo? Mas? Mbak? Pak? Bu? Ini siapa ya?” tanya Dinda penasaran. Dinda kaget, karena yang terdengar kemudian hanya suara hujan dan geledek yang menggelar. Aneh. Saat Dinda bingung, tiba-tiba dia melihat sekelebatan sosok wanita aneh di luar jendelanya, tidak begitu jelas. Dinda langsung lari keluar kamar. Di ruang tamu, masih ada Teddy dan Gerry yang lagi mainan PS, Dinda lalu kasih hape ke Gerry. Dinda tidak cerita apa-apa, hanya bilang kalau Gerry harus tanggung jawab, caracara buat balikin hape itu ke yang punya. Dinda buru-buru masuk kamar Alma, dia nggak berani tidur di kamarnya.

Saat itu, Gerry juga heran, baru saja dipegang, sudah ada 1 panggilan yang terjawab, Geryy telpon balik, tetapi yang terdengar hanya hujan dan gledek, kemudian suara perempuan minta tolong. “Kok aneh gini ya?” tanya Gerry ke Teddy, tetapi mereka tidak menemukan jawaban apapun atas kejadian mistis itu.
Sejak malam itu, hape misterius itu telah meneror Dinda CS, tetapi mereka belum bilang satu sama lain. Mereka gentian bawa hape itu, karena semua tidakmau tanggung jawab, saling melemar tanggung jawab. Tapi tiap mereka pakai, selalu ada panggilan tak terjawab dari 1 nomer, tapi nggak pernah bunyi, kalo nomor itu telpon. Begitu mereka telpon balik, yang terdengar hanya suara hujan dan geledek. Mereka ketakutan. Bahkan lama-lama terdengar suara wanita minta tolong dan minta balikin hapenya. Kemudian, mereka diteror roh perempuan menyeramkan yang muncul disekitar rumah kontrakan mereka.

HP di oper-oper, dan semua mengalami hal yang sama sampai mereka ahirnya satu demi satu mengaku kalo mereka diteror, dan ternyata teror yang sama. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjual HP itu ke counter. Begitu mereka menjualnya, Gerry kecelakaan, untuk tidak parah, tetapi Gerry harus rawat jalan di rumah sakit.

Saat mereka bertiga menjenguk Gerry di rumah sakit, ada suster yang cerita, di ruangan sebelah, ada pasien bernama Wulan yang sedang dirawat intensif karena koma, selalu ada suara handphone bunyi plus suara kembalikan handphoneku. Dicari kemana-mana nggak ada. Mereka ber empat akhirnya ke kamar Wulan karena penasaran.
Tiba-tiba HP mereka berbunyi serempak dan terdengar suara: balikin hapeku.. lalu Wulan tiba-tiba bangun dari koma secara menakutkan. Semuanya menjerit. Mereka ketakutan. Suster masuk dan Wulan terlihat terbaring kembali. Suster bilang, anak ini korban tabrak lari, di daerah Jalan Pulsa.

Akhirnya mereka berempat kembali ke counter HP dan berusaha mencari HP itu. Tapi HP itu sudah dijual. Mereka diikuti roh penampakan (mukanya tetap nggak keliatan) saat mencari hape itu.
Akhirnya, handphone milik Wulan ketemu, mereka akhirnya mengembalikan handphone Wulan. Mereka minta maaf sama keluarga Wulan. Karena mereka menabrak Wulan secara tidak sengaja. Merek juga bersedia membayar biaya perawatan Wulan. Wulan beberapa hari kemudian tersadar. Wulan memaafkan mereka. Wulan juga bilang dia yang salah karena nyebrang jalan dan tidak hati-hati, saat itu Wulan nyebrang jalan sambil smsan. Dinda CS mau mengembalikan HP ke Wulan, lalu Wulan menatap HP itu dan bilang, “itu bukan hp aku,” JENG semua kaget. Wulan lalu menunjukkan hpnya. “Nih, Hpku utuh di tas,” semua saling pandang, heran. Dinda CS lalu  pulang dengan bingung sambil menatap HP itu. “Berartii??? Ini HP siapa??” tanya Gerry bingung, di belakang mereka tiba-tiba muncul penampakan sambil bilang, “HP saya mas…” mereka semua menjerit dan kabur.
 
Dan inilah hasil posternya :

PEMAIN "Panggilan Tak Terjawab"

Jessica Mila Agnesia   
Icha Annisa   
Rendy Septino   
Edwin Sjarif   
Bella Luna   
Della Dertyan

Sutradara    Deni Pusung
Genre    Drama
Bahasa    Indonesian
Publikasi    12 - 12 - 2013
Durasi    72 Menit
Penulis    Endik Koeswoyo
Nomor    7440/DVD/r/TV/12.2018/2013
Judul Rekaman Video    Panggilan Yang Tak Terjawab
Negara Asal    Indonesia
Diluluskan Untuk    Remaja / TV
MPP/MPI/Kosong    0 Menit/ 72 Menit/ 0 Menit
Tipe    DVD
Bahasa    Indonesia
Kredit    PT. Rapi Films
Jadwal Tayang Film Panggilan Tak Terjawab
Tanggal    Jam    Judul Acara    Tempat
12 - 12 - 2013    12:00    Bioskop Trans TV    Trans TV



Salam Budaya: @endikkoeswoyo Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN