twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 21 Oktober 2011

Lirik Lagu Adele Someone Like You

Lirik Lagu Adele Someone Like You


I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead


Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Jumat, 07 Oktober 2011

Mana Apel-mu?

Mana Apel-mu?
Dari Hawa, The Beatles, Newton Hingga Steve Jobs

Apel? Ya siapa sih ndak mengenal buah itu? Rasanya enak, harganya juga ndak mahal-mahal banget. Ada yang warnanya ijo, merah pekat, merah muda, ijo kemerahan, pokoknya gitu deh warnanya tuh buah. Masak ga tau buah apel sih?
Ternyata ada kisah-kisah yang sangat menarik tentang si buah yang banyak ada di kota Malang Jawa Timur itu.

Apel Pertama: Yang memakan buah Apel pertama adalah Hawa. Kok bisa? Kan beliau wanita pertama, dulu banget di Surga sana sudah ada buah apel. Setelah memakan buah Apel Adam dan Hawa kemudian turun dari Surga menuju ke bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup di surga. Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan beragam suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya dan sampailah menjadi kita sekarang ini.


Apel Kedua: Ini buah apel yang agak kurang ajar, buah apel yang tiba-tiba jatuh di kepala Newton. “Pletak” buah apel jatuh tepat di kepala Newton pada suatu hari ketika Si Newton ini sedang duduk dan belajar di bawah pohon apel dan buahnya tiba-tiba saja jatuh. Setelah ngedumel sebentar Si Newton ini mengamati apel yang jatuh tersebut. Karena tidak ada orang lain di situ, dan tidak ada Jin juga di situ lalu Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh kebawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.
Pada taukan siapa itu Sir Isaac Newton? Ya, dia adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, PhilosophiƦ Naturalis Principia Mathematika, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.


Buah Aple Ketiga: Pada tau nggak sih sama yang namanya The Batles? Kalau ga tau, ini ada sejarah profile singkatnya. The Beatles adalah kelompok pemusik Inggris beraliran rock, dibentuk di Liverpool pada tahun 1960, seringkali dianggap sebagai pemusik tersukses secara komersial dan paling banyak mendapat pujian dalam musik populer. Sejak tahun 1962, kelompok ini terdiri dari John Lennon (gitar ritem, vokal), Paul McCartney (gitar bass, vokal), George Harrison (gitar utama, vokal), Ringo Starr (drum, vokal).
Nah pada tahun 1968 Beatles mendirikan perusahaan rekaman beranama Apple Records. Apple Records adalah sebuah label rekaman, didirikan pada 1968 sebagai bagian dari Apple Corps Ltd. oleh The Beatles. Album-album pertama Beatles dirilis oleh Parlophone di United Kingdom, dan Capitol Records atau United Artists Records di Amerika Serikat. Dalam sebuah perjanjian rekaman baru, EMI dan Capitol setuju untuk mendistribusi Apple Records sampai 1975; Apple memiliki hak untuk merekam artis-artis yang mereka kontrak, sedangkan EMI mempertahankan hak milik rekaman-rekaman Beatles, walaupun merilisnya di bawah label Apple. Label ini bertahan walaupun Beatles pecah di tahun 1970, dan dihidupkan kembali di akhr 1980-an, untuk semua CD Beatles. Apple Records memiliki hak atas semua video dan film Beatles. Nah, dalam dunia musik ternyata si buah Apel juga sangat berpengaruh besar.


Apel Keempat: Jobs pernah bekerja selama musim panas di perkebunan apel dan mengagumi label rekaman Beatles, Apple Record. Dia juga merasa apel adalah buah yang paling sempurna. Dikabarkan, ketika proses pemberian nama perusahaanya, Jobs dan Wozniak tidak menemukan nama yang lebih baik dari Apple. Banyak yang tidak tahu mengapa almarhum Steve Jobs menamakan perusahaannya "Apple". Ini tidak ada kaitannya dengan buah apel. Jobs meminjam nama itu dari label perusahaan rekaman milik band legendaris dunia Beatles yang memang bernama "Apple". Saat itu ada kesepakatan antara Beatles dengan Steve Jobs, nama tersebut boleh dipakai asal Jobs tidak pernah menjamah bisnis musik.
Awalnya, perusahaan Steve Jobs tersebut menggunakan logo bergambar Isaac Newton yang sedang duduk di bawah pohon apel. Logo yang didesain Ronald Wayne ini dibuat tahun 1976.

Logo itu kemudian diubah Rob Janoff menjadi buah apel berpelangi yang digunakan dari tahun 1976-1998. Selanjutnya logo yang digunakan hingga saat ini adalah buah apel tergigit. Konon, gigitan apel tersebut terinspirasi dari Alan Turning, bapak komputer modern yang mengakhiri hidup dengan memakan apel yang mengandung sianida.Akan tetapi, Jobs akhirnya melanggar itu saat dirinya menciptakan produk terlaris dunia iPod dan toko musik dunia maya iTune. Akibat dianggap melanggar, Jobs punsempat dituntut secara hukum terkait dengan legalitas penggunaan nama "Apple".
Namun, kasus itu akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik dan brand Apple tetap menjadi yang terlaris di dunia saat ini. Produk Apple umumnya dibuat untuk menyasar kelompok kelas menengah atas.

Yang jelas, bagaimanapun kisahnya mereka-mereka ini telah merubah dunia dengan sebuah nama Apel. Apel? Ya… Apel adalah seseuatu yang merubah mereka dan merubah dunia. Lalu apakah kita akan bisa merubah dunia? Carilah apelmu sendiri dan rumahlah hidupmu.





6. Okt. 2011
Diketik tengah malam menggunakan Macbook
#RIP Steve Jobs






Salam Budaya: @endikkoeswoyo
Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Selasa, 04 Oktober 2011

Catatan Jomblo Melas



“Dulu sudah aku bilangin, Ndik, kamu itu harus konsisten melas sebab itu karakter kuatmu! Sekarang malah bergaya ustad ya nggak cocok...ga dapet feelnya jadi berasa hambar to?”

Begitulah ucap Edi Alkhiles sahabatku yang kaya raya, yang rekeningnya menggelembung segunung Galungggung tapi dia tetap rendah hati dan mau menerimaku yang melas ini di ruangan khusus perusahaannya. Tak peduli celana dekilku, tak peduli aroma kecut keringatku, tak pedulu bau bacin dari pakaian kotor yang aku bawa dengan tas kresek bekas bungkus ikan asin ini. Ruangan ber AC dengan permadani ARAB yang dibelinya langsung dari ALADIN ketika dia Umroh untuk yang ke 99 kalinya. Nah loh? Padahal aku mengenalnya dulu, dulu sebelum rekeningnya tiba-tiba saja sudah tidak terhitung dia itu melas juga ternyata. Masih aku ingat dia tinggal di rumah kecil di sebuah gang, aku tidak tau pasti apakah rumah itu ngontrak atau minjem, yang jelas aku bertemu dengannya di teras rumah yang dipaksakan untuk jadi kantor, ya sekitar 7 tahun yang lalu, aku anggap Edi Alkhiles itu bukan apa-apa. Eh ujuk-ujuk sudah punya ruangan sendiri yang pake AC dan permadani ARAB yang dibelinya dari ALADIN… Belum lagi karyawannya sudah nyebar dari Sabang Sampai Merauke kecuali Timur-Timur. “Hebat…” batinku sambil membuka sebungkus Marlboro merah yang sudah disediakan untukku.

“Yang penting, dalam bekerja itu SEMKUR,” katanya mengawali pembicaraan.

“Apa itu SEMKUR?” aku mengerutkan dahi.

“Semangat dan Syukur,” katanya.

“OH…. SEMUR….,” kataku.

“Loh? SEMKUR kok jadi SEMUR,” dia mengerutkan dahi juga.

“Semangat, senyum dan syukur,” kataku.

Aku duduk di kursi empuk di sudut ruangannya, kuangkat kakiku sebelah, kuletakkan sebelah tanganku pada sandaran kursi, angkuh. Benar-benar akuhnya diriku dengan pose itu, sumpah. Buru-buru aku menurunkan kaki dan tanganku, duduk mengempit kedua tanganku di antara paha, melas gitu deh. Wajahku tiba-tiba berubah melas dengan tiba-tiba ketika dia mendekat, duduk di kursi tepat di depanku. Mungkin aura milyiader itu membuatku tiba-tiba sedikit takut dengannya. Eh padahal siapa sih dia itu?

“Bla…bla…bla…bla…,” obrolan kalimat demi kalimatnya mulai meluncur.

“Ya… Pak… Ya Pak… Njih…,” begitu saja sedekah komentarku.

Tujuanku datang kali ini sebernarnya membawa visi dan misi yang cukup berat bagi hatiku, ya aku ingin curhat sebenarnya. Mencurahkan isi hatiku padanya, pada sahabat lamaku itu. Oh ya dalam hal ini sabahat lama yang aku maksud adalah orang yang aku kenal sedikit beberapa tahun lalu kami akrab kembali setelah ada teknologi BBM. Di sanalah kami nggerumpi biasanya, lewat benda kecil canggih buatan luar negeri itu. Lewat BBM itulah aku sering mencurahkan isi hatiku yang gundah gulana padanya, entah kenapa juga aku curhat padanya, mungkin karena aku suka solusi konyolnya.

“Duh Pak, dadaku nyesek banget neh,” kataku.

“Kenapa lagi Mas?” sahutnya prihatin.

“Biasalah, soal hati,” kataku singkat malu-malu.

“Oh… bunuh diri aja, tuh nelen lombok sekilo,” solusinya.

“Wah masalahnya Lombok lagi mahal Pak, sekilo sekarang 90 ribu,” ucapku tulus.

“Ya sudah beli saja 10 kg, nanti uangnya aku kasih. Kalau sudah mati cerita ya, gimana rasanya bunuh diri,” lanjutnya.

“Njih Pak, iya… iya…” kataku lirih menerima solusinya.

Aku kembali duduk, diam membisu mematung kayak tugu usang berlumut yang roboh kunduran Truk pengangkut cabe. Hatiku benar-benar remuk redam oleh apa itu yang namanya cinta. Wajahku menjadi begitu kupret, jelek dan menjemukan dipandang. Lebih dari 10 menit aku mematung.

“Hmmm… bentar mas,”

Pria setengah muda yang aku katakana cukup ganteng itu melangkah, medekati mejanya. Duduk sejenak di kursi empuknya yang bisa naik turun dan muter-muter itu. Tangannya disembunyikan di balik meja, seakan merapal mantra. Aku berharap dia memberikanku segelas air kembang yang sudah di jampi-jampi dan dimantrai olehnya. Tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah amplop.

“Ini buat beli lombok,” disodorkannya amplop itu padaku.

“Begitu?” tanyaku kaget.

“Ya… ya… pulanglah, mampir pasar beli sepuluh kilo ya,” katanya dengan senyum. Tak lupa tangan kanannya menepuk bahuku.

“Iya,” aku mengangguk pelan.

“Jomblo bukan berati tak lagi kawan!” dia menepuk bahuku.

Gila… setelah aku keluar dari ruangannya, aku membuka amplop itu, benar-benar cukup untuk beli Lombok satu kilo. Satu juta guys yang dia berikan padaku. Alhamdulillah, bisa buat hidup sebulan kedepan deh! Eit, curhat saja digaji sejuta, apalagi kalau kerja? Nah lo…

Melas, sebuah kalimat yang sering kita dengar. Melas identik dengan buluk, kucel, dekil bau dan lain-lain. Eit jangan salah, ternyata melas itu adalah sebuah aliran ilmu baru… namanya MELASISME di mana aliran ini merupakan sebuah gerakan memelaskan diri guna mendapatkan kebahagian yang memuncak sampai ubun-ubun. Berbeda dengan teori-teori para pakar Psikolog kayak Max Wertheimer, Carl Rogers, apalagi dengan teor iSigmund Freud tentang Konsep Id, Ego, dan Superego .Beda, beda banget deh pokoknya. Melas merupakan sebuah sikap sederhana yang ditampilkan golongan MELAISME guna mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan sesuatu dengan kesadaran dan keiklasan yang mutlak dan telak. Melas bukanlah dekil, bau, atau kucel. Melasisme itu lebih kepada perilaku dan sikap serta tutur bahasa yang memang dibuat semelas mungkin sehingga orang lain tertarik lalu mau mengiklaskan dirinya untuk berbuat sesuatu kepada si melas itu.

Karakter melas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, ketika kamu tidak pernah merasakan sebuah rasa sakit yang sesakit-sakitnya, jika kamu tidak pernah putus cinta seputus-putusnya, jika kamu tidak pernah menangis hidupmu senangis-nangisnya niscaya kamu tidak akan bisa menjadi manusia dengan karakter melas.

Menjadi melas itu lebih baik ketimbang menjadi congkak dan angkuh. Menjadi melas itu lebih sederhana ketimbang menjadi orang yang sombong bin landen. Jika saja aku datang, masuk keruangannya dengan sombong, ketika tidak segera aku turunkan kaki dan tangaku lalu mengempitnya aku yakin tidak akan dapat uang satu juta itu. Mungkin kecil baginya, tapi besar bagiku. Dan sejak itu, aku memilih untuk menjadi Jomblo Melas, tersenyum kecil lalu mengangguk pelan ketika di ajak bicara. Tersenyum kecil lalu mengiyakan ketika lawan bicaraku bicaraku bicara. Tidak pernah aku melontarkan debat kusir ala kuda, cukup di iyakan saja sambil sesekali melontarkan kalimat melas yang menohok. So? Melaskan dirimu semelas melasnya, jangan menyombongkan dirimu sesombong, sombongnya karena didalam kemelasan itu ada kekuatan dasyat…





Ambon Manise

Pagi selepas Subuh pada bulan Mei 2011


Salam Budaya:

Endik Koeswoyo
Jl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.
email: endik_penulis@yahoo.com
twitter @endikkoeswoyo

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya


MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN