twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Sabtu, 31 Desember 2011

CINTAKU NYANGKUT DI FESBUK



CINTAKU NYANGKUT DI FESBUK
Oleh : Endik Koeswoyo
Harga : Rp. 30000
Ukuran : 12x19cm
Tebal : 248hlm
Terbit : September 2011
Penerbit : Laksana


Sekilas tentang isi buku

Hari gene nggak punya akun pesbuk? Hare gene kesulitan dapat cewek idaman? Ahhh, tetep aja meski terdengar ganjil bin kuper, ada aja selalu orang yang begitu. Jangan-jangan juga kamu ya? Xixixiii…xiixii…
Okelah! Ini dia si cowok rekaan Mr. Anu, pengarang Cinta is Anu!, yang rada gila, begitu konyol mengocok perut meski kadang ngaku sesak napas kayak penderita asma lantaran keingetan sang mantan yang mencampakkannya bak kucing di sebuah garasi, hingga ia menjelma si super melas yang nenteng kresek item kemana-mana!
Yang pasti, tokoh kuper duper dalam novel ngakak ini meski telah dibuatkan akun pesbuk oleh sobatnya, juga diajari ragam jurus sakti mandraguna tuk gaet cewek di pesbuk, tetap aja muram dan melas cintanya.
Tapi, heemm…tapii…pesbuk berbisik tentang seabrek hal dalam pergaulan dan cinta.
Dan, ketika cinta nyangkut di pesbuk…alahh…ngakak sendiri aja deh! Atau mewek sendiri aja deh kayak Mr. Anu itu!
Dijamin 100% masuk mulut semua segala jenis nyamuk, lalat, dan haus!
Plototin habis-habisan novel gila yang lebih heboh dari Sule cs. ini!

Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

The Prince of Blangkon




Judul: The Prince of Blangkon
Penulis: Endik Koeswoyo
Terbit: Januari 2012

Anda ingin ngakak terpental-pental, eh terpingkal-pingkal, hingga terjungkal-jungkal, dan lupa dengan problem hidup Anda sendiri?
Bacalah novel yang super kocak ini. Sebuah novel yang berkisah tentang pencarian cinta sejati, dibalut dengan persahabatan yang konyol.
Pangeran Semur Jaya Rasa adalah pangeran dari Negeri Timur yang masih jomblo. Dengan didampingi oleh pengawal setianya bernama Premadana, Pangeran Semur mengikuti sayembara untuk menemukan Putri Permata Hati, putri dari Kota Tengah.
Karena tidak memiliki ilmu sihir seperti kebanyakan pemuda di Pulau Tukis, ia pun hampir kalah saing dengan Pengeran Gura Manis dari Kota Barat. Akhirnya, Pangeran Semur berniat mencari kunci rahasia untuk mengaktifkan ilmu sihir yang ada di benda-benda kesayangannya.
Dengan membawa keris, blangkon, dan selendang sutra, Pangeran Semur ditemani Premadana menembus keangkeran Pulau Kentut Kuda untuk menemui seorang oden (guru sihir). Berhasilkah Pangeran Semur menunaikan keinginannya?
Tentu saja buah kerja kerasnya sangat membahagiakan alias dia berhasil juga menemukan Putri Permata Hati.
Masalahnya yang kemudian muncul, bahwa sejak pandangan pertama ternyata Premadana telah jatuh cinta kepada Putri Permata Hati.
Lantas, bagaimanakah dengan sikap Pengeran Semur selanjutnya? Hehe…, ya segera saja sikat dan pelototan buku ini….:) Dijamin pasti Anda suka.


Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Senin, 28 November 2011

Mantanmu Adalah Anumu -- Catatan Jomblo Galau




SEKILAS BUKU INI

“Dulu sudah aku bilangin, Ndik, kamu itu harus konsisten melas, sebab itu karakter kuatmu! Sekarang malah bergaya ustadz ya nggak cocok… nggak dapet feel-nya, jadi berasa hambar tho?”
***
Nah, itulah sepenggal kalimat yang menggambarkan kekuatan pribadi seorang Endik Koeswoyo yang bergelar si Jomblo Melas. Penulis beberapa novel serius maupun humor ini datang kembali dengan segudang catatan pribadinya seputar keseharian manusia. Tentang jomblo, tentang wanita, tentang hidup, tentang kesepian, tentang kesederhanaan, dan tentang jomblo lagi.
Lho?
Iya, tapi, di samping beberapa curhatannya seputar aktivitas MELASISME, masih banyak catatan lainnya kok yang nggak ada sangkut pautnya dengan kejombloan dan bla bla bla itu.
Nah, mau tahu semuanya? Tinggal sambar aja buku ringan yang super menghibur ini!! Menarik, renyah, empuk, segar, gurih, dan enak tenaaannn alias naknaaannn….

Dunia Ini Hambar bagi Aku yang Jomblo…Uhuk-Uhuk…

Kok ketika lihat si Ana hatiku dag, dig, dug, ya?
Kok kalau lihat si Ani, hatiku bergetar kayak ponsel, ya?
Kok kalau lihat si anu hatiku cenat-cenut gini, ya?
Kok kalau lihat si ini aku jadi bingung gini, ya?
Kok kalau lihat si Anto aku biasa aja ya?
Kok…
Judul: Catatan Jomblo Galau
Penulis: Endik Koeswoyo

Mana janji manismu, mencintaiku sampai mati

Kini engkaupun pergi saat ku terpuruk sendiri

Akulah Sang Mantan...

Akulah Sang Mantan…

Mantan, atau seseorang pernah ada di hati, seseorang yang pernah kita cintai setulus hati dan tiba-tiba entah karena apa kita atau dia memilih untuk menyudahi sebuah hubungan. Itulah pengertian singkat mantan, walau sebenarnya masih ada banyak mantan lagi, Mantan Bupati, Mantan Kapolda, Mantan Penjahat, Mantan Kyai dll. Karena mantan, tentu saja sudah 2nd alias bekas. Bekasnya siapa? Ya bekasnya yang dulu jadi mantannya itu. Hehehhe…Asal jangan mantan Orang Arab aja… loh? Heh? Maksudnya?

Mantanmu adalah anumu, anu itu adalah harimau. Jadi mantanmu adalah Harimaumu yang siap menerkammu, mecabik-cabik tubuh dan hatimu jika kamu tidak mampu mengendalikan emosimu. Ah masak iya? Iyalah masak ya iya dong? Mau tau? Buktikan saja langsung, buka pesbuk, lalu liat aktifitas mantanmu di sana. Hatimu akan tiba-tiba menangis seperih-perihnya jika dia sudah lebih dulu punya pacar baru dan men-guplod foto mesranya dengan pacar barumu. Dia sudah menjadi harimau paling ganas seantero jagad, minimalnya seantero Indonesia Raya dan Sekitarnya kecuali Timor-Timor. Dia yang dulu kita puja menjadi begitu menyesakkan dada pada akhirnya.

So? Kalau punya mantan, segera lupakan saja. Biarkan dia dengan kehidupannya. Lupakan dia dan tenangkan diri, cari pasangan baru aja. Lupakan semua kenangan indah dengannya dan ingat kenangan pahit dengannya akan membuat kita lebih bisa cepat melupakannya. Jangan sekali-kali membuka pesbuknya jika belum punya pengganti karena dia akan menjadi harimau paling ganas ketika kamu melihat tampangnya di foto yang narsisnya kelebihan. Sekali putus? Jangan balik lagi deh karena kamu akan putus nyambung putus nyambung dan itu menyakitkan. Percaya deh, banyak kok yang sudah membuktikan hal itu. Makanya kalau mau putus pikir-pikir dulu, malukan kalau mau balik Kucing? Kucing aja jarang mau balik arah. Iya tow?

“Kenapa nangis?” sapaku pelan sambil menepuk bahunya.

“Ini, mantanku udah punya pacar baru!” sambil nunjuk foto mesra mantanya.

“Loh ya jangan dilihat biar ga sedih,” saranku.

“Gitu ya?” tanyanya dengan wajah paling jelek yang pernah aku lihat. Tau sendirikan wanita itu paling jelek dikala dia memangis. Jelek sejelek jeleknya wanita di dunia ini adalah ketika dia sedang nangis sampe ingusnya keluar ke mana-mana. Hiiii….jijai…lebih jelek dari Mak Lampir yang suka makan lemper itu deh pokoknya.

Tapi gimana lagi? sebagai orang yang pernah kita cintai, Sang Mantan itu punya pengaruh terhadap apa yang kita lakukan saat ini. Percaya atau tidak, butuh waktu seumur hidup untuk melupakan Sang Mantan. Inget janji manisnya, nangis. Inget gandengan tangan mesra di pantai nangis. Inget disuapin saat ngutang bakso eh nangis juga. Inget telpon malam-malam, nagis juga. Inget bubuk bareng, ehhhh… nangis terus bunuh diri. Haduh…salah siapa hayooo?

Mengingat mantan itu bagaikan kena serangan asam akut. Tapi jangan takut, ada obat mujarab untuk mengatasi jika kena serangan Asma akut. Beli kalpanak 2 botol, gosok dikit tuh dada pakau kain yang kasar atau kerik saja pakai uang logam. Tuang kalpanak di dada yang sudah di kerik sampe merah-merah… rasakan perihnya deh…. Selamat mencoba aja… di jamit sakit hati akan hilang pelan-pelan.

Kalau punya mantan emang sebaiknya jangan dipantau, lupakan saja. Biarkan mantanmu menjadi Harimau jinak di kandangnya. Jangan kau ganggu lagi dia dengan melihat status pesbuknya setiap menit. Forget, forget dan lupakan. Nikmati hidupmu tanpa banyang-bayang mantanmu karena dia bisa jadi akan menjadi harimau paling ganas yang siap mencabik-cabik hatimu secabik-cabiknya sampai kamu kesakitan dan menangis tersedu hingga kamu menjadi manusia paling jelek karena tangismu yang sudah jelek elek itu. Yang lalu biarlah berlalu karena hidup terus berjalan tanpa bisa kembali ke masa lalu. Mari menatap kedepan saja, sekali saja liat kebelakang, jangan terlalu sering. Ingat anunya saja jangan ingat yang lainnya… Ok? Ok Deh….

== Catatan Jomblo Galau == Segera Terbit 2011

Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Minggu, 27 November 2011

Prabu Jayabhaya



Cover Buku: Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara
Tahun Terbit: 2009
Waktu Riset dan Penulisa: Antara Tahun 2004-2009

Prabu Jayabhaya dan Ramalannya yang melegenda
Entah kenapa hari ini tiba-tiba saya membaca buku yang pernah saya tulis beberapa tahun yang lalu, buku ini berjudul Kisah legendaris raja-Raja Nusantara...
Dalam Buku itu ada satu Bab yang saya baca berulag-ulang, berikut ini adalah Bab VIII- Tentang Jayabhaya, ramalan demi ramalan itu seakan menjadi sebuah kisah nyata di Jaman sekarang.


BAB VIII. Prabu Jayabhaya
KERAJAAN KADIRI



Maharaja Jayabhaya adalah raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157 Masehi. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Pemerintahan Jayabhaya dianggap sebagai masa kejayaan Kadiri. Peninggalan sejarahnya berupa prasasti Hantang tahun 1135 Masehi, prasasti Talan 1136 Masehi, dan prasasti Jepun 1144 Masehi, serta Kakawin Bharatayuddha 1157 Masehi. Pada prasasti Hantang, atau biasa juga disebut prasasti Ngantang, terdapat semboyan Panjalu Jayati, yang artinya ‘Kadiri menang’. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang melawan Janggala . Dari prasasti tersebut dapat diketahui kalau Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kadiri. Kemenangan Jayabhaya atas Janggala disimbolkan sebagai kemenangan Pandawa atas Kurawa dalam kakawin Bharatayuddha yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh tahun 1157 Masehi.
Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta tahun 1178 Masehi. Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Prasasti Turun Hyang II sekitar tahun 1044 Masehi yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga.
Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 Masehi atas nama Sri Jayawarsa. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui, sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan. Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang tahun 1135 Masehi, yaitu Panjalu Jayati, atau Panjalu Menang. Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah, Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178 Masehi, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Kerajaan Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut.
Nama besar Jayabhaya tercatat dalam ingatan masyarakat Jawa, sehingga namanya muncul dalam kesusastraan Jawa zaman Mataram Islam atau sesudahnya sebagai Prabu Jayabaya. Contoh naskah yang menyinggung tentang Jayabaya adalah Babad Tanah Jawi dan Serat Aji Pamasa. Dikisahkan Jayabaya adalah titisan Wisnu. Negaranya bernama Widarba yang beribu kota di Mamenang. Ayahnya bernama Gendrayana, putra Yudayana, putra Parikesit, putra Abimanyu, putra Arjuna dari keluarga Pandawa.
Permaisuri Jayabaya bernama Dewi Sara. Lahir darinya Jayaamijaya, Dewi Pramesti, Dewi Pramuni, dan Dewi Sasanti. Jayaamijaya menurunkan raja-raja tanah Jawa, bahkan sampai Majapahit dan Mataram Islam. Sedangkan Pramesti menikah dengan Astradarma raja Yawastina, melahirkan Anglingdarma raja Malawapati.
Jayabaya turun takhta pada usia tua. Ia dikisahkan moksha di desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Tempat petilasannya tersebut dikeramatkan oleh penduduk setempat dan masih ramai dikunjungi sampai sekarang. Prabu Jayabaya adalah tokoh yang identik dengan ramalan masa depan Nusantara. Terdapat beberapa naskah yang berisi “Ramalan Joyoboyo”, antara lain Serat Jayabaya Musarar, Serat Pranitiwakya, dan lain sebagainya. Dikisahkan dalam Serat Jayabaya Musarar, pada suatu hari Jayabaya berguru pada seorang ulama bernama Maolana Ngali Samsujen. Dari ulama tersebut, Jayabaya mendapat gambaran tentang keadaan Pulau Jawa sejak zaman diisi oleh Aji Saka sampai datangnya hari Kiamat. Dari nama guru Jayabaya di atas dapat diketahui kalau naskah serat tersebut ditulis pada zaman berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Tidak diketahui dengan pasti siapa penulis ramalan-ramalan Jayabaya. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat itu untuk mematuhi ucapan tokoh besar. Maka, si penulis naskah pun mengatakan kalau ramalannya adalah ucapan langsung Prabu Jayabaya, seorang raja besar dari Kadiri.
Tokoh pujangga besar yang juga ahli ramalan dari Surakarta bernama Ranggawarsita sering disebut sebagai penulis naskah-naskah Ramalan Jayabaya. Akan tetapi, Ranggawarsita biasa menyisipkan namanya dalam naskah-naskah tulisannya, sedangkan naskah-naskah Ramalan Jayabaya pada umumnya bersifat anonim.

Ramalan Jayabaya

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran (Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda)
2. Tanah Jawa kalungan wesi (Pulau Jawa berkalung besi)
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang (Perahu berlayar di ruang angkasa)
4. Kali ilang kedhunge (Sungai kehilangan lubuk)
5. Pasar ilang kumandhang (Pasar kehilangan suara)
6. Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak (Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat)
7. Bumi saya suwe saya mengkeret (Bumi semakin lama semakin mengerut)
8. Sekilan bumi dipajeki (Sejengkal tanah dikenai pajak)
9. Jaran doyan mangan sambel (Kuda suka makan sambal)
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang (Orang perempuan berpakaian lelaki)
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman (Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik)
12. Akeh janji ora ditetepi (Banyak janji tidak ditepati)
13. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe (Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri) * Manungsa padha seneng nyalah (Orang-orang saling lempar kesalahan)
14. Ora ngendahake hukum Allah (Tak peduli akan hukum Allah)
15. Barang jahat diangkat-angkat (Yang jahat dijunjung-junjung)
16. Barang suci dibenci (Yang suci (justru) dibenci)
17. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit (Banyak orang hanya mementingkan uang)
18. Lali kamanungsan (Lupa jati kemanusiaan)
19. Lali kabecikan (Lupa hikmah kebaikan)
20. Lali sanak lali kadang (Lupa sanak lupa saudara)
21. Akeh bapa lali anak (Banyak ayah lupa anak)
22. Akeh anak wani nglawan ibu (Banyak anak berani melawan ibu)
23. Nantang bapa (Menantang ayah)
24. Sedulur padha cidra (Sudara dan saudara saling khianat)
25. Kulawarga padha curiga (keluarga saling curiga)
26. Kanca dadi mungsuh (Kawan menjadi lawan)
27. Akeh manungsa lali asale (Banyak orang lupa asal-usul)
28. Ukuman Ratu ora adil (Hukuman Raja tidak adil)
29. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil (Banyak pejabat jahat dan ganjil)
30. Akeh kelakuan sing ganjil (Banyak ulah-tabiat ganjil)
31. Wong apik-apik padha kapencil (Orang yang baik justru tersisih)
32. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin (Banyak orang kerja halal justru malu)
33. Luwih utama ngapusi (Lebih mengutamakan menipu)
34. Wegah nyambut gawe (Malas menunaikan kerja)
35. Kepingin urip mewah (Inginnya hidup mewah)
36. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka (Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka)
37. Wong bener thenger-thenger (Si benar termangu-mangu)
38. Wong salah bungah (Si salah gembira ria)
39. Wong apik ditampik-tampik (Si baik ditolak ditampik)
40. Wong jahat munggah pangkat (Si jahat naik pangkat)
41. Wong agung kasinggung (Yang mulia dilecehkan)
42. Wong ala kapuja (Yang jahat dipuji-puji)
43. Wong wadon ilang kawirangane (Perempuan hilang malu)
44. Wong lanang ilang kaprawirane (Laki-laki hilang perwira/kejantanan/harga diri)
45. Akeh wong lanang ora duwe bojo (Banyak laki-laki tak mau beristri)
46. Akeh wong wadon ora setya marang bojone (Banyak perempuan ingkar pada suami)
47. Akeh ibu padha ngedol anake (Banyak ibu menjual anak)
48. Akeh wong wadon ngedol awake (Banyak perempuan menjual diri)
49. Akeh wong ijol bebojo (Banyak orang tukar pasangan/selingkuh)
50. Wong wadon nunggang jaran (Perempuan menunggang kuda)
51. Wong lanang linggih plangki (Laki-laki naik tandu)
52. Randha seuang loro (Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen)
53. Prawan seaga lima (Lima perawan lima picis)
54. Dhudha pincang laku sembilan uang (Duda pincang laku sembilan uang)
55. Akeh wong ngedol ngelmu (Banyak orang berdagang ilmu)
56. Akeh wong ngaku-aku (Banyak orang mengaku diri)
57. Njabane putih njerone dhadhu (Di luar putih di dalam jingga)
58. Ngakune suci, nanging sucine palsu (Mengaku suci, tapi palsu belaka)
59. Akeh bujuk akeh lojo (Banyak tipu banyak muslihat)
60. Akeh udan salah mangsa (Banyak hujan salah musim)
61. Akeh prawan tuwa (Banyak perawan tua)
62. Akeh randha nglairake anak (Banyak janda melahirkan bayi)
63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne (Banyak anak lahir mencari bapaknya)
64. Agama akeh sing nantang (Agama banyak ditentang)
65. Prikamanungsan saya ilang (Perikemanusiaan semakin hilang)
66. Omah suci dibenci (Rumah suci dijauhi)
67. Omah ala saya dipuja (Rumah maksiat makin dipuja)
68. Wong wadon lacur ing ngendi-endi (Di mana-mana perempuan lacur)
69. Akeh laknat (Banyak kutukan)
70. Akeh pengkianat (Banyak pengkhianat)
71. Anak mangan bapak (Anak makan bapak)
72. Sedulur mangan sedulur (Saudara makan saudara)
73. Kanca dadi mungsuh (Kawan menjadi lawan)
74. Guru disatru (Guru dimusuhi)
75. Tangga padha curiga (Tetangga saling curiga)
76. Kana-kene saya angkara murka (Angkara murka semakin menjadi-jadi)
77. Sing weruh kebubuhan (Barangsiapa tahu terkena beban)
78. Sing ora weruh ketutuh (Sedang yang tak tahu disalahkan)
79. Besuk yen ana peperangan (Kelak jika terjadi perang)
80. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor (Datang dari timur, barat, selatan, dan utara)
81. Akeh wong becik saya sengsara (Banyak orang baik makin sengsara)
82. Wong jahat saya seneng (Sedang yang jahat makin bahagia)
83. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul (Ketika itu burung gagak dibilang bangau)
84. Wong salah dianggep bener (Orang salah dipandang benar)
85. Pengkhianat nikmat (Pengkhianat nikmat)
86. Durjana saya sempurna (Durjana semakin sempurna)
87. Wong jahat munggah pangkat (Orang jahat naik pangkat)
88. Wong lugu kebelenggu (Orang yang lugu dibelenggu)
89. Wong mulya dikunjara (Orang yang mulia dipenjara)
90. Sing curang garang (Yang curang berkuasa)
91. Sing jujur kojur (Yang jujur sengsara)
92. Pedagang akeh sing keplarang (Pedagang banyak yang tenggelam)
93. Wong main akeh sing ndadi (Penjudi banyak merajalela)
94. Akeh barang haram (Banyak barang haram)
95. Akeh anak haram (Banyak anak haram)
96. Wong wadon nglamar wong lanang (Perempuan melamar laki-laki)
97. Wong lanang ngasorake drajate dhewe (Laki-laki memperhina derajat sendiri)
98. Akeh barang-barang mlebu luang (Banyak barang terbuang-buang)
99. Akeh wong kaliren lan wuda (Banyak orang lapar dan telanjang)
100. Wong tuku ngglenik sing dodol (Pembeli membujuk penjual)
101. Sing dodol akal okol (Si penjual bermain siasat)
102. Wong golek pangan kaya gabah diinteri (Mencari rizki ibarat gabah ditampi)
103. Sing kebat kliwat (Siapa tangkas lepas)
104. Sing telah sambat (Siapa terlanjur menggerutu)
105. Sing gedhe kesasar (Si besar tersasar)
106. Sing cilik kepleset (Si kecil terpeleset)
107. Sing anggak ketunggak (Si congkak terbentur)
108. Sing wedi mati (Si takut mati)
109. Sing nekat mbrekat (Si nekat mendapat berkat)
110. Sing jerih ketindhih (Si hati kecil tertindih)
111. Sing ngawur makmur (Yang ngawur makmur)
112. Sing ngati-ati ngrintih (Yang berhati-hati merintih)
113. Sing ngedan keduman (Yang main gila menerima bagian)
114. Sing waras nggagas (Yang sehat pikiran berpikir)
115. Wong tani ditaleni (Si tani diikat)
116. Wong dora ura-ura (Si bohong menyanyi-nyanyi)
117. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane (Raja ingkar janji, hilang wibawanya)
118. Bupati dadi rakyat (Pegawai tinggi menjadi rakyat)
119. Wong cilik dadi priyayi (Rakyat kecil jadi priyayi)
120. Sing mendele dadi gedhe (Yang curang jadi besar)
121. Sing jujur kojur (Yang jujur celaka)
122. Akeh omah ing ndhuwur jaran (Banyak rumah di punggung kuda)
123. Wong mangan wong (Orang makan sesamanya)
124. Anak lali bapak (Anak lupa bapa)
125. Wong tuwa lali tuwane (Orang tua lupa ketuaan mereka)
126. Pedagang adol barang saya laris (Jualan pedagang semakin laris)
127. Bandhane saya ludhes (Namun harta mereka makin habis)
128. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan (Banyak orang mati lapar di samping makanan)
129. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara (Banyak orang berharta tapi hidup sengsara)
130. Sing edan bisa dandan (Yang gila bisa bersolek)
131. Sing bengkong bisa nggalang gedhong (Si bengkok membangun mahligai)
132. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil (Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih)
133. Ana peperangan ing njero (Terjadi perang di dalam)
134. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham (Terjadi karena para pembesar banyak salah faham)
135. Durjana saya ngambra-ambra (Kejahatan makin merajalela)
136. Penjahat saya tambah (Penjahat makin banyak)
137. Wong apik saya sengsara (Yang baik makin sengsara)
138. Akeh wong mati jalaran saka peperangan (Banyak orang mati karena perang)
139. Kebingungan lan kobongan (Karena bingung dan kebakaran)
140. Wong bener saya thenger-thenger (Si benar makin tertegun)
141. Wong salah saya bungah-bungah (Si salah makin sorak sorai)
142. Akeh bandha musna ora karuan lungane (Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa)
143. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram (Banyak barang haram, banyak anak haram)
144. Bejane sing lali, bejane sing eling (Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar)
145. Nanging sauntung-untunge sing lali (Tapi betapapun beruntung si lupa)
146. Isih untung sing waspada (Masih lebih beruntung si waspada)
147. Angkara murka saya ndadi (Angkara murka semakin menjadi)
148. Kana-kene saya bingung (Di sana-sini makin bingung)
149. Pedagang akeh alangane (Pedagang banyak rintangan)
150. Akeh buruh nantang juragan (Banyak buruh melawan majikan)
151. Juragan dadi umpan (Majikan menjadi umpan)
152. Sing suwarane seru oleh pengaruh (Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh)
153. Wong pinter diingar-ingar (Si pandai direcoki)
154. Wong ala diuja (Si jahat dimanjakan)
155. Wong ngerti mangan ati (Orang yang mengerti makan hati)
156. Bandha dadi memala (Hartabenda menjadi penyakit)
157. Pangkat dadi pemikat (Pangkat menjadi pemukau)
158. Sing sawenang-wenang rumangsa menang (Yang sewenang-wenang merasa menang)
159. Sing ngalah rumangsa kabeh salah (Yang mengalah merasa serba salah)
160. Ana Bupati saka wong sing asor imane (Ada raja berasal orang beriman rendah)
161. Patihe kepala judhi (Maha menterinya benggol judi)
162. Wong sing atine suci dibenci (Yang berhati suci dibenci)
163. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat (Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa)
164. Pemerasan saya ndadra (Pemerasan merajalela)
165. Maling lungguh wetenge mblenduk (Pencuri duduk berperut gendut)
166. Pitik angrem saduwure pikulan (Ayam mengeram di atas pikulan)
167. Maling wani nantang sing duwe omah (Pencuri menantang si empunya rumah)
168. Begal pada ndhugal (Penyamun semakin kurang ajar)
169. Rampok padha keplok-keplok (Perampok semua bersorak-sorai)
170. Wong momong mitenah sing diemong (Si pengasuh memfitnah yang diasuh)
171. Wong jaga nyolong sing dijaga (Si penjaga mencuri yang dijaga)
172. Wong njamin njaluk dijamin (Si penjamin minta dijamin)
173. Akeh wong mendem donga (Banyak orang mabuk doa)
174. Kana-kene rebutan unggul (Di mana-mana berebut menang)
175. Angkara murka ngombro-ombro (Angkara murka menjadi-jadi)
176. Agama ditantang (Agama ditantang)
177. Akeh wong angkara murka (Banyak orang angkara murka)
178. Nggedhekake duraka (Membesar-besarkan durhaka)
179. Ukum agama dilanggar (Hukum agama dilanggar)
180. Prikamanungsan di-iles-iles (Perikemanusiaan diinjak-injak)
181. Kasusilan ditinggal (Tata susila diabaikan)
182. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi (Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi)
183. Wong cilik akeh sing kepencil (Rakyat kecil banyak tersingkir)
184. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil (Karena menjadi kurban si jahat si laknat)
185. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit (Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit)
186. Lan duwe prajurit (Dan punya prajurit)
187. Negarane ambane saprawolon (Lebar negeri seperdelapan dunia)
188. Tukang mangan suap saya ndadra (Pemakan suap semakin merajalela)
189. Wong jahat ditampa (Orang jahat diterima)
190. Wong suci dibenci (Orang suci dibenci)
191. Timah dianggep perak (Timah dianggap perak)
192. Emas diarani tembaga (Emas dibilang tembaga)
193. Dandang dikandakake kuntul (Gagak disebut bangau)
194. Wong dosa sentosa (Orang berdosa sentosa)
195. Wong cilik disalahake (Rakyat jelata dipersalahkan)
196. Wong nganggur kesungkur (Si penganggur tersungkur)
197. Wong sregep krungkep (Si tekun terjerembab)
198. Wong nyengit kesengit (Orang busuk hati dibenci)
199. Buruh mangluh (Buruh menangis)
200. Wong sugih krasa wedi (Orang kaya ketakutan)
201. Wong wedi dadi priyayi (Orang takut jadi priyayi)
202. Senenge wong jahat (Berbahagialah si jahat)
203. Susahe wong cilik (Bersusahlah rakyat kecil)
204. Akeh wong dakwa dinakwa (Banyak orang saling tuduh)
205. Tindake manungsa saya kuciwa (Ulah manusia semakin tercela)
206. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi (Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai)
207. Wong Jawa kari separo (Orang Jawa tinggal separo)
208. Landa-Cina kari sejodho (Belanda-Cina tinggal sepasang)
209. Akeh wong ijir, akeh wong cethil (Banyak orang kikir, banyak orang bakhil)
210. Sing eman ora keduman (Si hemat tidak mendapat bagian)
211. Sing keduman ora eman (Yang mendapat bagian tidak berhemat)
212. Akeh wong mbambung (Banyak orang berulah dungu)
213. Akeh wong limbung (Banyak orang limbung)
214. Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka (Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman)

Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya , dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Pada tahun 1222 Masehi Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.


Diambil Dari Naskah Asli Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara(sebelum masuk editor)

Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Rabu, 23 November 2011

THE JOMBLO MELAS

“Dulu sudah aku bilangin, Ndik, kamu itu harus konsisten melas sebab itu karakter kuatmu! Sekarang malah bergaya ustad ya nggak cocok...ga dapet feelnya jadi berasa hambar to?”

Begitulah ucap Edi Alkhiles sahabatku yang kaya raya, yang rekeningnya menggelembung segunung Galungggung tapi dia tetap rendah hati dan mau menerimaku yang melas ini di ruangan khusus perusahaannya. Tak peduli celana dekilku, tak peduli aroma kecut keringatku, tak pedulu bau bacin dari pakaian kotor yang aku bawa dengan tas kresek bekas bungkus ikan asin ini. Ruangan ber AC dengan permadani ARAB yang dibelinya langsung dari ALADIN ketika dia Umroh untuk yang ke 99 kalinya. Nah loh? Padahal aku mengenalnya dulu, dulu sebelum rekeningnya tiba-tiba saja sudah tidak terhitung dia itu melas juga ternyata. Masih aku ingat dia tinggal di rumah kecil di sebuah gang, aku tidak tau pasti apakah rumah itu ngontrak atau minjem, yang jelas aku bertemu dengannya di teras rumah yang dipaksakan untuk jadi kantor, ya sekitar 7 tahun yang lalu, aku anggap Edi Alkhiles itu bukan apa-apa. Eh ujuk-ujuk sudah punya ruangan sendiri yang pake AC dan permadani ARAB yang dibelinya dari ALADIN… Belum lagi karyawannya sudah nyebar dari Sabang Sampai Merauke kecuali Timur-Timur. “Hebat…” batinku sambil membuka sebungkus Marlboro merah yang sudah disediakan untukku.

“Yang penting, dalam bekerja itu SEMKUR,” katanya mengawali pembicaraan.

“Apa itu SEMKUR?” aku mengerutkan dahi.

“Semangat dan Syukur,” katanya.

“OH…. SEMUR….,” kataku.

“Loh? SEMKUR kok jadi SEMUR,” dia mengerutkan dahi juga.

“Semangat, senyum dan syukur,” kataku.

Aku duduk di kursi empuk di sudut ruangannya, kuangkat kakiku sebelah, kuletakkan sebelah tanganku pada sandaran kursi, angkuh. Benar-benar akuhnya diriku dengan pose itu, sumpah. Buru-buru aku menurunkan kaki dan tanganku, duduk mengempit kedua tanganku di antara paha, melas gitu deh. Wajahku tiba-tiba berubah melas dengan tiba-tiba ketika dia mendekat, duduk di kursi tepat di depanku. Mungkin aura milyiader itu membuatku tiba-tiba sedikit takut dengannya. Eh padahal siapa sih dia itu?

“Bla…bla…bla…bla…,” obrolan kalimat demi kalimatnya mulai meluncur.

“Ya… Pak… Ya Pak… Njih…,” begitu saja sedekah komentarku.

Tujuanku datang kali ini sebernarnya membawa visi dan misi yang cukup berat bagi hatiku, ya aku ingin curhat sebenarnya. Mencurahkan isi hatiku padanya, pada sahabat lamaku itu. Oh ya dalam hal ini sabahat lama yang aku maksud adalah orang yang aku kenal sedikit beberapa tahun lalu kami akrab kembali setelah ada teknologi BBM. Di sanalah kami nggerumpi biasanya, lewat benda kecil canggih buatan luar negeri itu. Lewat BBM itulah aku sering mencurahkan isi hatiku yang gundah gulana padanya, entah kenapa juga aku curhat padanya, mungkin karena aku suka solusi konyolnya.

“Duh Pak, dadaku nyesek banget neh,” kataku.

“Kenapa lagi Mas?” sahutnya prihatin.

“Biasalah, soal hati,” kataku singkat malu-malu.

“Oh… bunuh diri aja, tuh nelen lombok sekilo,” solusinya.

“Wah masalahnya Lombok lagi mahal Pak, sekilo sekarang 90 ribu,” ucapku tulus.

“Ya sudah beli saja 10 kg, nanti uangnya aku kasih. Kalau sudah mati cerita ya, gimana rasanya bunuh diri,” lanjutnya.

“Njih Pak, iya… iya…” kataku lirih menerima solusinya.

Aku kembali duduk, diam membisu mematung kayak tugu usang berlumut yang roboh kunduran Truk pengangkut cabe. Hatiku benar-benar remuk redam oleh apa itu yang namanya cinta. Wajahku menjadi begitu kupret, jelek dan menjemukan dipandang. Lebih dari 10 menit aku mematung.

“Hmmm… bentar mas,”

Pria setengah muda yang aku katakana cukup ganteng itu melangkah, medekati mejanya. Duduk sejenak di kursi empuknya yang bisa naik turun dan muter-muter itu. Tangannya disembunyikan di balik meja, seakan merapal mantra. Aku berharap dia memberikanku segelas air kembang yang sudah di jampi-jampi dan dimantrai olehnya. Tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah amplop.

“Ini buat beli lombok,” disodorkannya amplop itu padaku.

“Begitu?” tanyaku kaget.

“Ya… ya… pulanglah, mampir pasar beli sepuluh kilo ya,” katanya dengan senyum. Tak lupa tangan kanannya menepuk bahuku.

“Iya,” aku mengangguk pelan.

“Jomblo bukan berati tak lagi kawan!” dia menepuk bahuku.

Gila… setelah aku keluar dari ruangannya, aku membuka amplop itu, benar-benar cukup untuk beli Lombok satu kilo. Satu juta guys yang dia berikan padaku. Alhamdulillah, bisa buat hidup sebulan kedepan deh! Eit, curhat saja digaji sejuta, apalagi kalau kerja? Nah lo…

Melas, sebuah kalimat yang sering kita dengar. Melas identik dengan buluk, kucel, dekil bau dan lain-lain. Eit jangan salah, ternyata melas itu adalah sebuah aliran ilmu baru… namanya MELASISME di mana aliran ini merupakan sebuah gerakan memelaskan diri guna mendapatkan kebahagian yang memuncak sampai ubun-ubun. Berbeda dengan teori-teori para pakar Psikolog kayak Max Wertheimer, Carl Rogers, apalagi dengan teor iSigmund Freud tentang Konsep Id, Ego, dan Superego .Beda, beda banget deh pokoknya. Melas merupakan sebuah sikap sederhana yang ditampilkan golongan MELAISME guna mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan sesuatu dengan kesadaran dan keiklasan yang mutlak dan telak. Melas bukanlah dekil, bau, atau kucel. Melasisme itu lebih kepada perilaku dan sikap serta tutur bahasa yang memang dibuat semelas mungkin sehingga orang lain tertarik lalu mau mengiklaskan dirinya untuk berbuat sesuatu kepada si melas itu.

Karakter melas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, ketika kamu tidak pernah merasakan sebuah rasa sakit yang sesakit-sakitnya, jika kamu tidak pernah putus cinta seputus-putusnya, jika kamu tidak pernah menangis hidupmu senangis-nangisnya niscaya kamu tidak akan bisa menjadi manusia dengan karakter melas.

Menjadi melas itu lebih baik ketimbang menjadi congkak dan angkuh. Menjadi melas itu lebih sederhana ketimbang menjadi orang yang sombong bin landen. Jika saja aku datang, masuk keruangannya dengan sombong, ketika tidak segera aku turunkan kaki dan tangaku lalu mengempitnya aku yakin tidak akan dapat uang satu juta itu. Mungkin kecil baginya, tapi besar bagiku. Dan sejak itu, aku memilih untuk menjadi Jomblo Melas, tersenyum kecil lalu mengangguk pelan ketika di ajak bicara. Tersenyum kecil lalu mengiyakan ketika lawan bicaraku bicaraku bicara. Tidak pernah aku melontarkan debat kusir ala kuda, cukup di iyakan saja sambil sesekali melontarkan kalimat melas yang menohok. So? Melaskan dirimu semelas melasnya, jangan menyombongkan dirimu sesombong, sombongnya karena didalam kemelasan itu ada kekuatan dasyat…





Ambon Manise

Pagi selepas Subuh pada bulan Mei 2011

FROM==NOTE== FACEBOOK

Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Jumat, 21 Oktober 2011

Lirik Lagu Adele Someone Like You

Lirik Lagu Adele Someone Like You


I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead


Salam Budaya:@endikkoeswoyoMari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Jumat, 07 Oktober 2011

Mana Apel-mu?

Mana Apel-mu?
Dari Hawa, The Beatles, Newton Hingga Steve Jobs

Apel? Ya siapa sih ndak mengenal buah itu? Rasanya enak, harganya juga ndak mahal-mahal banget. Ada yang warnanya ijo, merah pekat, merah muda, ijo kemerahan, pokoknya gitu deh warnanya tuh buah. Masak ga tau buah apel sih?
Ternyata ada kisah-kisah yang sangat menarik tentang si buah yang banyak ada di kota Malang Jawa Timur itu.

Apel Pertama: Yang memakan buah Apel pertama adalah Hawa. Kok bisa? Kan beliau wanita pertama, dulu banget di Surga sana sudah ada buah apel. Setelah memakan buah Apel Adam dan Hawa kemudian turun dari Surga menuju ke bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup di surga. Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan beragam suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya dan sampailah menjadi kita sekarang ini.


Apel Kedua: Ini buah apel yang agak kurang ajar, buah apel yang tiba-tiba jatuh di kepala Newton. “Pletak” buah apel jatuh tepat di kepala Newton pada suatu hari ketika Si Newton ini sedang duduk dan belajar di bawah pohon apel dan buahnya tiba-tiba saja jatuh. Setelah ngedumel sebentar Si Newton ini mengamati apel yang jatuh tersebut. Karena tidak ada orang lain di situ, dan tidak ada Jin juga di situ lalu Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh kebawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.
Pada taukan siapa itu Sir Isaac Newton? Ya, dia adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, PhilosophiƦ Naturalis Principia Mathematika, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.


Buah Aple Ketiga: Pada tau nggak sih sama yang namanya The Batles? Kalau ga tau, ini ada sejarah profile singkatnya. The Beatles adalah kelompok pemusik Inggris beraliran rock, dibentuk di Liverpool pada tahun 1960, seringkali dianggap sebagai pemusik tersukses secara komersial dan paling banyak mendapat pujian dalam musik populer. Sejak tahun 1962, kelompok ini terdiri dari John Lennon (gitar ritem, vokal), Paul McCartney (gitar bass, vokal), George Harrison (gitar utama, vokal), Ringo Starr (drum, vokal).
Nah pada tahun 1968 Beatles mendirikan perusahaan rekaman beranama Apple Records. Apple Records adalah sebuah label rekaman, didirikan pada 1968 sebagai bagian dari Apple Corps Ltd. oleh The Beatles. Album-album pertama Beatles dirilis oleh Parlophone di United Kingdom, dan Capitol Records atau United Artists Records di Amerika Serikat. Dalam sebuah perjanjian rekaman baru, EMI dan Capitol setuju untuk mendistribusi Apple Records sampai 1975; Apple memiliki hak untuk merekam artis-artis yang mereka kontrak, sedangkan EMI mempertahankan hak milik rekaman-rekaman Beatles, walaupun merilisnya di bawah label Apple. Label ini bertahan walaupun Beatles pecah di tahun 1970, dan dihidupkan kembali di akhr 1980-an, untuk semua CD Beatles. Apple Records memiliki hak atas semua video dan film Beatles. Nah, dalam dunia musik ternyata si buah Apel juga sangat berpengaruh besar.


Apel Keempat: Jobs pernah bekerja selama musim panas di perkebunan apel dan mengagumi label rekaman Beatles, Apple Record. Dia juga merasa apel adalah buah yang paling sempurna. Dikabarkan, ketika proses pemberian nama perusahaanya, Jobs dan Wozniak tidak menemukan nama yang lebih baik dari Apple. Banyak yang tidak tahu mengapa almarhum Steve Jobs menamakan perusahaannya "Apple". Ini tidak ada kaitannya dengan buah apel. Jobs meminjam nama itu dari label perusahaan rekaman milik band legendaris dunia Beatles yang memang bernama "Apple". Saat itu ada kesepakatan antara Beatles dengan Steve Jobs, nama tersebut boleh dipakai asal Jobs tidak pernah menjamah bisnis musik.
Awalnya, perusahaan Steve Jobs tersebut menggunakan logo bergambar Isaac Newton yang sedang duduk di bawah pohon apel. Logo yang didesain Ronald Wayne ini dibuat tahun 1976.

Logo itu kemudian diubah Rob Janoff menjadi buah apel berpelangi yang digunakan dari tahun 1976-1998. Selanjutnya logo yang digunakan hingga saat ini adalah buah apel tergigit. Konon, gigitan apel tersebut terinspirasi dari Alan Turning, bapak komputer modern yang mengakhiri hidup dengan memakan apel yang mengandung sianida.Akan tetapi, Jobs akhirnya melanggar itu saat dirinya menciptakan produk terlaris dunia iPod dan toko musik dunia maya iTune. Akibat dianggap melanggar, Jobs punsempat dituntut secara hukum terkait dengan legalitas penggunaan nama "Apple".
Namun, kasus itu akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik dan brand Apple tetap menjadi yang terlaris di dunia saat ini. Produk Apple umumnya dibuat untuk menyasar kelompok kelas menengah atas.

Yang jelas, bagaimanapun kisahnya mereka-mereka ini telah merubah dunia dengan sebuah nama Apel. Apel? Ya… Apel adalah seseuatu yang merubah mereka dan merubah dunia. Lalu apakah kita akan bisa merubah dunia? Carilah apelmu sendiri dan rumahlah hidupmu.





6. Okt. 2011
Diketik tengah malam menggunakan Macbook
#RIP Steve Jobs






Salam Budaya: @endikkoeswoyo
Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Selasa, 04 Oktober 2011

Catatan Jomblo Melas



“Dulu sudah aku bilangin, Ndik, kamu itu harus konsisten melas sebab itu karakter kuatmu! Sekarang malah bergaya ustad ya nggak cocok...ga dapet feelnya jadi berasa hambar to?”

Begitulah ucap Edi Alkhiles sahabatku yang kaya raya, yang rekeningnya menggelembung segunung Galungggung tapi dia tetap rendah hati dan mau menerimaku yang melas ini di ruangan khusus perusahaannya. Tak peduli celana dekilku, tak peduli aroma kecut keringatku, tak pedulu bau bacin dari pakaian kotor yang aku bawa dengan tas kresek bekas bungkus ikan asin ini. Ruangan ber AC dengan permadani ARAB yang dibelinya langsung dari ALADIN ketika dia Umroh untuk yang ke 99 kalinya. Nah loh? Padahal aku mengenalnya dulu, dulu sebelum rekeningnya tiba-tiba saja sudah tidak terhitung dia itu melas juga ternyata. Masih aku ingat dia tinggal di rumah kecil di sebuah gang, aku tidak tau pasti apakah rumah itu ngontrak atau minjem, yang jelas aku bertemu dengannya di teras rumah yang dipaksakan untuk jadi kantor, ya sekitar 7 tahun yang lalu, aku anggap Edi Alkhiles itu bukan apa-apa. Eh ujuk-ujuk sudah punya ruangan sendiri yang pake AC dan permadani ARAB yang dibelinya dari ALADIN… Belum lagi karyawannya sudah nyebar dari Sabang Sampai Merauke kecuali Timur-Timur. “Hebat…” batinku sambil membuka sebungkus Marlboro merah yang sudah disediakan untukku.

“Yang penting, dalam bekerja itu SEMKUR,” katanya mengawali pembicaraan.

“Apa itu SEMKUR?” aku mengerutkan dahi.

“Semangat dan Syukur,” katanya.

“OH…. SEMUR….,” kataku.

“Loh? SEMKUR kok jadi SEMUR,” dia mengerutkan dahi juga.

“Semangat, senyum dan syukur,” kataku.

Aku duduk di kursi empuk di sudut ruangannya, kuangkat kakiku sebelah, kuletakkan sebelah tanganku pada sandaran kursi, angkuh. Benar-benar akuhnya diriku dengan pose itu, sumpah. Buru-buru aku menurunkan kaki dan tanganku, duduk mengempit kedua tanganku di antara paha, melas gitu deh. Wajahku tiba-tiba berubah melas dengan tiba-tiba ketika dia mendekat, duduk di kursi tepat di depanku. Mungkin aura milyiader itu membuatku tiba-tiba sedikit takut dengannya. Eh padahal siapa sih dia itu?

“Bla…bla…bla…bla…,” obrolan kalimat demi kalimatnya mulai meluncur.

“Ya… Pak… Ya Pak… Njih…,” begitu saja sedekah komentarku.

Tujuanku datang kali ini sebernarnya membawa visi dan misi yang cukup berat bagi hatiku, ya aku ingin curhat sebenarnya. Mencurahkan isi hatiku padanya, pada sahabat lamaku itu. Oh ya dalam hal ini sabahat lama yang aku maksud adalah orang yang aku kenal sedikit beberapa tahun lalu kami akrab kembali setelah ada teknologi BBM. Di sanalah kami nggerumpi biasanya, lewat benda kecil canggih buatan luar negeri itu. Lewat BBM itulah aku sering mencurahkan isi hatiku yang gundah gulana padanya, entah kenapa juga aku curhat padanya, mungkin karena aku suka solusi konyolnya.

“Duh Pak, dadaku nyesek banget neh,” kataku.

“Kenapa lagi Mas?” sahutnya prihatin.

“Biasalah, soal hati,” kataku singkat malu-malu.

“Oh… bunuh diri aja, tuh nelen lombok sekilo,” solusinya.

“Wah masalahnya Lombok lagi mahal Pak, sekilo sekarang 90 ribu,” ucapku tulus.

“Ya sudah beli saja 10 kg, nanti uangnya aku kasih. Kalau sudah mati cerita ya, gimana rasanya bunuh diri,” lanjutnya.

“Njih Pak, iya… iya…” kataku lirih menerima solusinya.

Aku kembali duduk, diam membisu mematung kayak tugu usang berlumut yang roboh kunduran Truk pengangkut cabe. Hatiku benar-benar remuk redam oleh apa itu yang namanya cinta. Wajahku menjadi begitu kupret, jelek dan menjemukan dipandang. Lebih dari 10 menit aku mematung.

“Hmmm… bentar mas,”

Pria setengah muda yang aku katakana cukup ganteng itu melangkah, medekati mejanya. Duduk sejenak di kursi empuknya yang bisa naik turun dan muter-muter itu. Tangannya disembunyikan di balik meja, seakan merapal mantra. Aku berharap dia memberikanku segelas air kembang yang sudah di jampi-jampi dan dimantrai olehnya. Tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah amplop.

“Ini buat beli lombok,” disodorkannya amplop itu padaku.

“Begitu?” tanyaku kaget.

“Ya… ya… pulanglah, mampir pasar beli sepuluh kilo ya,” katanya dengan senyum. Tak lupa tangan kanannya menepuk bahuku.

“Iya,” aku mengangguk pelan.

“Jomblo bukan berati tak lagi kawan!” dia menepuk bahuku.

Gila… setelah aku keluar dari ruangannya, aku membuka amplop itu, benar-benar cukup untuk beli Lombok satu kilo. Satu juta guys yang dia berikan padaku. Alhamdulillah, bisa buat hidup sebulan kedepan deh! Eit, curhat saja digaji sejuta, apalagi kalau kerja? Nah lo…

Melas, sebuah kalimat yang sering kita dengar. Melas identik dengan buluk, kucel, dekil bau dan lain-lain. Eit jangan salah, ternyata melas itu adalah sebuah aliran ilmu baru… namanya MELASISME di mana aliran ini merupakan sebuah gerakan memelaskan diri guna mendapatkan kebahagian yang memuncak sampai ubun-ubun. Berbeda dengan teori-teori para pakar Psikolog kayak Max Wertheimer, Carl Rogers, apalagi dengan teor iSigmund Freud tentang Konsep Id, Ego, dan Superego .Beda, beda banget deh pokoknya. Melas merupakan sebuah sikap sederhana yang ditampilkan golongan MELAISME guna mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan sesuatu dengan kesadaran dan keiklasan yang mutlak dan telak. Melas bukanlah dekil, bau, atau kucel. Melasisme itu lebih kepada perilaku dan sikap serta tutur bahasa yang memang dibuat semelas mungkin sehingga orang lain tertarik lalu mau mengiklaskan dirinya untuk berbuat sesuatu kepada si melas itu.

Karakter melas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, ketika kamu tidak pernah merasakan sebuah rasa sakit yang sesakit-sakitnya, jika kamu tidak pernah putus cinta seputus-putusnya, jika kamu tidak pernah menangis hidupmu senangis-nangisnya niscaya kamu tidak akan bisa menjadi manusia dengan karakter melas.

Menjadi melas itu lebih baik ketimbang menjadi congkak dan angkuh. Menjadi melas itu lebih sederhana ketimbang menjadi orang yang sombong bin landen. Jika saja aku datang, masuk keruangannya dengan sombong, ketika tidak segera aku turunkan kaki dan tangaku lalu mengempitnya aku yakin tidak akan dapat uang satu juta itu. Mungkin kecil baginya, tapi besar bagiku. Dan sejak itu, aku memilih untuk menjadi Jomblo Melas, tersenyum kecil lalu mengangguk pelan ketika di ajak bicara. Tersenyum kecil lalu mengiyakan ketika lawan bicaraku bicaraku bicara. Tidak pernah aku melontarkan debat kusir ala kuda, cukup di iyakan saja sambil sesekali melontarkan kalimat melas yang menohok. So? Melaskan dirimu semelas melasnya, jangan menyombongkan dirimu sesombong, sombongnya karena didalam kemelasan itu ada kekuatan dasyat…





Ambon Manise

Pagi selepas Subuh pada bulan Mei 2011


Salam Budaya:

Endik Koeswoyo
Jl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.
email: endik_penulis@yahoo.com
twitter @endikkoeswoyo

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya


MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Sabtu, 14 Mei 2011

CINTA IS ANU


CINTA IS ANU

Cinta is Anu
Kode : 9786029786057

Oleh : Endik Koeswoyo
Harga : Rp. 28000
Ukuran : 12x19cm
Tebal :
Terbit : Mei 2011
Penerbit : Laksana

“Pokoknya, aku harus bisa balikan lagi sama dia! Tidak tau bagaimana caranya, yang jelas kamu harus menemukan solusinya!” ucap pria muda itu sambil bersungut-sungut.
“Masalahnya dia sudah tidak mau sama kamu! Sudah sering disakiti! Gimana lagi caranya membuat dia percaya?”
“Gimana? Kok balik tanya? Aku mengundangmu jauh-jauh karena aku memang membutuhkan jasamu!” katanya lagi.
***
Tentu saja, itu cuma salah satu petikan percakapan dari si tokoh utama yang berprofesi konsultan cinta dengan kliennya. Sebuah profesi yang so pasti bakal kurang akrab dengan telinga kalian. Karenanya, novel yang super lucu dan gokil abis ini dijamin akan menghibur kalian semua.
Lewat kelakuan dan gerak-gerik si tokoh yang demikian konyol namun cerdas, kalian juga bakal tidak rugi memelototin buku menarik ini. Terlebih saat adegan di mana si konsultan cinta sendiri mengalami nasib yang sama sebagaimana para kliennya: diam-diam jatuh hati sama anak perempuan ibu kosnya (Roro) namun ternyata si dia sudah punya cowok. Wow…apa yang akhirnya dia perbuat, ya? Berhasilkah dia jadi konsultan cinta untuk dirinya sendiri? Atau, malah gantung diri pake tali rapia?
Tuh-tuh… penasarankan?
Hehe… makanya, buruan baca kisah seru ini…and selamat buat kalian yang gak takut tertawa-tawa sendirian gara-gara ulah si konsultan cinta….

PEMBELIAN ONLINE BISA MENGUNGJUNGI:
http://divapress-online.com/product/view/532/cinta_is_anu.html


Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Pengumuman Pemenang Lomba Diary Menggenggam Impian

1. 30. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Fella Ita Christiana – Menggenggam Matahari
2. 53. Aku Berhasil Menggenggam Impian - Mz Janu – Patahkan Kegagalan Dengan Satu Keberhasilan
3. 56. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Katarina Ningrum – Jakarta, 9 Juli 2010
4. 58. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Nisa Nuraeni – My Dream Come True
5. 60. Aku Akan Berhasil Menggenggam Impian – Rachman Ajib Barru Adam – Tak Ada Yang Bisa Hentikanku
6. 98. Aku Gagal Menggenggam Impian-Keisya Avicenna-[C]Obalah [P]Erjuangkan [N]Ikmati [S]Yukuri
7. 115. Aku berhasil menggenggam impian-Ardina Ariyanti-Belajar Naik Motor
8. 125. Aku gagal Menggenggam Impian_Nila Kurniasih_Datanglah..., Permata Hatiku
9. 146. Aku Gagal Menggenggam Impian-Faridatul Mardhiyyah-Seize My Tomorrow, Learn My Yesterday
10. 151. Aku Berhasil Menggenggam Impian - Moh.Hamli - Lalu Tuhanpun Memeluk Mimpiku



Bonus Buku Novel Menggenggam Impian



1. 2. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Luluk Lestari O – Story Of The Pianist Wannabe
2. 96 Aku Berhasil Menggenggam Impian - Siti Uswatun Hasanah - Episode Diary Abu-Abu


Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Kamis, 28 April 2011

Lomba Diary MENGGENGGAM IMPIAN

Update 28 April 2011

Pernah punya impian dan sudah terwujud?
Pernah punya impianyang belum bisa terwujud?
Daripada cuma disimpan dalam hati atau ditulis di diary kamu, mendingan ikutan lomba ini yuk!

Cara ikutan:
Siapa aja boleh ikutan lomba ini, karena siapa aja pasti pernah punya impian kan? Nah, tuliskan salah satu dari impian yang penah ada di pikiran kamu, entah itu sudahterwujud atau masih gagal kamu raih. Kegagalan bukan sebuah hal memalukan yang harus disimpan rapat-rapat dalam hati lho. Apa pun itu, kamu bebas untuk mengungkapkannya, dengan bahasa kamu sendiri, dengan gayamu sendiri, seperti halnya bercerita pada diary kamu.

Page setup:
Panjang tulisan minimal 2 hlm. dan maksimal 4 hlm (biodata tidak dihitung), spasi 2, margin 3cm, times new roman, font 12, kertas A4.

Teknis naskah:
Kirimkan tulisan kamu dalam file attachment ke: komunitasdivapress@yahoo.co.id. pada subject tulis:
[aku berhasil/gagal* menggenggam impian-nama lengkap-judul tulisan]. *pilih salah satu.
Sertakan biodata narasi di bawah tulisan beserta alamat lengkap dan no.HP.

kriteria penilaian:
- keunikan dalam menulis kisah
- menaati aturan page setup
- pesan moral dari pengalaman yang kamu tulis (misal: bahwa siapa pun pernah mengalami kegagalan, tapi bukan berarti berhenti mencoba)

Dari semua tulisan yang masuk akan dipilih 10 yang terbaik dan berhak mendapatkan 10 novel keren dari DIVA Press.

Lomba ini berlaku selama bulan April 2011, jadi manfaatin kesempatan ini untuk menceritakan impian kamu semua orang!!



Update Peserta 28 April 2011

1. Aku Gagal Mengembang Impian - Prince Agsa-Kapan Aku Punya Laptop

2. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Luluk Lestari O – Story Of The Pianist Wannabe

3. Aku Gagal Menggenggam Impian – Mitra Desvita – Mundur Sebelum Memulai

4. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Oktaviana Muharromah – Prancis? Mungkin

5. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Siti Barkah – Mimpiku

6. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Mitri Komalasari – About My Dream

7. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Siti Barkah - Dreams!

8. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Mell Shaliha – Bulir-Bulir Mimpi

9. Aku Gagal Menggenggam Impian – Priyo - Masih Ada Embun Di Atas Ranting Yang Patah

10. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Ratna Dwi Kumala Sari – To Be Happiness

11. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Santi Ela Sari – Karena Aku Ingin

12. Aku Gagal Menggenggam Impian – Eva Nurlaila – Jangan Matikan Aku Sebelum Kubahagiakan

13. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Eva Nurlaila – Saat Aku Bisa Memilikinya

14. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Chilfia Karunianty – Meraih Mimpi Menjadi Penulis

15. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Aswary Agansya – Ketika Mimpi Mulai Berbicara

16. Aku Berhasil Menggenggam Impian -Dianna Firefly – Impian Semasa Kecil

17. Aku Gagal Menggenggam Impian – Jasmawati – Impian Lain Yang Lebih Indah

18. Aku Gagal Menggenggam Impian – Silvi Lutfiah – Cahayaku Bintang Kejora

19. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Fajerul Khatimah – Perjalanan Pena Saya

20. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Trias Arini – Writer

21. Aku Gagal Menggenggam Impian – Trias Arini – Psikiater

22. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Nur Jazilah Niam – Penguji Impian

23. Aku Gagal Menggenggam Impian – Ragil Aira – Mimpi Itu Terhenti Di Bulan Maret

24. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Romdlonaning Wahyu – Hadiah Pertamaku.

25. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Desfira Harmis – Jatuh Bangun Meraih Predikat Juara 1

26. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Eric Shandy- Just Four You, Mom

27. Aku Gagal Menggenggam Impian – Anggun Intan Permatasari – Tak Kan Karam

28. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Mega Anindyawati – From Zero To Hero

29. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Sri Subiyanti – Kuda Besi, Sebuah Perjuangan Nyali

30. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Fella Ita Christiana – Menggenggam Matahari

31. Aku Gagal Menggenggam Impian – Shinta Cameliana Priska – Janji Indah Dari Malaikatku

32. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Syamsudin Kadir – Bercita-Cita Di Atas Kesederhanaan

33. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Uum Heroyati – Mimpi Yang Menyemangati

34. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Zakiyah Rosidah – Mimpiku Dalam Genggaman Jiwaku

35. Aku Gagal Menggenggam Impian – Unzilatul Ula – Berharap Sahabat Menjadi Nyata

36. Aku Gagal Menggenggam Impian – Aning Lacya – Aku Hanya Belum Mencoba

37. Aku Gagal Menggenggam Impian – Endang Kurnia – Aku Ingin Melanjutkan Mimpi Di Mana Pun

38. Menggenggam Impian – Fauzan Al-Hamid Khan – Untukmu Yang Terlupakan Kutulis Ini Dalam Rinai Hujan

39. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Tri Noor Hayati – Berhasil Membentuk Nasyid Di Sekolah Dan Jadi Munsyid

40. Aku Gagal Menggenggam Impian – Asep Rahmatullah – Di Balik Larangan Kiai

41. Aku Gagal Menggenggam Impian – Bambang Murdiyono – The Long And Winding Road

42. Aku Gagal Menggenggam Impian – Angger Styo Yuniarti – Restu Mereka

43. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Liswati – Lantai Rumahku Berkeramik

44. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Tsuraya Widuri – Bye Bye, Kasian Deh Lo!

45. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Bayu Pramono – Melukis Kebahagiaan Melalui Keluarga Dan Prestasi

46. Aku Gagal Menggenggam Impian – Elan Erlangga – Kecerobohan Membawa Kegagalan

47. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Chomsiyah – Aku Si Pemimpi Ulung

48. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Tri Juni Ardhi – Tiada Mimpi Yang (Tak) Bisa Diwujudkan

49. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Adzra Azizah – Karena Aku Mampu

50. Aku Gagal Menggenggam Impian – Mentari Prabawati. Aku = Penulis = ???

51. Aku Gagal Menggenggam Impian – Ayyida Sabila – Suatu Saat Nanti

52. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Sarminem – Pintu Mimpi Yang Tergenggam

53. Aku Berhasil Menggenggam Impian - Mz Janu – Patahkan Kegagalan Dengan Satu Keberhasilan

54. Aku Berhasil-Menggenggam Impian – Nini Subini – Menjadi Penulis Hebat

55. Aku Gagal Menggenggam Impian – Nur Gusti Azizah – Aku Bukan Statistisi

56. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Katarina Ningrum – Jakarta, 9 Juli 2010

57. Aku Gagal Menggenggam Impian – Yusmi Oktaria – Sulit Tapi Bisa

58. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Nisa Nuraeni – My Dream Come True

59. Aku Gagal Menggenggam Impian – Puryanti – Impian Di tengah Kekurangan

60. Aku Akan Berhasil Menggenggam Impian – Rachman Ajib Barru Adam – Tak Ada Yang Bisa Hentikanku

61. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Asni Januarti – Jalan Itu Terbentang Luas

62. Aku Gagal Menggenggam Impian – Afrianti Eka Pratiwi – Matematika Pilihanku

63. Aku Gagal Menggenggam Mimpiku – Rizky Amalia – Malam Tanpa Pelangi

64. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Muhammad Nurrokhim – Minna!! Dont Give Up!!

65. Aku Gagal Menggenggam Impian – Eva Riyanty Lubis – Mimpi Dan Air Mata.

66. Aku Gagal Menggenggam Impian – Eka Sarifa Aliya – Impian Yang Tertunda

67. Aku Gagal Menggenggam Impian – Victoria Ivy Tansil – Impianku

68. Aku Berhasil Menggenggam Impian – El Eyra – Sayapku Yang Tak Patah

69. Aku Gagal Menggenggam Impian – Aulia Damayanti – Menantang Diri Menggapai Mimpi

70. Aku Gagal Menggenggam Impian – Eka Ariastuti – Gagal Menyandang Predikat Santri

71. Aku Gagal Menggenggam Impian – Ranny Yuliana Sari – Perjalanan Mimpi Yang Tak Akan Berhenti

72. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Indiana Malia – Jika Aku Pikir Bisa, Aku Pasti Bisa!

73. Aku Gagal Menggenggam Impian – Audia Azizah Azani – Gudang Impian

74. Aku Gagal Menggenggam Impian – Katty Asokawaty – Be A Writer!

75. Aku Gagal Menggenggam Impian – Popi Rosepti – Aku Dan Anganku

76. Gagal Menggenggam Impian – Muhamad Ardi Ansha – Pengen Jadi Seperti Mbah Leonardo Dan Kang Abik.

77. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Widya Herma – Ketika Takdir Bicara Apa Adanya

78. Aku Gagal Menggapai Impian – Septiviana Savitri – Sekolah Impian

79. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Taufik Hidayat – Impian Harapan

80. Aku Berhasil Menggapai Mimpi – Seruni – Tentang Impian

81. Aku Gagal Menggenggam Impian – Annisa Rochma Sari – Say Yes To Go Around The World?

82. Aku Gagal Menggenggam Impian – Indiana Malia – Sebongkah Mimpi

83. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Nur Khixmah Yulihastuti – Oemar Bakri Doeloe, Kini And Yesterday…Ok

84. Aku Berhasil Menggenggam Impian – Wuri Nugraeni - Tidak Hanya Satu Mimpi

85. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Benjamin Ardy- Dreams

86. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Afin Yulia-Kini Aku Seorang Penulis

87. Aku Berhasil Menggenggam Impian - Desi Sri Rahayu - Power For This Month

88. Aku Berhasil Menggenggam Impian - Rini Aprilliya Ningsih - Tanah Sinar Mentari

89. Aku Gagal Menggenggam Impian-Yuniva Kurniati

90. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Ikaningsih-Aku Dan Mimpiku

91. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Aris Nur Lailiyah-Jiran I'm Coming

92 Aku Berhasil Menggenggam Impian-Niken Larasati-Kotak Mimpi

93. Aku Gagal Menggenggam Impian-Musyafiah-Ku Peluk Erat Mimpiku

94. Aku Berhasi Menggenggam Impian-Lulu Yahdillah-Masih Dan Terus..

95. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Alina Sitha-Tak Henti Mencoba

96 Aku Berhasil Menggenggam Impian - Siti Uswatun Hasanah - Episode Diary Abu-Abu

97. Aku Gagal Menggenggam Impian - Intan Siti Noer Rita Daswan - Impian Yang Tertunda

98. Aku Gagal Menggenggam Impian-Keisya Avicenna-[C]Obalah [P]Erjuangkan [N]Ikmati [S]Yukuri

99. Aku Gagal Menggenggam Impian] Setia Wati - Almamater Kehidupan

100. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Rurin K. Nuflah-Tak Ada Yang Tahu Apa Yang Ada Di Ujung Jalan Sana].

101. Aku Gagal Menggenggam Impian-Achmad Doni Meidianto-Ditolak Lagi, Ditolak Lagi

102. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Endah Tri Anomsari-Kulawan Kata Tidak Bisa

103. Aku Gagal Menggengam Impian - Dian Trihartati-Menuju Impian

104. Aku Gagal Menggenggam Impian - Amalia Masturah - Never Go Down

105. Aku Berhasil Menggenggam Impian-Muhammad Fahmi-Ketua [R]O[H]Sis

106. Aku Gagal Menggengam Impian-Mayliza Zulaikha- I Don't Wanna Live Without You!

107. Aku Masih Gagal Meraih Impianku-Lanjar Wijiyati-Belum Usai, Masih Menunggu Waktu Selanjutnya



Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Senin, 11 April 2011

novel MENGGENGGAM IMPIAN (NEW RELEASE)


novel MENGGENGGAM IMPIAN (NEW RELEASE)

Penulis: Endik Koeswoyo
Harga Normal: Rp. 50000
Harga Diskon: Rp. 40.000 (pesan online, tidak termasuk ongkos kirim)
Ukuran : 14X20cm
Terbit : April 2011
Kategori: Novel

“Jangan pernah merasa sendiri, karena seisi dunia akan selalu menemani, malaikat-malaikat pun melindungi. Kita harus bisa mensyukuri hidup ini. Endik Koeswoyo menuangkannya dalam tulisan dan kalimat-kalimat yang berkesinambungan, mengiringi kita sepanjang perjalanan agar tidak pernah merasa sendirian.”
--Asty Ananta, artis--

"Kata-kata yang memikat, ditambah cerita hidup dan cinta yang bergulir membuat kita terjerat. Apakah benar sendiri itu dingin? Silakan meresapi setiap makna dalam novel ini.”
- Fira Basuki- (Pemimpin redaksi majalah Cosmopolitan dan penulis)

“Puncak-puncak tangga keberhasilan hanyalah milik orang-orang yang berani bermimpi. Novel ini meyakinkan Anda, setiap keberhasilan, setinggi apa pun, bisa dimulai dari mimpi. Inspiratif!”
-Tasaro GK– (Penulis novel Galaksi Kinanthi, Karya Terpuji Anugerah Pena 2009)

“Menyikapi sebuah kegagalan dengan syukur, tulus, dan ikhlas, serta keyakinan yang kuat untuk berubah membuat novel ini begitu bermakna.”
-Riyanto Tan Ageraha- (Sutradara, tinggal di Yogyakarta)


***
Hanya ada dua pilihan hidup bagi Han: sukses dan sukses. Kesulitan ekonomi yang mendera keluarganya tidak membuatnya patah harapan untuk menjadi seorang sarjana. Maka, segala pekerjaan kasar pun ia lakukan demi impiannya.
Namun, ketika panah cinta datang menyerang, Han tak mampu menghindar. Menikah muda menjadi pilihannya. Satu pilihan yang menjadi bumerang bagi dirinya. Kuliahnya telantar dan kehidupan pernikahannya kandas pada tahun kedua.
Orang sukses punya banyak cara dan orang gagal selalu punya banyak alasan! Dan, Han tak mau menjadi orang yang kalah. Ia harus membuktikan bahwa ia bisa menjadi orang sukses. Tak ada cara lain. Han harus terus berjuang memperjuangkan cinta, hidup, dan impiannya walau dalam kesendirian, walau sendiri itu dingin....
Berhasilkah Han?
Baca novel yang sangat inspiratif dan menarik ini!
Niscaya lewat perjalanan hidup sang tokoh, Anda bakal tahu akan apa arti ketegaran sesungguhnya. Selamat membaca!

Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Sabtu, 02 April 2011

Lirik LagucDaniel Sahuleka Don't sleep away this night

Tomorrow's near, never I felt this way
Tomorrow, how empty it'll be that day
It tastes a bitter, obvious to tears that I hide
To know that you're my only light
I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don't sleep away this night my baby
Please stay with me at least 'till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
Oh, I love you

How many lonely days are there waiting for me
How many seasons will flow over me
'Till the emotions make my tears run dry
At the moments I should cry
For I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don't sleep away this night my baby
Please stay with me at least 'till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
It makes me so afraid

Don't sleep away this night my baby
Please stay with me at least 'till dawn
It hurts to know another hour has gone by
The reason is still I love you

[Daniel Sahuleka copyright 2010]


Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Rabu, 23 Maret 2011

Menggenggam Impian (Jangan Pernah Menyerah Walau Sendiri Itu Dingin) Sebuah Novel Super Bertenaga

Novel (Umum, Religi, Epos)
“Jangan pernah merasa sendiri, karena seisi dunia akan selalu menemani, malaikat-malaikat pun melindungi. Kita harus bisa mensyukuri hidup ini. Endik Koeswoyo menuangkannya dalam tulisan dan kalimat-kalimat yang berkesinambungan, mengiringi kita sepanjang perjalanan agar tidak pernah merasa sendirian.”
--Asty Ananta, artis--
***
Hanya ada dua pilihan hidup bagi Han: sukses dan sukses. Kesulitan ekonomi yang mendera keluarganya tidak membuatnya patah harapan untuk menjadi seorang sarjana. Maka, segala pekerjaan kasar pun ia lakukan demi impiannya.
Namun, ketika panah cinta datang menyerang, Han tak mampu menghindar. Menikah muda menjadi pilihannya. Satu pilihan yang menjadi bumerang bagi dirinya. Kuliahnya telantar dan kehidupan pernikahannya kandas pada tahun kedua.
Orang sukses punya banyak cara dan orang gagal selalu punya banyak alasan! Dan, Han tak mau menjadi orang yang kalah. Ia harus membuktikan bahwa ia bisa menjadi orang sukses. Tak ada cara lain. Han harus terus berjuang memperjuangkan cinta, hidup, dan impiannya walau dalam kesendirian, walau sendiri itu dingin....
Berhasilkah Han?
Baca novel yang sangat inspiratif dan menarik ini!
Niscaya lewat perjalanan hidup sang tokoh, Anda bakal tahu akan apa arti ketegaran sesungguhnya. Selamat membaca!


Judul: Menggenggam Impian
Penulis: Endik Koeswoyo
Tahun Terbit: 2011
Penerbit: Diva Press Group

Menggenggam Impian (Jangan Pernah Menyerah Walau Sendiri Itu Dingin)

Sebuah Novel Super Bertenaga
Rilis: 28 Maret :Gedung Wanita Semarang
Pukul: 19.00 WIB sampai Selesai
Free

Agenda: PESTA BUKU SEMARANG 2011
Penyelenggara: 3G Prpoduction


Endik Koeswoyo Feat ELENA band akan mengupas tuntas novel ini

::: SENDIRI ITU DINGIN



Song By: ELENA

Liryc: Endik Koeswoyo





Hidup Manusia Begitu Indah

Ada cinta ada kisah

Kuingin kita selalu bersama

Merangkai kisah seperti yang kita impikan



Namun Tuhan berkata lain

Tapiku tidak pernah menyerah



Reff:

Jika memang kita harus berpisah

Jangan pernah menyalahkan cinta

Jika memang engkau harus pergi

Biarkan aku memilih untuk sendiri

Dalam dingin aku sendiri

Terus berjalan meraih mimpi


Rilis: 28 Maret :Gedung Wanita Semarang
Endik Koeswoyo Feat ELENA band akan mengupas tuntas novel ini




Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Minggu, 06 Maret 2011

Lirik dan Cord Lagu ST 12 – Cinta Tak Harus Memiliki

Lirik dan Cord Lagu ST 12 – Cinta Tak Harus Memiliki


E
cinta memang tak selamanya bisa indah
E7                                                A
cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Am                                     E
begitu yang kurasakan kini
F#m                                B
perih hatiku, tinggal kehancuran
E
tak pernah terbayangkan, dan tak pernah terpikirkan
E7                                                      A
cintamu dan cintaku akan berpisah
Am                                      E
namun harus kurelakan itu
F#m                         B
untuk hidupmu, agar lebih baik
**Reff : …………….
A                      B
maafkan aku,  setulus hatimu
E            G#m             C#m7
kepergian diriku itu bukan keinginanku
F#m                             B                                  E         -E7
terima saja, dengan pilihan yang lain dari orang tuamu
A                           B
jangan bersedih, dengan keadaan ini
E                       G#m               C#m7
jika kamu menangis,  aku juga ikut menangis
F#m                        |B . . . |B . . .  |E  .  .  . |
terima saja, semua ini kulakukan……..untukmu
**Music : |E . . . |G#m . . . |C#m . . . |A . . . |Am . . . |B . . . |B . . . |
“sayang….semua ini kulakukan,karena demi kebaikan kamu……
meski semua ini, itu menyakitkanku……”
**Reff : …………….
A                          B
maafkan aku,  setulus hatimu
E            G#m               C#m7
kepergian diriku itu bukan keinginanku
F#m                             B                                    E      -E7
terima saja, dengan pilihan yang lain dari orang tuamu
A                             B
Oou …jangan bersedih, dengan keadaan ini
E                        G#m               C#m7
jika kamu menangis,  aku juga ikut menangis
F#m                       B                                            E
terima saja semua ini kulakukan… demi kebaikanmu
**Reff : …………….
A                           B
Oou …jangan bersedih, dengan keadaan ini
E                       G#m             C#m7
jika kamu menangis,  aku juga ikut menangis
F#m                           B
terima saja, semua ini kulakukan…
**Ending : ………………….
F#m                        B
terima saja, semua ini kulakukan…
|A  .  .  . |E   .   A  .  |  E  .  .  .  |
Untukmu..uuuu…uuuu..uuu


Lirik dan Cord Lagu ST 12 – Cinta Tak Harus Memiliki


Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Minggu, 13 Februari 2011

Novel Gratis

Mau 5 buah #novelgratis ?
Judul:
Menggenggam Impian -Jangan pernah menyerah walau sendiri itu dingin.
Karya: Endik Koeswoyo.

Caranya gampang, gunakan hastag #menggenggamimpian lalu mention ke akun twitter @endikkoeswoyo
Tulis di akun twittermu dan sebutkan alasanmu kenapa kamu layak dapat novel Menggenggam Impian? 5 pemenang dengan alasan terbaik akan mendapatkan novel plus ttd dari penulis dan novel akan dikirim kerumahmu 100% gratis...

Program Ini Berlaku Hingga 15 Maret 2011. Pengumuman Pemenang Tanggal 20 Maret 2011....

Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Gedong Kiwo No: 29 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Minggu, 30 Januari 2011

Lomba Menulis Majalah Bobo

Lomba Menulis Majalah Bobo
Deadline 31 maret 2011
Dalam menyambut ulang tahun majalah bobo yang ke-38 tanggal 14 April 2011 mengadakan lomba menulis cerpen bagi Ibu-Ibu Guru dan Bapak-Bapak guru dengan tema bebas dan mampu memberikan hiburan, panduan nilai moral kepada para anak dalam kehidupan sehari-hari

Syarat Lomba
1. Lomba ini hanya berlaku bagi para guru.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada.
4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa, (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Tema bebas, asalkan sesuai untuk anak.
6. Atas karya yang menang, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo.
7. Atas naskah yang tidak menang lomba tetapi memenuhi syarat untuk diterbitkan, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan naskah tersebut.
8. Naskah yang masuk menjadi hak Redaksi dan tidak dikembalikan.
9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah Bobo maupun segala alih bentuknya.
Ketentuan Teknis
1. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen.
2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 (dua) spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
3. Lampirkan di setiap naskah:
a)      biografi singkat penulis,
b)      surat keterangan dari Kepala Sekolah serta cap sekolah,
c)      fotokopi KTP,
d)     nomor telepon rumah/hp,
e)      nomor rekening bank
f)       selembar foto terbaru ukuran kartu pos (3R).
1. Naskah dimasukkan ke dalam amplop. Tuliskan: Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru di sudut kiri atas amplop.
2. Karya dikirimkan ke: Panitia Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta 11530.
3. Karya peserta diterima panitia paling lambat pada tanggal 31 Maret 2011.
Hadiah:
1.      Juara I: Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah)
2.      Juara II: Rp6.500.000,00 (enam juta lima ratus ribu rupiah)
3.      Juara III: Rp5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah)
4.      10 (sepuluh) pemenang harapan, masing-masing berhadiah Rp1.000.000,00.
5.      (satu juta rupiah)
Lain-Lain:
1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 5/XXXIX, yang terbit tanggal 12 Mei 2011.
2. Hadiah akan ditransfer via bank.
3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo, dan tidak melalui agen/perantara lain.
4. Waspadalah dengan penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurusi pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang sedikit pun. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330150, (021) 5330170, pesw. 33201, 33206


Sumber Berita: www.jaringanpenulisindonesia.blogspot.com
Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Minggu, 02 Januari 2011

Lomba Menulis Kisah Nyata Merapi 2010 "Antara Kenyataan dan Ketabahan

Lomba Menulis Kisah Nyata Merapi 2010 "Antara Kenyataan dan Ketabahan

Syarat dan Ketentuan


1. Karya adalah kisah nyata yang dialami sendiri oleh peserta, bukan cerita fiksi, khayal atau rekaan.
2. Peserta wajib melampirkan pernyataan bahwa karya yang dikumpulkan benar-benar kisah nyata dan dialami sendiri oleh peserta. Bukan jiplakan, saduran. Serta ditulis sendiri (kecuali karena peserta tidak bisa menggunakan tangannya karena difabel atau luka parah)
3. Peserta terbagi tiga kategori, pertama Kategori Pelajar (siswa SD-SMA/Sederajat). Kedua, Umum serta ketiga, Kategori Pamong Praja/Relawan termasuk perangkat desa, PNS).
4. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu kategori dan satu tulisan.
5. Peserta wajib melampirkan identitas diri serta nomor handphone atau telepon yang bisa dihubungi.
6. Panitia dan Wartawan Kedaulatan Rakyat Group tidak diperbolehkan mengikuti lomba.
7. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran
8. Kisah nyata yang diikutsertakan dalam lomba meliputi pengalaman atau aktivitas saat Gunung Merapi semasa Erupsi Merapi 2010, Oktober-Desember 2010
9. Karya ditulis tangan di kertas folio bergaris dengan panjang maksimal tulisan 1,5 halaman. Atau diketik di atas kuarto dengan ukuran font 12 Arial, spasi 1,5 dengan panjang maksimal 1,5 halaman.
10. Semua karya yang diikutkan lomba Menulis Kisah Nyata Merapi 2010 menjadi hak milik penyelenggara dalam hal ini Bank Indonesia.
11. Bank Indonesia dan SKH Kedaulatan Rakyat berhak menggunakan karya peserta termasuk melakukan editing tanpa persetujuan peserta untuk kepentingan promosi, publikasi, edukasi dan untuk kepentingan sosial lainnya tanpa memberikan kompensasi apapun kecuali penulisan nama peserta pada karya peserta.
12. Pihak panitia tidak melayani segala bentuk tuntutan dari pihak manapun sehubungan hasil karya yang diikutsertakan
13. Panitia akan mendiskualifikasi karya yang mengandung SARA.
14. Isi tulisan merupakan tanggungjawab peserta
15. Karya yang dikumpulkan belum pernah dipublikasikan atau tidak pernah diikutkan dalam lomba yang lain.
16. Segala akibat yang terkait dengan pajak sehubungan dengan hasil lomba ditanggung oleh pemenang
17. Keputusan panitia dan dewan juri bersifat mutlak, sah dan tidak dapat diganggu gugat.
18. Pada pojok kiri amplop, ditulis “Lomba Menulis Kisah Nyata Merapi 2010” serta ditulis kategori yang iikuti.
19. Pengumpulan karya mulai 28 Desember 2010 - 9 Januari 2011 di Sekretariat Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat Jl P Mangkubumi 40-46 Yogyakarta .



Uang Pembinaan
Total Uang Pembinaan Rp 48 Juta
Kategori Pelajar
Juara I Rp 4.000.000,00
Juara II Rp 3.000.000,00
Juara III Rp 2.000.000,00
20 Karya Terpilih @ Rp 250.000.00

Kategori Umum
Juara I Rp 5.000.000,00
Juara II Rp 4.000.000.,00
Juara III Rp 3.000.000,00
20 Karya Terpilih @Rp 250.000,00
Kategori Pamong Praja/Pamong Desa/Relawan/PNS
Juara I Rp 5.000.000,00
Juara II Rp 4.000.000,00
Juara III Rp 3.000.000,00
20 Karya Terpilih Rp 250.000,00


DEWAN JURI
1. Drs Octo Lampito MPd (Pemred SKH Kedaulatan Rakyat)
2. Prof Dr Suminto A Sayuti (Guru Besar Sastra UNY)
3. Indra Tranggono (Budayawan)
4. Drs Jayadi Kastari (Redaktur Budaya SKH Kedaulatan Rakyat)
5. Evi Idawati (Sastrawan)
6. Tim Humas BI Jakarta

PENYERAHAN KARYA
28 Desember 2010 – 9 Januari 2011 di Sekretariat Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat
Jl P Mangkubumi 40-46 Yogyakarta

Contact Person
Agung P (0818265067)
Diza (087839980848)


Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN