twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Rabu, 30 Juni 2010

5 Menit di ATM BNI Samarinda


5 menit di ATM BNI Samarinda

#BuktiCinta

Aku menghambur secepat kilat dari Mobil Strada merah yang aku parkir tiba-tiba di tepi Jl. Juanda Samarinda. Hujan rintik-rintik membuatku begitu takut akan hujan yang tentunya akan membasahi rambutku yang baru saja aku Bonding di salon kesayanganku. Oh ya, ngomong-ngomong soal Strada Merah, mobil itu milik Kakakku yang lagi entah kemana? Kusamber aja, karena aku emmang suka mobil itu, keren, gagah kayak kuda poni. Misthubisi L200 itu mobil kakakku dari kantor, maklum kakaku salah satu petinggi tambang batu bara di kota ini. Ganteng kalo kakakku yang memakainya kala pagi. Keren, sampe-sampe kalo dia bukan kakakku aku akan mengucapkan I Lope You Bang! Tapi dia kakaku dan aku sering menciumnya karena dia emang keren, pendiam dan suka senyum, walau banyak yang bilang dia biasa aja, ga cakep-cakep banget, tapi senyumnnya itu lochhhh! Ya ampyun tuhan…bikin keblinger, bikin ngiler saking kangennya kalo seminggu aja ga liat senyum itu. Sayang seribu sayang dia kakaku, dan satu lagi, dia cukup unik dan menarik, kadang diem, kadang bawelnya minta keramas!
Kembali ke hujan gerimis dan ATM BNI.

Aku harus beli baju baru, di distro yang namanya kalo ga salah Orin, ga jauh dari ATM BNI depan Swalayan Pelangi ini. Aku harus ambil uang karena distro di sini tak ada yang bisa gesek, jadi harus ambil uang banyak-banyak biar bisa beli baju yang kemarin sudah aku incer-incer pake keker. Aku berlari secepat kilat, walau ga pake nyambar-nyambar. Ampyun, ujan-ujan gini masih ada pada ngantri ambil uang. “Dasar!” Gumanku sembari melanjutkan langkahku mencari sudut paling aman. Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima! Haduh ada lima orang didepanku, mana sempit lagi tempatnya. Aduh nasib.
Aku menunduk, melihat kearah kakiku yang mengenakan sandal merek ternama yang dibelikan Papi waktu di Singapura sebulan yang lalu, kotor deh kena lumpur dan air hujan. Tapi ga apa, nanti sampe rumah biar disikat sama Bi Inem.

‘Deg’ Jantungku terhenti sesaat, bahkan beberapa saat. Di hadapanku, ya, di hadapanku tiba-tiba muncul seorang lelaki muda, rompi parasitnya, ada penutup kepala pelindung hujan. Di dadanya tersangkut sebuah tas besar yang seharusnya itu naruhnya di punggung. Ah… siapa lagi ini manusia? Cuek bebek, senyumpun tidak, menatapkupun tidak, dia malah menatap lurus kedepan, tepat kearah roda Stradaku yang aku ceritakan tadi. Dasar cowok bego! He, lihat sini, yang punya di sini. Bilang cinta padaku, aku kasih deh jiwa ragaku ke kamu plus nanti tak pinjemin mobil kakakku itu. “Gila!” gerutuku sendiri dengan suara hatiku yang tiba-tiba. Bagaimana aku tak gila, itu pemuda manis, aku tak mau mengatakan ganteng, karena lebih gantengan Nikolas Saputra, Ariel juga lebih ganteng tapi sebelum aku mendownload Videonya yang dengan Luna Maya dan Cut Tari. Seteleh mendownload video itu, aku meresa Ariel jadi jelek. Cemburu kali ya, kenapa bukan aku saja yang jadi aktor wanitanya. Eh belum selesai tuh Luna Maya dan Cut Tari, seorang teman di Manado kirim link download Ariel VS BCL…. Hufff….. Jadi jelek deh Ariel, gantengan mas yang ini. Cool Coy! Sumpah, pria segede ini dengan pedenya nyedot sekotak susu coklat, lucunya lagi merknya Ultra Milk, enak Susu Bendera Mas! Dodol! Guman hatiku untuk kesekian kalinya. Sayang ini cowok tak mau melihat kearahku, padahal kalau dia melirik saja ketubuhku, pasti deh ga mau lepas. Rok mini ini aku pakai untuk dilihat pahanya Mas! Bukan untuk makan nyamuk pahaku ini. Dasar cowok bego! Umpatku sekali lagi. Ah sudahlah, antrian tinggal seorang lagi. Tapi aku masih menyempatkan diri untuk melihatnya lebih lama, lumayan, cool dan pasti orang ini menyenangkan. Satu yang aku belum mengerti, kok dia suka susu kotak itu ya? Aneh, itu kanminuman anak-anak. Adikku yang sd aja malu minum itu, eh dia dengan cueknya menikmati.

“Mbak,” sapa pria itu tiba-tiba.

Gubrak! Malu!Malu! Aku Maluuuuuu! “eh iya mas!” sahutku gagab sambil buru-buru masuk ke ruang ATM BNI itu. Gila, menunggu, satu hal yang paling aku benci menjadi begitu cepat kali ini. Menunggu diantara gerimis mala mini menjadi begitu hangat dengan keunikan pria itu. Menunggu membuatku menjadi malu. Aku belum mengeluarkan dompetku, aku mengintipnya dari dalam bilik ATM ini, sekilas dia tersenyum tadi. Oh My Gooooood! Seyum kakakku lewat!

“Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan!” ucapku sembari memasukkan kartu ATM.
Kuambil uang sejuta, bercermin sejenak, merapikan rambut, lalu aku buru-buru keluar. Pria itu belum pindah posisi, tatapan matanya masih menuju arah yang sama. Roda Mobilku.

“Silahkan Mas,” ucapku sembari melempar senyum paling manis.

Dia mengangguk, lalu tersenyum padaku. Manis nian. Aku mengamatinya hingga dia menghilang dibalik pintu dan terlihat bayangannya saja samar-samar. Aku tak ingin beranjak, aku ingin menunggunya, lalu mengajaknya kenalan. Itu kalau aku tak punya rasa malu.

***
Hujan tiba-tiba saja turun, kutup kepalaku dengan kerudung rompi parasit yang baru aku beli kemarin. Aku terdiam sejenak di depan Swalayan pelangi. Kuambil sekotk susu Ultra Milk yang barusan aku beli, lalu aku menikmatinya. Alhamdulilah, nikmat sekali susu ini. Tubuhku begitu letih, seharin ini berjalan ngalor-ngidul untuk mengurusi event di kota ini. Sudah hamper dua minggu aku disini, sendiri tanpa teman, kehujanan dan tentunya malariaku kambuh. Menggigil kedinginan, hingga tulang belulang dan isi perut. Tapi takapalah, aku harus bekerja keras, aku ingin segera menikah.

Aku melangkah agak cepat menuju ke ATM BNI yang ada di depan Swalayan. Ngantri, satu, dua, tiga, empat, lima, enam. Ya enam orang yang ngantri, satu orang yang menjadi tumpuan pandanganku, tak berkedip aku dibuatnya. Bening, cantik, wangi aroma tubuhnya tercium khas dari jarak 2 meter. Anak siapa gerangan itu? Sibuk dia mengamati kaki yang juga aku amati, astagfirrullah…. Ku gigit sedotan susu ini untuk menahan semua rasa yang ada di hati. “Dasar pria” aku mengalihkan pandangan, mengamati roda mobil Strada L200 yang aku impikan sejak dulu. Bagus, keren dan menyenangkan tentunya. Tapi tak apalah jika kini aku belum memilikinya, toh aku sudah punya Corona TT 81 yang sangat keren itu. Sesekali aku masih menyempatkan diri melirik kearah gadis itu sembari menikmati wangi tubuhnya.

Aku tersenyum dalam hati, ingat kata-kata sahabatku di Jogja. “Gadis Samarinda cantik-cantik loch, apalagi yang asli Dayak, Luna Maya? Lewat Bro! Tapi awas jangan main-main! Tak bisa pulang kau ke Jogja!” sekali lagi aku tsernyum mendengar kalimat itu dua minggu yang lalu.
Antrian telah berlalu, aku mendongak, melihat kearahnya. Ya ampun, memang cantik. Tapi bengong saja! “Mbak!” aku menyapanya, bermaksud member tau kalau antrian sudah sampai padanya. Tanpa senyum dia buru-buru masuk ke bilik ATM BNI. Aku manrik nafas panjang-panjang. Kalau saja aku tidak punya pacar! Sudah langsung kususul dia ke bilik ATM. Aku bisa pinjam HP, Bolpoin, atau aku bisa pinjam Obeng sebagai alasan. Aku menghembuskan nafas panjang sekali lagi, lalu kembali mengamati roda mobil Strada itu. Membuang semua pikiran mesum di hati.
“Silahkan Mas,” ucapnya sembari melempar senyum paling manis.

Aku mengangguk, lalu tersenyum padanya. Manis nian. Aku mengamatinya sejenak lalu berpaling masuk ke bilik ATM BNI. Mengambil uang, lalu keluar. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, berharap dia masih ada disekitarku. Ah sudah menghilang dia. Kembali kusedot pelan sisa susu yang ada di kotak kecil ini, aku melangkah menembus gerimis. Masih sempat sekali kulemparkan pandangan pada modil Strada merah yang masih terparkir di tempat yang sama. Kuambil BB kesangan hadiah dari kekasihku tercinta. “Klik!” ku ambil sedikit bagian depan mobil itu. Lalu aku pulang ke Wisma di mana aku menginap malam ini.



Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Selasa, 22 Juni 2010

Lirik dan chord, Zifhilia Aishiteru

Lirik dan chord, Zifhilia Aishiteru

Aishiteru – (menunggumu)

[intro] A E F#m E A

A E
Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
F#m
saat ku harus bersabar dan trus bersabar
C#m
menantikan kehadiran dirimu
A
entah sampai kapan aku harus menunggu
E
sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
F#m
hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
E
kadang kuberpikir cari penggantimu
A
saat kau jauh disana
wooooowoo

A E
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
F#m
entah penantianku takkan sia-sia
C#m
dan berikan satu jawaban pasti
A
entah sampai kapan aku harus bertahan
E
saat kau jauh di sana rasa cemburu
F#m
merasuk kedalam pikiranku melayang
E
tak tentu arah tentang dirimu
A
apakah sama yang kau rasakan

***
A E
walau raga kita terpisah jauh
F#m
namun hati kita selalu dekat
E
bila kau rindu pejamkan matamu
dan rasakan a a a aku
A E
kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
F#m
terhapus ruang dan waktu
E
percayakan kesetiaan ini
A
akan tulus a a ai aishiteru

***

B G#m
Saatku sendiri pikiran melayang terbang
F#
perasaan resah gelisah
E
jalani kenyataan hidup tanpa gairah oooo

B G#m
lupakan segala obsesi dan ambisimu
F#
akhiri semuanya cukup sampai di sini
E
dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
kumohon kau kembali

***

A E
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
F#m
entah penantianku takkan sia-sia
C#m
dan berikan satu jawaban pasti
A
entah sampai kapan aku harus bertahan
E
saat kau jauh disana rasa cemburu
F#m
merasuk kedalam pikiranku melayang
E
tak tentu arah tentang dirimu
A
apakah sama yang kau rasakan




[chorus]
B F#
walau raga kita terpisah jauh
G#m
namun hati kita selalu dekat
F#
bila kau rindu pejamkan matamu
dan rasakan a a a aku
B F#
kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
G#m
terhapus ruang dan waktu
F#
percayakan kesetiaan ini
B
akan tulus a a ai aishiteru
F#
wooou wo wooo
G#m F# B
wooou wo wooo




Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Jumat, 11 Juni 2010

Sekilas Tentang Temu Penulis 5 Juni 2010

Sekilas Tentang Temu Penulis 5 Juni 2010


Sederhana, acara itu digagas dengan begitu tergesa-gesa dan tanpa persiapan serta tanpa panitia khusus. Hanya lewat FB dan Twiter plus undangan via sms. Namun sayang, tak banyak penulis khususnya daerah Jakarta yang merespon undangan “Temu Penulis” padahal dari segi agenda dan acara, Temu Penulis adalah sebuah hal yang lebih dari –cukup menarik- bagi kita yang memang menekuni dunia penulisan. Tetapi itulah sebuah perjuangan. “Jangan pernah menyerah dan jadikan moment ini sebagai sebuah awal” kira-kira begitulah kalimat yang mampu saya ingat dari penulis paling senior yang hadir, Roso Daras.
Diskusi dan obrolan berlangsung cukup seru dan menarik walau tak begitu banyak penulis yang hadir, sekitar 20 orang dari berbagai profesi, penulis, editor, pembaca dan calon penulis. Sebagai sebuah langkah awal moment ini akan menjadi sebuah batu pondasi yang cukup kuat. Adapaun beberapa hal yang berhasil kami rangkum dalam diskusi tersebut adalah.
1. Penulis membutuhkan payung hukum yang jelas sehingga penulis bisa berkarya dengan lebih maksimal tanpa takut di-Dzolimi penerbit. Payung hokum itu lebih kepada sebuah lembaga yang mampu memberikan –kekuatan- untuk bisa membela hak-hak penulis secara umum
2. Penulis membutuhkan media untuk bisa bertemu dan berdiskusi sesama penulis untuk sekedar memebicarakan idea atau permasalahan yang ada.
3. Penulis harus mau mempromosikan karyanya sendiri jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.
4. Menulis bisa dijadikan mata pencaharian utama jika kita serius menekuninya, dan menulis itu menyenangkan.
5. Akan diadakan acara ’Munas Penulis’ yang akan di gagas lebih lanjut.
6. Jaringan Penulis Indonesia, akan dijadikan wadah pertama sebagai media untuk berdiskusi dan menggagas acara Munas Penulis.
7. Jaringan Penulis akan menungumpulkan 100 penulis untuk membuat sebuah buku bunga rampai tentang ide-ide dan pemikiran untuk Indonesia. (Info bisa dilihat di http://jaringanpenulisindonesia.blogspot.com/2010/06/kolaborasi-100-penulis-jaringan-penulis.html )
8. Jangan pernah takut untuk terus menulis
Demikian rangkuman kecil yang berhasil kami himpun, mohon koreksi buat temen-temen yang hadir jika ada kesalahan dan kurangan. Rangkuman ini bersifat sementara dan bisa diganggu gugat jika ada visi dan misi yang belum tersampaikan.

JPI. Jakarta 5 Juni 2010

Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Rabu, 02 Juni 2010

8th Malang Islamic Book Fair 2010 30 Juli - 5 Agustus 2010

Layout dan Daftar Peserta Sementara






8th Malang Islamic Book Fair 2010
30 Juli - 5 Agustus 2010
Aula Skodam, Bundaran Tugu Malang



Sekilas Kota Malang

Jumlah penduduk Kota Malang 768.000 (2003), dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun.

Sebagian besar adalah suku Jawa, serta sejumlah suku-suku minoritas seperti Madura, Arab, dan Tionghoa.

Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Maria Bunda Karmel), Klenteng di Kota Lama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Ponpes Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muhsyadi, dan juga adanya pusat pendidikan Kristen berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara, salah satunya adalah Seminari Alkitab Asia Tenggara.

Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkan Bahasa Madura.

Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan, yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang-ayas bangga arema nganem. Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.



Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Selasa, 01 Juni 2010

Samarinda Book Fair 2-11 Juli 2010, Masjid Islamic Center 2010

Layout Dan Daftar Peserta Sementara (Update 1 Juni)



Info Pedaftaran Peserta:

Samarinda Book Fair 2-11 Juli 2010, Masjid Islamic Center 2010

SYAKAA Organizer

Suryodiningratan MJ II/ 755 B Yogyakarta

Telp. (0274) 7495054, 6805666, Fax. (0274) 387120

email: syakaa_organizer@yahoo.com, syakaaorganizer@gmail.com

www.syakaa.webs.com





Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman[1].

Pembangunan Islamic Center diharapkan dapat pula membangkitkan semangat kebersamaan dalam upaya menghadapi era global, selain merupakan tuntutan masyarakat untuk Samarinda memiliki sebuah sarana tempat ibadah yang memadai.


Foto-foto lokasi bisa di lihat di:
http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-islamic-center-samarinda/

http://islamiccentersamarinda.blogspot.com/

Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Ketika Hujan dan Panas Dipertmukan di Kota Bogor

Ketika Hujan dan Panas Dipertemukan di Kota Bogor

Tengah hari baru saja terlewatkan. Aku masih terdiam, mengamati hujan yang tiba-tiba dating tak di Undang. Nyelonong tanpa permisi. Aku terdiam, duduk disudut masjid, mengamti titik hujan dan gemericiknya yang begitu indah secara tiba-tiba. Langit tak mendung, tak juga pekat apalagi hitam. Langit indah kebiruan, tepat di tanggal 1 Juni. Aku jadi teringat, pidato Soekarno, bukan soal pancasila yang aku ingat, tapi soal perkawinan, begini petikan pidato itu:
-----Saudara-saudara, tadi saya berkata, ada perbeaan antara Sovyet Rusia, Saudi Arabia, Inggris, Amerika dan lain-lain tentang isinya: tetapi ada satu yang sama, yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. Musyik-musyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis. Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negaranya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, saudara-saudara, semua siap-sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap-sedia, masak untuk Merdeka. (Tepuk tangan riuh)
Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji f500. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai meja kursi, yang selengkap-lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu perak satu set, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin.
Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu “meja makan”, lantas satu sitje, lantas satu tempat tidur.
Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin. Sang klerk dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat tidur: kawin.
Sang Ndoro yang mempunyai rumah gedung, electrische kookplaat, tempat tidur, uang bertimbun-timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig, belum tentu mana yang lebih bahagia, Sang Ndoro dengan tempat-tidurnya yang mentul-mentul, atau Sarinem dn Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, saudara-saudara! (tepuk tangan, dan tertawa).
Tekad hatinya yang perlu, tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk, dan hati Sang Ndoro yang baru berani kawin kalau sudah mempunyai gerozilver satu kaset plus kinderuitzet, buat 3 tahun lamanya! (tertawa)
Saudara-saudara, soalnya adalah demikian: kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah, saudara-saudara sekalian. Paduka tuan Ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian PT Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekan Saudara-saudara, jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! (tepuk tangan riuh)----
Di depan sidang BPUPKI, Sang Proklamator muda itu menyinggung tentang perkwaninan, mengibaratkannya dengan begitu indah. Aku suka gaya bicaranya. Aku suka tutur katanya, dan kadang kala aku tersenyum membaca teks-teks pidato Bung Karno yang begitu menggelitik, menusuk dan kadang kala menohok namun sering kali bikin tersenyum. Kenapa saya suka bagian perkawinan ketimbang pidoto tentang Pancasila? Entahlah, yang jelas hati ini sedang rindu. Merindukanmu.
Hujan masih sama, turun rintik-rintik. Hati ini begitu gelisah, menggebu untuk segera bertemu. Ah sudahlah… aku mencintaimu, kamu tau itu. Aku sayang padamu, kamu juga tau. Jaga cinta ini jauh di dalam hatimu karena aku juga menjaga cinta ini rapat di dalam hati, tak perlu aku ungkapkan karena engkau telah tau. Tak perlu aku ucapkan karena engkau telah mendengar hati kecilku mengataknnya padamu. Terkadang cinta tak jauh berbeda dengan hujan, bisa saja dia bersanding dengan panas. Terkadang cinta seperti rubik, bisa begitu mudah menemukan rumus-rumus pada setiap sisi, namun kadang begitu sulit jika kita tak mau belajar tentang rubik itu sendiri. Jangan takut kehilangan, karena cintaku tak jauh beda dengan rubik, walau kadang tak sama warnanya, engkau sudah bisa merubahnya dan engkau telah tau rumus rubik itu. Cintaku padamu tak beda dengan hujan, walau panas datang hujan masih juga tetap bisa turun dank au tau? Ketika hujan dan panas bersamaan? “Ohhhh begitu indahnya alam ini”
Kembali aku kutip pidato Bung Karno ---Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu “meja makan”, lantas satu sitje, lantas satu tempat tidur.--- sekali lagi bukan tentang rumusan Pancasila, tapi lebih kepada perkawinan yang diungkapkannya. Unik bukan? Tapi aku lebih berani dari Marhaen, aku akan menikahi tanpa harus menunggu punya gubuk dan tikar satu dan periuk. ---Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin.--- Tanpa gubug, tanpa tikar dan tak perlu periuk, cukuplah sudah modal aku untuk menikahimu dengan apa yang dianugrahkan tuhan kepada kita sebagai umat, tak perlu periuk karena kita bisa beli makan di luar… tak perlu gubuk karena bisa beli rumah yang indah seperti apa yang kita impikan. Tak perlu tikar, karena sekarang sudah ada Spring Bed 4 x 4 yang empuk mendut-mendut walau kadang berisik. Tapi aku suka kasur kapuk, ga berisik. (Hahhahahahah)





Salam Budaya:Endik KoeswoyoJl. Swadaya 604 Yogyakarta.email: endik_penulis@yahoo.comPhone: 0817 323 345Mari Mencintai Indonesia Apa AdanyaMANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN