Nonton Film Gratis - ENDIK KOESWOYO

Breaking

IKLAN

Kamis, 25 Maret 2010

Nonton Film Gratis

setelah sukses roadshow di 10 kota..kali ini film "DEBT" akan mengulang kesuksesannya di Dreamlight Jogjakarta, datang & saksikan film "DEBT" karya LOOKOUT PICTURE INDONESIA hari Sabtu 27 Maret 2010 mulai pukul 19.00 di Ketandan Kulon No. 4 .Belakang Ramayana Malioboro Jogjakarta..GRATIS!!!


Berikut salah satu berita tentang film DEBT di Kedaulatan Rakyat

PESAN TERSIRAT FILM DEBT ; Hikmah Memanusiakan Orang Lain

08/02/2010 08:31:40

SAAT memudahkan jalan orang lain. Maka, jalan kita, juga akan terasa lebih mudah. Selain itu, rasa saling memahami dan menghargai orang lain, tetap perlu dilakukan untuk mendapatkan ketenangan hidup. Meskipun begitu, rasa putus asa juga mampu menghancurkan mimpi dan kebahagiaan.

Itulah sekelumit makna, dari beberapa penggalan dialog dalam film indie Debt yang diputar di Ruang Seminar, Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (6/2). Film ini hasil produksi Lookout Picture Indonesia, besutan sutradara muda Khusnul Khitam.
Produser Pelaksana Endik Koeswoyo mengungkapkan, secara keseluruhan produksi film indie ini memakan waktu hampir 2 minggu. Syuting perdana pada 14 Januari lalu, dengan mengambil lokasi di Yogyakarta.
"Persoalan yang saya angkat, berkaitan dengan kecenderungan masyarakat saat ini yang mengumbar konsumerisme, tanpa menimbang kemampuan pendapatan ekonomi mereka. Masyarakat begitu mudah tergiur iming-iming iklan, sehingga mereka kemudian ingin mendapatkan semua produk itu dengan cara kredit. Ternyata keputusan itu bukan menjadi solusi atas masalah hidupnya. Namun justru menjadi sumber masalah baru," jelas Khusnul Khitam yang juga penulis skenario ini.
Film ini, lanjutnya, dilakukan berdasarkan riset selama beberapa bulan. Mampu menjadi sebuah pesan tentang mentalitas masyarakat yang cenderung menjadi korban zaman. Di tengah kian terbukanya pasar bebas, tentu kondisi masyarakat ini, nantinya, akan menjadi masalah besar.
"Bisa saja ketika pasar bebas dijalankan, masyarakat kita hanya akan menjadi objek bagi produk luar yang masuk ke Indonesia. Namun, dengan semua masalah tersebut, sebagai makhluk sosial, mampukah kita berbagi dengan orang lain?" ungkapnya.
Film indie Debt ini, tambah Khusnul, mengisahkan nasib seorang debtcollector bernama Sugeng. Uniknya dia juga terjerat pada masalah yang sama. Ada dilematis yang selalu dialami Sugeng sebagai tukang tagih. (*-3) -g

Sumber: http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=208617&actmenu=40



Salam Budaya:
Endik Koeswoyo
Jl. Swadaya 604 Yogyakarta.
email: [email protected]
Phone: 0817 323 345

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya


MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...