twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Minggu, 09 Agustus 2009

Mbah Surip dan Akhir Hidupnya




Urip Achmad Riyanto, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1949 – wafat di Jakarta, 4 Agustus 2009 pada umur 60 tahun atau lebih populer sebagai Mbah Surip, adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia populer dengan sebuah lagu yang berjudul Tak Gendong. Mbah Surip pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama. Ia pernah ikut membintangi beberapa film dan beberapa kali pula tampil di televisi. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Menurut pengakuannya, ia pernah bekerja di bidang pengeboran minyak serta tambang berlian. Ia juga mengklaim memiliki gelar Doktorandus, Insinyur, dan MBA, serta pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California. Diluar negeri itulah Mbah Surip menciptakan lagu Tak Gendong. Lagu tersebut menceritakan bahwa kita harus bahu membahu, daripada bekerja sendirian.
Mbah Surip adalah sosok yang sederhana, dan dengan kederhanaan itulah dia menjadi begitu popular dan menjadi sosok yang di idolakan banyak orang. Tawanya yang khas serta caranya menikmati hidup dengan tawa dan senyum adalah sebuah proses yang tidak mudah di lakukukan oleh banyak orang. Sejak dulu, Mbah Surip memang suka tertawa dan dia selalu baik dengan siapa saja. Sosoknya juga menggambarkan sebuah kederhanaan pola pikir. Hidup itu bahagia.
Sebagai manusia biasa, Mbah Surip selalu tampil dengan gaya yang dia suka (Bob Marley banget). Entah kenapa Mbah Surip menyukai gaya seperti itu. Mbah Surip meninggal pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2009 pukul 10.30 WIB pagi, di puncak kepopulerannya di kancah musik Indonesia. Mungkin dia di takdirkan untuk menjadi sangat popular lalu mati pada saat berada pada puncak kepopulerannya. Walau meninggal, tentunya Mbah Surip adalah orang yang sangat beruntung, begitu banyak Artis popular yang kemudian meredup. Begitu banyak tokoh pupolar yang kemudian meredep di masa tuanya. Tapi Mbah Surip lain, prosesnya sangat luar biasa. Tidak di kenal, populer dan terkenal di usia tua, lalu meninggal. Itulah yang mengagumkan dari perjalanan hidupnya. Sosoknya akan selalu di kenang karena dia meninggal pada puncak kejayaan.
Jika kita menengok sosok lain yang namanya hampir mirip, Jaksa Urip.Hidupnya begitu menyedihkan, di akhir usianya dia harus di bui dengan kasus korupsi. Antasari Ashar, yang begitu di idolakan oleh jutaan rakyat Indonesia tiba-tiba saja terlibat kasus yang memalukan (tidak peduli itu benar atau tidak) tapi bagi Mbah Surip? Hidupnya benar-benar memukau. Mungkin hanya Chairil Anwar yang bernasip sama dengan mbah Surip. Meninggal dengan karya yang Dasyat. Selamat jalan Mbah.


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN