twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Senin, 24 Agustus 2009

33 Warisan Budaya Indonesia yang di Klaim Asing..

Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan atau diklaim oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain: Sumber http://budaya-indonesia.org

1. Batik dari Jawa oleh Adidas


Nama Artefak : Batik Jawa
Asal Daerah : Jawa
Kategori : Motif
Tahun Klaim: 2006
Exploitor : Adidas
Modus : Produksi Topi, Jaket dan Sepatu bermotif batik
Keterangan : Merupakan program materials of the world
Sumber : adidas.com


2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Riau
Asal Daerah : Riau
Kategori : Naskah Kuno
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007


3. Naskah Kuno dari Sumetera Barat oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sumatera Barat
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Naskah Kuno
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007


4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sulawesi Selatan
Asal Daerah : Sulawesi Selatan
Kategori : Naskah Kuno
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007


5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Rendang
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Oknum WN Malaysia
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan
Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007


6. Rendang dari Sumetera Barat oleh Oknum WN Malaysia


Nama Artefak : Sambak Bajak
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda


Nama Artefak : Sambak Bajak
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda


Nama Artefak : Sambak Petai
Asal Daerah : Riau
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda


Nama Artefak : Sambak Nanas
Asal Daerah : Riau
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing


Nama Artefak : Tempe
Asal Daerah : Jawa
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: Bervariasi
Exploitor : Oknum WN Jepang
Modus : Beberapa Perusahaan Asing
Keterangan : Tercatat ada 19 paten tentang tempe, di mana 13 buah paten adalah milik AS, yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership; 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe; 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan; dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe; 1 paten mengenai antioksidan; dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Paten lain untuk Jepang, disebut Tempeh, temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, dekstrin, Na-kaseinat dan putih telur.
Sumber : http://www.icrp-online.org/wmprint.php?ArtID=170


11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Rasa Sayang Sayange
Asal Daerah : Maluku
Kategori : Musik dan Lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan digunakan
Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007


12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Reog Ponorogo
Asal Daerah : Jawa Timur
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: 2008
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : lagu Soleram
Asal Daerah : Riau
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Injit-injit Semut
Asal Daerah : Jambi
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: 2000
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Gamelan
Asal Daerah : Pulau Jawa
Kategori : Alat Musik
Tahun Klaim: 2000
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Tari Kuda Lumping
Asal Daerah : Jawa Timur
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Tari Piring
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Kakak Tua
Asal Daerah : Maluku
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Anak Kambing Saya
Asal Daerah : Nusa Tenggara
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : Diputar saat pertunjukan Musical Fountain di Singapura dan diklaim sebagai lagu Malaysia


20. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Ornamen
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Oknum WN Perancis
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi
Sumber : Tempo, 2 April 2008 (http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/04/02/brk,20080402-120239,id.html


21. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis


Nama Artefak : Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Ornamen
Tahun Klaim: 2004
Exploitor : Oknum WN Inggris
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi
Sumber : Berita Kriya, 10 April 2008 (http://id.indonesian-craft.com/news/54/tahun/2008/bulan/04/tanggal/10/id/200/


22. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris


Nama Artefak : Batik Parang
Asal Daerah : Yogyakarya
Kategori : Motif Kain
Tahun Klaim: 2006
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Paten
Keterangan : Diklaim dan Dipatenkan
Sumber : http://batikindonesia.info/2006/03/31/batik-parang-dipatenkan-malaysia/


23. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti
Asal Daerah : Bali
Kategori : Ornamen
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Oknum WN Amerika
Modus : Paten
Keterangan : Kisah sedih yang dialami pengerajin perak Desak Suwarti dari Desa Celuk, Gianyar, yang harus berurusan dengan WTO. Ia dituduh melanggar Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs), karena menjual kepada orang lain desain produk yang pernah dibuatnya untuk konsumen berkebangsaan Amerika, yang selanjutnya mematenkan desain tersebut sebagai Haki miliknya.
Sumber : Bali Post, 26 Juni 2005 (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/6/26/opini.html


24. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika


Nama Artefak : Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat
Asal Daerah : Berbagai daerah di Indonesia
Kategori : Tata cara pengobatan dan pemeliharaan kesehatan
Tahun Klaim: 2002
Exploitor : Shiseido Co Ltd
Modus : Paten
Keterangan : Telah berhasil digagalkan
Sumber : Tempo, 28 January 2002 (http://www.korantempo.com/news/2002/1/28/Nasional/55.html


25. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd


Nama Artefak : Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat
Asal Daerah : Berbagai daerah di Indonesia
Kategori : Tata cara pengobatan dan pemeliharaan kesehatan
Tahun Klaim: 2002
Exploitor : Shiseido Co Ltd
Modus : Paten
Keterangan : Telah berhasil digagalkan
Sumber : Tempo, 28 January 2002 (http://www.korantempo.com/news/2002/1/28/Nasional/55.html


26. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Badik Tumbuk Lada
Asal Daerah : Kepulauan Riau, Deli dan Siak
Kategori : Senjata dan Alat Perang
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Perpustakaan Negara Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Di situs resmi Perpustakaan Negara Malaysia, ia disebut warisan budaya Malaysia
Sumber : http://malaysiana.pnm.my/05/0501badik.htm


27. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda


Nama Artefak : Kopi Gayo
Asal Daerah : Aceh
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2008
Exploitor : Holland Coffee
Modus : Merek Dagang
Keterangan : Didaftarkan sebagai merek dagang oleh Holland Coffee, sebuah perusahaan multinasional (MNC) Belanda. Akibatnya petani tidak bisa lagi memakai merek Kopi Gayo. Saat ini pemerintah tengah berusaha untuk ntuk pendaftraan merek kopi gayo
Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/15421243/paten.kopi.gayo.milik.belanda.toraja.milik.jepang dan http://www.dgip.go.id/ebscript/publicportal.cgi?.ucid=2663&ctid=23&id=1905&type=2


28. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang


Nama Artefak : Kopi Toraja
Asal Daerah : Sulawesi Selatan
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Key Coffee (Jepang)
Modus : Merek Dagang
Keterangan : Kopi jenis arabika ini disebut-sebut sebagai "queen of coffee" di dunia, bersama dengan kopi dari Kolombia, lantaran aroma dan cita rasanya yang sedap. Mestinya kopi yang ditanam di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, itu bisa menjadi produk khas Indonesia. Namun apa lacur, ternyata merek Kopi Toraja sudah didaftarkan oleh Key Coffee di Jepang. Alhasil, eksportir Indonesia tak bisa langsung menjual Kopi Toraja ke Jepang dan AS--kecuali lewat Key Coffee. Jika mengekspor langsung, pihak Indonesia bisa dituding melanggar merek yang telah didaftarkan di sana.
Sumber : Warta Ekonomi, tanggal 16 April 2004


29. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia


Nama Artefak : Musik Indang Sungai Garinggiang
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Musik dan Lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober 2007 di Asia Festival 2007, Osaka, Jepang (Jepang)
Modus : Dipergunakan di forum internasional
Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu. Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang". Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.
Sumber : Antara, tanggal 25 Oktober 2007 (http://antara.co.id/arc/2007/10/25/malaysia-kembali-bajak-lagu-daerah-indonesia-di-osaka/


30. Kain Ulos oleh Malaysia


Nama Artefak : Kain Ulos
Asal Daerah : Sumatera Utara
Kategori : Motif Kain
Tahun Klaim: 2008
Modus : Dipertunjukkan sebagai Kebudayaan Malaysia
Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, kain ulos tersebut digunakan pada acara yang mewakili kebudayan negara-negara yang ada di Malaysia. Kain dipakai dalam suatu tarian, yang kalau tidak salah jenisnya ‘ragi hotang’, dengan tarian yang mirip tortor, hanya tangan mereka tidak ‘manyomba’ di depan dada, tapi diletakkan di samping paha kiri dan kanan dan kakinya ‘manyerser’ -serser.
Sumber :Lidyanata Blog http://lidyanata.blogspot.com/2008/05/sejak-kapan-orang-malaysia-pake-ulos.html


31. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Alat Musik Angklung
Asal Daerah : Jawa Barat
Kategori : Alat Musik
Tahun Klaim: 2006
Exploitor : Pemerintahan Malaysia
Modus : Menumpang belajar di Indonesia lalu memperjuangkan HAKI di mata internasional
Keterangan : Membudidayakan bambu untuk angklung, belajar mengolah teknologi untuk pembuatan angklung dan memperjuangkan HAKI di mata internasional
Sumber : Republika, 14 Desember 2006, dengan judul artikel ANGKLUNG INDONESIA DI TANGAN MALAYSIA


32. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Jali-Jali
Asal Daerah : Jakarta
Kategori : lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintahan Malaysia
Modus : Klaim memiliki lagu tersebut
Keterangan : Disebutkan oleh Malaysia sebagai lagu asli dari Langkawi
Sumber : Wawancara dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jero Wacik di Harian Suara Karya, 27 Oktober 2007 dengan judul artikel "Menbudpar Jero Wacik: Lagu "Jali Jali" Milik Indonesia " (http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=185059


33. Tari Pendet oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Tari Pendet
Asal Daerah : Bali
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: 2009
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Menjadi iklan pariwisata Malaysia
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/08/22/113525/1187644/10/seniman-bali-protes-klaim-tari-pendet-oleh-malaysia

Sabtu, 22 Agustus 2009

Dan Dingin Itu...


1. Dan Dingin Itu...


Suatu malam di penghujung tahun 2009...
Langkah kakinya pelan, penampilannya sederhana namun terkesan begitu rapi. Celana panjang Exclusive hitam dipadu dengan kemeja putih tulang, syal batik warna sogan bermotif klasik melingkar di lehernya. Sepatu kulit hitam Trendy made in Bandung itu tampak mengkilap, membuat langkahnya tampak sempurna sebagai seorang pria. Matanya tajam menatap ke depan, tegap. Lampu-lampu hias berderet tersusun sempurna. Alunan langgam Jawa terdengar begitu merdu menyejukkan hati serta menambah kesan tradisisiol yang abadi. Bangunan rumah Joglo besar itu semakin indah dengan berbagai produk batik dan craft yang di pajang pada sudut-sudut tertentu. Han terus berjalan, dia hanya tersenyum ketika seorang pelayan membungkuk hormat. Senyum keduanya menggambarkan sebuah keakraban tersendiri, sepertinya mereka sudah saling mengenal, atau setidaknya telah beberapa kali bertemu. Ruangan Joglo itu telah dilewatinya, langkahnya pelan, menuju resto kebun yang ada di bagian belakang bangunan Joglo utama. Seorang wanita berperawakan ramping sepertinya menjadi tujuan utama pria muda itu. Ada senyum mengembang yang menyambut Han dari balik jilbab hitam yang dikenakannya. Yang lebih menarik untuk dipandang adalah selendang batik yang dengan sempurna menjadi penghias sekaligus pelindung dingin yang seakan melekat di pundaknya. Duduknya tenang, tersiram cahaya temaram lampu hias. Suasana yang begitu indah.
“Assalamualaikum,” sapa Han pelan sembari duduk di hadapan gadis itu.
“Waalaikumsalam, tumben datangnya tidak telat mas?” sahutnya masih dengan senyum yang tersungging tipis.
“Ah, bisa saja. Aku masih begitu terpesona dengan bangunan ini, indah, memukau, unik, dan seabrek kalimat lain yang susah untuk di gambarkan,” Han membetulkan letak kursi kayu yang baru saja didukuinya agar menjadi lebih nyaman.
“Ya, selalu saja begitu kalimat pembukamu setiap kali kita ketemu! Tidak ada kata-kata lain?” sahut perempuan itu sembari menyodorkan sebuah map warna coklat pada Han.
“Terus terang, ketika kakiku naik tangga pertama bangunan yang menuju Joglo itu, aku seperti memasuki kraton Majapahit.” Han tersenyum, menyambut map coklat yang di sodorkan lawan bicaranya.
“Mau makan apa?”
”Makan apa saja asal menu Indonesia semua akan menjadi begitu nikmat, melebur dalam atmosfer tempo dulu di antara bangunan kuno Limasan dan Joglo itu, iringan alunan gamelan menambah nafsu makan! Apalagi dengan suasana eksotis kampung masa lampau! Semua pasti menjadi enak,” guman Han sekali lagi.
“Sudah ah! Bosen aku mendengar kalimatmu!”
Alunan gamelan dari pengeras suara itu tiba-tiba meredup, sayup-sayup lalu menghilang. Han tersenyum sembari memperhatikan sekelompok musisi yang kini tampak siap memainkan musik dari ruang Limasan yang tidak jauh dari tempat duduk mereka berdua.
“Suka musik keroncong?”
“Alhamdulilah aku menyukai semua jenis musik!” sahut Han sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi antik yang dibuat sekitar tahun1930, berbahan kayu jati, berwarna coklat tua dengan paduan anyaman rotan yang menghantarkan rasa nyaman dari tulang belakang hingga ke ubun-ubun.
“Inilah yang menarik dari Sogan Village!”
“Ya, dan itu semua berasal dari kecerdasan otakmu yang mampu memadukan tradisi, kebersamaan, keindahan, bisnis dan tentunya keimanan! Dan kecerdasan itulah yang memaksaku harus datang ke sini!”
“Allah, Mas Han, semua ini dari Allah,” guman perempuan itu masih dengan senyum simpulnya.
Han menarik nafas panjang, ada senyum yang mengembang dari bibirnya. Ada binar bahagia yang diantarkan oleh seraut wajah ayu di hadapannya. Ada keunikan yang membuat siapa saja akan betah duduk di sana, apalagi dengan seseorang yang begitu sempurna diciptakan sebagai wanita. Cerdas, pandai, cantik luar dan dalam, keturunan keluarga terhormat, dan tentunya seorang wanita karier. Sekalilagi Han menatap sekelilingnya, tepat di belakangnya adalah bangunan Joglo utama, di samping kanannya adalah bangunan kuno yang dulunya gudang untuk pengovenan tembakau namun kini disulap menjadi dapur utama, di hadapannya berdiri megah bangunan limasan yang konon dibangun pada tahun 1854. Pesona indah itu masih ditambah dengan kursi dan meja kayu yang tertata rapi dengan hiasan dan lampu-lampu taman yang temaram mempesona. Han tiba-tiba saja teringat sabda Rasulullah, "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka -kembali kepada fitrah atau beruntung-."


* * *




Dini hari 2003...
Semilir angin seakan tak bersahabat. Pelan namun pasti menembus permukaan kulit, menusuk hingga tulang sumsum yang terdalam. Dingin membeku. Angin semilir itu seakan membawa butir-butir air dingin. Berembun. Jendela kayu tanpa ukiran itu masih terbuka, membuat angin dingin bebas merayap masuk. Kala itu Han masih tampak nanar gelisah mencari-cari sesuatu yang sepertinya tidak juga ditemukannya. Selembar surat yang kamarin dibaca, kini entah di mana keberadaannya. Sederet kalimat yang tertulis pada lembaran coklat itu sungguh dicari-cari dan sungguh-sungguh diharapkan untuk bisa dibaca sekali lagi sebelum lelapnya menembus sekujur tubuhnya malam ini. Mengantarnya dalam mimpi. Sekali lagi Han menyingkap bantal dan guling yang terbujur kaku, membisu tak pernah mau berbisik kepadanya. Untuk kesekian kalinya Han melangkah mendekat lemari kayu dan membuka pintunya dengan tergesa. Setumpuk baju-baju yang terlipat tak rapi itu diacak-acak untuk kesekian kalinya pula. Tak jua dia menemukan sesuatu yang diharapkan.
Sepi.
Han sadar dini hari yang sudah sangat sepi itu seharusnya dia sudah tidur, namun dia harus menemukan lembaran surat itu. Dia harus membacanya sebelum memejamkan mata untuk kemudian bangun di esok pagi yang cerah. Sepertinya dia telah kecanduan oleh deret-deret goresan tangan itu, kalimat-kalimat yang terangkai di sana seperti sebuah mantra yang lebih dasyat dari lagu Ninabobo, melelapkan. Pikirannya menjadi begitu gelisah ketika tidak membaca sekali lagi walau dia sendiri telah lupa telah berapa kali membacanya. Keputusan itu harus segera diterima, harus dan inilah jalan satu-satunya. Menikah. Han merasa dia lebih dari cukup untuk dikatakan dewasa. Usianya 20 tahun, Dek Indah 19 tahun. Han pasti bisa dan mampu!
Benaknya melayang pelan menembus langit-langit usang berdebu di ruangan 4 kali 3 kamar ini. Laba-laba kecil terdiam di jaringnya yang kemarin sore sebenarnya telah dirusak dengan sapu ijuk oleh pemuda itu. Tapi pagi ini dia kembali bertengger di jaring barunya. Laba-laba kecil saja bisa mengatasi masalah hidupnya, kenapa pemuda sepertinya tidak? Han lalu menutup jendela. Terpaku sejenak menatap sekelilingnya, berusaha mengingat sesuatu.
Hening.
Han akhirnya bisa bernafas lega, kasur kapuk ini ternyata yang menyimpan selembar surat itu di bawahnya. Dengan pelan Han merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tiga buah bantal kumal disusunnya menjadi satu sebagai penopang kepala. Dibacanya sekali lagi surat itu, entah untuk yang keberapa kalinya.

Jogja Terbalut Rindu
Untukmu Yang Menungguku
Disudut Sepi Rasa Hati



Hanny...sedetik ini nafasku terhenti ketika aku membaca suratmu. Santun, penuh rayuan namun begitu membuatku tersentak. Batas senja ujung barat merona merah setiap sore, aku menatapnya dengan tajam berharap selalu kamu yang menemaniku. Sudut kamar ini sepi, hanya ada fotomu. Salam hangat sehangat mentari pagi yang membangunkanmu dari mimpi. Selalu bisikan kata cinta sebagai penyambung lidah indah untuk memulai kata-kata...baik sebatas mimpi maupun di ujung kesadaran.
Hanny...menikah adalah sebuah keputusan yang telah kita sepakati sejak awal. Menikah adalah sebuah komitmen dasar yang melingkarkan kita pada ikatan ketulusan hati dan sayang. Aku sadar, kita berdiri di tengah gelombang searah yang mencekam. Aku takut sebenarnya untuk menantangnya, namun ada kamu dengan senyum tulus itu. Senyum yang kami pinjam dari Arjuna, memukau dan selalu menggetarkan hatiku setiap aku mengingatnya. Aku takut sebenarnya, namun ada kamu dengan sentuhan lembut itu, sentuhan lembut yang kamu pinjam dari Prabu Angkling Darma. Aku juga sangat takut ketika gelombang itu semakin besar, lebih besar dari badai laut selatan yang mengamuk di malam Satu Sura, namun aku masih lebih takut jika kamu tidak mendekapkmu lebih erat.
Hanny...jika memang Tuhan telah mentakdirkan kita untuk menikah saat ini, aku terima itu. Jika engkau wahai pangeran hatiku, meminangku hari ini, aku terima itu. Wahai engkau senyum simpul kesederhanaan, jika memang engkau mempersuntingku detik ini, aku menyambutnya dengan sejuta kasih. Aku rela, aku iklas untuk menjadi pendampingmu. Aku rela untuk menemani desah nafasmu. Aku iklas untuk selalu bersamamu dalam suka maupun duka. Karena aku milikmu. Dan hanya Dia yang bisa memisahkan kita.
Hanny....jika memang semua harus seperti ini, tetaplah tersenyum. Yakinlah bahwasanya Tuhan Maha Adil. Dia punya rencana di balik semuanya. Sebagai kekasihmu, aku meminta maaf atas keluargaku yang telah begitu memusuhimu. Aku mohon sayangi mereka seperti engkau menyayangiku. Sambutlah kemarahan mereka dengan senyummu itu. Taklukkan mereka dengan tatapan matamu yang indah berbinar bening itu. Aku juga sadar, hanya pernikahan kita yang bisa mengakhiri semua masalah ini. Jika memang jalan kita nanti penuh kerikil, marilah kita melewatinya dengan pelan dan hati-hati. Jika memang jalan kita di tepi jurang, peganglah erat tanganku dan tataplah lurus kedepan, jangan melihat ke bawah sana yang penuh tebing terjal. Hanny....seikat senyum dan beribu-ribu bait doa selalu aku kumandangkan untukmu. Di sela sujudku ada air mata cinta untukmu.
Dan yakinlah...aku masih milikku dengan segala apa yang aku miliki. Sebagai penghantar senyum untuk tidur. Percayalah semua keperluan untuk pernikahan kita itu semuanya telah aku siapkan.
Datanglah ke sini dengan senyum dan busungkan dadamu sejenak, kamu telah memikatku dengan cinta yang kau hantarkan lewat senyum yang tidak pernah bisa aku lupakan. Sebagai salam rindu tersipu aku mengecup lembut bibirmu...

Wassalam.

Kekasihmu Yang Tersipu
Indah Pratiwi



CATATAN:
BAB I: Dari Naskah Novel dengan judul SENDIRI ITU DINGIN::: Silahkan di kasih komentar dan di tunggu kelanjutannya (Insyaalah Akan Segera Terbit) Mohon doa restunya.....


Sedikit Saja... Baca Selengkapnya…

Hanya rasa syukur yang tiada terhingga kehadirat Allah SWT, karena limpahan karunia-Nyalah saya bisa menulis, menulis dan menulis lagi. Seperti sebuah keindahan yang tiada batas.
¬ Novel ini khusus teruntuk seorang sahabat Di Sanggar Misteri Darikem Indonesia; Teguh t-Koes Wicaksono. Alm. Aku gunakan judul lukisanmu ‘Sendiri itu dingin’, sebagai rasa hormat, sebagai ungkapan terimakasih atas beribu kata yang sering kau ucapkan untukku, sebagai sebuah kenang-kenangan dan sebagai tanda sayangku padamu serta sebagai ucapan terimakasih atas ilmu menulis yang engkau turunkan kepadaku. Juga atas doktrin setiap helai nafasmu bahwasanya ‘Berhenti Berkarya Berarti Mati!’ dan selamat jalan kawan, kita akan selalu bertemu pada sebuah muara yang misteri ketika malam menjelang.

Selasa, 18 Agustus 2009

10 Langkah Mudah Jadi Penulis Untuk Pemula



10 Langkah Mudah Jadi Penulis untuk Pemula
Ebook: Endik Koeswoyo


Mari Memulai Dengan Senyum
Saya memang bukan siapa-siapa, tapi saya sangat mencintai dunia tulis menulis. Begitu saja sekiranya mengenai diri saya. Punya hoby menulis dan ingin jadi penulis? Gampang banget caranya: Baca saja e-book ini. Temukan 10 langkah Mudah Menjadi Penulis untuk Pemula. Baca dan pahami lalu lakukan jika itu dirasa menyenangkan. Jika tidak? Tekuni hoby yang lain. Di sini juga saya sertakan 40 alamat penerbit yang rata-rata membutuhkan penulis baru. Yang penting senyum dulu deh.




1. Bisa Menulis.
Semua orang bisa menulis –kecuali buta huruf-. Sejak kapan kita mulai belajar untuk menulis? TK, kalau emang kita dulunya sekolah TK. SD kalau kita nggak ngelewati masa TK. Inget kan kita diajari nulis ‘ini budi’ ‘ini bapak budi’ dan bla-bla yang lainnya. Jadi modal utama menjadi penulis adalah bisa menulis. Jadi walau nggak lulus SD tapi bisa nulis, masih terbuka peluang besar untuk jadi penulis. Gampang kan langkah pertama untuk jadi penulis? Masih ragu untuk memulai karier sebagai penulis?

2. Mau Belajar.
Belajar apa? Ada banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi penulis. Pertama: Belajar tanda baca! Hal ini dianggap sepele namun ternyata tanda baca sangat penting. Kapan titik, kapan koma, dan kapan harus besar dan huruf kecil. Kedua: Belajar untuk merangkai kata. Kata seperti apa? Tergantung sekmentasi buku apa yang kita tulis. Kalau fiksi emang harus mau belajar berhayal. Intinya adalah belajar untuk memperpanjang kata, contoh: saya menghadap kebarat! Kata itu harus dibuat menarik ketika kita menulis fiksi. Semisal diubah dengan kata demikina: Ketika awan diufuk barat mulai menguning, aku terdiam terpaku menatap semburatan cahayanya, terpaku diam tak bergerak. Lidahku kelu dan hatiku beku. Otakku enggan untuk berpaling menghadap arah yang berlawanan. Nah mengertikan maksutnya? Belajar untuk merangkai kata. Nggak susah kok kalau sering dipraktekkan. Ketiga: Belajar membaca, lah kok malah belajar membaca? Ya iyalah, dengan membaca kita akan kaya dengan berbagai macam ide dan wawasan. Keempat: Belajar komputer. Karena rata-rata penerbit selalu meminta file dalam bentuk WORD....udah ga jaman naskah ketik manual apalagi ditulis tangan.

3. Mau Mengalah.
Mengalah pada siapa? Ini langkah terpenting dalam kehidupan seorang penulis. Mengalah pada penerbit. Kenapa? Karena kita tidak akan disebut sebagai penulis jika tulisan kita tidak diterbitkan oleh penerbit. Nah, penerbit punya banyak syarat untuk menerbitkan sebuah naskah. Salah satu hal yang paling sering dijadikan alasan penerbit tidak menerbitkan naskah kita adalah masalah pasar. Pasar yang menentukan dan penerbit tentunya punya pandangan tersendiri dari pada apa yang dinamakan pasar. Penyakit penulis pemula adalah rasa percaya diri yang terlalu tinggi. Mereka menganggap tulisannya adalah karya terbaik dan akan menajdi karya yang bestseller! Namun jangan salah! Itulah penyakit penulis pemula. Egois! Jika mau menerbitkan buku, sebaiknya sharinglah dengan editor sebuah penerbit yang anda kehendaki. Karena tanpa penerbit anda bukan siapa-siapa. Dan begitu pula sebaliknya, tanpa penulis, penerbit akan segera gulung tikar. Mengalah dalam hal ini adalah menuruti saran dari penerbit. Biasanya jika tertarik dengan naskah atau gaya penulisan kita, penerbit akan memberikan banyak masukan. Bahkan tidak jarang penerbit yang memesan sebuah tulisan pada salah satu penulis yang dianggapnya mempunyai karakter dan mempunyai gaya tulisan yang unik serta MENJUAL. Jika penerbit punya saran dan ide, sebaiknya pertimbangkan dan ikutilah.

4. Tidak Mudah Putus Asa
Putus asa dalam hal apa? Dalam hal DITOLAK! Sekedar cerita, saya telah menerbitkan 3 buah novel, tapi jangan salah! Saya sudah lebih 10 kali di tolak! Karena apa? Karena tidak sesuai dengan tema naskah yang dicari oleh penerbit. Belakangan saya tidak menulis sebelum menyakinkan diri bahwasanya tema yang akan saya tulis sama dengan penerbit yang saya tuju. Dan hasilnya? Hmmm....waktu tidak mencukupi untuk menulis semua naskah yang diinginkan beberapa penerbit. Cerita lainnya, saya pernah mengirimkan cerpen sebanyak 67 kali ke koran Nasional. Hasilnya? Tidak satupun cerpen saya di terbitkan. Solusinya? Saya mengirimkan beberapa cerpen saya ke koran luar pulau jawa! Banjarmasin, Bali, Sulawesi, Bangka, Sumatra dan hasilnya? 2 dari 5 cerpen yang saya kirim diterbitkan. Jika di tolak oleh penerbit A, belum tentu naskah kita akan di tolak oleh penerbit B. Makanya jangan langsung putus asa apalagi bunuh diri gara-gara naskah kita di tolah. Ada ratusan penerbit di Indonesia.

5. Biar Nggak Mati Ide
Pertanyaan terbanyak dalam hidup saya adalah bagaimana caranya agar ketika menulis tidak mati ide? Dalam 13 kali workshop yang saya hadiri – baik sebagai pembicara utama atau hanya sebagai tamu pendamping pembicara- saya menemukan sebuah cara unik agar ide tidak mati. Pertama: Yakin! Kita harus yakin ketika menemukan ide dan hendak menuliskan ide itu. Keyakinan kita kira-kira begini! Pokoknya ini ide adalah yang terbaik dan aku harus menyelesaikannya! Yakinkan diri kita kalau kita akan bisa menyelesaikan ide itu. Keyakina itu bisanya akan lebih mudah jika dituangakn dalam catatan pendek. Catatan perbab atau judul-judul bab. Semisal. BAB I. Peretmuan si A dan si B. BAB II Pertemuan si A dan si D. BAB III Si B tau kalau si A menyukai si B. Begitu seterusnya hingga BAB Akhir: Endingnya si A mati bunuh diri. Simple kan? Kedua: Ritme penulisa harus benar. Intinya begini, Hilangnya ide dikarenakan pola menulis yang salah. Semisal, kita sehari semalam menghadapi komputer untuk menulis. Tentulah ide akan habis. Caranya? Trik yang sudah saya praktekkan selama ini adalah mengatur waktu dan menentukan target. Satu Novel setebal 150 halaman harus selesai dalam 1 bulan. Jika sehari saya menulis 10 halam, maka dalam 15 hari saja novel itu selesai. Kapan kita menulis? Bangun tidur 3 halaman lalu mandi dan menulis lagi 2 halaman, selanjutnya beraktifitas, main, sekolah, belajar dll. Mau tidur 5 halaman. Selesailah 10 halam dalam waktu 24 jam. Ketiga: Saat menulis trus Blank? Berhentilah menulis, baca ulang catatan yang pernah dibuat soal ide dasar cerita itu. Jika masih blank juga, lakukan aktivitas lain. Jalan-jalan atau baca buku, atau nonton, atau nelpon pacar juga boleh. Keempat: Mengunci ide itu sendiri. Ide datangnya bisa kapan saja. Namun jika ide datang bertubi-tubi? Lupakan yang lain dan fokuskan pada satu ide yang sedang kita tulis.

6. Membaca Pasar.
Membaca pasar bukanlah tugas penerbit doang! Ternyata penulis juga wajib hukumnya untuk jalan-jalan ke toko buku dan melihat buku apa yang paling laris. Jika temanya sama dengan apa yang kita tulis, saya yakin semangat akan kembali membara. Membaca pasar sebenarnya sederhana, bisa langsung ke toko buku atau tanya pada temen atau baca berita. Selain untuk menumbuhkan semangat, membaca pasar akan membuat kita merasa semakin pede. Karena tema yang kita tulis lagi disukai banyak orang.

7. Menjalin Hubungan Dengan Editor.
Jangan anggap sepele yang namanya editor. Kalau kita sudah pernah ketemu, tukeran email atau nomer telpon maka jangan lupa untuk menyapanya. Jangan terlalau sering juga, nanti malah bosen dia sama kita. Seminggu sekali mungkin waktu yang tepat. Menanyakan kabar atau memberitakukan perkembangan tentang buku yang sedang kita tulis. Sederhana saja initinya. Faktor kedekatan akan menumbuhkan rasa simpati dan menghargai. Editor juga manusia kok!

8. Belajar Dari Pengalaman.
Dari mana cerita bagus itu muncul? Dari pengalaman nyata yang digaungkan dengan imajinasi. Belajar dari pengalaman memang bermanfaat dalam segala hal. Urusan cintapun, kalau belajar dari pengalam rasanya kita tidak akan merasakan sakit yang kedua kali. Menulispun juga begitu. Pengalaman adalah guru terbaik, tapi pengalaman orang lain adalah guru paling baik. Apa saja yang bisa kita perbuat dengan pengalamana dalam dunia penulisan? Banyak banget! Misalkan: Pengalaman terburuk dalam hidup, jika kita punya pengalam buruk netu kita sudah menilai yang baik itu speerti apa. Contohnya sederhana, kita beli baju di toko A, dalam seminggu udah pada robek. Kit apasti punya bayangan, kalau beli di toko B pasti akan lebih awet. Nah dari situlah kita harus mengembangkan bayangan. Walau kita tidak pernah membeli di toko B tapi kita pernah membeli di toko A, maka baliklah semua kenyataan itu dengan imajinasi kita. Di toko B semua serba sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ukuran baju pas, enak dipakai dan tahan lama serta tidak luntur. Jika hari ini kita tidak bisa menulis 10 halaman, cari tau apa sebabnya. Koreksi diri dan hindarilah melakukan hal yang sama.

9. Melihat Hasil Finasial Kedepan.
Kenapa langkah ini perlu dipertimbangkan? Manusia adalah manusia. Apaan sih maksudnya? Manusi hidup perlu uang! Nggak munafiklah. Nggak mungkin kita nggak butuh uang untuk bertahan hidup. Menulis, walau tidak banyak –sebagian memang menghasilkan uang yang sangat banyak- namun hasilnya bisa dibilang lebih dari cukup. Contoh: JK Rawing, penulisnya Harry Porter sempat mau bunuh diri sebelum menjadi penulis, karena dia sangat miskin. Sekarang? Dia menjadi penulis paling kaya di dunia. AAC? Taukan Ayat-Ayat Cinta? Novelnya bestseller, filmnya? Meledak dibioskop! Tau sendirilah berapa yang didapat penulisnya? Andrea Hirata? Hmmm...nggak usah di ceritakan deh! Saya akan menceritakan buku saya saja, lebih mudah! Salah satu buku saya, terbitan Med Pres dalam 6 bulan terakhir terjual 1.700 buku. Nggak banyakkan? Rp. 3.400.000,- dengan royalti Rp. 2.000,-/bukunya. Jika saya punya 3 buku dan rata-rata terjual 100 buku/bulannya? Maka royalti yang saya dapatkan dalam 1 bulan adalah Rp. 1.000.000,-. Berhayal sebentar, jika saya punya 2 buku bestseller? 6.000 eksemplar terjual dalam 1 bulannya? Kalikan saja Rp. 2.000,- = Rp. 12.000.000,-/bulan. Kalau satu tahun masih bestseller? Rp. 144.000.000,/tahun. Jika hoby menulis bisa menghasilkan segitu banyak uang kenapa masih ragu?
10. Publikasi Diri.
Jika naskah sudah terbit, ini bukan satu hal yang narcis. Mepublikasikan diri ternyata mampu mendongkrak penjualan buku. Pertama kali saya menulis, saya tidak mengenal internet, setelah 1 tahun menulis saya baru kenal internet. Penjualannya? Bisa dibilang meningkat tajam. MIRC, Yahoo Masangger, Bloger, multiply, forum dll. Adalah sarana untuk memperkenalkan diri. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka jangan harap orang akan membeli karya kita. Penasaran dengan saya? Kunjungi: http://endikkoeswoyo.blogspot.com . Atau cari saja di google : endik koeswoyo. Ketemu deh! Mau sahring online? endik_penulis@yahoo.com itu yahoo masangger saya.

Diambil dari Ebook: 10 Langkah Mudah Jadi Penulis Untuk Pemula: Endik Koesoyo 2008: PiON: Penerbit Independent Online. www.penerbitonline.webs.com




PENTING: Menanggapi berbagai pertanyaan yang di kirim ke email saya tentang penulis:
Sarat Utama Seorang Penulis adalah Mempunyai minimal 50 buku dari minimal 15 penerbit yang berbda dan 25 di anataranya adalah Bestseller. Jika kita udah memenuhi itu, tidak akan bingung mau mengirimkan naskah ke mana. Kalau kamu cuma buku 1 maka tulisan kita pasti JELEK! Kalau kita punya buku 20 Tulisan kita pasti LUMAYAN. Kalau kkita punya buku 50 Tulisan kita pasti CUKUP BAGUS.Kalau kita punya buku lebih dari 100 tulisan kita pasti BAGUS. Membaca adalah mengasah mengasah otak. Menulis harus punya otak yang tajam dan cerdas. Dngan banyaknya buku yang kita baca dan kita miliki minimalnya kita tau penerbit mana yang cocok atau setema dengan gaya penulisan kita. Selamat Mencoba.

Senin, 17 Agustus 2009

LOWONGAN PEKERJAAN SYAKAA OGANIZER YOGYAKARTA

LOWONGAN PEKERJAAN SYAKAA OGANIZER YOGYAKARTA

Kami perusahaan yang bergerak di Event Orgazier, membutuhkan segera :


A. Project Manager

1. Pendidikan minimal D3

2. Pria / Wanita Muslim

3. Bisa Bekerja sama dengan TIM

4. Mengusai bidang kerja

5. Menguasai Microsoft Windows, Excel, Word serta aplikasi internet.

6. Bertanggung jawab, jujur dan displin mempunyai jiwa kepemimpinan

7. Siap untuk bertanggung jawab dalam pelaksaaan event di luar kota Yogyakarta


B. Marketing

1. Pendidikan minimal D3 (Di utamakan jurusan Publik Realation atau Komunikasi)

2. Pria / Wanita Muslim

3. Bisa Bekerja sama dengan TIM

4. Mengusai bidang kerja Marketing

5. Menguasai Microsoft Windows, Excel, Word serta aplikasi internet.

6. Bertanggung jawab, jujur dan displin


C. Desain Grafis

1. Pendidikan minimal D3 (Di utamakan jurusan Advertising, Diskomvis)

2. Pria / Wanita Muslim

3. Bisa Bekerja sama dengan TIM

4. Mengusai bidang kerja desain grafis (media publikasi, cover buku dan layout buku)

5. Menguasai Microsoft Windows, Photoshop, Corel Draw, Page Maker atau InDesign, serta aplikasi internet.

6. Bertanggung jawab, jujur dan displin


D. Project Manager

1. Pendidikan minimal D3 semua jurusan

2. Pria / Wanita Muslim

3. Bisa Bekerja sama dengan TIM

4. Menguasai Microsoft Windows, Excel, Word serta aplikasi internet.

5. Bertanggung jawab, jujur dan displin



Surat lamaran disertai foto ukuran postcard, gaji yang diinginkan, serta cantumkan minat kerja pada pojok kanan atas amplop. Surat lamaran dikirim ke :

Endik Koeswoyo

Priject Manager

Syakaa Organizer

Alamat: Suryodiningratan MJ II/ 755 B Yogyakarta. Telp. (0274) 7495054, 6805666, Fax. (0274) 387120. Hp: 0817 323 345

www.syakaa.webs.com

Minggu, 09 Agustus 2009

Mbah Surip dan Akhir Hidupnya




Urip Achmad Riyanto, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1949 – wafat di Jakarta, 4 Agustus 2009 pada umur 60 tahun atau lebih populer sebagai Mbah Surip, adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia populer dengan sebuah lagu yang berjudul Tak Gendong. Mbah Surip pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori menyanyi terlama. Ia pernah ikut membintangi beberapa film dan beberapa kali pula tampil di televisi. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Menurut pengakuannya, ia pernah bekerja di bidang pengeboran minyak serta tambang berlian. Ia juga mengklaim memiliki gelar Doktorandus, Insinyur, dan MBA, serta pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California. Diluar negeri itulah Mbah Surip menciptakan lagu Tak Gendong. Lagu tersebut menceritakan bahwa kita harus bahu membahu, daripada bekerja sendirian.
Mbah Surip adalah sosok yang sederhana, dan dengan kederhanaan itulah dia menjadi begitu popular dan menjadi sosok yang di idolakan banyak orang. Tawanya yang khas serta caranya menikmati hidup dengan tawa dan senyum adalah sebuah proses yang tidak mudah di lakukukan oleh banyak orang. Sejak dulu, Mbah Surip memang suka tertawa dan dia selalu baik dengan siapa saja. Sosoknya juga menggambarkan sebuah kederhanaan pola pikir. Hidup itu bahagia.
Sebagai manusia biasa, Mbah Surip selalu tampil dengan gaya yang dia suka (Bob Marley banget). Entah kenapa Mbah Surip menyukai gaya seperti itu. Mbah Surip meninggal pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2009 pukul 10.30 WIB pagi, di puncak kepopulerannya di kancah musik Indonesia. Mungkin dia di takdirkan untuk menjadi sangat popular lalu mati pada saat berada pada puncak kepopulerannya. Walau meninggal, tentunya Mbah Surip adalah orang yang sangat beruntung, begitu banyak Artis popular yang kemudian meredup. Begitu banyak tokoh pupolar yang kemudian meredep di masa tuanya. Tapi Mbah Surip lain, prosesnya sangat luar biasa. Tidak di kenal, populer dan terkenal di usia tua, lalu meninggal. Itulah yang mengagumkan dari perjalanan hidupnya. Sosoknya akan selalu di kenang karena dia meninggal pada puncak kejayaan.
Jika kita menengok sosok lain yang namanya hampir mirip, Jaksa Urip.Hidupnya begitu menyedihkan, di akhir usianya dia harus di bui dengan kasus korupsi. Antasari Ashar, yang begitu di idolakan oleh jutaan rakyat Indonesia tiba-tiba saja terlibat kasus yang memalukan (tidak peduli itu benar atau tidak) tapi bagi Mbah Surip? Hidupnya benar-benar memukau. Mungkin hanya Chairil Anwar yang bernasip sama dengan mbah Surip. Meninggal dengan karya yang Dasyat. Selamat jalan Mbah.


KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN