twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 30 Januari 2009

Sebuah Email

Berikut ini sebuah email yang membuat saya terdiam beberapa saat. Email ini begitu nyata, seperti seseorang sedang berbicara dengan saya ketika saya membacanya. Begitu lura biasa...Dan silahkan di baca, bagaimana kalimat demi kalimat mengalir ikhlas...dan saya sekali lagi terdiam sejenak, membayangkan senyum dari seseorang diseberang sana, salam kenal Kang Choirul Huda


Buat mas Endik, salam kenal.
Di pagi yang masih berselimut dingin, saya coba menghangatkan diri dengan "Googling", sekedar mengisi relung kecil isi otak kanan, agar tidak ikut menggigil terlebih membeku.Seperti sebuah perjalanan tanpa arah tidak terlalu jelas, saat sekilas terlihat di seberang ada kepingan-kepingan kata "Endik", "Wonosalam", "Jombang", "Majapahit", "Novel", "eBook", dan yang membuat perjalanan makin terhanti adalah munculnya serpihan kata "Gratis".
Mas Endik, jujur, saya mungkin salah satu dari sekian orang yang belum mampu memberikan penghargaan yang layak bagi para penulis. Dikatakan demikian karena interes saya yang tinggi akan novel-novel dalam format digital (ebook) gratisan. Agar dosa saya tidak terlalu besar, beberapa novel saya coba beli bukunya.Tentu jika ada sisa belanja untuk susu anak-anak.Maklum, di negeri yang tumbuh subur karya-karya seninya ini, tidak diimbangi dengan kesempatan menikmaati karya seni agi orang-orang berduit cekak, ini lantaran harga buku yang sulit terjangkau bagi lapisan bawah.Tak pelak, karya-karya hebat terperosok masuk perangkap hukum suplly-demand, makin melejit harganya hingga ke ujung menara gading. Orang-orang kecil hanya bisa ngiler, atau bagi yang sudah gila bisa merelakan anak-anaknya tidak minum susu lagi, setidaknya kualitas susunya down-grade.
Di sisi lain, penulis memang perlu mendapatkan penghargaan, karena mereka juga memiliki kebutuhan-kebutuhan, disamping juga tidak menutup kemungkinan masih memiliki keinginan.Oleh karena itu, saya mengambil jalan tengah, jika tersedia gratis ya diunduh, jika tidak menunggu kesempatan untuk bisa beli bukunya.Kompromi dengan kebutuhan penulis, kebutuhan pribadi, serta kebutuhan keluarga adalah jalan tengah yang saya ambil.
OK, kembali pada serpihan kata "Gratis", mas Endik pada salah satu blognya menawarkan ebook gratis pada pembaca, dan sekali lagi itu menarik buat saya.Namun sayang kurang jelas, novel mana yang dimaksudkan. Saya senang jika mendapatkan daftar novel-novel ini :
1.Novel: Psikodramatis: Novel Indie 2003 (kini tersedia dalam bentuk elektronik)
2.Antalogi Puisi: Untuk Nona: Indie 2003
3.Kumpulan Cerpen dan Puisi: Minggu Pagi: Dibuat khusus untuk korban tsunami Aceh
4.Novel Remaja: Cowok Yang Terobsesi Melati: Diva Press Yogyakarta 2005.
5.Novel Islami: Cinta Selebar Kerudung: Sketsa Yogyakarta 2007.
6.Novel Islami: Tersesat Di Surga: Sketsa Yogyakarta 2007.
7.Komik: Kumpulan Komik Pendek Memorilibia Gempa: Arus Kata Pers 2007.
8.Buku Sejarah Popular: Siapa Memanfaatkan Letkol Untung?: Media Presindo 2007.

Semoga mas Endik bisa terus berkarya dan berjaya sebagaimana idola-idolanya.
Banyak penulis sudah berada pada puncak ketenarannya, dan saya melihat mas Endik punya potensi ke arah sana, meskipun saat ini masih pada masa growth.Menyebarkan ebook semacam ini menurut saya adalah salah satu usaha yang tepat untuk membangun "Brand", setidaknya itu menurut orang awam semacam saya untuk saat ini.

Akhirul kalam,
mohon maaf,
terima kasih,
salam hangat,
dari saya,
di Jakarta.

Choirul Huda,
Asal Badas-Kediri



APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Minggu, 25 Januari 2009

PUISI CINTA

Cinta itu SUSAH!
Susah melihat orang lain putus cinta
Senang melihat orang lain jatuh cinta

Cinta itu Takut…
Takut patah hati
Takut jatuh cinta pada orang yang tidak mencintainya

Cinta itu Mencuri!
Mencuri perhatian kekasih dengan kasih sayang

Cinta itu MARAH!
MARAH!!! Bila cinta dihianati!

Cinta itu malu…
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Cinta itu… Tidak ada!
Tidak ada kata menyerah!
Tidak ada kata putus asa!

Cinta itu aku
Aku yang hadir kepadamu
Tanpa peduli siapa aku di masa lalu

Cinta itu kamu
Kamu yang hadir kepadaku
Tanpa mau tau siapa kamu dulu

Cinta itu tidak ada!
Tidak kenangan
Yang ada adalah masa depan!

Cinta itu
Aku untuk Cintamu

(Puisi Cinta...Dari Catatan Dedy Miswar Oleh Sang Pujangga....)


APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Sabtu, 24 Januari 2009

PSIKODRAMATIS

SATU



“Sedetik lalu aku juga diam, saat segumpal awan hitam menyapaku walau agak enggan, setelah itu aku tetap diam… Gaya bahasaku kaku, ndeso, susah dipahami..namun aku suka. Jangan dulu berpikir kalau aku bukan mahasiswa berarti aku berada dibawahmu….”

Sepenggal kata itu mengawali pembicaraan kami, semula aku merasa bahwa ‘gembel’ itu paling tak lebih dari temanku yang sok tau, berlagak dan merendahkan orang lain. Apalagi cara dia menikmati sebatang rokok yang kuberikan beberapa menit lalu, angkuh…

“Ndak usah nanya berapa umur saya, alamat saya, suku saya, apalagi agama saya! Jangan ikut-ikut orang atas mas, omongan dan perbuatannya jauh, coba lihat saja…katanya ndak nyinggung SARA, nyatanya umur berapa? Alamat? Agama? Dan bla…bla…yang lain? Gimana mau damai kalau agama masih jadi label’ katepe’, ndak usah heran kalau saya berani ngomong begitu, saya liar, angkuh dan sombong, tapi saya ndak lupa siapa saya? Saya juga pernah kuliah, pernah jadi tukang sablon, bikin spanduk, terakir saya…”

Lelaki yang umurnya tak jauh dariku itu diam, tak melanjutkan kata-katanya, seakan menunggu aku menyodorkan sebatang rokok lagi.

“Terakir saya terlibat beberapa kejahatan. Ya…tapi itu tak baik diceritakan”.

Dia diam lagi, aku memposisikan diri untuk lebih dekat dengannya, memegang handycam merk ternama. Setelah kulihat lama dia diam kumatikan handycamku dan kusodorkan rokok lagi padanya. Apa yang ada dibenakku belum bisa terpecahkan oleh sedikit celotehnya tadi.

“Ok…kita lanjutkan lagi, dulu semasa kuliah aku paling depan saat ada demo, paling depan saat anak kampusku ribut dengan supporter basket saat pertandingan antar kampus. Itulah aku, walau aku tak ingin atau bahkan tak bercita- cita jadi preman tapi keadaan memaksaku untuk melawan nasib. Apakah kamu pernah menawarkan diri pada seorang nenek tua? apa kamu pernah rasa laparmu terbawa kealam mimpi? Lapar mas…!?? Sering dulu saat aku merasa lapar aku tidur tapi sedetik mata terpejam aku bermimpi dapat makanan, lalu aku bangun karena bahagia ada makanan, ee…ternyata saking laparnya sampai aku hanya bisa mimpi, untung kalau dalam mimpinya makan, lha itu aku belum makan sudah keburu bangun he..he…”

Aku terdiam saat dia menceritakan itu, aku tau kalau rasa lapar memang bisa membawa kita kesegala arah jalan yang ada, minta, maling, ngrampok, bahkan membunuh hanya untuk sesuap nasi basi. Tapi kalau saja Tuhan tidak menciptakan hal semacam itu apa kita juga bisa makan…

“Anu mas ya…! Saya hanya ingin menceritakan sedikit saja lagi, itupun kalau mas mau mendengar, kalau tidak ya ndak apa-apa!”

Kemudian ‘gembel itu’ memposisikan dirinya agar tampak lebih gagah, membusungkan sedikit dadanya dan tatapan matanya seakan dipertajam beberapa watt lagi, aku hanya tersenyum dalam hati.

“Dulu mas…saat saya merantau ke Kalimantan, lalu ke Sumatara, nyebrang ke Batam dan Malaysia, saya mendapat banyak pengalaman. Pernah suatau hari saya bertemu beberapa orang yang mengaku cinta tanah air, cinta bangsa, bela Negara dan tetek bengeknya itu, hampir saja saya menjadi orang jahat”.

Karena aku penasaran akupun lalu bertanya padanya.

“Kenapa mas..??”

“Saat itu saya sedang butuh uang, seseorang datang dan menawarkan sebuah pekerjaan, cuma disuruh membuang sampah…”

“Sampah?”

“Iya…Sampah dalam kantong hitam, saat aku masih berpikir tentang berapa bayaran yang kudapat, beberapa orang berpakaian preman langsung menodongkan senjata dipinggangku, begitu pula dengan lelaki tadi, kami dibawa sebuah kantor, entah apa nama kantor itu? Karena saat didalam mobil mataku ditutup kain hitam… Saat penutup mataku dibuka sudah ada beberapa orang yang mengintrogasiku, akupun menjawab apa adanya, aku sempat kaget saat mereka memberitau bahwa bungkusan plastik itu adalah bom. Setelah dua hari aku dilepas begitu saja, tapi ya gitu, dengan mata tertutup aku dilempar dari mobil, itu kenangan pahit tapi menyenangkan, bahkan kain penutup mata itu sampai sekarang masih ada.”

Dia menunjukkan sehelai kain hitam, sudah pudar memang warnanya, namun masih terlihat lipatan-lipatanya. Ah…cerita itu seakan dibuat-buat, tapi lumayan juga buat tambahan halaman berikutnya. Aneh…setelah menunjukkan kain hitam tadi dia diam, tatap matanya meredup tinggal satu setengah watt, dadanya tidak membusung lagi, lemah seperti kerupuk kena air, aku diam tapi aku suka gambaran wajah penuh kesedihan, tanpa dia perhatikan aku meng-close up wajah sedih itu, lumayan bisa buat sampul bukuku nanti, expresi kesedihan nyata, kesedihan akan masa lalu yang sudah mendekati klimaks, sedikit digerakkan saja, air mata pasti akan keluar dari matanya, dan akan mengikis debu di wajahnya, akan terlihat aliran air mata itu keruh. Saat aku sedang asyik dengan pikiranku, dia lalu berkata lagi.

“Jangan pernah percaya pada siapapun, apalagi aku, aku bukan orang baik, aku pencuri, pembunuh, pemerkosa, bajingan, asu, tak ada satu katapun yang tepat untukku selain itu. Seandainya kamu tau siapa aku, kamu pasti lari dari tempat ini dan tak mau menemuiku lagi, seandainya aku jujur siapa aku, hanya dengan memencet beberapa nomor dari hpmu kamu akan jadi orang kaya.”

Aku tak mengerti dari apa yang telah dibicarakannya, tapi akupun enggan untuk mencari tau, aku hanya tersenyum melihat wajahnya yang sayu.

“Terserah kamu mau pilih yang mana, tapi sudah tiga bulan ini aku tidak pernah bicara selama ini, kamu tau aku sempat gemetar saat kamu mendatangiku tadi, tapi aku tak menyesal bila kamu melapor polisi dan mereka menangkapku, aku sudah bosan dengan hidupku yang tak pernah tau dari mana dan akan kemana? Sudah banyak tempat kusinggahi, sudah puluhan bahkan ribuan gadis kugagahi, sudah takterhitung berapa uang yang akupunya, tapi apa aku puas? Tidak sobat. Aku tidak pernah merasa puas, aku tidak pernah merasa bahagia hidup diatas gelimang darah dan tangis orang lain.”

Tak tau kenapa aku mematikan handycamku, aku jadi tertarik dengan bualannya, ataukah aku sudah bosan dengan omongannya yang ngawur itu.

“Aku buron karena merampok nasabah bank, membunuh beberapa bos besar, ikut meledakkan beberapa tempat terkenal dan yang lainnya aku sudah lupa, banyak sekali kejahatan yang aku lakukan, kamu tau rambut ini berapa hari aku memanjangkannya?” Dia menyentuh rambutnya yang panjang tergerai, lebih dari sebahu. “Cuma satu minggu, seminggu yang lalu aku sibotak yang selalu naik mobil mewah, hari ini aku sigondrong pengamen jalanan, dua bulan yang lalu aku guru ngaji disebuah kampung yang aku sendiri sudah lupa namanya, setahun yang lalu aku mahasiswa perguruan tinggi, tiga bulan lalu aku wisatawan asing di negeriku sendiri, entah besok aku jadi siapa?” lanjutnya dengan nada semakin pelan.

Biarpun cara bicaranya seakan meyakinkan, aku tetap tidak mempercayainya.

“Aku yakin kamu tidak percaya dengan ceritaku, tapi lihat ini!”

Aku ter-nganga beberapa saat, dikeluarkannya segenggam ktp dari dalam tas kecilnya, beberpa kartu atm berbagai bank, lebih dari sepuluh pasport, seikat uang kertas berwarna merah seratus ribuan, lalu buru-buru dia memasukkannya kembali.

“Ya…itulah aku, namaku sendiri aku tak pernah tau,”

Dia berdiri dan menepuk pundakku, melangkah tanpa menoleh meninggalkanku tanpa pamit, padahal aku masih ingin melihat isi tasnya lagi. Aku hanya memandanginya sampai dia meloncat naik keatas bus. Aku belum beranjak dari tempat itu, lalu kuambil bungkus rokok yang ada disampingku, aku masih ingat kalau rokokku setidaknya masih ada satu batang. Saat kubuka ternyata kosong, namun dibalik pembungkus rokok itu ada sebuah tulisan ’rokokmu kubawa satu batang, kalo kamu ingin beli lagi ambillah bungkusan didalam keranjang sampah, disana ada sedikit uang, tapi kalau kamu nggak mau ngambil, maka uang itu milik anak jalanan atu pemulung’. Aku heran, kapan dia menulis kata-kata seperti itu? Karena penasaran aku mendekati tempat sampah dibelakangku, kuamati sebentar lalu sambil kubuang bungkus rokok itu aku melongok kedalam tempat sampah dan disana ada sesuatu yang dibungkus dengan plastik, lalu cepat-cepat kuambil dan aku kembali duduk ditempatku tadi. Aku masih ragu untuk membukanya, apalagi aku masih teringat tentang bungkusan plastik berisi bom yang dia ceritakan beberapa menit lalu, saat aku sedang dalam kebimbangan aku melihat mobil polisi melintas di depanku, aku melihat mata mereka tertuju padaku, aku hanya diam saja, menyiapkan kartu pers-ku, bila mereka mendatangiku. Aku memasukkan bungkusan itu kedalam tasku dan berlalu dari dari tempat itu dengan berjuta perasaan yang berkecamuk di dadaku yang rapuh ini.

Aku terus berjalan tanpa mempedulikan berjuta orang yang berpapasan denganku, aku teringat anakku, teringat belaian mesra istriku, teringat tawa kekasih gelapku, dan…boooom, teringat akan sebuah ledakan dalam film kolosal, lalu aku hancur berkeping-keping. Setelah sekian lama aku berjalan aku belum berani menyentuh bungkusan itu lagi, aku takut, sebenarnya aku ingin membuangnya saja, tapi seandainya itu benar-benar uang? Aku membayangkan beberapa lembar berwarna merah seperti yang tadi ditunjukkannya padaku. Seandainya itu bom? Aku akan mati, bukan aku saja orang-orang yang ada disekitarku, gelandangan, pengamen, pengemis, turis, bahkan polisi di pos jaga akan mati bersamaku. Seandainya itu benar-benar uang? Pasti jumlahnya tidak sedikit, aku bisa membantu beberapa temanku yang belum bayar kuliah, menyumbang sedikit untuk panti asuhan, kuberikan sebagian lagi untuk anak-anak jalanan, aku bukan orang serakah, tidak akan kubelikan mobil atau rumah, apalagi alkohol, pasti akan kuberikan kepada yang lebih membutuhkan. Saat pikiranku bergejolak, aku bertemu dengan seorang temanku, dia terlihat cantik hari ini, aku tersenyum padanya, lalu kamipun duduk disuatu tempat yang sepi, bercerita tentang apa saja yang bisa kami ceritakan. Parasnya yang cantik dan kulitnya yang bersih membuat aku lupa akan bom dan uang itu, aku hanya ingin bercinta dengannya bila sang malam telah menduduki mahkotanya sebentar lagi.

“Kamu terlihat aneh…kenapa?” Suaranya yang manja dan merdu, gerai rambutnya terbuai debu dan asap polusi, ah…buyar semua hayalanku.

“Biasa aja, aku memang orang aneh, orang yang suka membuat keanehan dan orang akan bertanya kenapa begini? Kenapa begitu? Kok nggak gini aja?!” ucapku sekenanya.

“Sejak bertemu denganmu aku seakan terbawa ke duniamu yang penuh hayalan, penuh ekspresi, penuh keinginan dan penuh coretan di dadamu.” Katanya setengah merayu.

“Ya…dan kamu hanya bisa memahamiku bila malam telah telah menjadi raja, bila baju hitam ini telah kulepas, bila pena ini tidak lagi ditanganku, kau akan bisa menemukan tentang aku, tentang hatiku, dan tentang apa saja yang kamu mau.”

“Nah…disitulah letaknya, kenapa aku tak bisa lepas memandangmu, di alam nyata dan di alam bawah sadarku”.

Aku dapat melihat jelas dia tertawa, aku dapat merasakan dia bangga akan aku, aku? Siapa aku hanya malam yang tau...

“Apakah aku harus menunggu malam untuk bisa bertanya tentang apa yang kau pikirkan sekarang?”

Aku hanya bisa diam, saat tangannya yang lembut memegang tanganku, aku ingat lagi anakku yang sudah mulai belajar berjalan, tapi…gadis ini membawaku terbang hanya dengan sentuhan tangannya. Aku diam sambil memikirkan apa yang harus aku katakan.

“Aku tau, tapi jangan mencoba menghindariku dengan celoteh tentang anak dan istrimu, aku sudah membaca beberapa cerpen yang kau tulis tentang itu. Aku juga tau tentang ‘Tegar’ pahlawan dalam novelmu, aku sudah baca ‘Nyanyian Asing’ tentang istrimu, aku juga pernah membaca ceritamu yang lain, bagus, menarik, sedikit surealis, tapi kau tak akan bisa membuktikan bahwa semua itu benar, tentang istrimu? Dimana dia sekarang? Tentang anakmu? Mana fotonya? Kau disini tak punya siapa-siapa kecuali aku yang menyayangimu!” pertanyaannya menusuk-nusuk kedalam hatiku.

Aku hanya memandang bibirnya yang memerah, sedikit basah dan…aku lalu menunduk, membayangkan berada diatas ranjang bersamanya, mendengarkan lagu sendu, dengan secangkir bir dan es, kentang goreng, dan membelai rambutnya yang sedikit basah oleh keringat.

“Hai…aku bicara padamu, bukan pada pada orang bisu!” hardiknya.

“Aku suka kalau kamu marah, bisa lebih expresive dalam mengeluarkan pendapat, jujur tanpa edeng aling-aling. Ibarat wanita seksi, ungkapanmu tanpa tertutup sehelai kain, memukau dan langsung pada sasaran. Nafsu pria,” sebenarnya aku sempat terkejut, tapi bisa kututupi dengan sedikit gurauanku itu, padahal apa yang dikatakannya tadi tidak masuk keotakku sama sekali, malah raganya yang menggedor-gedor pikiranku. Malah belahan indah didadanya yang tajam menusuk dan merasuk kesendi-sendi tubuhku yang bergetar.

“Ayolah sayang, jangan menyembunyikan sesuatu dariku, apa yang kamu pikirkan sekarang?”

Aku bingung harus bagaimana lagi, aku hanya diam lalu menyalakan sebatang rokok dan kuhisap dalam-dalam menikmati pertanyaannya itu.

“Aku berharap kamu tidak akan menyesal bersamaku, aku sudah berkata jujur semua tentang siapa aku? Tentang masa lalu bahkan masa depanku sudah pernah kuceritakan padamu, aku adalah seorang aku yang mengidap psikodramatis,” ungkapku pelan.

“Aku tidak menganggap itu suatu penyakit, tapi itu adalah karuania, dimana kamu bisa menuangkan hayalanmu kedalam sebuah bentuk antara nyata dan maya, antara ada dan tidak, yaitu tulisan! Dan karena tulisan itulah aku jadi tergila-gila padamu, biarpun aku harus membaca berulang-ulang biar aku bisa masuk kedalam duniamu. Bahkan dari sebuah kejadian kecil, kamu bisa mengembangkan menjadi kejadian yang sangat besar, lebih menarik untuk diceritakan walau sedikit agak kaku. Aku bahkan sudah melihat tulisanmu yang telah menjadi film indie,” ucapnya lagi.

“Sudahlah, lagi pula naskah itu bukan ideku, sudah tidak murni dariku, sudah diubah hanya karena aku tidak datang, aku tidak diharapkan karena mereka tidak begitu menyukaiku,” ucapku menghindar dari masalah itu lagi.

“Aku tau, bahkan namamu tidak tertulis di ucapan terima kasih, tapi aku tau itu tetap ceritamu, aku tau judul itu adalah judul puisimu tentang kampanye partai kan? Aku tau itu ceritamu, aku menemanimu saat kau menulis untuk naskah itu, aku kau jadikan alat imajinasimu, aku kau baringkan seperti dalam adegan itu, aku masih ingat…jam tiga pagi kau bangunkan aku hanya untuk memelukmu dari belakang. Kau jadi aktor dan aku jadi aktris imajinasimu, aku juga ingat kau cium keningku setelah itu, aku ingat semua, tak banyak yang mereka ubah, adegan, cara bicara, bahkan kata-katanya sama, apa mereka tidak malu menggunakan naskahmu, lalu mengganti namanya begitu saja? Tanpa ijin, mereka itu siapa? Anak kemarin sore yang belum bisa berdiri dengan satu kaki,” katanya antusias.

“Sudahlah…kenapa kita membicarakan itu, lagipula itu juga salahku, aku terlalu egois?” ucapku seakan mengalah.

“Egois? tidak, kamu tidak egois, aku masih menyimpan enam naskah yang kau tulis dalam satu minggu itu, kusimpan semua, mereka saja yang tidak mau kau menjadi terkenal!”

“Apakah ketenaran akan membuat kita bahagia? Belum tentukan? Sudahlah, aku ingin kita bisa bersenang-senang malam ini,” Aku kadang berpikir kenapa gadis ini begitu sayang padaku, begitu peduli, bahkan -kalau aku tidak gr- dia begitu mencintaiku. Sesaat kemudian tanganku sudah berada dipundaknya, berjalan lagi diantara keributan kota, melihat manusia-manusia dengan segala kesibukannya. Melihat mereka saling tersenyum diantara dusta, dan…kita ternyata tak jauh berbeda. Kami terus berjalan menelusuri emper-emper pertokoan, sambil sesekali kulambaikan tangan pada teman yang kebetulan memanggilku. Sepertinya malam sebentar lagi akan datang, menguasai apa saja yang ada dibumi ini. Malam akan kembali menjadi sahabatku dan…aku melihat gadis cantik ini, membelai rambutnya lalu aku tersenyum saat matanya menatapku. Aku tau ada rasa rindu akan belaianku dihatinya, aku juga tau kalau dia sudah tidak sabar memandikanku dengan keringatnya, aku juga tau bahwa aku mengalami hal yang sama dengannya. Terbuai kedalam dunia maya, dunia hayalan yang sebentar lagi akan terwujud bila kami telah sampai dirumahnya, menunggu pembantu membukakan pintu, memberikan sedikit uang semir, semur, suap, atau apalah sejenisnya agar dia tutup mulut, dan menguncinya rapat-rapat sampai dia mati kelak, sampai malaikat menghancurkan mulutnya, sampai malaikat menusukkan besi panas kedalam mulutnya, lalu…bagaimana denganku nanti? Jelas…siksa yang kudapat adalah seratus juta kali lebih parah dari sang pembantu yang menerima uang suapku.



NASKAH Novel PSIKODRAMATIS BAGIAN SATU




APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Jumat, 23 Januari 2009

Lirik dan Cord :: Goyang Duyu :: Project Pop

Lirik dan Cord :: Goyang Duyu :: Project Pop



E G#m
Jika hatimu terluka karena sesuatu,


A B
Jika kau mencari cara tuk obati dirimu

E G#m
Marilah kawanku, marilah bersamaku,


A B
Biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

E G#m
Cobalah dicoba, namanya goyang acak,


A B
Goyang paling kocak dan bisa bikin ngakak

E G#m
Please jangan ditolak, ikutlah bergerak,


A B
Tunggu musiknya, tunggu musiknya

Reff:

E G#m A B
Ayo goyang duyu Bebaskanlah hatimu

E G#m A B
Ayo goyang duyu Simpan saja gengsimu

E G#m A B
Asyik... Asyik...Angkat jempolnya asyik

E G#m A B
Asyik... Asyik...Angkat jempolnya asyik





E G#m
Jika hatimu terluka dan membuatmu lesu


A B
Jika kau mencari cara tuk obati dirimu

E G#m
Marilah kawanku, bangkitlah semangatmu


A B
Biarkan laguku coba menghibur dirimu

E G#m
Lupakan sedihmu, sakit hatimu


A B
Jangan siksa dirimu, tersenyumlah

E G#m
Hapuslah sesalmu, air matamu

A B
Hiburkan hatimu, goyang bersamaku



E G#m A B
Ayo goyang duyu Uu Uu...Uuh..


E G#m A B
Ayo goyang duyu Uu Uu...Uuh..


A B
Dari tua dan yang muda,


G#m C#m A B
Laki-laki perempuan, ayo semua jangan ditahan


APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Lirik Dan Cord:: Pernah Muda :: Bunga Citra Lestari

Lirik Dan Cord:: Pernah Muda :: Bunga Citra Lestari


A A#m7-5 Bm E A
Bilang papamu Ku takkan buat kau berubah


C#m D E
menjadi anak yang nakal

A A#m7-5 Bm E
Bilang mamamu Ku cinta padamu

A C#m D E
dan aku tak pernah main main


Reff :

D C#m F#m7 Bm
Biarkanlah saja dulu, kita jalan berdua

D C#m Bm E
Mereka pun pernah muda... pernah muda...





A A#m7-5 Bm E A C#m D E
Bilang papa mu berhenti urusin semua urusan kau dan aku

A A#m7-5 Bm E A C#m D E
Bilang mama mu tak perlu kuatir atau pun curiga kepadaku


Reff :

D C#m F#m7 Bm
Biarkanlah saja dulu, kita jalan berdua

D C#m
Mereka pun pernah muda...


Bm E A
Saatnya kau dan aku sekarang


APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Lirik Lagu dan Cord :: Bunga Jiwaku :: Yovie & Nuno

Lirik Lagu dan Cord :: Bunga Jiwaku :: Yovie & Nuno


Bb F Gm F
Satu.......Kau Begitu Indah,


Bm F Gm F
Dua........Kau Memang Menggoda


Bb F Gm F
Tiga........Kau Beri Harapan,


D# F Bb
Aku Jadi Tak Sabar


Bb F Gm F
Langit........Tak Begitu Gelap,


Bm F Gm F
Malam.......Menyenapkan Hasrat


Bb F Gm F
Engkau......Ada Disampingku,


D# F Bb
Jangan Diamkan Aku






Reff:


D# F Bb D# F Bb
Bawalah Aku Kedalam, Kedalam Hangat Dirimu


D# F Bb D# F C D# Bb
Bawalah Aku Kesana, Menari Dalam Pelukaan...........mu


Bb F Gm F
Dekap.....Dekaplah Diriku,


Bm F Gm F
Dengar.....kan Debaran Hati


Bb F Gm F
Jangan......Kau Ragukan Aku,


D# F Bb
Engkau Bunga Jiwaku


D# F Gm D# F Gm
Hasrat semakin terbang, Melayang ke langit cinta


D# F Gm D# F
Andai sejauh itu, Kau inginkan diriku


D# F
Kukan ada untukmu





APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

LIRIK LAGU DAN CORD : HIJAU DAUN:: SUARA

LIRIK LAGU DAN CORD : HIJAU DAUN:: SUARA



D Bm
Disini aku masih sendiri merenungi hari-hari sepi

G A
Aku tanpamu masih tanpamu

D Bm
Bila esok hari datang lagi ku coba untuk hadapi semua ini

G F#m Em
Meski tanpamu..............oooo.....
A D
meski tanpamu

Bridge:


Bm F#m Em
Bila aku dapat bintang yang berpijar

Bm F#m G
Mentari yang tenang bersamaku disini
Bm F#m Em
Ku dapat tertawa menangis merenung

Bm A
Di tempat ini aku bertahan


Reff:
D Bm G F#m Em
Suara dengarkanlah aku, apa kabarnya pujaan hatiku

A F#m Bm G F#m Em - G
Aku di sini menunggunya masih berharap di dalam hatinya

D Bm G F#m Em
Suara dengarkanlah aku, apakah aku slalu dihatinya

A F#m Bm G F#m Em - G
Aku di sini menunggunya masih berharap di dalam hatinya
D Bm
Kalau ku masih tetap disini ku lewati semua yang terjadi

G F#m Em
Aku menunggumu............oooo.....
A G
Aku menunggu


Reff:
D Bm G F#m Em
Suara dengarkanlah aku, apa kabarnya pujaan hatiku

A F#m Bm G F#m Em - G
Aku di sini menunggunya masih berharap di dalam hatinya

D Bm G F#m Em
Suara dengarkanlah aku, apakah aku slalu dihatinya

A F#m Bm G F#m Em - G
Aku di sini menunggunya masih berharap di dalam hatinya





APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANGTAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN CADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

LIRIK LAGU DAN CORD : HIJAU DAUN:: SUARA

D Bm
Disini aku masih sendiri merenungi hari-hari sepi

G A
Aku tanpamu masih tanpamu

D Bm
Bila esok hari datang lagi ku coba untuk hadapi semua ini

G F#m Em
Meski tanpamu..............oooo.....
A D
meski tanpamu

Bridge:


Bm F#m Em
Bila aku dapat bintang yang berpijar

Bm F#m G
Mentari yang tenang bersamaku disini
Bm F#m Em
Ku dapat tertawa menangis merenung

Bm A
Di tempat ini aku bertahan


Reff:
D Bm G F#m Em
Suara dengarkanlah aku, apa kabarnya pujaan hatiku

A F#m Bm G F#m Em - G
Aku di sini menunggunya masih berharap di dalam hatinya

D Bm G F#m Em
Suara dengarkanlah aku, apakah aku slalu dihatinya

A F#m Bm G F#m Em - G
Aku di sini menunggunya masih berharap di dalam hatinya




APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANGTAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN CADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Rabu, 21 Januari 2009

Rembulan Pudar Itu

Rembulan Pudar Itu

Masih sama seperti malam kemarin
Ketika mimpiku terlalu pagi

Masih sama seperti kemarin
Ketika aku menunggumu

Masih sama seperti kemarin
Ketika engkau telah lelap

Masih sama seperti kemarin
Ketika aku kau diamkan

Rembulan pudar itu
Masih tetap sama seperti kemarin



APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANGTAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN CADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Kemana Kulabuhkan Cintaku Kali Ini?

Kemana Kulabuhkan Cintaku Kali Ini?


Dermaga cinta itu telah engkau hancurkan dengan senyum simpul
Resah itu telah mendera dalam jiwaku yang retak berpuing-puing

Goyah sudah perahu dengan nakoda resah
Mencari cinta diantar gelombang pasang

Oh…Dewi malam
Berilah aku sebuah kekuatan
Atas nama bintang utara yang juga resah






BERILAH KOMENTAR HALAMAN INI. KARENA KOMENTAR ANDA AKAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI....KOMENTAR ADALAH SEBUAH JEJAK YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI UNTUK MENGUNJUNGI ANDA KEMBALI DI LAIN WAKTU DENGAN KESEMPATAN YANG BERBEDA. SIAPAPUN ANDA, BISA MEMBERIKAN KOMENTAR KARENA BLOG INI TERBUKA UNTUK UMUM...TERIMAKASIH DAN MARI MENCITAI INDONESIA APA ADANYA.

Lirik lagu ST12 - Cinta Tak Direstui

Lirik lagu ST12 - Cinta Tak Direstui

Malam ini ku lihat bulan
Tak terjatuh lalu terurai
Ku nggak ngerti apa yang harus
Ku lakukan

Hari ini aku putuskan
Untuk jauh ku langkahkan kaki
Untuk pergi dari dirimu

Biarkanlah kan kubawa
Sejuta harapan yang indah
Yang pernah kita lalui
Saat bersama
Ku harap kau bisa mengerti
Cinta kita tak direstui
Malam ini harus
Rela ku pergi

Maafkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati

Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan
Untuk kebaikanmu

Dengarkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan
Untuk kebaikanmu



APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANGTAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN CADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

Minggu, 18 Januari 2009

Lirik dan Chord :: Hijau Daun - Suara

Lirik dan Chord Lagu Hijau Daun - Suara


Intro: D Bm G A


D Bm

Disini aku masih sendiri


D Bm

Merenungi hari-hari sepi


G A

Aku tanpamu... masih tanpamu


D Bm

Bila esok hari datang lagi


D Bm

Ku coba 'tuk hadapi semua ini


G - F#m - G

Meski tanpamu ouuw wooohh


A D

Meski tanpamu


Bm F#m

Bila aku dapat bintang yang berpijar


Bm F#m G

Mentari yang tenang bersamaku disini


Bm F#m G

Ku dapat tertawa menangis merenung


Bm G A

Di tempat ini aku bertahan...


Reff:

D Bm

Suara dengarkanlah aku


G F#m G

Apa kabarnya pujaan hatiku


A F#m Bm

Aku di sini menunggunya


G F#m G A

Masih berharap di dalam hatinya


D Bm

Suara dengarkanlah aku


G F#m G

Apakah aku slalu dihatinya


A F#m Bm

Aku di sini menunggunya


G F#m G A

Masih berharap di dalam hatinya


D Bm

Kalau ku masih tetap disini


D Bm

Ku lewati semua yang terjadi


G - F#m - G

Aku menunggumu ouuw wooohh


A D

Aku menunggu


Interlude: Bm G


D A Bm G


Em D G A

Back to Reff 2X


D Bm G D

Suara dengarkanlah aku....



BERILAH KOMENTAR HALAMAN INI. KARENA KOMENTAR ANDA AKAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI....KOMENTAR ADALAH SEBUAH JEJAK YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI UNTUK MENGUNJUNGI ANDA KEMBALI DI LAIN WAKTU DENGAN KESEMPATAN YANG BERBEDA. SIAPAPUN ANDA, BISA MEMBERIKAN KOMENTAR KARENA BLOG INI TERBUKA UNTUK UMUM...TERIMAKASIH DAN MARI MENCITAI INDONESIA APA ADANYA.

Kepingan Hati Kecil

Ini sebuah Puisi yang dikirim teman dari Malaysia. Sayangnya ga di aksih Judul...Tanks Ya Meilina..Ini sudah aku pasang Puisimu:: Aku aksih Judul Kepingan Hati Kecil....


Kepingan Hati Kecil

Amat menyakitkan menatap tubuh luka,
yang berdarah.
Amat memilukan memandang sekeping hati
yang menangis.
Meraung meratapi jiwa-jiwa kaku.

Kita kekadang tewas menahan benteng airmata,
melihat perjalanan hidup anak-anak mereka teruji,
mereka benar-benar lebih memahami, mengerti,
apa itu sengsara dan derita,
dibanding kita
yang cuma diuji oleh cinta dan peperangan emosi,
yang masih boleh ditemukan penawar,
malah kita masih bisa membenih bibit-bibit cinta
dan berkesempatan untuk ketawa,
sedang mereka...
dihadiahkan peperangan mencari siapa benar,
lalu rindu si penggali kubur jadi realiti.

Gaza..
peperangan menuntut nilai kemanusiaan
kasih sayang yang semakin tandus,
sampai harus mengheret kecewa,
merasakan ketidakadilan dunia.




14 Januari 2009,
Kota Kinabalu, Sabah.



BERILAH KOMENTAR HALAMAN INI. KARENA KOMENTAR ANDA AKAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI....KOMENTAR ADALAH SEBUAH JEJAK YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI UNTUK MENGUNJUNGI ANDA KEMBALI DI LAIN WAKTU DENGAN KESEMPATAN YANG BERBEDA. SIAPAPUN ANDA, BISA MEMBERIKAN KOMENTAR KARENA BLOG INI TERBUKA UNTUK UMUM...TERIMAKASIH DAN MARI MENCITAI INDONESIA APA ADANYA.

Selasa, 13 Januari 2009

LIRIK LAGU DARAH JUANG



Konon ceritana, Darah Juang adalah lagu perjuangan mahasiswa Indonesia yang lahir di era reformasi sejak menjelang jatuhnya Orde Baru. Lagu ini karangan aktivis John Sonny Tobing, Ketua KM UGM pertama mahasiswa Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta sekitar tahun 1990. Lirik lagu ini dikerjakan bersama Andi Munajat (Fakultas Filsafat UGM). Lagu ini kemudian kerap dinyanyikan dan dianggap sebagai lagu wajib dalam setiap demonstrasi mahasiswa di seluruh Indonesia. Namun muncul rumor bahwa lagu ini diambil dari Lirik Puisi Was Wiji Tukul, sosok ang hingga kini lenyap bak di telan bumi karena dianggap sebagai sosok Kiri.


Darah Juang

Disini Negeri kami, tempat padi terhampar

Samuderanya.. kaya raya

Negeri kami subur Tuhan….

Di negeri permai ini

Berjuta rakyat bersimbah luka

Anak kurus tak sekolah

Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya

Tergusur dan lapar

Bunda relakan darah juang kami

Tuk bebaskan rakyat

Padamu kami berjanji

Padamu kami berbakti


Download Laguna Di sini: http://www.prp-indonesia.org/component/option,com_doqment/cid,11/

BERILAH KOMENTAR HALAMAN INI. KARENA KOMENTAR ANDA AKAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI....KOMENTAR ADALAH SEBUAH JEJAK YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI UNTUK MENGUNJUNGI ANDA KEMBALI DI LAIN WAKTU DENGAN KESEMPATAN YANG BERBEDA. SIAPAPUN ANDA, BISA MEMBERIKAN KOMENTAR KARENA BLOG INI TERBUKA UNTUK UMUM...TERIMAKASIH DAN MARI MENCITAI INDONESIA APA ADANYA.

Kamis, 08 Januari 2009

Daftar Produk AS yang Diboikot Oleh Para Ulama

Daftar Produk AS yang Diboikot Oleh Para Ulama

Restoran:

KFC
Arbys
McDonalds
McBurger
Pizza Hut
Chilies
Hardees
Paridies
Pizza Little Sitzer
Jack in the Box
A&W
Kantez
Baskin Robbins
Wimpy
Dominos Pizza
Texas
Slizer


Produsen Makanan & Minuman AS:
Minuman:

- Pepsi dan anak perusahaannya: Mirinda dan 7up
- Coca-Cola dan anak perusahannya (Anda kalau membaca tulisan Cola-cola dari belakang botol, akan tertulis: no Muhammad, no Mecca): Sprite dan Fanta


Produk Hanes and Crystal: Mayonnaise, Kecap
California Garden and Warner & Lambert
T-Shirt, Sepatu: Semua baju dan sepatu merk Nike (pernah tertulis kata "Allah" dalam sebuah produknya), Adidas, Kate dan Calvin Klein

Peralatan Listrik : Power, Union Air, Clifinitour , Admiral, Harmony, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel.

Baterei: Everydy, Energizer dan Doorsill

Mobil: Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck

Dan Semua produk General Electric

Perusahaan-Perusahaan AS yang mendanai Zionisme Internasional:

A & M FOODS
A & W BRANDS
A. CAMACHO, INC .
A. ZEREGA'S SONS
A. PANZA & SONS
A.E. STALEY MANUFACTURING COMPANY
A.J. ALTMAN
A.L. BAZZINI CO
A ARHUS, INC
ABBA AB BEIJER COMPANY
ABCO LABORATORIES
ABEL & SCHAFER
ABELES & HEYMANN
ABRAHAM'S NATURAL FOOD
ACCRU PAC GROUP
ACE BAKING CO .
ACIME SMOKED FISH CORP
ADAMS VEG. OILS
ADAM MILLING
ADRIENNE'S GOURMET FOODS
ADVANCED SPICE & TRADING
AG PROCESSING
AGRO FOODS
AIR PRODUCTS & CHEMICALS,INC
AJINOMOTO, U.S.A
AK PHARMA, INC
AKZO & PACIFIC OLEOCHEMICALS
ALBERTO-CULVER COMPANY
ALBRIGHT & WILSON CO .
ALCAN FOIL PRODUCTS
ALEX FRIES & BROS .
ALGOOD FOOD COMPANY
ALL STAR FOODS
ALLE PROCESSING
LLEN FOOD PRODUCTS
ALLFRESH FOOD PRODUCTS
ALLIED CUSTOM GYPSUM COMPANY
ALLIED FOOD DISTRIBUTORS
ALLTECH
ALEO FARMS
ALTA DENA
ALUMAX FOILS

Bahan-bahan Kimia dan pembersih:

1. PT. Procter and Gamble (memproduksi: Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Head and Shoulder, Pantene, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen)
2. PT. Johnson & Johnson (memproduksi: Shower to Shower, Cream Johnson…)
3. Nectar
4. Avon
5. Revlon
6. Gardena
7. Pasta gigi Corset

Alat Tulis: Bulpen merk Shiver, Parker dan Hear
Bank Amerika: Bank America International, American Express, Bank of America, Bank of New York
Lain-lain: Rokok AS seperti: Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More.


Daftar Produk AS yang Diboikot Oleh Para Ulama

Para ulama' tersebut adalah:
1. Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Ulama dan Cendekiawan Muslim kondang di seluruh dunia. Kini tinggal di Doha, Qatar.
2. Syeikh Salman bin Fahd Al Audah, ulama' kharismatik dari Arab Saudi
3. Syeikh Muhammad Saed Ramadhan al Buthi, ulama' kharismatik tinggal di Suriah
4. Syeikh Abdullah al Jibrin, ulama' Arab Saudi dan anggota Persatuan Ulama Besar Arab Saudi
5. DR. Hammam Saed dan DR. Muhammad Abu Faris, Intelektual Muslim tinggal Amman, Yordania.
6. DR. Naser Farid Wasil, Mufti Mesir
7. Fatwa Majelis Ulama Sudan
8. Fatwa Majelis Ulama Palestina


Sumber: al Markaz al Filistini lil I'lam (PIC) (abu ais)



BERILAH KOMENTAR HALAMAN INI. KARENA KOMENTAR ANDA AKAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI....KOMENTAR ADALAH SEBUAH JEJAK YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI UNTUK MENGUNJUNGI ANDA KEMBALI DI LAIN WAKTU DENGAN KESEMPATAN YANG BERBEDA. SIAPAPUN ANDA, BISA MEMBERIKAN KOMENTAR KARENA BLOG INI TERBUKA UNTUK UMUM...TERIMAKASIH DAN MARI MENCITAI INDONESIA APA ADANYA.

Rabu, 07 Januari 2009

MAJAPAHIT OH MAJAPAHIT

Saya lahir di Jombang, seblah timur Situs Trowulan....Ketika melihat ulah pemerintah yang membangun seenaknya di atas Situs Saya menangis....Sedih...Jati Diri Bangsa ini (yang smpat disebut sebagai ATLANTIS) di hancurkan ulang oleh pemerintah...Seorang sahabat di Belanda, juga mengatakan Pemerintah Belanda akan dengan senang hati mengembalikan Benda-benda sejarah Milik Majapahit yang ada di sana tapi sayangnya BANGSA ini terlalu MATRE sehingga Belanda ttap mempertahankan benda-benda sejarah itu di museum mereka biar tetap ada....Jika pemerintah ingin Membangun kenapa harus begitu bsar dan begitu megah? Alasannya sederhana, dana anggarannya bsar dan untungnya juga besar (Begitu analisis saya dan bbrapa pakar arkeologi muda jogjakarta) Pemerintah tidak lagi dapat di percaya....BOIKOT Saja pemilu jika pengrusakan itu tidak di hentiukan...BOIKOT pemilu dan kita ndak usah punya pemerintahan....Kembali saja kita cari Keturunan Majapahit, membangun kejayaan majaphit dan Mengangkatnya menjadi rasa saja.... Pemerintah seharusnya tidak mementingkan kantong dan keuntungan jangka pendek....

Kalau mau kenapa tidak merenkrontruksi ulang bangunan yang sudah ada? Di bangun kembali kota-kota yang terpendam itu...Biar kita tau bahwa bangunan itu memang ada...




BERILAH KOMENTAR HALAMAN INI. KARENA KOMENTAR ANDA AKAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI....KOMENTAR ADALAH SEBUAH JEJAK YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI UNTUK MENGUNJUNGI ANDA KEMBALI DI LAIN WAKTU DENGAN KESEMPATAN YANG BERBEDA. SIAPAPUN ANDA, BISA MEMBERIKAN KOMENTAR KARENA BLOG INI TERBUKA UNTUK UMUM...TERIMAKASIH DAN MARI MENCITAI INDONESIA APA ADANYA.

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN