twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 25 Desember 2009

Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara




Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara
Endik Koeswoyo, dkk.
Penerbit: Garailmu
Isbn: 978-602-955-376-5
Cetakan Pertama: Desember 2009

Harga : Rp. 32000
Sinopsis :

Sungguh, betapa mahakayanya sejarah negeri ini. Cukup kita tengok sejarah kerajaan-kerajaan di berbagai belahan nusantara dulu. Mulai dari yang kecil dan lokal hingga yang melintang begitu luas dan bahkan melampaui batas-batas republik ini.

Pembaca, mencermati kekuatan dan ke-kayaan kerajaan-kerajaan nusantara itu meng-hantar kita pada sosok-sosok raja yang begitu menakjubkan dan luar biasa, yang dengan ke-bajikan, kebijakan, dan kecerdikannya berhasil membesarkan dan menaburkan aroma parfum wangi kerajaannya masing-masing. Mulai dari Maharaja Mulawarman Nala Dewa, Sri Maha-raja Purnawarman, Sri Maharaja Balaputra-dewa, Sri Maharaja Rakai Pikatan, Mpu Sindok, Sri Dharmawangsa Airlangga, Prabu Jayabhaya, Ken Arok, Sri Maharaja Kertanagara, Raden Wijaya, Hayam Wuruk, Adityawarman, hingga Raden Patah.

Siapakah mereka? Bagaimana kehebatan mereka? Bagaimana cara mereka menjadi pe-mimpin dan anutan para punggawa dan rakyat-nya? Ada jutaan hikmah teladan dan inspirasi dahsyat pada diri mereka untuk kita baca saat ini. Apalagi, buku ini dikemas dalam bentuk kisah yang mudah dihabiskan segera...

Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara sebuah karya anak bangsa yang terlihat jelas begitu mencitai Indonesia apa adanya. Selamat Membaca…


Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER






Rabu, 02 Desember 2009

The White Board : Sebuah Novel Karya Endik Koeswoyo



BAB: SATU
* * *
“Namaku Ammar Hayat, Ammar artinya pembangun, Hayat bertari kehidupan. Nama yang begitu bermakna yang diberikan oleh kedaua orang tuaku. Alhamrhum ayah dan tentunya ibuku yang sangat aku cintai. Aku bekerja sambil kuliah. Di dunia ini, hanya ibu yang bisa mengerti aku. Dan ibulah yang menjadi semangat dalam hidup yang indah ini. Aku mencintai ibuku, ibuku dan ibuku. Apapun yang aku lakukan adalah untuk menahagiakan ibuku. Tanpa ayah di sampingnya, ibu mampu mengantarku hingga ke bangku kuliah. Ibu…ibu…dan ibu…”
* * *
Pria itu mengayuh becak tuanya dengan peluh yang mengalir pelan menelusuri kulitnya dengan begitu hafal. Urat-urat di kakinya menyembul kokoh, menunjukkan betapa kaki-kaki itu harus menekan kuat untuk bisa memutar tiga buah roda becak, untuk bisa mengantar seorang nenek tua dengan dagangannya ke pasar Beringharjo pagi itu. Dari arah yang berlawanan, seorang pemuda dengan kemeja hitam garis-garis putih kecil tanpa merek, dipadu dengan celana kain hitam dan sepatu hitam. Dandananya cukup rapi, mengendarai motor Honda tua butut keluaran tahun 80an. Wajahnya tampak letih, sesekali dia mengusap wajahnya lalu menekan ujung hidungnya –antara kedua mata- untuk mengilangkan rasa kantuk yang sudah menyeruak sejak 5 jam yang lalu. Sebuah tas kerja tampak sarat muatan sepertinya menjadi teman yang setia. Motor itu terus melaju pelan, melewati tukang becak, menelusuri jalan raya yang lengan dengan lampu-lampu jalan yang mulai di padamkan. Terus, terus saja dia memacu motor tuanya, satu-satunya motor kesayangan yang mungkin saja warisan dari almarhum bapak yang telah kembali ke sisi-Nya 4 tahun yang lalu. Lalu motor itu berbelok, menuju sebuah jalan yang lebih kecil, semakin sepi. Lalu, ‘Gluk…Gluk!’ mesin motor itu mati mendadak tepat pada sebuah jembatan yang sepi.


Alhamdulilah... Setelah lebih dari 12 Bulan melakukan penelitian, pengamatan 'The White Board' Siap Di Luncurkan Tahun 2010. Mohon doa Restu, semoga 'The White Boar' menjadi sebuah novel yang bisa merubah kehidupan banyak orang....


Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti KUMPUL BLOGER




Jumat, 13 November 2009

Liarik lagu dan Cord: Nidji - Sang mantan

Nidji - Sang mantan

G
dulu aku kau puja
G
dulu aku kau sayang
C
dulu aku sang juara
Am
yang selalu engkau cinta
C D
kini roda telah berputar

G
kini aku kau hina
G
kini aku kau buang
C
jauh dari hidupmu
Am
kini aku sengsara
C D
roda memang telah berputar

[chorus]
Em D
mana janji manismu
C
mencintaiku sampai mati
Em D
kini engkau pun pergi
C
saat ku terpuruk sendiri
D C
akulah sang mantan
D C
akulah sang mantan

[intro] Em D C

Em D
sakit teriris sepi
C
ketika cinta telah pergi

akulah sang mantan..
akulah sang mantan...

[intro] Em D C
Em D C


[chorus]
Em D
mana janji manismu
C
setia sampai aku mati
Em D
kini engkau pun pergi
C
saat ku jatuh dan sendiri
Em D
mana janji manismu
C D
mencintaiku sampai mati
Em D
kini engkau pun pergi
C
saat ku terpuruk sendiri
D C
akulah sang mantan
D C
akulah sang mantan
D C
akulah sang mantan

[intro] Em D C
Em D C

[coda]
Em
mana janji janjimu...

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER






Kamis, 12 November 2009

LOMBA KISAH KASIH IBU

LOMBA KISAH KASIH IBU
Word Smart Center dan Penerbit Mizan


Kasih ibu
kepada beta
tak terhingga
sepanjang masa

hanya memberi
tak harap kembali
bagai sang surya
menyinari dunia

* * *

"...dengan setinggi-tingginja budi dan semulia-mulianja tenaga mendjalankan kewadjiban "keperempuanannja" mendidik putera-puteranja, dengan keinsjafan dan keridlaan-niat jang tertentu, sebenarnja mendidik putera-puteranja natie:--Hendaklah mereka terutama terhadap pada kewajiban keperempuannja mendidik anak-anaknja, dengan insjaf seinsjaf-insjafnja, bahwa selamat-tjelakanja bangsa sebenar-benarnja adalah di dalam genggaman mereka itu. Hendaklah mereka oleh karenanja, semuanya bertabiat sebagai ibu jang besar...." (Kongres Kaum Ibu --"suluh Indonesia Muda", 1928-- dalam buku Dibawah Bendera Revolusi, Ir. Soekarno [1959])

* * *

Lebih dari 75 negara di belahan dunia, seperti Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Belanda, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia dan seterus, merayakan Hari Ibu atau Mother's Day pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei untuk mengenang aktivis sosial Julia Ward Howe (1870) mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara. Beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Ibu diperingati setiap bulan Maret untuk memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani Kuno. Sedangkan di Indonesia berdasarkan keputusan Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938 dan dikukuh oleh Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Indonesia untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa.

Sebagai seorang anak, kita berkewajiban agar ibu kita selalu berbahagia. Kita merayakan mereka, bukan karena sebagaimana termaktub di atas. Bukan karena mereka berani mengangkat senjata seperti Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Bukan karena mereka bangkit memperjuangkan hak-hak perempuan seperti yang dilakukan oleh Kowani (Kongres Wanita Indonesia). Bukan pula karena mereka menjadi pemimpin bangsa sebagaimana dilakukan oleh Maria Ulfah yang menjadi menteri wanita pertama kali tahun 1950.

Kita persembahkan Hari Ibu/Mother's Day karena selama sembilan bulan kita bersemayam dalam rahim ibu kita; karena mereka berteriak dan berdarah-darah saat melahirkan ke dunia ini; karena mereka selama dua tahun memberi kita ASI penuh dengan kesulitan dan kurang tidur; karena mereka mengantarkan kita ke masa balita penuh dengan rasa cemas; karena mereka menyekolahkan kita dengan banting tulang dan rintihan do'a, karena mereka membimbing kita akan mendapatkan pekerjaan; dan karena tetap menyanyangi kita hingga akhir hayat.

Yang paling utama adalah, kita melakukannya, karena perintah Allah Swt: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Israa[17]: 23) Dan tentu saja untuk berbuat baik itu tidak harus menunggu tanggal 22 Desember setiap tahun sekali, melainkan tiap hari, bahkan tiap detak jantung kita.

Dan salah satu cara kita berbuat baik terhadap mereka adalah mengabadikan kasih sayang mereka itu dalam bentuk tulisan. Sebab, dengan menuliskan perjuangan mereka membesarkan kita, kejujuran mereka dalam menasehati kita, kedisiplinan dan keadilan mereka dalam membentuk karakter kita, dan masih banyak prinsip-prinsip atau pun nilai-nilai yang mereka berikan kepada kita, merupakan sebuah sarana agar mereka menjadi buah tutur yang baik sebagaimana Nabi Ibarahim Alaihis salam pinta: "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian." (QS. Asy-Syu'ara [26]: 84)


Oleh sebab itu, WORD SMART CENTER sebagai komunitas dunia kepenulisan dan perbukuan --bervisi Menuju Indonesia Mulia, Cerdas, Mandiri, dan Kreatif-- bekerjasama dengan Penerbit Mizan menyelenggarakan acara LOMBA KISAH KASIH IBU sebagai kado cinta kepada kaum ibu.

T E M A

Lomba ini bertemakan:

"Kasih Ibu Sepanjang Masa, Selalu Memberi Tak Harap Kembali"

K A T A G O R I L O M B A

Katagori lomba adalah nonfiksi dalam bentuk esai, memoar, biografi singkat, atau tulisan seperti dalam buku Chicken Soup.

K R I T E R I A C E R I T A dan I S I T U L I S A N

1. Cerita harus berdasarkan kisah nyata (real story) atau berdasarkan fakta dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, baik dialami oleh penulis sendiri, atau orang lain;
2. Isi cerita tidak boleh melanggar SARA, bernuansa pornografi, atau bertentangan dengan prinsip dan nilai kebenaran;
3. Cerita atau isi tulisan harus memberikan motivasi, inspirasi, dan pelajaran berharga bagi para pembaca.


K R I T E R I A N A S K A H

1. Berupa naskah tertulis dan disajikan secara sistimatis, sinkron, dan tuntas (tidak bersambung);
2. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar;
3. Naskah belum pernah diikutkan dalam lomba menulis, tidak sedang diikutkan dalam lomba menulis lainnya, atau disertakan dalam pembuatan buku antologi;
4. Naskah asli (karya sendiri) dan belum pernah diterbitkan dan atau dipublikasikan di media massa;
5. Naskah lomba minimal 5 halaman dan maksimal 15 halaman, ukuran kertas A4, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;
6. Menyertakan biodata singkat atau identitas lengkap (file terpisah dari naskah lomba), meliputi: nama lengkap, TTL, pendidikan, alamat lengkap, nomor telepon/HP, email, no. rekening, plus fotokopi/scan (dengan resolusi secukupnya, tidak perlu terlalu tinggi/besar) kartu identitas diri (KTP/Pasport/SIM/dsb).
7. Bersedia menerima sangsi hukum apabila naskah terbukti hasil plagiasi dan atau terjemahan.

P E N G I R I M A N N A S K A H

- Naskah diterima panitia paling lambat tanggal 10 Desember 2009;
- Naskah diberikan dalam bentuk soft copy (file) yang dikirim ke e-mail kisahkasihibu@yahoo.com dan dicckan ke wordsmartcenter@gmail.com;
- Semua naskah tidak dikembalikan dan menjadi hak milik panitia.

K R I T E R I A P E S E R T A

1. Peserta lomba terdiri atas pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum WNI (tanpa batasan usia), baik berdomisili di Indonesia maupun di luar negeri;
2. Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah, sebanyak-banyaknya tanpa batas;
3. Peserta bukan tim penilai/juri;
4. Panitia lomba boleh mengikuti lomba;
5. Peserta terdaftar sebagai member milis wordsmartcenter@yahoogroups.com (bagi yang belum terdaftar silahkan mendaftarkan diri ke alamat ini: http://groups.yahoo.com/group/wordsmartcenter/, atau mengirim e-mail kosong ke: wordsmartcenter-subcribe@yahoogroups.com atau wordsmartcenter@yahoo.com)

P E N G U M U M A N P E M E N A NG

- Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 22 Desember 2009 bertepatan dengan HARI IBU (Mother's Day) di milis wordsmartcenter@yahoogroups.com.
- Pemenang akan dihubungi panitia lewat e-mail/SMS untuk menerima hadiah.

H A D I A H

- Juara pertama sebesar USD 200 (Dua ratus Dolar Amerika)
- Juara kedua sebesar USD 150 (Seratus Lima Puluh Dolar Amerika)
- Juara ketiga sebesar USD 100 (Seratus Dolar Amerika)
- 3 juara harapan mendapatkan paket hadiah buku senilai Rp. 200.000,- dari Penerbit Mizan.
- 4 juara hiburan mendapatkan hadiah buku senilai Rp. 100.000,- dari Penerbit Mizan.
- Biaya pengiriman hadiah untuk juara I, II, dan III ditanggung oleh para pemenang.

H A K C I P T A

- Hak cipta ada pada penulis naskah;
- Hak terbit ada pada Word Smart Center untuk satu kali penerbitan;
- Royalti akan dihibahkan untuk kegiatan dan program Word Smart Center;
- Setiapkali buku terbit para penulis akan mendapatkan 3 eksemplar dari penerbit.


Didukung oleh:
www.radioppidunia.com dan www.matadunia.com


Keterangan lebih lanjut hubungi:
Udo Yamin Majdi (+20108158391) atau Rashid Satari (+20100120381) atau kirim e-mail ke: kisahkasihibu@yahoo.com

=====

Besar harapan kami, info ini disebarluaskan

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER




Rabu, 11 November 2009

JADWAL ACARA 12TH JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR 2009


12th Jogja Islamic Book Fair: Gedung Wanitatama, 12-18 November 2009


1. Kamis, 12/11/’09
09.00 – 12.00 WIB
Tabligh Akbar bersama Kang Puji dan Pembukaan Pameran bersama Walikota Jogja, H. Herry Zudianto, SE. Akt., MM. (diwakilkan: Drs. H. Haryadi Suyuti)
15.30 – 18.00 WIB
Talk show Pendidikan Anak “Mencetak Generasi Gemar Beribadah” bersama Ust. M.Fauzil Adhim
19.00 – 21.00 WIB
Festival Nasyid Jogja with Riham, Asyiq-in, Ryoko, Darussalam Voice. (Bintang Tamu FATIH)


2. Jum’at, 13/11/’09

13.00 – 15.00 WIB
Talk show Menangkal Kristenisasi bersama Ibu Dewi Purnamawati (Forum ARIMATEA)
15.30 – 18.00 WIB
Bedah Buku Indiva Media Kreasi “Muhammad the Inspiring Romance” bersama Ust. Hatta Syamsuddin (Penulis)
18.30 – 20.00 WIB
Tabligh Akbar bersama Ust. Abu Bakar Ba’asyir


3. Sabtu, 14/11/’09

09.00 – 12.00 WIB
Bedah Buku Rumah Pensil Publishing “Kisah Para Sahabat Nabi”
13.00 – 14.30 WIB
Workshop Kepenulisan Indiva dan Majalah Girliezone bersama Afifa Afra, Asri Istiqomah dan Aries Adinata
15.15 – 17.15 WIB
Talk show “Mencari Cinta Allah” bersama Ust. Salman Sakti (Sheila 0n 7)
19.00 – 21.00 WIB
Bedah Buku Pro U Media “ Saat Berharga Untuk Anak Kita” bersama M. Fauzil Adhim (Penulisnya) dan Nunung Bintari ( Pakar Parenting)


4. Ahad, 15/11/’09

09.00 – 12.00 WIB
Bedah Buku QUDSI Media “Panduan Spiritual Kehamilan” bersama Ust. Shodiq Mustika
13.00 -15.00 WIB
Bedah Buku Sygma Daya Insani “Semua Anak adalah Bintang” bersama DR. Indrya Laksmi Gamayanti (Pakar Anak& Psikolog RSUP DR. Sardjito)
15.15 – 18.00 WIB
Konser Nasyid Edcoustic dilanjutkan Talkshow “Ketika Cinta Berbuah Surga” bersama Ust.Cahyadi Takariawan
19.00 – 21.00 WIB
Bedah Buku QUDSI Media “Tips Hidup Sehat Tanpa Dokter” bersama dr. Helmanu Kurniadi (Penulis)


5. Senin, 16/11/’09

15.30 – 18.00 WIB
Bedah Buku QUDSI “Keajaiban Tubuh Manusia” bersama dr. Helmanu Kurniadi (Penulis)
19.00 – 21.00 WIB
Talk show “Rahasia Sukses Pengusaha Jogja” bersama Karina Triasari, SE, M.Kes. (Manager Karita), Hj. Pamela Nur Lisnani (Owner Pamela Swalayan) dan H. Edi Mulyono, M.Ag (Owner Penerbit Diva Press),


6. Selasa,17/11/’09

13.00 – 15.00 WIB
Demo Kreasi Jilbab bersama Farahdi Center
16.30 – Selsai
Tausyah Akbar Bersama Ustd. Yusuf Mansyur.. Panggung Utama, Jogja Islamic Book Fair...GRATIS UNTUK UMUM
19.00 – 21.00 WIB
Bedah Buku Pro U Media “Untuk Muslimah yang Tak Pernah lelah Berdakwah” bersama Rochma Yulika dan Umar Hidayat (Penulis) dan Ustadzah Ida Nur Laila (Praktisi Dakwah Muslimah)


7. Rabu, 18/11/’09
15.30 – 18.00 WIB
Talk show “Cara Mudah Menjadi Entrepreneur Muda” bersama Forum TDA Jogja
19.00 – 21.00 WIB
Parade Nasyid Jogja with Awwalun, Nada Hati, Setyatuhu, Nurul I’lmi, Islamic Shine, Nuansa dan Pengundian Doorprize Notebook, Blackbery, Handpone Nokia, Usb Modem, dll.


Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER






Selasa, 10 November 2009

SUMPAH PEMUDA

Tidak pernah ada yang tau, benar atau kah salah KPK itu. Yang kita tau dan yang diketahui masyarakat umum adalah adanya oknum-oknum Polri yang sering merugikan rakyat kecil. Yang rakyat tau adalah banyak polisi yang suka main tilang di jalan. Yang rakyat hafal adalah kalimat “Gimana Pak? Gimana Buk? Mau di sidang? Atau nitip di sini?” Dengan terpaksa sang rakyat menjawab, “Nitip sini saja Pak!” lalu dijawab dengan seyum ramah. “ Baiklah, nitip di sini 20.000,-“! Dan yang rakyat tau! Ada 4 hingga 5 meja yang melayani ‘NITIP SINI!’ sementara hanya 1 Meja yang melayani kata ‘SIDANG!’
Jika rakyat mendukung KPK itu wajar walau mereka salah! Jika rakyat mendukung KPK itu wajar walau belum tentu 100% KPK benar! Karena adanya pengalaman buruk yang dialami rakyat terhadap beberapa oknum Polri! Namun! Marilah kita wahai pemuda! Pemuda-Pemudi tanah pertiwi! Mari kita bangun bangsa ini dengan jiwa kita yang tulus! Merdeka adalah bahagia! Merdeka adalah makmur! Merdeka dalah tanpa KOROPSI! Merdeka adalah tanpa pengangguran! Merdeka adalah Merdeka! Hancur digempur bangun kembali! Hancur digempur bangun kembali! Kata Arek-Arek Suroboyo! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : KUMPUL BLOGER






Senin, 09 November 2009

Obrolan Yang Bikin Kaya!

http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=6018

Ada banyak yang bertanya kepada saya ketika saya melakukan beberapa Obserfasi dan penelitian mengenai buku yang sedang saya tulis dengan judul Jurus Jitu Membuat Blog Laris...


Pertanyaannya sederhana!

"Saya suka ngeblog! Tapi untuk ngeblog butuh biaya internet!"

Saya garuk-garuk kepala sebentar!

Lalu! Tuing! Tuing! Ide muncul dengan sendirinya...

"Ada KumpulBloger!" sahutku antusias.

"Apa itu?"

"Ya pokoknya kita pasang iklan di blog kita, kodenya dari kumpul bloger itu!"

"Serius?"

"Dapat berapa duit?"

"Ya Lumayanlah! cukup buat bayar M2 atau Smart! Jadi kita bisa ngeblog!"

"Kamu pernah daprt?"

"Ya beberapa bulan ini di atas 100ribu terus!" Sahutku pelan sembari mengingat-ingat email bukti tranfer itu.

"Serius?" tanyanya ragu!

"Ya.... ntar sore kamu main ke tempatku, aku tujukin! bahkan tanpa aku minta, transferan itu jalan terus!"

"Ah yang bener????"

"Suer! Kamu klik aja ini http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=6018

Ikuti petujunknya! Amatai... Modifikasi! Lakukan! Konsisten!"

"Ah yang bener? Tipu-tipu itu!"

"Ya sudah! Kalau kamu ga percaya! Buktinya aku dapet 174 ribu tadi sore! Aku juga lupa ini sudah tranferan yang keberapa! Ya sudah aku pulang dulu! Laper neh belum makan seharian!"

"Eh.. Mas... Pinjem duit dunk!? Belum dapet kiriman neh?"

"Gubrak!!!!)(*&^%$# DIKASIH SOLUSI BILANGIN PENIPU... eh... di tinggal pergi ngutang duit???""" Human hatiku pelan...


Jika Anda percaya dengan obrolan sore ini... silahkan mengunjungi LINK berikut ini...Buktikan lalu berkomentar! Jangan berkomentar sebelum membuktikan!


http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=6018

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya

Manfaatkan Blog Anda Dengan Mengikuti : http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=6018






Minggu, 08 November 2009

"Sayap Bidadari; Memorilibia 7.6 Scala Richter."

"Sayap Bidadari; Memorilibia 7.6 Scala Richter."
Syukur Alhamdulilah, Jaringan Penulis Indonesia dan Pustaka Fahima berhasil menjalin kerjasama penerbitan sebuah buku dengan konsep amal.Ada 42 Nama yang telah tulus iklas berkolaborasi dalam ANTALOGI CERPEN DAN PUISI SATU NUSA UNTUK KORBAN GEMPA SUMBAR : Judul Sementara: "Sayap Bidadari; Memorilibia 7.6 Scala Richter."

1. Dwi Januanto Nugroho,
2. Nursalam AR,
3. Fira Basuki,
4. Abdullah Khusairi,
5. Dyra Hadi,
6. Nuril Annissa,
7. Iggoy el Fitra,
8. Dea Anugrah,
9. Benny Arnas,
10. Asep Sambodja,
11. Irawan Aji,
12. Zelfeni Wimra,
13. Timra Madana Pitri,
14. Mariska Anggraini,
15. Endik Koeswoyo,
16. Yandigsa,
17. Muhammad Sholihin el-Nasiry,
18. Raudhatul Usnami,
19. Karina Anggara,
20. Irawan Senda,
21. Sulfiza Ariska,
22. Akhyar Fuadi,
23. Zadika Alexander,
24. Silfia Hanani,
25. Feryanto Heady,
26. Darwis Ramadhan,
27. Galuh Parantri,
28. Arif Puji G,
29. Luckty Giyan Sukarno,
30. Bejo Halumajaro,
31. Pamungkas WH,
32. Gayatri Parikesit,
33. Monica Petra Karunia,
34. Sulistyawati,
35. Rahmad Ibrahim,
36. Haerul Said
37. Salman Aristo
38. Dewi Dee Lestari
39. Jenny Jusuf
40. Muhammad Nasir
41. Muhammad Zikri
42. Addiarahman

Salam Hormat:

JARINGAN PENULIS INDONESIA

Mari Mencintai Indonesia Apa Adanya






Rabu, 04 November 2009

Pustaka Fahima, Antologi 7,9 scala richter dan Sastrawan

Pustaka Fahima, Antologi 7,9 scala richter dan Sastrawan

**

Yogya (04/11)--30 September 2009, lempeng Eurasia berderak di Sumatera Barat. Gempa berkekuatan 7,9 scala richter adalah wujud-Nya. Ratusan manusia, menjadi jasad beku. Rumah-rumah runtuh, menjadi puing-puing berserakkan. Bencana ini memiuh air mata di seluruh pelosok Nusantara. Juga bagi 42 orang sastrawan, terdiri dari Novelis, Cerpenis, dan Penyair muda Indonesia. Mereka secara ber-gotong royong mengarap antologi “Sebilah Sayap Bidadari; Memorilibia 7,9 Scala Richter.” Pada awalnya gagasan antologi ini mengalir dari Jaringan Penulis Indonesia (JPI) dan kemudian selama kurang lebih 3 minggu, disebarkan undangan bagi Sastrawan dan Penulis, untuk menyumbangkan cerpen dan puisi untuk Sumatera Barat. Melalui beberapa tahap seleksi dan diskusi, akhirnya terkumpul dan disepakati 42 orang penulis, dengan karya cerpen dan puisi, akan dimuat dalam antologi ini. Demikian royalti dari penjualan antologi ini seutuhnya akan disumbangkan untuk “penangulangan beban psikis” korban gempa di Sumatera Barat, dengan melibatkan relawan lokal di Ranah Minang. Untuk merealisasikan i’tikad ini, Penerbit Pustaka Fahima memfasilitasi penerbitan antologi tersebut.

Dalam antologi ini bergabung penulis yang tidak asing di jagat sastra Indonesia dan populer semenjak dekade terakhir. Seperti, Dewi “dee” Lestari (Novelis dari Supernova & Perahu Kertas . Fira Basuki (Penulis dan Pimp. Red majalah Cosmopolitan). Salman Ariston (Penulis skenario film layar lebar “Ayat-ayat Cinta”). Zelfeni Wimra (Penulis Muda berbakat versi FLP). Endik Koeswoyo (Novelis “Hijrahnya Cinta” & “Do’a untuk Dinda”). Tidak hanya itu antologi ini juga didukung oleh penulis-penulis muda lainnya, seperti Muhammad Sholihin el-Nasiry. Benny Arnas. Silfiza Ariska, dsb.

Naskah ini tengah proses penerbitan. “Dua hari ke-depan, diupayakan proses lay-out naskah ini sudah rampung. Dan kemudian akan didiskusikan dalam rangka pematangan dengan tim kreatif Pustaka Fahima. Untuk pendistribusian-nya, kita akan gunakan distributor utama. Distributor yang mampu memasarkan lebih 5000 eksamplar.” Demikian uraian Bapak Bambang (04/11/09). Pengusaha Pustaka Fahima Group, yang membawahi beberapa lini penerbitan. Apa yang dilakukan oleh sastrawan dalam antologi “Sebilah Sayap Bidadari; Memorilibia 7,9 scala richter”, juga Pustaka Fahima adalah upaya untuk mensinergikan “produksi dan sosialitas”. Sebagai respon dan tangung jawab sosial, bahkan spritual bagi anak bangsa yang tengah merintih, dan butuh uluran tangan. Seperti di Minangkabau saat ini.[]






Sabtu, 17 Oktober 2009

Novel Terbaru: Doa Untuk Dinda



Judul: Doa Untuk Dinda
Penulis: Endik Koeswoyo
Penerbit: GARAILMU, Diva Press Group
ISBN: 979-963-981-6
Harga: Rp. 35.000,-



Keduanya melangkah pelan, menelusuri jalan kecil yang kini mulai ramai dengan kendaraan yang melintas. Langit pagi mengukir lukisan indah merah kekuningan. Keduanya saling pandang mesra Mereka tahu, cinta tidak bisa menembus waktu. Bahasa pun gagal menyatakan cinta. Cinta tidak bisa dilukiskan, dinyanyikan, ataupun dipuisikan, sebab cinta hanya bisa dirasakan.
Mereka juga tahu, tidak semua manusia bisa mencapai kebahagian. Tidak semua manusia beruntung dalam hidupnya. Namun usaha dan doa akan mewujudkan kebahagiaan, karena Allah menciptakan umat manusia dengan satu takdir yang jelas, "berbahagia”.
Kini tinggal seberapa besar kita mempercayai-Nya dan seberapa kuat kita mengejar impian untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Novel religi ini menggebrak dengan semangat dan optimisme yang luar biasa dasyat.Plus, gaya tutur penulisnya yang sarat puitika, pilihan bahasa yang mempesona, dan alur yang lincah: sangat patut menyelami setiap helai bacaan yang akan menyegarkan hati-hati yang lelah diterkam kemunafikan, keputusasaan dan keserakahan hidup!






Kamis, 15 Oktober 2009

PENERBIT CARI PENULIS




IZZA Publisher
Bismillah…
Izza Publisher adalah sebuah penerbitan yang konsen menerbitkan buku-buku baik itu fiksi dan nonfiksi dengan tema Islami. Izza Publisher berdiri dengan konsep sederhana dan penuh dengan kebersamaan baik itu antara tim penerbit, penulis, pembaca dan perusahaan terkait. Dengan semoboyan ‘Jihad Bil Kalam’ Izza Publisher hadir dengan harapan mampu memberikan yang terbaik untuk Agama dan Bangsa ini. Kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, krisis dimesional yang tanpa ujung terjadi di mana-mana. Selalu ada persoalan setelah satu persoalan terselesaikan. Bahkan terkadang satu persoalan bersimpul dengan persoalan yang lain sehingga terkesan tak berkesudahan. Islam mampu memberi jalan keluar bagi persoalan yang sedang dihadapi bangsa bukannya memberikan kekerasan: “Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (Al A’raaf: 96). Ini pun belum cukup, harus mensyaratkan ilmu dan iman: ”Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (Al Mujadilah 11). Ilmu hanya bisa didapat dengan membaca dan menulis. Bacalah (Al Alaq 3-4) dan Rabb-mu Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena; dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis (Al Qamar 53).

SEKILAS IZZA PUBLISHER


Maksud dan tujuan Izza Publisher:
1. Wahana mencerdaskan dan pencerahan kehidupan bangsa.
2. Memberi informasi kepada publik tentang arti penting ke-Islam-an dan intelektualisme bagi kemajuan bangsa.
3. Memasyarakatkan buku dan ikut berperan serta dalam menumbuhkan budaya baca.
4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan membaca bagi kehidupan yang lebih baik.
5. Menggairahkan industri perbukuan.





Tema Terbitan
Fiksi:
Novel Remaja atau Umum bertemakan Islami
Sastra Klasik maupun Sastra Modern dengan tema Islami
Novel Sastra Umum
Non Fiksi :
Buku-buku umum bertemakan Islami
Tokoh-Tokoh dunia Islam maupun tokoh-tokoh nasional yang konsen memperjuangkan Islam
Pengembangan diri dan motivasi Islami
Kisah keseharian rumah tangga muslim
Potret kehidupan remaja dengan penyelesaiannya yang unik dan menarik
Motivasi untuk anak sholeh

Syarat Pengiriman naskah:
Untuk naskah fiksi, harus lengkap bukan ide dasar atau outline dan disertai sinopsis dan profil penulis lengkap dan nomer handphone atau email untuk konfirmasi. Kirimkan dalam bentuk hardcopy atau di-print dan dijilid rapi. Panjang halaman antara 100-150 hlm, font Times New Roman 12, spasi 1, A4 by default.
Untuk naskah Non Fiksi, harus lengkap bukan ide dasar atau outline dan disertai sinopsis, daftar isi, dafar pustaka dan profil penulis lengkap dan nomer handphone atau email untuk konfirmasi. Kirimkan dalam bentuk hardcopy atau di-print dan dijilid rapi. Panjang halaman antara 100-150 hlm, font Times New Roman 12, spasi 1, A4 by default.
Sertakan Juga:
1. Alasan kenapa naskah anda layak di tebitkan
2. Sarana atau cara promosi yang dapat diusahakan penulis sendiri
3. Jika ada harap menyertakan contoh buku atau karya yang pernah diterbitkan sebelumnya.
4. Persetujuan untuk menghadiri acara-acara yang di selenggarakan oleh Iza Publisher guna mempromosikan buku yang akan kami terbitkan, termasuk di antaranya menghadiri launching dan event-event pameran yang diikuti oleh Izza Publisher

Naskah yang masuk akan kami seleksi dan akan kami berikan jawabannya selambat-lambatnya 2 bulan setelah naskah kami terima.

Alamat Pengiriman Naskah:
Izza Publisher
Suryodiningratan Mj II/755 B, Yogyakarta 55141
Telp. (0274) 7495054, Fax. (0274) 387120
Website resmi: www.syakaa.webs.com


Mulai saat ini naskah bisa di kirim via email dengan alamat
izzapublisher@yahoo.com

Minggu, 04 Oktober 2009

KALDERA, sebuah novel


KALDERA: Ketika Cinta Bicara Cinta

Oleh: Endik Koeswoyo

ISBN : 9786028543149
Rilis : 2009
Halaman : 156p
Penerbit : Bisnis2030
Bahasa : Indonesia


Harga Pdf: Rp.19.000

Harga Cetak: Rp.42.250



Sinopsis

Cinta datang tanpa diduga, begitu cepat menembus hati dengan tanpa menanyakan pada ragaku yang resah tentang rasa itu sendiri. Hanya saja terkadang masih ada setitik mistis yang belum kutemukan yang berusaha menghalanginya.
Namun terkadang cinta itu begitu luas menghampar...

Daun yang kering akan jatuh ke tanah bersama bertiupnya angin. Hanya saja terkadang, daun yang belum kering juga akan jatuh ke tanah lalu mengering karena angin yang bertiup terlalu kencang.



Kali ini aku memberanikan diri untuk menatapnya lebih lama. Kubuang semua rasa rikuh lalu kuganti dengan senyum manis. Senyum di mana aku meyakinkan padanya bahwa dia akan sampai di Jogja sebentar lagi.

Apakah kisah ini akan menghilang begitu saja tanpa cerita yang lain? Apakah aku akan seperti Kejayaan Majapahit yang akan musnah tanpa puing yang jelas? Semoga tidak. Aku tahu, kabut Bromo dengan embun paginya akan selalu membuatku rindu untuk kembali ke sini. Atau barangkali ringkikan kuda poni itu bisa mengantarku ke alam mimpi.

Untuk Pembeelian Silahkan Mengunjungi www.bookoopedia.com:



Rabu, 30 September 2009

Segera Terbit: Doa Untuk Dinda

I. Pada Saat Dini…


‘Sebatang rokok yang kuhisap telah memasuki fase akut dan sebentar lagi akan mati, tapi aku masih saja sibuk merangkai kata demi kata yang sejak empat jam lalu sudah aku lakukan, menyusunnya menjadi bait demi bait dan jadilah sebuah kisah…Kisah pagi yang terbingkai embun. Untuk Dinda…ketika namamu terlantun, aku sepertinya terhanyut oleh sebait mantra mistis dari peradabadan masa lalu…’

Pagi benar-benar telah menggusur malam yang indah dengan ratusan bintang yang belum terjamah tangan-tangan manusia, kokok ayam jantan telah benar-benar mengusik si-jangkrik yang berdendang, katak-katak yang bersahutan di mana suara merdunya itu? Sedangkan Akram masih sibuk dengan mimpinya yang dituangkannya dan ditumpahkannya pada layar monitor Samsung 14 inci yang itu. Ada gelisah dalam relung hatinya, sementara adzan subuh belum juga terlantunkan dari sebuah mushola kecil di belakang rumah itu. Indah memang bila mengingat semua, namun spertinya ada rasa takut, Akram benar takut oleh mimpinya sendiri. Belum bisa dilupakan olehnya kenangan pahit, belum bisa dilupakan cacian merdu dari teman lamanya, apalagi kisah pahit beberapa bulan lalu.
Saat ini sepertinya pemuda itu berada pada arah yang salah, di depan sana bidadari cantik tersenyum manis, namun di belakangnya berdiri kokoh malaikat kematian seakan siap menjemputnya, menuntut balas akan dosa yang telah diperbuat dan siap menikamnya pada saatnya nanti dengan sebilah pedang yang penuh karat. Mencabik-cabik tubuhnya yang beku lalu melemparkannya ke perapian panas. Lalu mampukah Akram berlari dari Malikat itu? Ataukah dia akan mampu merengkuh bidadari ayu bergaun biru dengan bunga-bunga bakung di tangannya. Atau sekedar menyematkan adelweis di antara rambutnya yang basah? Tapi itu nanti.
Memang sepertinya terlalu berlebihan mengharap cinta tumbuh lagi dihati ketika hati itulah hancur dan remuk redam juga oleh sebuah kata cinta, apalagi yang membawa adalah pagi bersama senyumnya walau berselimut kabut tipis. Akram masih belum bisa lupa tentang mereka yang meninggalkannya setelah meneguk secangkir madu bercampur secawan anggur. Dari hati yang terselubung nafsu, Akram seakan terlempar begitu saja dan terjatuh di pelukannya kala pagi datang. Dulu sebelum Akram melihatnya di antara bunga-bunga batu dan dinginnya kabut lereng gunung Lawu, selalu saja Akram hanya bisa diam dan berhayal menemukan seseorang yang benar-benar mau menerimanya apa adanya. Akram tau, bahwasanya dirinya adalah pendosa tapi Akram masih mengharap embun itu diturunkan padanya dan akan menyimpannya dalam lubuk hati untuk selamanya. Bila ingat tentang kisah sedih dalam drama romantis atau kisah bualan seorang teman, rasa takut muncul begitu saja tanpa diundang. Ketakutan yang sangat.
Langit pagi belum begitu menguning indah, masih hiruk pikuk bintang berkdip riang. Angin masih membawa bulir-bulir embun dan tentunya dingin yang menusuk hingga tulang sunsum terdalam.
Akram tersenyum saat teringat kata-kata dari seorang sahabatnya ‘bila kamu tidak bisa mendapatkan cintamu yang jauh, maka kamu bisa mendapatkan cinta dari orang-orang yang ada di dekatmu’. Mungkin Tuhan telah menggariskan sebuah kisah untuk Akram, di mana dia harus melintasi jalan demi jalan lalu menyeberangi lautan dan menemukan cintanya di sini, di sebuah kota yamg indah walau Akaram hidup dalam kesendiannya. ‘Sebuah kota yang penuh kabut abstrak’ –kata seorang teman senimannya-. Jogjakarta, sebuah kota yang menyimpan sejuta legenda. Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan jauh sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.
Dari beberapa kota yang pernah disinggahi oleh Akram sepertinya telah tertambat pada sebuah hati yang semu. Dengan kemolekan wajah ayu, tinggi semampai laksana model kelas atas. Entah bagaimana nantinya akhir kisah ini? Tidak pernah kita sebagai hamba sahaya mampu mengetahui kisah kelanjutan hidup hanya dengan sekali kedip mata. Semua menjadi indah. Semua menjadi semakin terang dan jelas. Seperti embun yang tiba-tiba turun di atas gurun kering. Menimbulkan kamoflase nyata. Senyata apa yang sdang kita lihat saat ini. Sejuk…
Banyak sudah kenangan lama yang tenggelam lalu muncul lagi. Kenangan itu seperti ombak lautan yang tidak pernah bisa diperkirakan akan setinggi apa, dan sekeras apakah ombak itu menghantam batu karang. Namun kenangan demi kenangan itu selalu membawa sebuah gejolak rasa. Bercampur aduk menjadi satu lalu terbentuklah sebuah irama. Irama indah yang biasa di sebut ‘rindu’. Irama indah yang mengalun pelan dan menjadi sayang. Bercampur lagi dengan nada-nada indah dari hasrat. Menjadikannya sebuah bisikan pelan nan lembut. Mendesir berlahan menjadi bait-bait ‘cinta….’ Dan itu semua kini lekat, menyatu melebur merasuk ke dalam hati yang dulu resah. Menjadikannya bintik-bintik merah muda mendekati warna pink. Entah sampai kapan semuanya itu menggelayut dalam pikiran dan benak pemuda itu.


* * *





Catatan: Petikan Novel ini pertama ditulis tahun 2004. Tahun yang sama akan di terbitkan Oleh Diva Press Namun karena adanya pergeseran sekmen pasar, Novel ini di tunda penerbitannya dan didahulukan novel saya lainnya yang berjudul 'Cowok Yang Terobsesi Melati....' Penantian selama 5 tahun akhirnya Doa Untuk Dinda siap diterbitkan setelah dialkukan beberapa revisi di dalamnya untuk penyesuaian pasar. SEGERA TERBIT... OKTOBER 2009...

Jumat, 18 September 2009

Lebaran Kali Ini

Lebaran Kali Ini


Pagi telah menjalar, pelan namun pasti menghantarkan matahari yang sedari sudah memancarkan cahaya kekuningan semu jingga di ujung timur. Di ujung timur, terhalang gedung megah bangunan sebuah mall mewah dengan deretan mobil. Bukan sebuah bukit indah dengan hamparan sawah nan hijau. Tubuh letihku seperti muak dengan udara dingin yang menusuk. Kedua mataku masih belum terbuka benar. Rasa kantuk itu menjadi raja dalam mimpi yang kurang sempurna, mimpi yang tidak aku harapkan.
Kemerdekaanku seakan terjajah ketika mata ini harus kubuka dengan paksa. Nyawaku masih menghilang setengahnya entah kemana. Terbawa mimpi yang kurang sempurna tadi barangkali. Ada jenuh yang muncul tiba-tiba. Ada letih yang merajuk dari sumsum hingga ke ujung rambut dan juga bulu-bulu kaki. Namun ini sudah menjadi rutinitas. Ini tanggung jawab dan aku memang harus bangun pagi. Bangun pagi, terkadang menjadi kata yang begitu menjemukan dan bahkan memuakkan. Siapa otangnya yang suka tidurnya di kendalikan jam weker?
Sprti cahaya sonar memebus batas lautan. Cumi, Hiu dan Paus mungkin juga letik berenang hilir mudik. Tapi itulah manusia. “Urip iki ngakloni, hidup itu melakukan. Jika tidak melakakukan maka kita tidak bisa menjadi apa-apa dan tidak akan jadi siapa-siapa. Ada gelisah dari perempuan tua ketika malam semakin larut. Besok lebaran, tapi belum sehelai bajupun yang di belikan untuk anak-anaknya tercinta. Sang Ayah belum juga kunjung datang membawa banyak uang. Masih sama, menunggu kehadirannya. Pada sudut yang lain, ada gelisah akan seorang pemuda yang resah. Mudik kemana Lebaran kali ini? Belum di temukan tambatan hatinya. Belum di temukan kisah cintanya. Tidak ada yang menunggunya, tidak punya mengharap kepulangannya.


***

Langit pagi kembali menyapa. Menyapa dengan mesra. Ini memang cinta. Dan sekali lagi ini memang cinta. Cinta yang selalu di cari oleh setiap umat.
“Maukah engkau menikah denganku wahai wanita setengah soleha?”
“Tidak!”
“Kenapa?”
“Karena instingku mengatakan itu,”
“Kenapa?”
“Karena ada banyak hal yang belum bisa aku jelaskan,”
“Kenapa?”
“Karena aku belum bisa menjawabnya,”

Langit-langit kamar terdiam membisu. Sebush lukisen besar tidak juag emmberi saran atas sebuah kalimat yang belum terjawab. Besok lebaran, aku ingin sujud di tabah telapak kaki ibu, dengan senyum bangga dan memperkenalkanmu kepadanya. Bseok lebaran, aku ingin berkunjung ke rumah Ayah dengan engkau di sampingku. Bukan aku dating sendiri seprti yang sudah-sudah.
“Apakah tidak ada kalimat lain? Belum mungkin? Tidak itu berarti selamanya tidak! Belum berarti mungkin suatu kali nanti iya!”
“Entahlah, seprtinya 90% tidak bisa menikah denganmu!”
Mendung belum juga turun, udara semakin panas menghimpit tubuh rasah ini. Tapi aku masih tersenyum. Masih ada kalimat yang belum aku temukan dan itu menjadi doa yang akan terjawab sedetik kemudian. Aku berdiri, menunduk menatap kain surban yang tergelak kaku di atas kasur. Aneh. Lalu aku bertanya pada malaikat.
“Mal… Mal… Apakah benar dia bukan jodohku?”
Malaikat menjawab, “Mungkin benar, tapi masih ada kemungkinan 10%.”
Aku kembali bertanya, “Wahai Malaikat…Bagaimana kalau aku mempunyai insting 95% dia adalah jodohku?”
“Mungkin benar dia jodohmu dan masih ada 5% kemunkinan dia bukan jodohmu,” sahut Malaikat pelan namun jelas.
“Baiklah. Terimaksih wahai Malaikat atas jawabanmu,” aku tersenyum.
Selalu ada kekuatan yang akan mengantar sebuah pikiran kepada sebuah kenyataan. Dan ya…. Lebaran kali ini aku tidak pulang. Aku masih menunggu sebuah jawaban. Iya atau tidak atau barangkali masih bisa aku mengajaknya pulang lebaran tahun depan. Malaikat sungguh bijak, memberikan sebuah jawaban yang semuanya dikembalikan kepadaku.
Besok lebaran, aku masih belum pulang. Masih menunggu seikat kembang yang akan kuberikan untuknya, untukmu atau mungkin lebih baik kembang kutaruh di atas pusara nenek terceintaku… Hidup adalah tiada, tiada adalah ada dan kenyataan adalah fiktif dan yang fiktif tekadang menjadi nyata. Pikiran adalah kunci dan kunci adalah pikiran itu sendiri. Gbang itu adalah kamu dan aku mempunyai kunci.
Besok lebaran, Sang Ibu masih gelisah suaminya belum datang. Besok lebaran, aku masih terdiam dengan senyum karena aku juga tidak pulang. Mungkin taun depan, aku masih bisa membawamu pulang untuk aku kenalkan kepaad ibuku. Atau besok engkau mengajakku pulang untuk makan bersama ibumu?



Senin, 24 Agustus 2009

33 Warisan Budaya Indonesia yang di Klaim Asing..

Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan atau diklaim oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain: Sumber http://budaya-indonesia.org

1. Batik dari Jawa oleh Adidas


Nama Artefak : Batik Jawa
Asal Daerah : Jawa
Kategori : Motif
Tahun Klaim: 2006
Exploitor : Adidas
Modus : Produksi Topi, Jaket dan Sepatu bermotif batik
Keterangan : Merupakan program materials of the world
Sumber : adidas.com


2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Riau
Asal Daerah : Riau
Kategori : Naskah Kuno
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007


3. Naskah Kuno dari Sumetera Barat oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sumatera Barat
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Naskah Kuno
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007


4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sulawesi Selatan
Asal Daerah : Sulawesi Selatan
Kategori : Naskah Kuno
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007


5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Rendang
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Oknum WN Malaysia
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan
Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007


6. Rendang dari Sumetera Barat oleh Oknum WN Malaysia


Nama Artefak : Sambak Bajak
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda


Nama Artefak : Sambak Bajak
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda


Nama Artefak : Sambak Petai
Asal Daerah : Riau
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda


Nama Artefak : Sambak Nanas
Asal Daerah : Riau
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2001
Exploitor : Oknum WN Belanda
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001


10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing


Nama Artefak : Tempe
Asal Daerah : Jawa
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: Bervariasi
Exploitor : Oknum WN Jepang
Modus : Beberapa Perusahaan Asing
Keterangan : Tercatat ada 19 paten tentang tempe, di mana 13 buah paten adalah milik AS, yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership; 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe; 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan; dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe; 1 paten mengenai antioksidan; dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Paten lain untuk Jepang, disebut Tempeh, temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, dekstrin, Na-kaseinat dan putih telur.
Sumber : http://www.icrp-online.org/wmprint.php?ArtID=170


11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Rasa Sayang Sayange
Asal Daerah : Maluku
Kategori : Musik dan Lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan digunakan
Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007


12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Reog Ponorogo
Asal Daerah : Jawa Timur
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: 2008
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : lagu Soleram
Asal Daerah : Riau
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Injit-injit Semut
Asal Daerah : Jambi
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: 2000
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Gamelan
Asal Daerah : Pulau Jawa
Kategori : Alat Musik
Tahun Klaim: 2000
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Tari Kuda Lumping
Asal Daerah : Jawa Timur
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Tari Piring
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Kakak Tua
Asal Daerah : Maluku
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : www.heritage.gov.my


19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Anak Kambing Saya
Asal Daerah : Nusa Tenggara
Kategori : Lagu
Tahun Klaim: tidak diketahui
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial
Sumber : Diputar saat pertunjukan Musical Fountain di Singapura dan diklaim sebagai lagu Malaysia


20. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Ornamen
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Oknum WN Perancis
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi
Sumber : Tempo, 2 April 2008 (http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/04/02/brk,20080402-120239,id.html


21. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis


Nama Artefak : Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara
Asal Daerah : Jawa Tengah
Kategori : Ornamen
Tahun Klaim: 2004
Exploitor : Oknum WN Inggris
Modus : Paten
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi
Sumber : Berita Kriya, 10 April 2008 (http://id.indonesian-craft.com/news/54/tahun/2008/bulan/04/tanggal/10/id/200/


22. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris


Nama Artefak : Batik Parang
Asal Daerah : Yogyakarya
Kategori : Motif Kain
Tahun Klaim: 2006
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Paten
Keterangan : Diklaim dan Dipatenkan
Sumber : http://batikindonesia.info/2006/03/31/batik-parang-dipatenkan-malaysia/


23. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti
Asal Daerah : Bali
Kategori : Ornamen
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Oknum WN Amerika
Modus : Paten
Keterangan : Kisah sedih yang dialami pengerajin perak Desak Suwarti dari Desa Celuk, Gianyar, yang harus berurusan dengan WTO. Ia dituduh melanggar Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs), karena menjual kepada orang lain desain produk yang pernah dibuatnya untuk konsumen berkebangsaan Amerika, yang selanjutnya mematenkan desain tersebut sebagai Haki miliknya.
Sumber : Bali Post, 26 Juni 2005 (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/6/26/opini.html


24. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika


Nama Artefak : Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat
Asal Daerah : Berbagai daerah di Indonesia
Kategori : Tata cara pengobatan dan pemeliharaan kesehatan
Tahun Klaim: 2002
Exploitor : Shiseido Co Ltd
Modus : Paten
Keterangan : Telah berhasil digagalkan
Sumber : Tempo, 28 January 2002 (http://www.korantempo.com/news/2002/1/28/Nasional/55.html


25. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd


Nama Artefak : Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat
Asal Daerah : Berbagai daerah di Indonesia
Kategori : Tata cara pengobatan dan pemeliharaan kesehatan
Tahun Klaim: 2002
Exploitor : Shiseido Co Ltd
Modus : Paten
Keterangan : Telah berhasil digagalkan
Sumber : Tempo, 28 January 2002 (http://www.korantempo.com/news/2002/1/28/Nasional/55.html


26. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Badik Tumbuk Lada
Asal Daerah : Kepulauan Riau, Deli dan Siak
Kategori : Senjata dan Alat Perang
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Perpustakaan Negara Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Di situs resmi Perpustakaan Negara Malaysia, ia disebut warisan budaya Malaysia
Sumber : http://malaysiana.pnm.my/05/0501badik.htm


27. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda


Nama Artefak : Kopi Gayo
Asal Daerah : Aceh
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2008
Exploitor : Holland Coffee
Modus : Merek Dagang
Keterangan : Didaftarkan sebagai merek dagang oleh Holland Coffee, sebuah perusahaan multinasional (MNC) Belanda. Akibatnya petani tidak bisa lagi memakai merek Kopi Gayo. Saat ini pemerintah tengah berusaha untuk ntuk pendaftraan merek kopi gayo
Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/15421243/paten.kopi.gayo.milik.belanda.toraja.milik.jepang dan http://www.dgip.go.id/ebscript/publicportal.cgi?.ucid=2663&ctid=23&id=1905&type=2


28. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang


Nama Artefak : Kopi Toraja
Asal Daerah : Sulawesi Selatan
Kategori : Makanan dan Minuman
Tahun Klaim: 2005
Exploitor : Key Coffee (Jepang)
Modus : Merek Dagang
Keterangan : Kopi jenis arabika ini disebut-sebut sebagai "queen of coffee" di dunia, bersama dengan kopi dari Kolombia, lantaran aroma dan cita rasanya yang sedap. Mestinya kopi yang ditanam di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, itu bisa menjadi produk khas Indonesia. Namun apa lacur, ternyata merek Kopi Toraja sudah didaftarkan oleh Key Coffee di Jepang. Alhasil, eksportir Indonesia tak bisa langsung menjual Kopi Toraja ke Jepang dan AS--kecuali lewat Key Coffee. Jika mengekspor langsung, pihak Indonesia bisa dituding melanggar merek yang telah didaftarkan di sana.
Sumber : Warta Ekonomi, tanggal 16 April 2004


29. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia


Nama Artefak : Musik Indang Sungai Garinggiang
Asal Daerah : Sumatera Barat
Kategori : Musik dan Lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober 2007 di Asia Festival 2007, Osaka, Jepang (Jepang)
Modus : Dipergunakan di forum internasional
Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu. Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang". Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.
Sumber : Antara, tanggal 25 Oktober 2007 (http://antara.co.id/arc/2007/10/25/malaysia-kembali-bajak-lagu-daerah-indonesia-di-osaka/


30. Kain Ulos oleh Malaysia


Nama Artefak : Kain Ulos
Asal Daerah : Sumatera Utara
Kategori : Motif Kain
Tahun Klaim: 2008
Modus : Dipertunjukkan sebagai Kebudayaan Malaysia
Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, kain ulos tersebut digunakan pada acara yang mewakili kebudayan negara-negara yang ada di Malaysia. Kain dipakai dalam suatu tarian, yang kalau tidak salah jenisnya ‘ragi hotang’, dengan tarian yang mirip tortor, hanya tangan mereka tidak ‘manyomba’ di depan dada, tapi diletakkan di samping paha kiri dan kanan dan kakinya ‘manyerser’ -serser.
Sumber :Lidyanata Blog http://lidyanata.blogspot.com/2008/05/sejak-kapan-orang-malaysia-pake-ulos.html


31. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Alat Musik Angklung
Asal Daerah : Jawa Barat
Kategori : Alat Musik
Tahun Klaim: 2006
Exploitor : Pemerintahan Malaysia
Modus : Menumpang belajar di Indonesia lalu memperjuangkan HAKI di mata internasional
Keterangan : Membudidayakan bambu untuk angklung, belajar mengolah teknologi untuk pembuatan angklung dan memperjuangkan HAKI di mata internasional
Sumber : Republika, 14 Desember 2006, dengan judul artikel ANGKLUNG INDONESIA DI TANGAN MALAYSIA


32. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Lagu Jali-Jali
Asal Daerah : Jakarta
Kategori : lagu
Tahun Klaim: 2007
Exploitor : Pemerintahan Malaysia
Modus : Klaim memiliki lagu tersebut
Keterangan : Disebutkan oleh Malaysia sebagai lagu asli dari Langkawi
Sumber : Wawancara dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jero Wacik di Harian Suara Karya, 27 Oktober 2007 dengan judul artikel "Menbudpar Jero Wacik: Lagu "Jali Jali" Milik Indonesia " (http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=185059


33. Tari Pendet oleh Pemerintah Malaysia


Nama Artefak : Tari Pendet
Asal Daerah : Bali
Kategori : Tarian
Tahun Klaim: 2009
Exploitor : Pemerintah Malaysia
Modus : Klaim
Keterangan : Menjadi iklan pariwisata Malaysia
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/08/22/113525/1187644/10/seniman-bali-protes-klaim-tari-pendet-oleh-malaysia

Sabtu, 22 Agustus 2009

Dan Dingin Itu...


1. Dan Dingin Itu...


Suatu malam di penghujung tahun 2009...
Langkah kakinya pelan, penampilannya sederhana namun terkesan begitu rapi. Celana panjang Exclusive hitam dipadu dengan kemeja putih tulang, syal batik warna sogan bermotif klasik melingkar di lehernya. Sepatu kulit hitam Trendy made in Bandung itu tampak mengkilap, membuat langkahnya tampak sempurna sebagai seorang pria. Matanya tajam menatap ke depan, tegap. Lampu-lampu hias berderet tersusun sempurna. Alunan langgam Jawa terdengar begitu merdu menyejukkan hati serta menambah kesan tradisisiol yang abadi. Bangunan rumah Joglo besar itu semakin indah dengan berbagai produk batik dan craft yang di pajang pada sudut-sudut tertentu. Han terus berjalan, dia hanya tersenyum ketika seorang pelayan membungkuk hormat. Senyum keduanya menggambarkan sebuah keakraban tersendiri, sepertinya mereka sudah saling mengenal, atau setidaknya telah beberapa kali bertemu. Ruangan Joglo itu telah dilewatinya, langkahnya pelan, menuju resto kebun yang ada di bagian belakang bangunan Joglo utama. Seorang wanita berperawakan ramping sepertinya menjadi tujuan utama pria muda itu. Ada senyum mengembang yang menyambut Han dari balik jilbab hitam yang dikenakannya. Yang lebih menarik untuk dipandang adalah selendang batik yang dengan sempurna menjadi penghias sekaligus pelindung dingin yang seakan melekat di pundaknya. Duduknya tenang, tersiram cahaya temaram lampu hias. Suasana yang begitu indah.
“Assalamualaikum,” sapa Han pelan sembari duduk di hadapan gadis itu.
“Waalaikumsalam, tumben datangnya tidak telat mas?” sahutnya masih dengan senyum yang tersungging tipis.
“Ah, bisa saja. Aku masih begitu terpesona dengan bangunan ini, indah, memukau, unik, dan seabrek kalimat lain yang susah untuk di gambarkan,” Han membetulkan letak kursi kayu yang baru saja didukuinya agar menjadi lebih nyaman.
“Ya, selalu saja begitu kalimat pembukamu setiap kali kita ketemu! Tidak ada kata-kata lain?” sahut perempuan itu sembari menyodorkan sebuah map warna coklat pada Han.
“Terus terang, ketika kakiku naik tangga pertama bangunan yang menuju Joglo itu, aku seperti memasuki kraton Majapahit.” Han tersenyum, menyambut map coklat yang di sodorkan lawan bicaranya.
“Mau makan apa?”
”Makan apa saja asal menu Indonesia semua akan menjadi begitu nikmat, melebur dalam atmosfer tempo dulu di antara bangunan kuno Limasan dan Joglo itu, iringan alunan gamelan menambah nafsu makan! Apalagi dengan suasana eksotis kampung masa lampau! Semua pasti menjadi enak,” guman Han sekali lagi.
“Sudah ah! Bosen aku mendengar kalimatmu!”
Alunan gamelan dari pengeras suara itu tiba-tiba meredup, sayup-sayup lalu menghilang. Han tersenyum sembari memperhatikan sekelompok musisi yang kini tampak siap memainkan musik dari ruang Limasan yang tidak jauh dari tempat duduk mereka berdua.
“Suka musik keroncong?”
“Alhamdulilah aku menyukai semua jenis musik!” sahut Han sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi antik yang dibuat sekitar tahun1930, berbahan kayu jati, berwarna coklat tua dengan paduan anyaman rotan yang menghantarkan rasa nyaman dari tulang belakang hingga ke ubun-ubun.
“Inilah yang menarik dari Sogan Village!”
“Ya, dan itu semua berasal dari kecerdasan otakmu yang mampu memadukan tradisi, kebersamaan, keindahan, bisnis dan tentunya keimanan! Dan kecerdasan itulah yang memaksaku harus datang ke sini!”
“Allah, Mas Han, semua ini dari Allah,” guman perempuan itu masih dengan senyum simpulnya.
Han menarik nafas panjang, ada senyum yang mengembang dari bibirnya. Ada binar bahagia yang diantarkan oleh seraut wajah ayu di hadapannya. Ada keunikan yang membuat siapa saja akan betah duduk di sana, apalagi dengan seseorang yang begitu sempurna diciptakan sebagai wanita. Cerdas, pandai, cantik luar dan dalam, keturunan keluarga terhormat, dan tentunya seorang wanita karier. Sekalilagi Han menatap sekelilingnya, tepat di belakangnya adalah bangunan Joglo utama, di samping kanannya adalah bangunan kuno yang dulunya gudang untuk pengovenan tembakau namun kini disulap menjadi dapur utama, di hadapannya berdiri megah bangunan limasan yang konon dibangun pada tahun 1854. Pesona indah itu masih ditambah dengan kursi dan meja kayu yang tertata rapi dengan hiasan dan lampu-lampu taman yang temaram mempesona. Han tiba-tiba saja teringat sabda Rasulullah, "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka -kembali kepada fitrah atau beruntung-."


* * *




Dini hari 2003...
Semilir angin seakan tak bersahabat. Pelan namun pasti menembus permukaan kulit, menusuk hingga tulang sumsum yang terdalam. Dingin membeku. Angin semilir itu seakan membawa butir-butir air dingin. Berembun. Jendela kayu tanpa ukiran itu masih terbuka, membuat angin dingin bebas merayap masuk. Kala itu Han masih tampak nanar gelisah mencari-cari sesuatu yang sepertinya tidak juga ditemukannya. Selembar surat yang kamarin dibaca, kini entah di mana keberadaannya. Sederet kalimat yang tertulis pada lembaran coklat itu sungguh dicari-cari dan sungguh-sungguh diharapkan untuk bisa dibaca sekali lagi sebelum lelapnya menembus sekujur tubuhnya malam ini. Mengantarnya dalam mimpi. Sekali lagi Han menyingkap bantal dan guling yang terbujur kaku, membisu tak pernah mau berbisik kepadanya. Untuk kesekian kalinya Han melangkah mendekat lemari kayu dan membuka pintunya dengan tergesa. Setumpuk baju-baju yang terlipat tak rapi itu diacak-acak untuk kesekian kalinya pula. Tak jua dia menemukan sesuatu yang diharapkan.
Sepi.
Han sadar dini hari yang sudah sangat sepi itu seharusnya dia sudah tidur, namun dia harus menemukan lembaran surat itu. Dia harus membacanya sebelum memejamkan mata untuk kemudian bangun di esok pagi yang cerah. Sepertinya dia telah kecanduan oleh deret-deret goresan tangan itu, kalimat-kalimat yang terangkai di sana seperti sebuah mantra yang lebih dasyat dari lagu Ninabobo, melelapkan. Pikirannya menjadi begitu gelisah ketika tidak membaca sekali lagi walau dia sendiri telah lupa telah berapa kali membacanya. Keputusan itu harus segera diterima, harus dan inilah jalan satu-satunya. Menikah. Han merasa dia lebih dari cukup untuk dikatakan dewasa. Usianya 20 tahun, Dek Indah 19 tahun. Han pasti bisa dan mampu!
Benaknya melayang pelan menembus langit-langit usang berdebu di ruangan 4 kali 3 kamar ini. Laba-laba kecil terdiam di jaringnya yang kemarin sore sebenarnya telah dirusak dengan sapu ijuk oleh pemuda itu. Tapi pagi ini dia kembali bertengger di jaring barunya. Laba-laba kecil saja bisa mengatasi masalah hidupnya, kenapa pemuda sepertinya tidak? Han lalu menutup jendela. Terpaku sejenak menatap sekelilingnya, berusaha mengingat sesuatu.
Hening.
Han akhirnya bisa bernafas lega, kasur kapuk ini ternyata yang menyimpan selembar surat itu di bawahnya. Dengan pelan Han merebahkan tubuhnya di atas kasur. Tiga buah bantal kumal disusunnya menjadi satu sebagai penopang kepala. Dibacanya sekali lagi surat itu, entah untuk yang keberapa kalinya.

Jogja Terbalut Rindu
Untukmu Yang Menungguku
Disudut Sepi Rasa Hati



Hanny...sedetik ini nafasku terhenti ketika aku membaca suratmu. Santun, penuh rayuan namun begitu membuatku tersentak. Batas senja ujung barat merona merah setiap sore, aku menatapnya dengan tajam berharap selalu kamu yang menemaniku. Sudut kamar ini sepi, hanya ada fotomu. Salam hangat sehangat mentari pagi yang membangunkanmu dari mimpi. Selalu bisikan kata cinta sebagai penyambung lidah indah untuk memulai kata-kata...baik sebatas mimpi maupun di ujung kesadaran.
Hanny...menikah adalah sebuah keputusan yang telah kita sepakati sejak awal. Menikah adalah sebuah komitmen dasar yang melingkarkan kita pada ikatan ketulusan hati dan sayang. Aku sadar, kita berdiri di tengah gelombang searah yang mencekam. Aku takut sebenarnya untuk menantangnya, namun ada kamu dengan senyum tulus itu. Senyum yang kami pinjam dari Arjuna, memukau dan selalu menggetarkan hatiku setiap aku mengingatnya. Aku takut sebenarnya, namun ada kamu dengan sentuhan lembut itu, sentuhan lembut yang kamu pinjam dari Prabu Angkling Darma. Aku juga sangat takut ketika gelombang itu semakin besar, lebih besar dari badai laut selatan yang mengamuk di malam Satu Sura, namun aku masih lebih takut jika kamu tidak mendekapkmu lebih erat.
Hanny...jika memang Tuhan telah mentakdirkan kita untuk menikah saat ini, aku terima itu. Jika engkau wahai pangeran hatiku, meminangku hari ini, aku terima itu. Wahai engkau senyum simpul kesederhanaan, jika memang engkau mempersuntingku detik ini, aku menyambutnya dengan sejuta kasih. Aku rela, aku iklas untuk menjadi pendampingmu. Aku rela untuk menemani desah nafasmu. Aku iklas untuk selalu bersamamu dalam suka maupun duka. Karena aku milikmu. Dan hanya Dia yang bisa memisahkan kita.
Hanny....jika memang semua harus seperti ini, tetaplah tersenyum. Yakinlah bahwasanya Tuhan Maha Adil. Dia punya rencana di balik semuanya. Sebagai kekasihmu, aku meminta maaf atas keluargaku yang telah begitu memusuhimu. Aku mohon sayangi mereka seperti engkau menyayangiku. Sambutlah kemarahan mereka dengan senyummu itu. Taklukkan mereka dengan tatapan matamu yang indah berbinar bening itu. Aku juga sadar, hanya pernikahan kita yang bisa mengakhiri semua masalah ini. Jika memang jalan kita nanti penuh kerikil, marilah kita melewatinya dengan pelan dan hati-hati. Jika memang jalan kita di tepi jurang, peganglah erat tanganku dan tataplah lurus kedepan, jangan melihat ke bawah sana yang penuh tebing terjal. Hanny....seikat senyum dan beribu-ribu bait doa selalu aku kumandangkan untukmu. Di sela sujudku ada air mata cinta untukmu.
Dan yakinlah...aku masih milikku dengan segala apa yang aku miliki. Sebagai penghantar senyum untuk tidur. Percayalah semua keperluan untuk pernikahan kita itu semuanya telah aku siapkan.
Datanglah ke sini dengan senyum dan busungkan dadamu sejenak, kamu telah memikatku dengan cinta yang kau hantarkan lewat senyum yang tidak pernah bisa aku lupakan. Sebagai salam rindu tersipu aku mengecup lembut bibirmu...

Wassalam.

Kekasihmu Yang Tersipu
Indah Pratiwi



CATATAN:
BAB I: Dari Naskah Novel dengan judul SENDIRI ITU DINGIN::: Silahkan di kasih komentar dan di tunggu kelanjutannya (Insyaalah Akan Segera Terbit) Mohon doa restunya.....


Sedikit Saja... Baca Selengkapnya…

Hanya rasa syukur yang tiada terhingga kehadirat Allah SWT, karena limpahan karunia-Nyalah saya bisa menulis, menulis dan menulis lagi. Seperti sebuah keindahan yang tiada batas.
¬ Novel ini khusus teruntuk seorang sahabat Di Sanggar Misteri Darikem Indonesia; Teguh t-Koes Wicaksono. Alm. Aku gunakan judul lukisanmu ‘Sendiri itu dingin’, sebagai rasa hormat, sebagai ungkapan terimakasih atas beribu kata yang sering kau ucapkan untukku, sebagai sebuah kenang-kenangan dan sebagai tanda sayangku padamu serta sebagai ucapan terimakasih atas ilmu menulis yang engkau turunkan kepadaku. Juga atas doktrin setiap helai nafasmu bahwasanya ‘Berhenti Berkarya Berarti Mati!’ dan selamat jalan kawan, kita akan selalu bertemu pada sebuah muara yang misteri ketika malam menjelang.

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN