twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Rabu, 29 Oktober 2008

HADIRI:: GREAT LAUNCHING Hijrahnya Cinta

Hijrahny Cinta



HADIRI:: GREAT LAUNCHING Hijrahnya Cinta


Bersama:

1.Endik Koeswoyo (Penulis)

2. Agung Purwandono (Waratawan Kedaulatan Rakyat)

3. M. Syafi'i Masykur (Penulis, Penerjemah sekaligus Manager Pustaka Fahima)

Minggu 09 November Pukul 19.00 WIB sampai selesai.

10th JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR 2008
7-13 November 2008
Mandala Bhakti Wanitatama

1. Dapatkan 10 Paket Buku Gratis Pada saat Launching (Satu Paket berisi 4 Judul Buku, didalamnya terdapat Novel Terbaru Hijrahnya Cinta Karya Endik Koeswoyo)


2. Dapatkan Buku Gratis Setiap Hari di Stand Pustaka Fahima (No Stand 64 A Balai Kunthi. Pintu Masuk Ke Kanan)

3. 10 Buah Islamic Book Member Card dari Syakaa Organizer

4. 5 Buah T-shirt Eklusive dari The Atmo T-shirt Company




5 BUAH T-SHRIT HIJRAHNYA CINYA UNTUK ANDA






Kisah perjalanan cinta
yang unik dan penuh misteri.
Lewat kisah ini,
kita akan disadarkan
bahwa kebahagiaan dan
luka akibat cinta adalah
sesuatu yang tidak abadi.
Sebuah buku yang akan
membuat Anda tersenyum,
merenung, dan
berurai air mata....



Ya Allah…..
Jika memang aku jatuh cinta kepadanya dan dia jatuh cinta
kepadaku, berilah kami kekuatan untuk mengungkapkan serta menahan
rasa cinta ini tetap kokoh di hati. Jika memang dia jodohku, berilah aku
kekuatan untuk mendampinginya di jalan-Mu. Tetapi jika memang dia
bukan jodohku, lipatkanlah kekuatan di hatiku untuk rasa gelisah dan
kesedihan ini. Aku sadar, bahwasanya aku lemah dengan hatiku. Namun
aku belum yakin bisa merasakan rasa yang sama seperti apa yang aku
rasakan saat ini. Melihat senyumnya, aku seperti mereguk sungai madu-
Mu. Melihat tatapan matanya, aku seperti melihat kilau cahaya yang
terpantul dari embun pagi di surga-Mu.


*****
Apa yang Nisa lakukan saat melihat Arif, pemuda yang diam-diam sangat dia cintai dan mencintainya, berjalan dengan gadis lain? Mengapa cinta terkadang begitu suliut untuk diungkapkan? Lalu siapa yang akhirnya Arif pilih? Nisa-gadis anggun yang menemukan kembali pancaran Ilahi setelah pertemuannya dengan Arif? Ataukah Amel, gadis keturunan Tionghoa yang sama sekali tidak mengenal agama?




HIJRAHNYA CINTA adalah novel ke-4 dari Endik Koeswoyo yang siap di luncurkan pada bulan November. Kali ini penerbitnya adalah Pustaka Fahima Yogyakarta.


Selasa, 14 Oktober 2008

Memakai Produk Dalam Negeri! Menyelematkan Indonesia Dari Krisis Global

Memakai Produk Dalam Negeri!

Menyelematkan Indonesia Dari Krisis Global



Krisis Global sudah mulai terasa dan dirasakan khususnya di kalangan atas para pebisnis di Indonesia. Krisis AS itu terus menjalar seperti tangan-tangan gurita. Menengok asal muasal krisi global ini tidak bisa lepas dari Kebangkrutan perusahaan pembiayaan kredit perumahan New Century Finasial pada bulan Arpil 2007. Di susul kemudian dengan kolapnya perusahaan Sachsen Lnadesbank di Jerman yang juga disebabkan oleh investasi kredit perumahan. Pada tanggal 3 September 2007 lembaga keuangan Jermar, IKB, mengaku investasinya di suprime mortgage amblas hingga US$ 1 milyar. 17 Februari 2008 Ingris mensionalisasi Northem Rock. 27 Maret Bear Stearns kolap dan langsung di beli oleh JP Morgan Chase dengan jaminan pemerintah Amerika Serikat US$ 30 milyar. 5 September Fannie Mae dan Freddie Mac diambil alih pemerintah Amerika. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 5 September 2008 Lehmans Brothers bangkrut. 16 September Fed suntik AIG, perusahaan yang menjadi salah satu sponsor Mancaster United itu menerima dana sebesar US$ 80 milyar. Masih di bulan September tepatnya tanggal 25 September Washington Mutual Kolaps dan lagi-lagi JP Morgan harus merogh kocek dalam-dalam guna membeli dan menyelematkannya. Pada tanggal 29 September Pemerintah Inggris mati-matian mengambil alih Bradford & Bingley. 30 September, ketika Indonesia memperingati pertiwa gerakan 30 September yang masih penuh misteri itu, Prancis, Belgia dan Lugsemburg harus bersatu padu untuk menyelamatkan Dexia. 3 Oktober Kongres Amerika meloloskan program talangan US$ 700 milyar, proposal yang diajukan Bush itu akhirnya disetujui setelah sebelumnya di tolak Kongres AS –di duga kongres enggang mengucurkan dana sebesar US$ 700 milyar karena Bush juga memiliki beberapa investasi di perusahaan yang bangkrut atau yang mendekati kolap-. Hippo Real Estate menrima kucuran dana sebesar US$ 68 milyar dari Pemerintah Jerman pad atanggal 6 Oktober untuk bisa bertahan. Lagi-lagi pemerintah Ingris menyiapkan dana sebesar US$ 87 milyar atau sekitar 50 Milyar Poundterling untuk mengamankan kerjaan pangeran Carles itu dari krisi yang lebih fatal. Di Indonesia bursa Efek terpaksan di hentikan dan dilibur paksakan sementara, pada 10 Oktober Sebelas Bank Sentral menurunkan suku bunga mereka.

Presiden bersama pemerintah dan swasta mengadakan pertemuan khusus guna menghindari krisis yang lebih parah. Langkah-langkah segera di ambil oleh perintah, diantaranya pemerintah membeli kembali saham yang anjlok –buy back-. Pada tanggal 8 Oktober pemerintah akan membuat Perpu guna menaikkan nilai maksimal simpanan yang di jamin –pada Maret 2007 s/d Oktober 2008 simpanan yang dijamin pemerintah maksimal Rp. 100 juta. Seriusnya pemerintah menghindari krisis di tunjukkan dengan menyaipak setidaknya 6 Strategi berlapis (Lihat Harian Kontan, Jumat, 10 Oktober 2008). Industri di Indonesia mulai terpukul olah dampak krisis. Perusahaan yang biasanya mengandalkan penjualan keluar negeri –ekspor- harus gigit jari ketika negara-negara tujuan –Eropa dan Amerika- menurun daya belinya. China, negara yang paling terkenal dengan produk murahnya siap mengalihkan produknya ke Indonesia karena pebisnis negeri Tirai Bambu itu mengetahui bahwa orang Indonesia hanya mementingkan harga di banding kualitas.

Salah satu solusi yang mungkin terlewatkan adalah bagaimana kita harus menasionalisasi secara paksa benak kita, menasionalisasi secara paksa kecintaan kita kepada Indoensia, dan memaksa secara paksa kecintaan dan daya konsumsi kita pada barang, benda dan atau jasa yang merupakan produk asli Indonesia. Ingat! Negara Indonesia bisa bertahan hingga kini setelah krisis tahun 1998 adalah di karenakan adanya Usaha Kelas Menengah, Home Industri dan Koperasi yang tidak membebani negara ketika krisis melanda. Penghasilan mereka tidak begitu besar, kerugian juga tidak begitu besar. Pas-pasan saja –mungkin itu kata yang tepat untuk usaha kecil menengah yang pada akhirnya mampu mengembalikan Indonesia dari krisis tahun 1998. Jadi, belilah, pakailah, konsumsilah produk barang dan jasa asli Indonesia jika anda ingin negara ini selamat dari badai krisis global yang mulai meresahkan. Cinta produk dalam negeri harus disertai dengan daya beli. Mencintai berarti memiliki.

Jika kita berjiwa bisnis, janganlah menjadi pebisnis yang latah seperti kebanyakan pelaku usaha di Indonesia, sesuatu yang terkadang popular tidak akan bertahan lama. Sebut saja mencuatnya Teenlet dan Ciklit membuat penerbit ramai-ramai menerbitkan novel remaja itu, dan kepopulerannya hanya bertahan 3 tahun saja. Novel Islami? Rame-rame bikin penerbitan Islam. Fudsal mulai di kenal, ramai-ramai bikin lapangan Futsal. Mari menengok asal muasal krisis di Amerika yang memicu krisi global. Pada tahun 2001, pengusaha properti atau mereka yang berinvestasi di bidang properti mendadak kaya dengan melonjaknya nilai property saat itu. Kemudian beramai-ramailah orang-orang Amerika beralih kepada Investasi Property. Bank dan lembaga keuangan beramai-ramai pula memberikan kredit lunak dengan bunga rendah dengan harapan semakin banyak orang yang meminjam uang untuk di gunakan Investasi di bidang property. Saking banyaknya orang yang berbisnis dalam bidang yang sama, maka pembelinya siapa? Sederhana saja jawabnya. Pembelinya tidak ada. Karena tidak ada yang membeli, mereka yang sebagai pelaku bisnis tidak bisa mengembalikan pinjaman dalam jangka waktu yang di tentukan. Lalu? Bank dan lembaga keuangan menyita aset yang ada. Bang dan lembaga keuangan hanya memiliki barang yang tidak laku, sementara investor lain ingin mencairkan uang tunai untuk kelancaran usahanya. Dan begitulah asal muasal krisis di AS yang segera menjalar seperti penyakit HIV, menular kemana saja, hampir keseluruh negara di dunia yang berhubungan langsung dengan AS. Budaya latah itulah yang membuat krisis menjadi semacam kangker ganas yang menghantui setiap negara di dunia ini.

Sekali lagi, belilah produk dalam negeri untuk menyelamatkan negara Indonesia dari krisis yang lebih parah. Krisi kepercayaan jangan di tambah lagi dengan krisi ekonomi. Karena ketika kedua krisi itu menjadi satu, sangat mudah sekali pihak-pihak yang tidak menginginkan Negara ini tetap ada akan menyulut dan memprofokasi masyarakat umum. Jika krisi ekonomi terjadi dan di tambah lagi kerusuhan dan aksi masa maka hancur sudah Republik ini. Maka, mencitai Indonesia apa adanya adalah sebuah kunci dasar yang harus kita miliki. Khusunya generasi muda seperti kita inilah yang harus mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme harus tetap lekat di hari walau secara jujur, Gueteres dalam acara Kick Andy mengatakan: ‘Sepertinya memang tidak pernah ada tempat untuk seorang nasionalis di Indonesia ini’. Tapi saya masih bergitu mencintai Indoensia apa sanya, dengan ke –Bhineka Tunggal Ika- anya. Merdeka Indoensia. Lahid di bumi pertiwi ini, mati juga di bumi pertiwi yang sama. Indonesia. (Yogyakarta 13 Oktober 2008: Endik Koeswoyo, menulis ini sambil mendengaran lagu dangdut, setelah makan tempe goreng, sambal terasi plus lalapan pete. Di kamar kost yang sempit dengan setumpuk buku dan koran yang berserakan di lantai.) Dipersilahkan dan diijinkan untuk memberikan kritik saran dan pendapat mengenai tulisan ini. Di ijinkan pula untuk mengkopy paste dan menyebarkan tulisan ini dengan menyebutkan sumbernya (http://endikkoeswoyo.blogspot.com) jika anda menganggap tulisan kecil ini bermanfaat untuk anda, untuk orang lain, alih-alih bermanfaat untuk Indonesia yang kita cintai ini.)


Sabtu, 11 Oktober 2008

HIJRAHNYA CINTA SIAP TERBIT

HIJRAHNYA CINTA adalah novel ke-4 yang siap di luncurkan pada bulan November. Kali ini penerbitnya adalah Pustaka Fahima Yogyakarta. Kisah sederhana yang saya tulis dalam hijrahnya cinta mendapat kritik cukup pedas dari Editornya sebelum naskah itu sepakat untuk saya revisi sekali. Ya, sebuah kritik yang cukup membuat saya manggut-manggut.

Sengaja memang, Hijrahnya Cinta tidak begitu menggunakan banyak metafora. Novel Hijrahnya Cinta masih sangat jauh untuk di kelompokkan dalam jenis 'sastra sekuler' semacam AAC dan novel sejenis. Hijrahnya cinta, walau terkesan kaku dan munafik untuk dikatakan 'islami' namun saya lebih suka menyebutnya. Relisi Nasionlis, bukan Arabisasi atau kisah dengan setting Arab simbolik.


“Aku mengerti, aku menangis karena aku menyesal, dulu aku sempat bertanya kepada Allah, kenapa kamu harus menikah dengan Amel, bukan dengan Nisa? Ternyata ini jawabanya, pertanyaan yang aku pendam 5 tahun lebih terjawab sudah. Maha Adil Allah dengan segala takdir-Nya. Dan aku adalah umat yang terlalu terburu-buru untuk mencela keputusan-Nya...." Nisa menyeka Air matanya.

“Jalan hidup dan jalan cinta tidak pernah bisa dipisahkan. Keduanya sejalan dan searah, walau terkadang harus melalui jalan yang berbeda. Dalam setiap persimpangan, dalam setiap cabang jalan yang kita tempuh tidak selamanya indah. Cinta diawalai dengan pertemuan dan diakhiri dengan perpisahan. Hanya saja, cinta lebih rumit ketika sosok yang lain hadir. Perjalan dari satu titik ke titik yang lainnya tidak selalu sempurna seperti apa yang kita harapkan, namun kedua titik itu telah menjadi garis mistis dari Sang Pencipta. Garis takdir yang kita tidak pernah tau, apakah garis itu lurus ataukah sebuah garis yang berliku,” ucap Arif pelan sembari menyeka air mata Nisa.



HADIRI:: GREAT LOUNCING Hijrahnya Cinta

Minggu 09 November Pukul 19.00 WIB sampai selesai.

10th JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR 2008
7-13 November 2008
Mandala Bhakti Wanitatama


Sabtu, 04 Oktober 2008

PEMBACAAN CERPEN OLEH: ENDIK KOESWOYO

Bagaimana Jika dua buah cerpen di baca dalam satu waktu dan dalam satu sususan cerita? Bagaimana pula ketika dua buah cerpen dengan judul berbeda di gabungkan menjadi satu kesatuan cerita? Penasaran bagaimana jadinya? Jangan lupa, hadiri:

Pembacan Cerpen oleh Endik Koeswoyo

Panggung Utama Bazar Wisata Ramadhan 2008

Monumen Serangan Umum 01 Maret, Taman Selatan Museum Benteng Vederburg :: Hari Sabtu Tanggal, 04-10-2008

Judul Cerpen: Kabut Menjelang Lebaran & Angin Kencang Dan Kepulangannya

Acara Pendukung:

Live Musik: Capucino Band, Penggalangan Dana Pendidikan Untuk Anak-anak Yatim Piatu, disalurkan melalui Rumah Zakat Yogyakarta, Game dan Door Prize dari Starone

MC: Anggita


Sonsor Utama: Star One


Di Dukung Oleh: Arpro Supporting Media Promotion, Maha Java Production, Pemprov DIY, Baparda DIY, RRI Pro 2 Yogyakarta, Kedaulan Rakyat, TA TV.

Terimakasih Kepada: STARONE, YOKO FASHION, ROTI MARIYAM ABA-ABI, INDO RASA, NAJMINA GERAI KOMPLIT, BATIK LURIK KURNIA, HONDA TUNAS JAYA, ELKEN INTERNATIONAL (BIO PURE WATER), PASTA AJAIB PELANGI, MISTER BURGER, ESTELER 77, TVS MOTOR, ROTI DIKA, WARUNG NASI AMPERA BENTENG VEDERBURG, dll.


Kabut Menjelang Lebaran

Oleh: Endik Koeswoyo


Aku sendiri tak tahu yang pertama, tapi ini ada yang kedua. Bukan berarti aku menyalahi aturan, namun itulah aku yang akan datang kapan saja tapi pasti. Membawa sebuah cerita lama tanpa bertanya apakah itu indah…


Sore itu kabut menyelimuti lembah yang berlumpur. Seorang pemuda terdiam duduk diatas sebuah batu besar yang tentunya keras. Burung-burung kutilang kecil hinggap di kakinya yang berlumpur. Tangannya memegang sebuah foto yang telah pudar warnanya, mungkin terkikis oleh keringat. Kabut yang turun semakin pekat membelai apa saja yang sebenarnya enggan untuk dibelai oleh sang-kabut. Matanya yang redup dipaksakan melihat aliran sungai yang berlumpur, walaupun hujan tak turun namun dapat terasa air mengalir diantara wajahnya yang memang redup.


Matanya tak pernah lepas memandang foto usang yang selalu dibawanya kemana pun dia pergi. Nampak jelas dia sedang menunggu sang-angin yang membawa salam rindu dari seorang yang memang dirindukannya. Menunggu langit gelap yang membawa senyum yang sedang dihatinya. Menunggu daun-daun yang membawa bisikan-bisikan sayang dari orang yang disayanginya. Namun kabut tak juga beranjak pergi sedangkan langit sebentar lagi gelap. Matanya menerawang jauh, jauh sekali sampai dia sendiri tidak tahu kemana arah itu. Burung-burung kutilang tak lagi hinggap di kakinya, mereka telah pulang keperaduannya diatas pohon yang daunnya telah berguguran. Sekian lama dia tak beranjak dari tempat itu. Dia pun ingin pulang ke peraduannya bersama gadis cantik yang melayaninya saat dia ingin bercumbu, dengan aroma khas yang belum pernah dia rasakan.


Hujan turun tak begitu deras, di tutupinya foto usang tersebut dengan kain hitam yang dikeluarkan dari saku jeans-nya lalu di masukan lagi. Dia berdiri namun tak meninggalkan batu besar itu. Berputar arah menghadap utara tegak lurus dengan bayangan pohon yang telah tumbang. Entah dia sadar atau tidak dikeluarkannya lagi foto yang telah terbungkus kain hitam dari sakunya. Dibukanya kain penutup itu dan dia tersenyum mengamati seorang pemuda tampan mengenakan jas warna biru sedang mengendong bayi kecil yang lucu tentunya, disampingnya berdiri seorang gadis memakai baju kekuningan dengan rambut sebahu. Ditutupnya foto itu namun tak dimasukan kesakunya seperti tadi.


Dia beranjak diremang senja yang berkabut. Dia tahu bahwa malam sudah menjelma. Namun dia tidak perduli, disibaknya malam dengan hati yang pilu, diraihnya bintang yang terlihat samar. Disebuah tempat yang dia sendiri tidak tahu apa namanya, dibukanya lagi kain hitam yang menutupi foto itu. Direbahkan tubuhnya begitu saja lalu menaruhnya didada. Dia tak mampu menemukan ujung kabut dan tak akan pernah tahu, kapan akan bersama seperti dalam foto itu. Sedangkan gelombang pasang memisahkan mereka dan hanya meninggalkan lumpur-lumpur yang entah kapan akan hilang. (Endik Koeswoyo)


Di Tempat Lain...

Angin Kencang Dan Kepulanganya

Oleh: Teguh T-Koes Wicaksono (Alm)


Ia telah pulang, ia telah kembali. Langkahnya agak pelan dan ragu melintasi jalan yang lengang, panas serta angin keringnya terlalu liar menyapu debu-debu untuk terbang ke langit yang tiada mega. Perasaannya kini mulai kalut, lalu langkah kakinya dipercepat. Dan kini yang ia saksikan pemandangan hamparan rumah-rumah tetangganya dulu yang kian tak terawat. Hatinyapun semakin bertanya-tanya, dimana mereka, dimana kawan-kawanku dulu, kenapa dengan dusun ini… tak satupun manusia yang dia lihat. Dusun telah kosong dan Mati. Sungguh kampung halaman yang dulu permai dan kini telah mati.


Kembali ia mengrenyitkan dahi, memutar dugaan-dugaan sampai yang terjelek. Lalu pikiranya memutar lagi seperti sedia kala, sebelum ia berangkat meninggalkan dusun tercinta. Duduk dan meletakkan tas-tas besar bermacam oleh-oleh khas Malaya, lemas ia seperti tersungkur saja. Bersandar dibekas runtuhan tugu perbatasan, menerima terpaan angin yang membawa debu dan daun-daun kering.

Tak sampai semenit kegelisahannya memaksa kaki capek untuk menelusuri jalan berbatu, sambil terus dihujani daun-daun kering tak pernah ia berpapasan dengan seorangpun. Kerisauan yang menjadi-jadi menggetarkan reflek untuk berlari sekuat tenaga. Terus berlari hingga membasahi baju-bajunya yang sedikit aneh khas kota. Keinginan dan fisiknya tidak sama, ia pun berhenti merogoh tas untuk minum beberapa teguk air kemasan. Tasnya terbuka lebar sehingga beberapa daun menerobos masuk, sambil mengeluarkan daun-daun itu ia kembali bergegas menuju cabang jalan yang lebih kecil. Semakin terlihat ketidak mengertian dari wajah pucat nan basah itu, semakin dalam pula ia mengendalikan gelisah besar. Sekedar ingin cepat sampai dan mendorong gagang pintu gubuknya walau juga mirip dengan rumah.


Lamunan tentang Bapak-Emaknya terus bergelanyut. Oh.., hati bimbang dan pohon flamboyan kering, terus mengawasi walau tinggal ranting-ranting. Anginpun kembali bertiup kencang, daun-daun kering kembali berjatuhan, menyisakan pandangan hingga ujung dari rumah yang paling ujung. Diantara langkah kakinya terganjal rasa was-was tentang sepucuk surat tanpa tuan yang memaksa jiwanya untuk memikirkan dan ingat dari mana ia berasal.


Kisah ini disebuah jalan yang sunyi, kisah ini tentang kegelisahan hebatnya, juga tentang beribu pertanyaan apakah ia akan hadir dalam kepulangannya. Matahari tepat diatas kepala sedangkan bayangannya bersembunyi dibawah busana seksi.


Betapa indah sebuah pertemuan. Wajah emaknya juga sempat tersenyum seperti sedia kala, saat melepas kepergian bersama andongnya mbah Akhad ke Setasiun Kereta. Delapan tahun yang lalu saat ia belum mengerti apa-apa tentang Jakarta. (teguh T-Koes Wicaksono)

*SEKIAN*

SELAMAT LEBARAN

Sudah 3 lebaran ini aku tidak berada di kampung Halaman....entah angin mana yang membuatku begitu resah...gelisah dan dosa-dosa itu sepeertinya telah menggunung...menunggu jabat tangan erat para sahabat di masa kecil....


Aku disini....duduk sendiri...menatap langit dengan bintang yang sedikit temaram....Jogja masih begitu indah....walau sepi di hari pertama......


Dan...aku hanya bisa mengrimkan ratusan sms....

Seperti Hijrahnya
Cinta....Dosa juga masih
misteri....terkadang
datang dan pergi tidak
pernah kita
sadari...Keluarga Besar
Endik Koeswoyo,
mengucapkan..Minal
Aidzin...walfaizdin...Mohon
Maaf Lahir dan Batain....


APAKAH ANDA SUKA BERMAIN DNGAN INTERNET? JIKA IYA COBALAH KUNJUNGI LINK INI KARENA TERNYATA KITA BISA MENGHASILKAN UANG TAMBAHAN BAHKAN HINGGA PULUHAN JUTA RUPIAH HANYA DENGAN MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU SAJA... TERBUKTI MUDAH DAN GAMPANG... ARAU SETIDAKNYA BERKUNJUNGLAH SEJENAK UNTUK MEMBACANYA! PENASARAN? KLIK DISINI DAN JADILAH ORANG SUKSES TANPA KITA SADARI...

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN