twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Rabu, 17 September 2008

HIJRAHNYA CINTA

HIJRAHNYA CINTA adalah novel ke-4 yang siap di luncurkan pada bulan November. Kali ini penerbitnya adalah Pustaka Fahima Yogyakarta. Kisah sederhana yang saya tulis dalam hijrahnya cinta mendapat kritik cukup pedas dari Editornya sebelum naskah itu sepakat untuk saya revisi sekali. Ya, sebuah kritik yang cukup membuat saya manggut-manggut.

Sengaja memang, Hijrahnya Cinta tidak begitu menggunakan banyak metafora. Novel Hijrahnya Cinta masih sangat jauh untuk di kelompokkan dalam jenis 'sastra sekuler' semacam AAC dan novel sejenis. Hijrahnya cinta, walau terkesan kaku dan munafik untuk dikatakan 'islami' namun saya lebih suka menyebutnya. Relisi Nasionlis, bukan Arabisasi atau kisah dengan setting Arab simbolik.


“Aku mengerti, aku menangis karena aku menyesal, dulu aku sempat bertanya kepada Allah, kenapa kamu harus menikah dengan Amel, bukan dengan Nisa? Ternyata ini jawabanya, pertanyaan yang aku pendam 5 tahun lebih terjawab sudah. Maha Adil Allah dengan segala takdir-Nya. Dan aku adalah umat yang terlalu terburu-buru untuk mencela keputusan-Nya...." Nisa menyeka Air matanya.

“Jalan hidup dan jalan cinta tidak pernah bisa dipisahkan. Keduanya sejalan dan searah, walau terkadang harus melalui jalan yang berbeda. Dalam setiap persimpangan, dalam setiap cabang jalan yang kita tempuh tidak selamanya indah. Cinta diawalai dengan pertemuan dan diakhiri dengan perpisahan. Hanya saja, cinta lebih rumit ketika sosok yang lain hadir. Perjalan dari satu titik ke titik yang lainnya tidak selalu sempurna seperti apa yang kita harapkan, namun kedua titik itu telah menjadi garis mistis dari Sang Pencipta. Garis takdir yang kita tidak pernah tau, apakah garis itu lurus ataukah sebuah garis yang berliku,” ucap Arif pelan sembari menyeka air mata Nisa.



HADIRI:: GREAT LOUNCING Hijrahnya Cinta

Minggu 09 November Pukul 19.00 WIB sampai selesai.

10th JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR 2008
7-13 November 2008
Mandala Bhakti Wanitatama










0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Bersedia Membaca, tuliskan komentar anda dan saya akan berkunjung ke blog anda...

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN