twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Sabtu, 29 Maret 2008

Making Love Dengan Pacar?

Sedikt serius, tapi anggap saja satu hal yang nggak serius. Berapa kali kamu ML sama pacar kamu? Sebuah pertanyaan yang menusuk!? Atau sebuah pertanyaan yang sederhana? Entahlah! Untuk tulisan lain, saya tulis di halaman Curhat Kecil secara lebih kocak kali ya?

Jadi begini, dari pada apa yang dinamakan ML itu itu sebenarnya? Banyak devisi seh! Salah satunya adalah Making Love, bahasa indonesianya kalau tidak salah -melakukan hubungan badan atas dasar rasa cinta- bener ga seh klo Making Love itu harus dengan dasar rasa cinta? Klo nggak bener kenapa pake Love? Bukannya Making Body? Making Oyes? Atau Making In The Hoyiiii? :)

Selepas bener apa nggaknya masalah itu, ternyata ML sama pacar itu merupakan satu masalah........
Masalah apaan? Masalah kejiwaan tentunya.
Menurut beberapa pakar, yang paling buruk dari pada apa yang dinamakan Making Love dengan pacar adalah masalah ...MEMBURUKNYA MENTAL... Duh apa lagi ini?

Ya, pokoknnya gitu deh! Klik Disini kalau berani! Biar mental ga buruk dan menemukan ide segar!

Jumat, 28 Maret 2008

Ngantuk VS Pingin Bobok?

Ngantuk VS Pingin Bobok?



Pertanyaan sederhana banget sebenarnya. Tapi apa bedanya ngantuk sama pingin bobo? Duh aku sempet mikir 2 jam untuk memberikan jawaban yang tepat.
Ngatuk: adalah sebuah rasa di mana mata mulai lelah dan kita ingin memejamkannya. Biasanya rasa kantuk di tandai dengan menguap berkali-kali. Kalau sudah benar-benar kantuk, biasanya kita akan bisa tidur dimana saja dan kapan saja. Di kursi bangku sekolah, kursi Bus dll.
Pingin Bobo: ini ternyata bermacam-macam maknanya. Ingin bobok masih begitu ambigu. Misal: Seorang pria 30 tahun bilang gini pada putri kecilnya! “Bobok yuk sayang!” . Pria ini menggendong putrinya lalu menemaninya sebentar di ranjang kecil, mendongen dengan penuh sayang hingga buah hatinya terlelap. Lalu dia berkata kenpada istrinya sesaat kemduian; “Bobok yuk sayang!” Pria 30 tahun ini memapah istrinya dengan penuh kasih sayang! Sesampainya di dalam kamar, tangannya ke mana-mana. Meraba hampir semua bagian tubuh istrinya yang sintal. 30 menit kemudian Pria 30 tahun itu tampak kelelahan dan keringat bercucuran didadanya yang bidang. KATANYA PINGIN BOBOK? Itu dia bedanya?
Kesimpulannya, mengantuk dan pingin bobok mempunyai perbedaan yang cukup drastis. Ngantuk membuat orang pingin bobok, tapi pingin bobok belum tentu mengantuk. Ngantuk bikin kita jadi bobok, tapi pingin bobok bisa jadi malah bikin kita nggak ngantuk. Bingung ya? Ya..namanya juga iseng. Maaf...

Tembakau Lintingan Dan Inpsirasi

Tembakau Lintingan Dan Inpsirasi


Tiba-tiba ada telpon kala malam menjelang
“Halo, siapa ya?” ucapku lirih.
“Mas Endik bukan ya?!” jawab suara itu dari seberang sana.
“Iya, saya! Ada yang bisa saya bantu?” sahutku lagi penasaran.
“Saya manager pemasaran PT Djarum, Mas saya punya bingkisan untuk Mas Endik,” lanjutnya datar.
“Bingkisan?” gumanku pelan sambil berimajinasi kalau bingkisan itu adalah BOM.
“Iya Mas! Satu Kardus rokok Djarum Super!!” lanjut suara itu dengan nada pasti.
Jiwaku berpetualang jauh! Jauh banget entah kemana. Ini bener apa nggak ya? Endik Koeswoyo, mendapat bingkisan satu kardus rokok Djarum Super? Ini nggak mungkin, emang aku pecinta Djarum –walau dulu aku begitu tergila-gila dengan produk sampoerna, tapi dulu sebelum ada tulisan Philip Morris di bungkus putihnya itu-.
Hmm…malam semakin larut saja. Aku seakan lupa bahwasanya malam ini aku harus memejam mata untuk lelap sebentar menjemput mimpiku. Tapi tidak! Lintinganku masih cukup banyak untuk di jadikan teman hingga subuh nanti. Mengutak-atik kata demi kata yang kurangkai dengan imajiansi dan mataku.
Kalau boleh memilih aku lebih memilih Djarum Super dari pada tembakau lintingan ini. Tapi entah kenapa Masbrand dengan papir Drum ini terasa nyaman dan begitu hangat di kerongkonganku yang haus oleh segelas air putih. Aku sempat membayangkan sebelum melanjutkan menulis kata untuk sebuah novel yang aku tulis malam ini. Bayangkau sederhana saja, rokok Djarum itu benar-benar ada.
Hmm...maksudnya apa neh?
Ga ada maksud apa-apa.
Lah itu yang bingkisan satu kardus besar mana?
Ah kayak nggak tau saja! Itu namanya Inspirasi, bebas dun mau ngayak apa. Mau dapet kiriman satu bungkus, satu box, satu kontainer juga ga apa-apa.
GuuuBraaaaakkkkkkkkk...
Batinku terjerembab oleh kenyataan. Aku amsih snediri malam ini. Tanpa teman tanpa siapapun yang mau mengerti kalau rokok ternyata telah menjadi sahabatku, entah sejak kapan.
Oh ya, kalau anda ke sasar ke Blog saya dan menemukan tulisan ini. Sampaikan ke pemilik Djarum ya: “ Jangan sampai di jual tuh pabrik keorang luar negeri! Nanti saya ngrokok opo Bos?”



Rabu, 19 Maret 2008

Banyak Penerbit Cari Penulis

Tahukah anda bahwasanya di Indonesia ada ratusan penerbit? Dan tahukah anda bahwasanya dalam satu tahun 1 penerbit minimal harus menerbitkan 50 judul buku untuk bisa bertahan hidup? Dan tahukan anda jumlah penulis di Indonesia?
Jika ada 100 penerbit yang dalam satu tahunnya 1 penerbit harus menerbitkan 50 judul buku, maka 100 dikalikan 50 adalah 500 judul buku yang harus diterbitkan. Jika rata-rata 1 buah buku ditulis dalam waktu 3 bulan maka, 500 judul dibagi 3 dibutuhkan penulis sebanyak 1.666 penulis untuk memenuhi target penerbit. Itu jika penerbitnya hanya 100 saja.
Kita ambil sebuah tajuk pameran buku, 300 penerbit, ribuan buku atau ratusan penulis. Kita sederhanakan untuk memilih satu tajuk, 300 penerbit hadir di kota anda. Maka dari 300 penerbit tersebut dikalikan 50 adalah 15 ribu judul buku yang diterbitkan dalam satahun.
Contoh lain, penerbit Media Presindo Group Misalnya, dalam satu tahun yaitu tahun 2008 telah menyiapkan 300 judul buku untuk diterbitkan. Tahukah anda berapa penulis yang sudah mengrimkan naskahnya ke Media Presindo? Yang saya tau, dalam sebuah acara pertemuan penulis Media Presindo yang hadir kurang dari 50 orang. Maka, anda berkesempatan untuk menulis dan menjadi penulis Media Presindo group.
Ingin jadi penulis?
Caranya bagaimana? Gampang dan sederhana, ambil telpon dan tekan noemrnya media persindo. Biasanya ada di bagian belakang cover buku terbitan kelopmpok Media Presindo, jadi beli aja bukunya Media Presindo atau penerbit yang anda sukai. Telpon dan berbincanglah dengan tim Redaksinya. Maka anda akan mendapatkan banyak keterangan dari media penerbit tersebut.
Berita ini dirangkum dari sebuah obrolan tentan pencarian naskah bestseler yang diadakan Media Presindo dan IKAPI dalam Jogja Book Fair 2008. Penulis (Endik Koeswoyo) menyerahkan rencana naskah dalam acara tersebut. Dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah ada kabar bahwa rencana naskah yang hanya 10 halaman itu di terima untuk diterbitkan oleh MedPres Group dan saat ini dalam proses penulisan lebih lanjut. Mohon doa restu.

KREDIVO

Popular Posts

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - COMINGSOON 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

SKENARIO By Endik Koeswoyo - 17 APRIL 2014 at THEATERS

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

IKLAN